Distro Linux Terinspirasi Oleh Disain Google

Chromixium-alpha_1230x576

Dua distro Linux yang ingin memberikan sentuhan baru pada desktop Linux, secara eksplisit dibangun terinspirasi oleh disain dari Google. Salah satunya adalah Chromixium yang menjadikan Google Chrome OS seperti OS yang ditanamkan pada perangkat Chromebook yang saat ini di Amerika Serikat kian popular, sebagai panutannya.

Untuk itu, para pengembang distro Chromixium tidak memanfaatkan kode sumber Chromium OS yang tersedia bebas berbasis open source, melainkan membangun desktop klon Chrome OS diatas Linux menggunakan jendela Openbox sebagai window manager, berikut papan Plank-Panel dan Compositor Compton. Peluncur aplikasi Chrome dapat diinstalasi dari Chrome Web Store, termasuk tema khusus untuk mendapatkan tampilan dan nuansa ala Chrome OS.

Pendekatan yang dilakukan pengembang Chromixium memiliki kelebihan yaitu dapat menjalankan aplikasi Linux, sedangkan bawaan Chrome OS dan Chromium OS hanya bisa menjalankan aplikasi web atau Web-Apps melalui browser Chrome, yang tentunya juga dapat dilakukan pada Chromixium. Sementara untuk menginstalasi aplikasi seperti LibreOffice atau lainnya di Chrome OS, pengguna harus memasang Linux Google yang saat ini masih prematur. Sebaliknya yang menjadi kekurangan di Chromixium adalah implementasi layanan Google pada saat ini masih belum mulus dan perlu disempurnakan.

Sejatinya Chromixium tidak lain adalah Ubuntu 14.04 yang dibalut desktop ringan yang memiliki tampilan seperti Chrome OS. Perangkat lunak yang disertakan terutama menggunakan GTK + 3 dan membawa antara lain, kernel Linux LTS 3.13, peramban Chromium web browser dengan plugin PepperFlash, LXDE dengan Openbox window manager dan desktop compositor Compton, Plank sebagai Dock dan LXPanel sebagai taskbar, seperti juga Files sebagai pengelola berkas dan Gnome Network Manager untuk menghubungkannya ke Internet.

Untuk menjalankan Chromixium yang saat ini berstatus veri Alpha, diperlukan minimal komputer dengan CPU 1 GHz, bisa dengan PAE diaktifkan, dan 512 MB memori (RAM) disamping hard disk cukup dengan empat GB spasi.

Quantum OS gaya Android Lollipop

Konsep Quantum OS

Berbeda dengan Chromixium dengan penampilan Chrome OS dan dapat dipasang aplikasi lokal, maka pengembang lain yang berorientasi pada Google adalah proyek “Quantum OS” yang mengembangkan desktop Linux dalam gaya Material Desain Google meniru perilaku Android 5 Lollipop.

Walaupun masih dalam tahap lebih dini, pendekatan proyek Quantum OS jauh lebih ambisius daripada yang dilakukan oleh Chromixium. Pengembangnya bekerja membangun Desktop sendiri dari nol disebut “Quantum Shell”, dikembangkan menggunakan perkakas QT5 dan QML untuk menghasilkan sistem dengan perilaku dan tampilan desktop dalam gaya Desain Material dari Android 5 (Lollipop) dan berjalan di Wayland. Pengembangan sebuah Framework QML untuk pengembangan aplikasi yang sesuai, juga sedang berlangsung.

Para pengembang sedang bekerja keras, sebagai melirik Github repository menunjukkan; namun masih banyak yang harus dilakukan sebelum Quantum OS untuk boot. Rencananya adalah untuk memiliki perangkat lunak dalam desain bahan dengan distribusi Linux yang ada – mungkin Arch Linux – untuk menggabungkan. Saat ini, selain kode pertama hanya ada desain, seperti Quantum shell dan aplikasi yang cocok dapat. [Artikel PDF=950kB]