Siapakah Kontributor Linux 2013

Sekali dalam setahun, sejak 2008 (rilis kernel 3.3 sampai 3.10) yayasan Linux Foundation meng-analisa aktifitas repositori daring, lumbung dimana tersimpan kode sumber pemrograman kernel Linux disimpan. Linux adalah kernel dari banyak sistem operasi, baik yang menyandang nama Linux, atau tidak seperti halnya pada Android.

Laporan LF - Kernel Linux 2013

Secara berkala kernel Linux versi stabil dirilis sekali setiap 2-3 bulan, mengemas perbaikan dan penambahan fitur baru, dukungan terhadap hardware baru, dan peningkatan kinerja. Seiring dengan meningkatnya kerumitan kernel, jumlah perubahan pada setiap rilisnya mencapai lebih dari sepuluh ribu penambalan, dan melibatkan lebih dari 1100 pengembang, termasuk 225 perusahan.

Siapa yang membayar pengembangan kernel Linux?
Sementara kontributor relawan masih merupakan pluralitas di antara para pengembang, namun lebih dari 80 persen kode disumbangkan oleh pengembang yang dibayar untuk melakuan pekerjaan mereka. Secara khusus Linux Foundation mencatat pada laporan terakhir, bahwa kontribusi dari perusahaan sektor industri mobile dan embedded system seperti Linaro, Samsung, dan Texas Instruments, telah meningkat.

Siapa yang menulis kode Linux?
Meskipun jumlah pengembang individu sangat besar, tercatat masih relatif kecil jumlahnya yang melakukan sebagian besar dari pekerjaan pembuatan kernel. Sejak rilis 2.6.11, sepuluh pengembang top telah memberikan kontribusi terhadap 30.420 perubahan, atau sekitar 8,4% dari keseluruhannya. Sedangkan tiga puluh pengembang top, memberikan kontribusi lebih dari 18% dari keseluruhannya.

Baca laporan selengkapnya [12 halaman PDF, 275KB] sign-in disini.

IVI Ajak Mobil Anda Go Open Source

In-Vehicle Infotainment (IVI) yang juga disebut In-Car Entertainment (ICE), adalah koleksi perangkat yang ditanamkan di kendaraan bermotor untuk menyediakan hiburan audio dan visual, termasuk sistem navigasi (SatNav) dan alat bantu lainnya. Pengembangan sistem IVI terintegrasi yang menyediakan hiburan dan konten informasi, awalnya didorong oleh Intel menggunakan prosesor Atom, Microsoft dengan platform Windows Embedded Automotive 7, dan Linux Foundation dengan Aliansi GENIVI terdiri dari sejumlah produsen mobil.

Tugas khas dan apa yang dapat dilakukan dengan sistem IVI, disamping mengelola dan memutar konten audio, adalah termasuk navigasi untuk mengemudi, menyediakan konten hiburan pada penumpang seperti film, game, jejaring sosial, mengirim dan menerima pesan SMS, membuat panggilan telepon, dan mengakses konten internet atau smartphone-enabled untuk memantau kondisi lalu lintas, prakiraan cuaca dan informasi tentang even olahraga maupun pameran dan lainnya ditempat tujuan.

Sistem In-Vehicle Infotainment (IVI) menerapkan aneka teknologi yang juga dijumpai di telepon pintar (smart phone) seperti Bluetooth untuk membantu pengemudi mengontrol sistem dengan perintah suara, input touchscreen, termasuk kontrol atau pengendali fisik. Sejumlah pembuat kendaraan bermotor juga telah mengadopsi IVI, dan ditemukan di mobil-mobil buatan Ford (SYNC dan MyFord Touch), Toyota (Entune), Kia Motors (UVO), Cadillac (CUE) dan Fiat (Blue&Me).

Hampir semua sistem IVI generasi awal berbeda satu dengan lainnya, baik dari sisi platform maupun teknologi. Hal itu kemudian disadari telah menjadi hambatan penerimaan masyarakat dan penyebarannya secara luas. Untuk memungkinkan standarisasi, sejumlah pembuat kendaraan bermotor bergabung dalam sebuah aliansi membentuk GENIVI Aliance, yaitu sebuah konsorsium nirlaba dengan tujuan menyediakan sistem operasi berbasis Linux yang kompetitif secara global, mengembangkan middleware dan platform untuk otomotif yang menunjang industri sistem In-Vehicle Infotainment (IVI).

GENIVI Alliance didirikan pada tanggal 2 Maret 2009 oleh BMW Group, Delphi, GM, Intel, Magneti-Marelli, PSA Peugeot Citroen, Visteon, dan Wind River Systems. Pada 2 Agustus 2011, aliansi GENIVI meluncurkan sebuah program kepatuhan (compliance program) yang mencatat semua platform infotainment yang menghormati “GENIVI Software Architecture.” Dan pada tanggal 19 September 2012, GENIVI aliansi meluncurkan proyek perangkat lunak open source untuk publik. Proyek yang diselenggarakan oleh Linux Foundation ini, merupakan wadah untuk perangkat lunak yang dibuat oleh Aliansi.

Sejak didirikan, aliansi ini telah berkembang secara luas dan lebih dari 180 anggota aliansi kini bekerja sama secara global untuk menyediakan sebuah platform perangkat lunak terbuka dan konsisten berbasis Linux untuk digunakan oleh seluruh industri otomotif.

MeeGo sebagai platform awal GENIVI sebelum Tizen:

Awalnya aliansi GENIVI menggunakan Moblin dengan Qt sebagai dasar pada “GENIVI 1.0 Reference Platform” untuk IVI dan sistem navigasi otomotif dan menyeragamkan platform komputasi otomotif. Kemudian pada bulan April 2010, Graham Smethurst dari GENIVI Alliance dan BMW Group mengumumkan peralihan dari Moblin ke platform MeeGo IVI.

MeeGo IVIMeeGo adalah proyek sistem operasi mobile bebas berbasis Linux, yang dibangun sebagai cabang pengembangan dari proyek Mer yang utamanya ditargetkan untuk pasar perangkat mobile dan peralatan informasi elektronik konsumen. MeeGo dirancang untuk bertindak sebagai sistem operasi untuk platform perangkat keras seperti netbook, entry-level desktop, nettop, komputer tablet, komputasi mobile dan perangkat komunikasi, perangkat infotainment di dalam kendaraan, SmartTV / ConnectedTV, IPTV-boxes, ponsel pintar, dan sistem benam (embedded) lainnya. MeeGo juga merupakan proyek yang dikelola oleh Linux Foundation.

Pada bulan September 2011 Linux Foundation membatalkan MeeGo untuk beralih mendukung Tizen. Pendatang baru dari Finlandia, Jolla mengumumkan pada Juli 2012 pengambilalihan MeeGo berbasis komunitas penerus Mer, kemudian mengembangkannya menjadi sebuah sistem operasi baru yang disebut Sailfish OS, dan berhasil meluncurkan smartphone pada tahun 2013. Sementara proyek Tizen yang dikelola Linux Foundation, menyediakan sebuah “reference architecture and software development kit (SDK)” untuk IVI berbasis Linux. SDK Tizen memungkinkan para pengembang membuat aplikasi untuk IVI menggunakan HTML5.

Setelah standar industri IVI open source dibuat, pekerjaan dapat dimulai dengan fokus pada pengembangan user interface untuk sejumlah aplikasi mobile yang sudah tersedia. Sebagai contoh adalah sistem navigasi yang diintegrasikan dengan akun email pengemudi. Dengan setup seperti itu, pekerja sales misalnya, dalam perjalanan mengetahui dan mengestimasikan penundaan akibat lalu lintas yang padat, sementara klien yang akan dijumpainya otomatis menerima notifikasi yang sama.

Sejauh ini, sedikitnya tiga pembuat mobil telah meluncurkan platform berbasis Linux pada sejumlah model kendaraan mereka, seperti GM Cadillac menggunakan Linux berupa Cue IVI, Tesla (Mobil tenaga listrik, bebas BBM) menawarkan IVI dengan layar 17-inci untuk Model S nya, sedangkan Toyota baru-baru ini mengungkapkan rencana untuk menggunakan IVI berbasis Linux untuk model 2014 pada Lexus IS.

Sistem IVI pada model S besutan Tesla dirancang untuk memungkinkan pengemudi melakukan navigasi menggunakan Google Maps untuk mendapatkan informasi lalu lintas yang nyata secara real-time, seraya mendengarkan musik streaming dari stasiun radio online dan mengakses Internet untuk berita atau ulasan tentang restoran dan lainnya. Menggunakan Google Maps, pengemudi Tesla juga dapat menemukan lokasi pengisian batere terdekat.

BMW juga mengumumkan rencananya menggunakan IVI berbasis platform open source, sementara Ford telah mengembangkan SmartDeviceLink versi open-source dari mobile API untuk Ford AppLink, yang digunakan untuk menghubungkan ponsel pintar dengan “MyFord Touch infotainment system” yang berbasis Microsoft.

Sebagian besar pembuat mobil saat ini harus melakukan pemeliharaan terhadap sistem operasi yang mereka beli dari penyedia perangkat lunak berkepemilikan, dan membuat mereka bergantung pada belas kasihan vendor mereka masing-masing. Sebagai contoh, Microsoft menyediakan sistem MySync Ford, sehingga Ford akan dipaksa untuk mencari pemasok lain, andaikan Microsoft memutuskan untuk meninggalkan pasar otomotif.

Memilih sistem operasi IVI open source akan tercipta sebuah platform yang dapat didaur ulang yang terdiri dari layanan inti, middleware dan lapisan antarmuka aplikasi terbuka yang tidak memerlukan upaya ganda seperti pada sistem berkepemilikan (proprietari) yang dikembangkan secara terpisah. Dengan pengembangan platform open source, pembuat mobil dapat berbagi perbaikan setiap saat bila tersedia, sementara bisa fokus pada pembuatan antarmuka pengguna yang membedakan sistem dan tampilan infotainment mereka satu dengan yang lainnya. Porsi ini diestimasikan tidak lebih sekitar 5% sampai 10% dari perangkat lunak IVI, yang saat ini seluruhnya terdiri dari sekitar 40 juta baris kode pemrograman.

Singkatnya, industri otomotif akan memiliki komunitas pengembang open source yang mendukung penuh dan memperbarui perangkat lunak sepanjang masa, bila menggunakan Linux.

* Dikompilasi GudangLinux dari berbagai sumber Internet.

Debian Squeeze Bantu Astronaut Berselancar Di Angkasa Luar

nasa_logo_640Laptops dengan Debian GNU/Linux 6 alias Squeeze akan digunakan di stasiun angkasa luar “International Space Station” (ISS) menggantikan Windows dan Scientific Linux.

Sistem operasi Linux Debian utamanya akan digunakan antara lain untuk membantu para astronaut yang bekerja di stasiun angkasa luar internasional (ISS). Hal tersebut diungkapkan oleh pimpro Keith Chuvala (NASA) dan Linux Foundation, sementara United Space Alliance bertanggung jawab atas infrastruktur jaringan komputer bergerak di ISS.

Semua laptops termasuk yang nantinya ditenagai dengan Linux Debian memiliki akses ke Internet, memungkinkan para Astronaut mengirimkan twitter dan menerima email seperti warga penghuni dunia lainnya. Disamping data yang relevan untuk tugas misi angkasa luar, laptop yang digunakan masing-masing astronaut dapat digunakan untuk pribadi seperti berkomunikasi dengan keluarga dan teman-temannya via internet.

Sebagaimana dipaparkan Chuvala, alasan NASA berpaling terutama karena stabilitas dan keandalan Debian GNU/Linux. Disamping kemudahan bagi tim mereka untuk melakukan patch bila diperlukan, Debian juga diyakini lebih gampang untuk disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing Astronaut.

international-space-station_linuxmagazine_640

Walaupun dari sisi jumlah, awalnya tidak lebih dari 6 laptops yang akan dibawa ke angkasa luar, namun keandalan dari masing-masing laptop harus terjamin dan perlu penyesuaian dengan kebutuhan setiap astronaut yang bekerja di ISS. Kriteria yang tidak dapat ditawar tersebut juga merupakan alasan untuk memberdayakan Debian 6 Squeeze sebagai pengganti Windows dan Scientific Linux. Komputer-komputer jinjing tersebut diperlukan oleh para astronaut untuk aneka tugas seperti untuk mengelola inventaris atau untuk mengetahui posisi dimana Stasiun Angkasa Luar (ISS) yang mereka tumpangi sedang berada.

Pimpro Keith Chuvala adalah penanggung jawab untuk bidang “Space Operations Computing” (SpOC) di NASA, yang juga mengurus sistem jaringan “OpsLAN” dari United Space Alliance, yang menghubungkan semua komputer di stasiun ISS. Pelatihan untuk para astrounaut dalam bidang pemrograman, pengeloaan sistem (SysAdmin) dan penggunaan sistem operasi Linux, pelaksanaannya diserahkan kepada Linux Foundation.

Jajak Pendapat: Perusahan Menggunakan Linux Bertambah Banyak

Hasil sebuah jajak pendapat yang dilakukan Linux Foundation terhadap 1.893 pengguna TI terpilih, menunjukkan adanya peningkatan pada penggunaan sistem operasi Linux di perusahan. Sekitar 84 persen dari peserta jajak pendapat menyatakan peningkatan penggunaan Linux di perusahan masing-masing, sementara 80 persen merencanakan hal yang sama di tahun 2012.

Sebanyak 21.7 persen peserta disebutkan laporan tersebut merencanakan instalasi server Windows, sebaliknya sekitar 25,9 persen yang ingin memangkas jumlah server Windows milik mereka. Hampir tiga perempat atau sekitar 71,6 persen dari peserta menyatakan akan menspesifikasikan Linux pada pemasangan server baru di perusahan masing-masing. Diantaranya 38,5 persen merupakan migrasi dari server Windows dan 34,5 migrasi dari server Unix.

Sebanyak 69,1 persen dari pengguna menyatakan akan lebih banyak menggunakan Linux di lingkungan Mission-Critical. Keuntungan menggunakan sistem operasi bebas disebutkan untuk penghematan biaya oleh 70 persen peserta, sementara 68,6 dengan alasan jumlah fitur yang lebih banyak dan 63,6 persen peserta menyebutkan keamanan sebagai alasan.

Disamping itu Linux Foundation juga menanyakan hal yang mengganjal pengguna untuk menggunakan Linux. Sekitar 17,6 menyebutkan sulitnya mencari pengembang atau adminitrator sistem untuk Linux, sekitar 12,2 persen menyebutkan alasan teknis dan hanya 3 persen memberi alasan masalah hukum.

Laporan hasil jajak pendapat selengkapnya diterbitkan Linux Foundation sebagai dokumen PDF (12 halaman, 357KB) yang dapat diunduh setelah registrasi.

Sambut Ultah 20, Linus Rilis Linux 3.0

Linus Torvalds merilis Kernel Linux versi 3.0 dengan sejumlah fitur baru disamping perbaikan rutin. Platform virtualisasi Xen mendapat dukungan perbaikan agar berfungsi lebih sempurna dan sebuah Just-in-Time-Compiler diharapkan bisa memperlancar penyaringan paket di jaringan.

Lompatan dalam penomoran dari versi 2.6.39 ke versi 3.0 tidak dimaksudkan sebagai suatu perubahan fitur yang mendasar. Linus Torvalds sebelumnya telah berulang memaparkan keinginananya untuk melakukan pembaruan pada sistem penomoran versi kernel Linux. Awalnya dipertimbangkan perubahan dari 2.6 ke 2.8, namun akhirnya dipilih lompatan ke versi 3.0. Salah satu alasan non teknis adalah untuk menyambut ulang tahun ke duapuluh atas keberadaan kernel Linux yang turun ke bumi pada tanggal 17 September 1991 menyandang versi 0.0.1.

Alasan lain adalah penyederhanaan penomoran yang kini sudah menjadi empat angka. Kecuali itu, pejabat bidang pemeliharaan kernel (Kernel Maintainer) Greg Kroah-Hartman mengaku telah mengalami kesulitan dalam penentuan versi yang berlaku sampai saat ini. Atas penyederhanaan penomoran itu, Kroah-Hartman lega dapat memenuhi janjinya dengan menyerahkan satu botol Whiskey kepada Linus Torvalds.

Fitur terpenting yang disertakan disamping penyederhanaan penomoran menjadi Linux 3.0, antara lain adalah termasuk: Btrfs Data scrubbing dan defragmentasi otomatis, dukungan XEN Dom0, ICMP_ECHO biasa, wake on WLAN, penyaringan Berkeley Packet Filter JIT, sistem serupa memcached untuk halaman cache, sebuah sendmmsg () syscall yang melakukan batch terhadap panggilan sendmsg () dan setns (), syscall yang memungkinkan penanganan lebih baik dari sistem virtualisasi ringan seperti kontainer. Dukungan hardware baru telah ditambahkan: misalnya, Microsoft Kinect, AMD Fusion Llano APUS, Intel iwlwifi 105 dan 135, Intel C600 serial-attached-scsi controller, Ralink RT5370 USB, beberapa perangkat Realtek RTL81xx atau Apple iSight webcam. Banyak drivers dan perbaikan kecil lainnya juga telah ditambahkan.

Microsoft Bantu Linux Kembangkan Kernel 3.0

Paling tidak, sekitar 343 perubahan dan perbaikan dalam pemrograman Kernel Linux 3.0 tercatat merupakan kontribusi dari pengembang K. Y. Srinivasan yang diberdayakan Microsoft untuk membantu pengembangan Linux 3.0. Sebuah daftar aktivis pengembangan Linux 3.0 yang diterbitkan LWN.net merinci kontribusi dari pengembang utusan Microsoft tersebut. Ditambahkan dengan beberapa “Changesets” lainnya, maka kontribusi Microsoft menjadi sebanyak 361 dan telah menempatkan perusahan yang berkantor pusat di Redmond di posisi nomor 7 diantara aktivis yang menyokong proyek kernel Linux. Sebagai perbandingan kuantitatif adalah gabungan komunitas telah menyokong Linux 3.0 sebanyak 1085 Changesets, Red Hat sekitar 1000 dan Intel sebanyak 839 perubahan.

Mulai lebih dari satu dasawarsa yang lalu, Microsoft dan Linux telah bersaing dan dianggap sebagai ancaman terhadap dominasi Microsoft. Kehadiran Linux dari arus bawah membuat gerah Microsoft yang saat itu sedang berupaya dengan server Windows NT-nya dan x86-PC komoditi untuk menembus pasar server Unix dan mainframe di pusat-pusat data. Kehadiran Linux telah manjadi acaman terutama pada kemampuan server dimilikinya, sekaligus merupakan produk Open Source yang bebas Pungli (pungutan lisensi) disamping secara teknis Linux adalah satu keluarga atau kompatibel dengan Unix. Serangan terhadap Linux dirasakan, mulai dari terungkapnya Halloween-Papers termasuk berbagai hujatan, namun tidak mampu membatasi derap maju pengembangan Linux yang kini telah mapan.

Namun, sejak tahun 2006 Microsoft menyadari bahwa lebih baik hidup berdampingan (and) ketimbang tawuran (vs.). Microsoft kemudian berupaya merangkul Linux melalui kerjasamanya dengan Novell yang memungkinkan Microsoft untuk serta menawarkan Linux kepada pelanggannya dan tanpa disadari Microsoft telah menjadi salah satu distributor penting untuk sistem operasi Linux. Disisi pengembangan, MS membangun Codeplex sebagai pusat penempatan (Hosting) untuk software-software Open Source yang dikembangkannya. Upaya lain adalah menjadi anggota dari organisasi sumber terbuka seperti halnya di Jerman sebagai anggota dari Open Source Business Foundation (OSBF) sejak 2008. Kiat merangkul si Pingu juga dapat disimak di website khusus yang dilansir Microsoft untuk membangun jembatan antara Microsoft dan Linux. Hal terakhir diekspresikan melalui video persahabatan dengan ucapan “Happy Birthday” atas Ultah ke 20 Linux dan mengganti “vs.” menjadi “and”. Dan Microsoft-pun bisa ikutan mengutip salah satu quote Linus Torvalds yang tersohor  dilingkungan komunitas Linux.: “Talk is cheap. Show me the code.“.

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 175 pengikut lainnya.