Jessie: Debian 8.0 Telah Hadir

2015-04-26_debian-8-jessie_1230

Setelah melakukan pengembangan secara intensif selama hampir 24 bulan, proyek Debian GNU/Linux menerbitkan versi 8.0 dengan julukan “Jessie”. Diantara banyak fitur baru yang dikemas bersama Jessie edisi perdana ini, adalah termasuk systemd yang diberdayakan sebagai sistem init default dan dukungan penuh terhadap hardware dengan UEFI.

2015-04-26_debian-8-jessie_1230

Systemd yang diklaim sebagai salah satu inovasi terbesar pada Debian 8.0, merupakan sistem init sangat modern yang menyediakan banyak peluang untuk inovasi baru. Hal ini dapat dilihat dari fitur layanan yang bisa dikontrol dan dikelola dalam kelompok (cgroups), mengisolasi sebagian layanan disamping memiliki tempo startup yang lebih pendek. Kendati demikian, SysVinit yang juga cukup terkenal, dan sistem-sistem init alternatif lainnya tidak dilupakan dan tetap tersedia untuk Jessie.

Dukungan terhadap hardware baru yang memiliki UEFI telah diperkenalkan dan diterapkan sejak dua tahun sebelumnya bersama rilis Debian 7.0 Wheezy, sekarang pada versi 8.0 Jessie mendapatkan perbaikan yang cukup signifikan, termasuk meluruskan kekeliruan yang ditemukan pada firmware, disamping dukungan untuk UEFI sistem 32-bit dan dukungan untuk kernel 64-bit yang memiliki UEFI firmware 32-bit. Opsi terakhir hanya dapat instalasi menggunakan media install mengandung driver untuk arsitektur amd64 dan i386 (multiarch).

Distribusi 8.0 Jessie yang baru hadir, mengemas lebih dari 43.000 paket yang dibangun menggunakan koleksi sekitar 20.100 paket kode sumber (source code). Setelah jadwal pembekuan untuk proses stabilisasi diumumkan pada November 2014 lalu, tidak aneh bila sejumlah paket yang disertakan berumur lebih tua dari enam bulan. Hal ini bukan menjadi sebuah kendala bagi pengguna Debian yang mengutamakan stabilitas ketimbang aktualitas. Perangkat lunak versi terbaru jika diperlukan dapat diambil melalui backports dari lumbung-lumbung repositori resmi, repositori eksternal, paket-paket dari jalur pengembangan Debian atau dengan cara lain yang dimungkinkan.

Desktop standar Debian 8.0, sebagai default adalah versi Gnome 3.14, sementara juga menyediakan beragam deskop dengan window manager lainnya, termasuk versi KDE 4.14 dengan koleksi aplikasi KDE 4.11.13, juga Xfce 4.10 dan LXDE. Serangkaian pilihan paket utama yang ditawarkan dan tertera di daftar catatan rilis, adalah Apache 2.4.10, Asterisk 11.13.1, GIMP 2.8.14, GNU Compiler Collection 4.9.2, Icedove 31,6 (versi modifikasi untuk Mozilla Thunderbird), Iceweasel 31.6 (versi modifikasi untuk Mozilla Firefox) LibreOffice 4.3.3, MySQL 5.5.42 atau alternatif MariaDB 10.0.16, nagios 3.5.1, OpenJDK7u75, Perl 5.20.2, PHP 5.6.7, 9.4.1 PostgreSQL, Python 2.7.9 dan 3.4.2, Samba 4.1. 17 Tomcat 7.0.56 dan 8.0.14, Xen 4.4.1 dan X.Org 7.7.

Dukungan untuk multimedia, tercatat banyak inovasi yang dibawa bersama Debian 8.0. Diantara pustaka multimedia terpenting adalah libav berupa Fork dari FFmpeg yang tersedia dalam versi 11 yang bertanggung jawab untuk memainkan HECV, sebuah decoder Opus, Matroska 3D, Apple ProRes dan banyak lagi yang lainnya. Paket libebur128 yang baru merupakan implementasi bebas dari rekomendasi standar pengaturan volume yang diterapkan oleh European Broadcasting Union (EBU r128), sebagai alternatif untuk ReplayGain. Banyak paket baru telah ditambahkan disamping berbagai paket lainnya sekaligus diperbarui. Walaupun demikian, atas alasan hukum kepemilikan, tidak semua codec dapat disediakan dan dikemas dalam distribusi Debian. Paket-paket yang belum ditemukan dalam distribusi resmi, umumnya dapat dicari di lumbung deb-multimedia.org. Debian 8.0 menyertakan Kernel versi Linux 3.16.7. Bila diperlukan misalnya untuk mendukung perangkat keras baru, disediakan driver yang diturunkan “backported” dari versi Kernel yang lebih baru. Lebih rinci dijelaskan di catatan rilis.

Disamping arsitektur yang sebelumnya didukung, Debian 8.0 juga memperkenalkan dua arsitektur baru, yaitu arm64 dan ppc64el. Dukungan untuk SPARC dan Itanium berkurang, seperti juga untuk Debian/kFreeBSD dan Debian/Hurd, semuanya kini dipindahkan ke bagian arsitektur tidak resmi. Secara resmi Debian 8.0 Jessie bermain di sepuluh arsitektur. Disamping dua arsitektur keluarga Intel x86, baik 32 dan 64-bit, juga mendukung PowerPC (32-bit), IBM S/390 (64-bit), MIPS dengan konfigurasi Endian Big dan Little, armel dan armhf untuk sistem ARM 32 bit.

Semenjak versi 7.0 Wheezy sebelumnya, para pengembang pada proyek Debian menerapkan perbaikan penting pada segenap infrastruktur layanan dukungan mereka. Misalnya, pengguna sekarang dapat menelusuri lumbung sources.debian.net untuk menemukan seluruh kode sumber Debian yang terkandung didalamnya. Debian 8.0 telah diterjemahkan ke lebih dari 75 bahasa di dunia (termasuk Bahasa Indonesia) tersedia dalam koleksi media instalasi yang berbeda. Untuk kali pertama Debian juga menawarkan secara resmi cetakan image OpenStack untuk penerapan komputasi awan. Pengguna yang sudah menjalankan Debian 7 Wheezy sudah seharusnya dapat meningkatkan sistem mereka menggunakan fitur APT yang ada. Berkat suksesnya tim LTS Initiative, pengembang dapat Debian menjanjikan dukungan jangka panjang pada Jessie selama tidak kurang dari lima tahun, sebagaimana juga telah diterapkan untuk Debian 6 Sequeeze dan Debian 7 Wheezy.