Jajak Pendapat: Perusahan Menggunakan Linux Bertambah Banyak

Hasil sebuah jajak pendapat yang dilakukan Linux Foundation terhadap 1.893 pengguna TI terpilih, menunjukkan adanya peningkatan pada penggunaan sistem operasi Linux di perusahan. Sekitar 84 persen dari peserta jajak pendapat menyatakan peningkatan penggunaan Linux di perusahan masing-masing, sementara 80 persen merencanakan hal yang sama di tahun 2012.

Sebanyak 21.7 persen peserta disebutkan laporan tersebut merencanakan instalasi server Windows, sebaliknya sekitar 25,9 persen yang ingin memangkas jumlah server Windows milik mereka. Hampir tiga perempat atau sekitar 71,6 persen dari peserta menyatakan akan menspesifikasikan Linux pada pemasangan server baru di perusahan masing-masing. Diantaranya 38,5 persen merupakan migrasi dari server Windows dan 34,5 migrasi dari server Unix.

Sebanyak 69,1 persen dari pengguna menyatakan akan lebih banyak menggunakan Linux di lingkungan Mission-Critical. Keuntungan menggunakan sistem operasi bebas disebutkan untuk penghematan biaya oleh 70 persen peserta, sementara 68,6 dengan alasan jumlah fitur yang lebih banyak dan 63,6 persen peserta menyebutkan keamanan sebagai alasan.

Disamping itu Linux Foundation juga menanyakan hal yang mengganjal pengguna untuk menggunakan Linux. Sekitar 17,6 menyebutkan sulitnya mencari pengembang atau adminitrator sistem untuk Linux, sekitar 12,2 persen menyebutkan alasan teknis dan hanya 3 persen memberi alasan masalah hukum.

Laporan hasil jajak pendapat selengkapnya diterbitkan Linux Foundation sebagai dokumen PDF (12 halaman, 357KB) yang dapat diunduh setelah registrasi.

Lebih Banyak Pengembang Eclipse Menuju Ke Awan

Untuk kali pertama sejak 2007 Eclipse Foundation menggelar lagi jajak pendapat secara global, yang berlangsung antara pertengahan bulan April dan pertengahan Mei lalu dan melibatkan sekitar 600 peserta yang 70 persen diantaranya mengaku sebagai pengembang bahasa pemrograman Java. Hasil jajak pendapat dilaporkan bersama “Open Source Developer Report” yang diterbitkan Yayasan Eclipse setiap tahun.

Dari jajak pendapat tersebut, Yayasan Open-Source ini terutama ingin mengetahui antara lain, sejauh mana pengembang yang berpartisipasi terkait dengan komputasi awan (Cloud Computing). Jumlah peserta yang ternyata telah memiliki aplikasi termasuk yang memutuskan berangkat ke awan desebutkan telah meningkat dibandingkan tahun sebelumnya dari 6 persen ke 36 persen. Dari kelompok ini, sekitar sepertiganya telah memanfaatkan layanan platform Cloud dari Amazon, sementara yang lainnya tertera 23.1 persen menggunakan awan pribadi (private Clouds) atau bila dibandingkan angka Cloud Deployments tahun sebelumnya, berarti telah terjadi peningkatan sekitar 7 persen, yang semuanya menunjukkan indikasi kuat pergeseran menuju awan.

Untuk kali pertama, jajak pendapat Yayasan Eclipse menyoalkan tentang aplikasi perangkat bergerak (Mobile Applications). Sekitar 60 persen peserta menyebutkan telah, sedang dan akan membuat “Mobile Apps” yang dibuktikan dengan pengakuan bahwa pengembangan Eclipse kebanyakan (85,1 %) memilih Android sebagai platform mobile untuk mengembangkan aplikasinya dan diperkuat dengan realita bahwa kebanyakan aplikasi di Android ditulis dalam bahasa Java yang mendapat dukungan dari Google, salah satunya berupa tersedianya Eclipse-Plug-in untuk Android. Sebagai platform pilihan kedua disebutkan Apples iOS yang diinginkan oleh 66,3 peserta, kemudian Blackberry (15,2 %) dan disusul Windows Phone 7 (14,2 %).

Apabila popularitas penggunaan IDE dari Eclipse yang tersebar luas dibandingkan dengan bahasa pemrograman popular lainnya, maka ditemukan bahwa ada 75,7 persen yang menggandrungi Java sebagai bahasa utama dan 68,3 persen menggunakan Eclipse Java Development Tools (JDT) sebagai perkakas utama. Peringkat berikutnya diduduki oleh C/C++- sebesar 9,2 %, dan PHP (4,8 %), sementara untuk perkakas C/C++ Developer Tools (CDT) sebesar 6,3 % dan PHP Development Tools (PDT) sebesar 4,8 %.

Dari angka statistik itu dapat dilihat bahwa Eclipse secara tradisional merupakan pilihan pengembang terbanyak di dunia Java. Juga terindikasi bahwa banyak pengembang berkiprah bersama lebih dari satu bahasa pemrograman, dan diperkuat berdasarkan pernyataan 36,2 % peserta yang menyebutkan disamping semua itu juga bekerja menggunakan JavaScript.

Selanjutnya laporan jajak pendapat membahas hal-hal lainnya seperti masalah pengelolaan kode sumber dan Build-Management termasuk tentang Change-Management-Systems. Kecuali itu disebutkan bahwa tingkat kepuasan peserta terhadap Elipse melampaui 90 persen dan 40 persen diantaranya bahkan menyebutkan sangat puas hidup bersama Eclipse. Lebih rinci dapat dibaca di laporan “The Open Source Developer Report 2011″ (30hal. PDF 2,3MB).

Studi: Faktor Keberhasilan Proyek Besar Open Source

Struktur proyek-proyek besar open source yang dikelola oleh organisasi nirlaba atau yayasan independen merupakan salah satu alasan keberhasilan dan pertumbuhan proyek tersebut.

Demikian kira-kira disimpulkan Henrik Ingo, penulis buku “Open Life: The Philosophy of Open Source” dan mantan karyawan proyek basis data MySQL dan MariaDB, dalam sebuah studi yang diungkapkan di situsnya: openlife.

Studi tersebut bisa dijadikan panduan misalnya tentang bagaimana caranya menggandakan pertumbahan proyek sampai sepuluh kali lipat dengan omzet yang membengkak sampai lima kali lipat. Studi itu bertopang pada hasil pantauannya terhadap proyek-proyek open source yang banyak dikembangkan bersama sebuah perusahan komersil dan pertumbuhan pangsa pasarnya kira-kira proporsional dengan investasi yang ditanamkan.

Titik berat dari laporan Ingo adalah proyek-proyek open source skala besar dari semua proyek yang dibaginya menjadi empat kategori. Sembilan proyek dalam kategori “XtraLarge” adalah Linux, KDE, Apache, Eclipse, Perl berikut CPAN, Mozilla berikut Addons, GNOME, Drupal dan GNU. Proyek-proyek tersebut paling tidak memiliki lebih dari seribu pengembang aktif dan memproduksi lebih dari seratus perbaikan kode pemrograman setiap harinya.

Kategori berikutnya tergolong proyek-proyek yang ukurannya tidak lebih dari sepersepuluh dibangdingkan dengan ukuran proyek di kategori pertama. Kategori ketiga diisi oleh proyek kelas menengah yang memiliki pengembang aktif tidak lebih dari 20 dan sisanya termasuk ketegori keempat.

Data kuantitatif diambilnya dari Ohloh yang mencatat lebih dari 300 ribu proyek sumber terbuka. Namun menurut Ingo data yang dikoleksi Ohloh tidak semua akurat dan untuk itu ia harus meng-update-nya.

Ada dua kemungkinan sebagai pihak pengendali di proyek-proyek skala besar yaitu sebuah organisasi nirlaba yang independen atau sebuah perusahan yang mengatur semua aspek penting. Yang menarik dari laporan tersebut adalah faktor perbedaan ukuran yang mencolok di sembilan proyek kategori “XtraLarge” dibandingkan kategori berikutnya yaitu paling sedikit sepuluh kali lipat lebih besar. Dari hasil pantauan tersebut penulis dapat menyimpulkan bahwa proyek yang dikontrol oleh satu perusahan saja pertumbuhannya ternyata terbatas. Sebagai perkecualian adalah proyek OpenJDK yang berkat sokongan IBM bisa masuk ke kategori pertama. Kendati Red Hat juga ikut disini, namun pemegang kendali di OpenJDK adalah Oracle.

Mengambil proyek kernel Linux sebagai contoh disebutkan, andaikan hanya satu perusahan seperti Red Hat yang membantu pengembangannya maka diduga keras bahwa aktifitasnya tidak akan lebih dari sepersepuluh dari apa yang terjadi saat ini dan proyek ini bisa menjadi kurang penting.

Red Hat memberdayakan lebih dari sepertiga (adakalanya bahkan sampai separuhnya) untuk pengembang aktif yang memberikan kontribusi terhadap perubahan di Kernel sekitar 12%. Kontribusi sebesar 12% tersebut menghasilkan pangsa pasar sebesar 62% yang telah diraih Red Hat untuk produk Linux skala perusahan.

Sebagai nomor dua, Novell yang memberikan kontribusi sebesar 7,6% dalam pengembangan Kernel dan mampu meraih pangsa pasar sekitar 29%. Penulis menyebutkannya sebagai faktor keuntungan (gain) yang terjadi berkat kontribusi silang semua pihak yang ujung-ujungnya telah mendongkrak pertumbuhan pasar pada umumnya. Studi selengkapnya dapat dibaca disitus penulisnya.

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 174 pengikut lainnya.