25 Tahun Python: Sukses Setelah Dua Dekade

python_hartmann_25tahun_1230x576

Menurut Wikipedia, Python tidak hanya sebuah nama sejenis binatang, melainkan juga nama bahasa pemrograman komputer yang interpretatif multiguna, memiliki filosofi perancangan yang terfokus pada tingkat keterbacaan kode. Kode Python dapat dijalankan di aneka platform sistem operasi, termasuk di lingkungan Linux/Unix, Windows, Mac OS X, Java Virtual Machine, OS/2, Amiga, Palm, Symbian dan popular digunakan pada perangkat Raspberry Pi. Pemanfaatannya untuk pemula melalui komputer Raspberry Pi, menunjukkan peran baru buat Python di sektor pendidikan.

Disisi lain,  adopsi pada organisasi seperti Google, Yahoo dan NASA semakin meningkat membuatnya menjadi alat bagi pemrogram profesional dan secara berkala meraih peringkat sebagai salah satu dari delapan bahasa pemrograman yang paling populer sejak tahun 2008.

Bahasa pemrograman Python juga memiliki reputasi sebagai bahasa yang menggabungkan kapabilitas, kemampuan, dengan sintaksis kode yang sangat jelas, disamping melengkapi-nya dengan fungsionalitas pustaka standar komprehensif yang sangat besar. Python yang dalam sejarah keberadaannya didistribusikan berdasarkan lisensi berbeda-beda itu, pada prinsipnya merupakan karya sumber terbuka (Open Source) yang tidak bertentangan dengan lisensi General Public License (GPL), dan dapat digunakan secara bebas, bahkan untuk kepentingan komersial.

Terlepas dari popularitasnya saat ini, Python sejatinya baru benar-benar piawai di kalangan pemrogram sekitar lima tahun terakhir, walaupun pengembangannya telah diawali sejak 25 tahun lalu oleh Guido van Rossum, yaitu sejak bulan Desember tahun 1989.

Rossum yang sekarang bekerja di Dropbox, memimpin pengembangan Python dan dikenal sebagai seorang “diktator baik hati seumur hidup” atau BDFL (Benevolent Dictator for Life), pada awalnya merencanakan bahasa Python sebagai pengganti bahasa pengajaran ABC untuk sistem operasi terdistribusi Amoeba. Nama tersebut  dipilih oleh Rossum pada saat ia bekerja di Centrum Wiskunde & Informatica di Amsterdam karena antusiasme-nya terhadap sirkus “Monty Python’s Flying Circus“.

Python digolongkan sebagai bahasa pemrograman untuk segala urusan “General Purpose” yang memiliki karakteristik sangat mudah untuk dipelajari dan baik digunakan sebagai bahasa untuk pendidikan. Hal ini dikuatkan oleh sebuah studi yang diterbitkan pada bulan Juni 2014, dan melaporkan bahwa Python adalah paling banyak digunakan sebagai bahasa pemrograman untuk pemula di universitas-universitas AS. Secara khusus, hal ini menunjukkan bahwa Python telah digunakan di delapan dari sepuluh akademi ilmu komputer terkemuka AS, sebagai bahasa pemrograman perdana bagi para siswanya, termasuk di universitas Carnegie Mellon, MIT, Stanford dan UC Berkeley.

Berbeda dengan bahasa pemrograman lainnya, seperti Jawa, C# atau PHP, dengan berbagai alasan dan dalam waktu singkat berhasil meraih kesuksesan, maka Python sebaliknya membutuhkan waktu yang cukup lama. Ledakan minat terhadap Python baru terjadi, tatkala Google pada akhir tahun 2008, mengutamakan Python ketimbang Java, PHP atau Go untuk digunakan pada App Engine mereka, sebagai pendukung pada Platform as a Service (PaaS).

Kecuali itu, Python ternyata juga telah populer di lingkungan ilmu sain, pada Data Science, atau pada 3-D modeling. Serangkaian apalikasi sain juga ditulis menggunakan Python seperti halnya untuk aplikasi NumPy, SciPy, matplotlib, panda atau pada Blender, baik di dalam domain masing-masing atau bersaing dengan produk-produk komersial. Software lainnya yang mengguna Python termasuk pengontrol versi terdistribusi Mercurial, sistem tiket Trac dan kerangka kerja web Django.

Versi Python 3.x merupakan generasi terbaru yang dikembangkan sejak 2008. Rilis ini ternyata tidak kompatibel terhadap versi sebelumnya. Oleh sebab itu, maka masih banyak proyek penting yang tetap bertahan menggunakan versi 2.x yang masih terpelihara.

Permasalahan adaptasi pada Python 3, sampai saat ini masih terus menjadi topik dalam komunitas Python. Walaupun sebagian besar dari perpustakaan utama dan toolkit seperti Django dan scipy sekarang telah di-porting ke versi baru, termasuk mengemas Python 3.x bersama distribusi Linux utama seperti Ubuntu dan Fedora, banyak perusahaan  pengguna Python masih tetapa menggunakan Python versi 2.x.

Saat ini pengembangnya telah mengungkapkan bahwa rilis Python 2.7 merupakan penerbitan terakhir untuk pengembangan versi 2.x yang menjanjikan dukungan sampai dengan tahun 2020. Selamat untuk HUT “Python 25 Tahun.” [Artikel 410kB]