FreeBSD Kembangkan OS Dukung Arsitektur POWER8

openpower-server-powered-by-freebsd_1230x576

Tim pengembang Sistem Operasi berbasis Unix-like FreeBSD, – seperti disebutkan dalam Blog dari salah satu pengembangnya, akan mengembangkan versi yang mendukung arsitektur POWER8. Arsitektur POWER8 relatif muda yang dikembangkan IBM, merupakan keluarga prosesor berdasarkan arsitektur Power CPU. POWER8 didesain untuk dioptimalkan menjalankan tugas-tugas multi-threads. Pekerjaan yang saat ini sedang dilakukan adalah porting FreeBSD ke versi yang mendukung arsitektur POWER8.

Sebagaimana disebutkan, upaya pengembangan berawal dari permintaan yang ditujukan kepada grup FreeBSD-PPC atas ketersediaan dukungan untuk arsitektur POWER8. Sistem operasi FreeBSD yang telah mendukung banyak jenis arsitektur CPU lainnya, dikenal sangat tangguh dan digunakan secara luas untuk server, menerapkan lisensi bebas yang lebih permisif dibandingkan Linux. Kendala pertama bagi pengembangnya untuk memulai pengembangan pada arsitektur POWER8 adalah ketersediaan perangkat keras (server) yang ditenagai CPU POWER8-inside. Masalah ini kemudian dapat diselesaikan, setelah bagian logistik yayasan FreeBSD mengadakan kotak server Tyan POWER8 besutan fabrikan asal Taiwan untuk digunakan sebagai basis pengembangan dan ujicoba.

Seperti diketahui, POWER8 adalah keluarga Multiprocessors simetris superscalar berdasarkan Arsitektur Power, yang kali pertama diperkenalkan oleh IBM pada bulan Agustus 2013 di konferensi Hot Chips. Desain CPU ini tersedia dengan lisensi terbuka yang dikelola oleh yayasan OpenPower Foundation. Hal ini merupakan upaya baru yang pertama kalinya diberlakukan IBM untuk prosesor kelas high-end. Anggota yayasan, serupa dengan mekanisme pengembangan berdasarkan gotong-royong lainnya, dapat memanfaatkan disain POWER8-core untuk mengembangkan tipe prosesor baru untuk keperluan khusus. Misalnya, Perusahaan Teknologi Suzhou PowerCore menyebutkan bahwa mereka akan bergabung dengan OpenPower Foundation dan lisensi inti Power8 sejak 19 Januari 2014, untuk merancang prosesor khusus yang dioptimalkan pada aplikasi Big Data dan komputasi awan (Cloud).

Jumlah anggota OpenPOWER Foundation sejak awal 2014 terus meningkat, termasuk Samsung Electronics, Altera, Fusion-io, Hynix, Micron, Servergy, Xilinx, Canonical, Chuanghe Mobile, Emulex, Hitachi, Inspur, Jülich Research Centre, Oregon State University, Teamsun, Unisource Technology Inc, ZTE, Rackspace, Avnet, Lawrence Livermore National Laboratory, Sandia National Laboratories, Tsinghua University, Nallatech, Bull and Qlogic, dan saat ini berjumlah sekitar 80 anggota.

Ajang pertemuan tahunan pertama “OpenPower Summit 2015” akan berlangsung bulan ini pada tangggal 17-19 Maret di San Jose Convention Center, USA. Summit ini diselenggarakan dalam ajang Konferensi Teknologi GPU (GTC) yang dibanjiri oleh ribuan peserta sektor teknologi dan industri, pers dan kehadiran analis, disamping para pengembang, peneliti, instansi pemerintah, dan tokoh-tokoh industri lainnya.

IBM Indonesia Galang Kekuatan Open Source Lokal.

Pada saat yang sama IBM Indonesia menggelar beberapa perhelatan terkait, seperti IBM Developer Jam-Pilot (17/03/2015), dan pada tanggal 19/03/2015, akan meluncurkan kompetisi “IBM Developer War Day 2015“, dengan tujuan untuk Membangun Kemandirian Nasional dan tumbuhkan Kultur Open Source di Indonesia. Ajang untuk berkompetisi dalam pembuatan perangkat lunak/aplikasi berbasis Open Source ini, mengajak para developer untuk hadir dalam peluncurannya di kantor IBM Office, Jakarta ( Pendaftaran: http://bit.ly/1C3yN5n ). [Unduh Artikel PDF 640KB]