Ubuntu 18.04 ”Bionic Beaver” LTS

Sesuai jadwal, Ubuntu 18.04 “Bionic Beaver” telah dirilis pada tanggal 26 April 2018. Edisi 18.04 ini merupakan versi LTS (Long Term Support) dengan penjadwalan terbit dua tahun sekali, menyusul edisi Ubuntu 16.04 LTS. “Bionic Beaver”.

Distro yang langsung dikembangkan oleh perusahaan Canonical, termasuk sebagai penjamin dukungan penuh atas pembaruan selama paling tidak selama 5 tahun kedepan dari varian-varian Ubuntu : desktop, server, cloud dan core, termasuk versi Cina Kylin. Sementara itu, varian resmi lainnya yang dikembangkan oleh komunitas memberdayakan desktop-desktop alternatif seperti Kubuntu, Xubuntu, Lubuntu, yang menjanjikan tiga tahun dukungan. Sebagai perkecualian adalah Ubuntu Studio 18.04 hanya menyediakan dukungan selama sembilan bulan dan tidak dapat dikatagorikan sebagai edisi LTS.

Pada hakekatnya semua varian berbasis kernel Linux yang sama, yaitu berdasarkan pada versi Linux 4.15. Versi kernel ini telah mendapatkan perbaikan terhadap celah keamanan “Meltdown” menggunakan solusi Kernel Page-Table Isolation (KPTI). Seperti dikonfirmasi oleh beberapa pihak, solusi ini menelan sekitar 5 hingga 30 persen kinerja CPU, bervariasi tergantung pada aplikasi yang sedang dijalankan. Untuk hardware dengan prosesor yang tidak rentan, seperti halnya pada CPU besutan AMD, fungsi KPTI dapat dinonaktifkan, selama mereka yakin tidak adanya risiko keamanan. Kecuali itu, masalah celah keamanan Spectre juga telah disiapkan solusi di Linux 4.15, namun pada saat ini masih belum lengkap. Secara terpisah dalam sebuah artikel wiki, dijelaskan secara rinci status aktual dari sisi keamanan kernel Ubuntu. Pada sistem 32-bit misalnya masih belum ada tindakan pengamanan yang dilakukan.

Beberapa pembaruan penting lainnya termasuk melengkapi Group Control v2 dan ThunderboltIP (jaringan melalui kabel Thunderbolt). Dibandingkan dengan versi kernel resmi, Ubuntu telah menambahkan kemampuan untuk menggabungkan modul keamanan.

Hampir semua paket perangkat lunak yang tersedia telah mendapatkan pembaruan. Namun perubahan paling mencolok dibandingkan versi 16.04 LTS dua tahun lampau, adalah perubahan desktop pada edisi standar Ubuntu yang kali ini menggunakan desktop Gnome, bukan Unity sebagai default. Transisi kedua desktop di cermati tidak ada masalah. Hal ini dipermanis dengan adanya perbaikan seperti kemudah masuk ke hotspot Wi-Fi publik dan fungsi Night Light.

Sebuah opsi baru adalah instalasi minimal yang menciptakan sistem desktop ramping dengan berisi hanya paket software yang benar-benar diperlukan. Hal baru lainnya adalah perangkat yang memungkinkan untuk menghidupkan “Live Kernel Patch” untuk kernel secara langsung.

Pada versi server, Ubuntu sekarang menawarkan penginstal Subiquity yang menularkan kenyamanan yang lazim pada instalasi desktop, untuk dinikmati ketika menginstal server. Tugas dalam mengkonfigurasi jaringan kini diambil alih oleh netplan.io. Perangkat lunak yang disertakan, antara lain adalah OpenStack “Queens,” LXD 3.0, qemu 2.11.1, libvirt 4.0, Open vSwitch 2,9, awan-init 18,2, 18,1 Curtin, Maas 2.4b2, SSSD 1,16, Nginx 1.14.0, Apache 2.4.29, PHP 7.2 dan DPDK 17.11. Chrony kini menggantikan ntpd sebagai server waktu yang disarankan, seperti halnya yang dilakukan pada Red Hat Enterprise Linux.

Pada desktop rilis ini masih tetap menggunakan X11 sebagai standar dari sistem penampilan. Sistem Wayland hanya disertakan sebagai pratinjau dan direncanakan untuk menjadi standar dalam dua tahun kedepan. Gnome yang digunakan adalah dalam versi 3.28, sementara LibreOffice di versi 6.0.

Lubuntu 18.04 LTS menampilkan desain baru, dan dalam hal lainnya nyaris tidak ada perubahan. Saat ini Lubuntu masih terus menggunakan desktop LXDE. Kecuali itu tersedia “Lubuntu-next”, yang menggunakan LXQt sebagai desktop default dan kali pertama LXQt membawa aplikasi standar berupa browser Qupzilla, file manager PCManFM-Qt dan LibreOffice sebagai office suite.

Versi khusus Ubuntu Gnome ditiadakan, karena Gnome kembali merupakan versi standar Ubuntu. Pengguna yang mengupgrade OS nya akan menerima edisi standar Ubuntu. Ubuntu Budgie datang dengan Budgie 10.4 dan memperbarui aplikasi-aplikasi Gnome ke status Gnome 3.28. Versi baru ini membawa lebih banyak applet, lebih banyak opsi kustomisasi, Workspaces yang dinamis disamping tema baru Pocillo.

Ubuntu Mate mengemas versi Mate 1.20.1 yang menyertakan banyak perbaikan. Ubuntu Studio mengalami perubahan yang sama seperti pada Xubuntu. Xubuntu menyudahi penggunaan utilitas konfigurasi tema GTK, karena dalam versi terbaru tidak memungkinkan lagi untuk mengatur semua warna dalam tema dengan satu program. Untuk panel plugin, indikator suara telah diganti oleh plugin Xfce PulseAudio. Yang baru disini adalah status Notifier dan Notification-Plugin. Beberapa aplikasi Gnome yang sebelumnya digunakan, juga telah digantikan dengan aplikasi Mate yang serupa.

Iklan