Kali Linux 2020.2

Kali Linux didasarkan pada Debian dan bergantung pada rilis rolling sehingga instalasi yang ada dengan mudah dapat diperbarui. Dengan demikian rilis Kali Linux 2020.2 ini merupakan snapshot dari status rilis pada saat ini versi ini diluncurkan. Distribusi sudah dilengkapi dengan banyak tools atau perangkat yang telah dikonfigurasi sebagai penguji keamanan dan tes penetrasi, seperti scanner dan cracker kata sandi, dan lainnya untuk digunakan pada tugas-tugas yang berhubungan dengan keamanan.

Sejak versi 2020.1 yang dirilis sekitar empat bulan sebelumnya, login dilakukan pada sistem live berperan sebagai pengguna biasa (user) “kali” dan kata sandi “kali”. Namun pada instalasi di hard disk, wizard instalasi membuat akun pengguna yang dapat disesuaikan dengan nama pengguna dan kata sandi yang dapat ditentukan secara bebas. Jadi, pengguna hanya diberikan hak terbatas, dibandingkan versi Kali Linux yang lama. Namun, sudah tentu sebagai anggota grup “sudo”, pengguna memiliki hak administratif yang mirip dengan yang dikenal dari Ubuntu.

Secara historis versi Kali Linux yang terdahulu, secara default menjadi pengguna “root” yang sangat sakti. Di sisi lain, beberapa alat keamanan memerlukan hak yang perlu disesuaikan. Sebagaimana dijelaskan oleh pengembang Kali Linux berkaitan dengan konsep “Default Non-Root User”, banyak aplikasi dan layanan pada saat ini melarang diawali dengan hak Root pada pengguna dengan alasan keamanan. Dengan demikian, “Root” sebagai standar acapkali secaa praktis dapat mengakibatkan pembatasan. Jika Anda ingin terus menggunakan akun root secara default, cukup dengan instal paket “kali-grant-root” dan kemudian jalankan “dpkg-konfigurasikan kali-grant-root”.

Rilis Kali Linux 2020.2 kali ini, memperbarui substruktur dan sekarang didasarkan pada GNOME 3.36. KDE Plasma, serta pengelola login lightdm, secara grafis telah ditingkatkan dan disesuaikan dengan desain sistem lainnya. Ikon baru juga memberikan tampilan yang lebih konsisten. Fitur-fitur baru lainnya disesuaikan dengan versi saat ini termasuk PowerShell, yang disertakan secara default, peningkatan dalam penanganan arsitektur ARM dan sejumlah perbaikan, serta penyesuaian pada installer.

Kali Linux NetHunter, yang kali pertama diluncurkan pada 2014 sebagai platform penetrasi untuk perangkat Nexus, dikembangkan lebih lanjut di Kali Linux 2020.2 dimana sekarang telah mendukung lebih dari 64 perangkat. Dukungan untuk Nexmon telah diperluas lebih lanjut dan cetakan baru ini juga menyediakan konektivitas untuk ponsel “OpenPlus 3T” yang dirilis pada 2016. Selain itu, para pengembang telah memberikan perhatian terhadap dokumentasi dan sekaligus memperbaruinya.

Kali Linux diterbitkan dalam beberapa edisi yang berbeda guna mendukung platform 32-bit dan 64-bit. Selain untuk diinstal, versi live dan instal via jaringan Net-Installer juga disediakan. Selain itu, Kali Linux menawarkan cetakan CD untuk platform-platform ARM, VMWare, dan sistem VirtualBox.

Lebih rinci simak: release announcement dan tautan Download (SHA256)