Fedora 21 Untuk Desktop, Server dan Cloud

Fedora-21_more-focused_120x576

Bersama penerbitan Fedora 21 pada akhir tahun 2014, Proyek Fedora memperkenalkan struktur distribusi Linux baru yang terdiri 3 fokus, dibagi menjadi “Fedora 21 Workstation“, “Fedora 21 Server” dan “Fedora 21 Cloud”. Tiga kelompok utama ini, berikut serangkaian rilis distribusi dengan komposisi yang beragam untuk memenuhi berbagai keperluan, semuanya dibangun menggunakan landasan repositori dari lumbung yang sama yaitu “Fedora 21 Base”. Penekanan masing-masing edisi diwujudkan dengan pengemasan perangkat lunak berbeda yang disesuaikan dengan target pengguna yang ingin didukung oleh pengembangnya. Pada edisi utama “Workstation” misalnya, terpasang desktop Gnome, sedangkan kedua edisi lainnya (Cloud dan Server) tidak menetapkan antarmuka grafis tertentu.

Fedora-21-Gnome-GudangLinux_640

Sepintas, jika dibandingkan dengan rilis Fedora 20 sebelumnya, secara kasat mata tidak menunjukkan perubahan besar, kecuali penambahan varian baru pada koleksi “Fedora Spin” yang telah beragam sejak rilis-rilis sebelumnya.  Namun, restrukturisasi kali ini diklaim memungkinkan perbedaan yang besar yang selama Ini kurang mendapatkan perhatian pengembangnya. Pada konfigurasi firewall misalnya, edisi Server yang menggunakan pendekatan lebih konservatif dengan menutup hampir semua pintu koneksi masuk, sementara edisi Workstation lebih permisif dengan membiarkan saluran port pengguna (mulai 1024 keatas) terbuka. Seperti pada Cloud Image umumnya, dalam edisi Cloud generik, bahkan tidak ada firewall yang diaktifkan.

Perbedaan “rasa” dari berbagai edisi yang ditawarkan oleh Fedora diharapkan akan terjadi pengembangan ke arah yang lebih beragam, tanpa perlu mendapatkan perhatian khusus dari pengembangnya. Pendekatan baru ini merupakan hasil utama dari restrukturisasi yang disebut “Fedora.next” yang lebih rinci dicerahkan di Wiki proyek Fedora.

Fedora 21 Cloud

Sebagai sebuah distribusi yang senantiasa “canggih” dan menawarkan teknologi sumber terbuka paling kini, Fedora 21 juga memamerkan inovasi secara luas. Versi awan membawa Cloud Image yang dapat digunakan, baik untuk awan pribadi maupun awan publik. Pengembangnya memangkas ukuran image dengan membagi modul kernel dalam dua paket kecil disamping membatasi jumlah driver awan sebatas kebutuhan. Juga ditawarkan “Atomic Server” yang menyediakan lingkungan optimal untuk sistem kontainer Docker.

Fedora 21 Server

Edisi Fedora Server membawa sejumlah alat manajemen baru seperti Cockpit yang serbaguna dan berbasis web, Rolekit dan OpenLMI. Server dapat mengambil peran sebagai Domain controller dalam domain dan mengintegrasikan solusi untuk identifikasi dan otentikasi FreeIPA.

Fedora 21 Workstation

Edisi desktop utama berupa Fedora Workstation membawa versi lingkungan desktop  Gnome 3.14, sementara untuk lingkungan desktop lainnya tersedia sebagai “Spins” khusus, yang menawarkan banyak pilihan termasuk MATE 1.8, LXDE, XFCE dan KDE SC 4.14 berikut pustaka KDE Frameworks 5. Kecuali itu, Gnome 3.14 juga dapat digunakan bersama Wayland yang dikemas sebagai preview teknologi baru. Namun, secara defaults direncanakan akan tetap menggunakan X11, setidaknya sampai dengan Fedora 22.

Fedora 21 (F21) ini didasarkan pada kernel Linux 3.17. Menggunakan SDDM pada KDE SC sebagai manajer login baru. Ditambahkan beberapa fungsi systemd baru. Update lainnya termasuk Make 4.0 Mono 3.4, PHP 5.6, Python 3.4, Ruby on Rails 4.1 dan RPM 4.12. Semua paket yang dihasilkan menggunakan kompailer GCC 4.9.2.

Fedora utamakan perangkat lunak open source

Kecuali beberapa firmware, Fedora berupaya hanya mengemas perangkat lunak bebas dan sumber terbuka atau yang diakui berdasarkan persyaratan lisensi proyek Fedora “Good Licenses”. Walaupun proyek Fedora juga dapat software luar yang menggunakan teknologi dilindungi paten. Berdasarkan pendekatan tersebut, Fedora tidak mengemas paket proprietari seperti Adobe Flash Player atau driver grafis berkepemilikan dari AMD atau Nvidia. Juga sejumlah codec untuk memainkan media dengan format audio dan video populer, termasuk dukungan untuk pemutaran MP3, tidak langsung tersedia.

Untuk mendapatkan fitur tersebut, Fedora menjalin akses untuk paket RPM yang ditawarkan oleh proyek RPM-Fusion dengan koleksi add-on yang mengandung RPM yang sifatnya “Bebas” dan “Nonfree”. Lumbung repositori ini dapat diaktifkan dengan beberapa langkah sederhana. Untuk memasang driver grafis proprietari dari Nvidia, semuanya dijelaskan  dalam dokumentasi proyekt Howto. Sementara berdasarkan aturan perijinan, Adobe Flash plug-in tidak tersedia di RPM Fusion, melainkan dapat diinstal melalui repositori dari Adobe.

Tautan seputar Proyek Fedora, Tangkapan layar [Gnome] [KDE], Artikel-Brosur [PDF 440kB]

1 Comment

Komentar ditutup.