Firefox: Peramban Open-Source Satu Dekade

Planet Firefox

firefox-fx10jakarta_400Pada tanggal  9 November 2014 Mozilla Foundation mencatat sepuluh tahun sejak peramban jagat maya versi final pertama Firefox 1.0 diluncurkan. Disamping dirayakan (twitter #fx10) oleh berbagai kalangan, komunitas dan pengguna Firefox diseluruh dunia, pengembangnya memanfaatkan kesempatan sama untuk mempublikasikan sebuah peramban khusus yang dipersembahkan untuk para pengembang piranti lunak, sebuah browser yang juga ditenagai oleh mesin Gecko. Perayaan oleh komunitas Firefox di Jakarta (http://bit.ly/fx10jakarta) dijadwalkan pada tanggal 14-11-2014.

Firefox 10 Tahun

Dari sejarahnya, browser open-source Firefox telah menjadi simbol sebuah kebebasan atas belenggu browser proprietari (Internet Explorer) yang pada saat itu nyaris menguasai 100 persen pasar peramban web, dan sepuluh tahun lampau versi final Firefox 1.0 telah dihadirkan dan disambut masyarakat dengan entusias. Dikutip dari publikasi beberapa minggu sebelumnya, versi perbaikan Firefox yang akan diluncurkan dalam bulan ini adalah versi 34, yang mengemas sejumlah perbaikan dan pembaruan termasuk WebIDE (Web Integrated Development Environment) yang diaktifkan secara default. Paket software ini membawa fitur-fitur termasuk editor untuk HTML, JavaScript dan berkas CSS berbasis CodeMirror. Semuanya dicanangkan untuk menyokong pengembangan aplikasi web pada browser dan pada sistem operasi mobile Firefox OS.

Melalui peramban khusus untuk pengembang web tersebut, tersedia antarmuka browser baru yang mengandung sebagian besar komponen yang telah dimiliki Firefox sebelumnya, namun lebih diharmoniskan agar proses pengembangan aplikasi Web menjadi lebih nyaman dan efektif. Disamping WebIDE, barangkali perangkat Firefox Tools Adapter yang menjadi sentral sebagai alat bantu pada Firefox edisi khusus yang saat ini nama julukannya belum diumumkan tersebut. Dengan alat tersebut, pengembang misalnya dapat mengaktifkan sesi debugging untuk kode menggunakan browser, seperti halnya dapat dilakukan di Chrome untuk mengembangkan aplikasi Android, atau iOS menggunakan browser Safari, namun kini semuanya diharapkan melalui Firefox khusus yang peluncuran-nya dijanjikan pada 10 November 2014.

firefox-id-2014-10-statcounter_640
StatCounter: Statistik Pengguna Firefox di Indonesia [Oktober 2013-2014]

Sebelum versi final 1.0 diluncurkan, browser berlogo rubah api itu, pernah menyandang nama Phoenix dan Firebird, adalah sebuah peramban yang tangkas berbasis XUL, tersedia sebagai sebagai alternatif. Pada akhirnya kecurigaan dan skeptis masyarakat dunia maya terhadap kemampuan gerakan open source dapat dibuktikan dengan hasil sebuah produk yang pada saat yang sama: inovatif dan menarik. Berdasarkan catatan yang dikutip dari StatCounter, Indonesia termasuk negara pengguna browser Firefox terbanyak. [Artikel PDF 400kB]

1 Comment

Komentar ditutup.