SVC2UK: Dampak Teknologi Terhadap E-ducation

Dampak Teknologi Terhadap E-ducationSebuah White Paper: The Future of E-Ducation, membahas masa depan bidang pendidikan tentang Dampak Teknologi dan Analisa pada Industri Pendidikan yang diterbitkan oleh dua institusi asal Inggris: SVC2UK (Silicon Valley Comes To the UK) dan konsultan Gold Mercury International (Corporate Vision® Strategy Think Tank). Teknologi memiliki dampak yang belum pernah terjadi sebelumnya di sektor pendidikan. Masa depannya sedang dibentuk menghadapi tantangan munculnya teknologi yang secara drastis mengubah tata cara dan pengalaman bagaimana belajar dan mengajar.

Seperti dampak teknologi yang telah terjadi di sektor lain, pendidikan semakin menjadi individual, lebih mudah disesuaikan dan diakses sebagai buah dari konvergensi teknologi open source, internet, mobile dan teknologi multi-faceted, lingkungan belajar virtual dan teknologi analitik belajar. Laporan ini mencerminkan inovasi dan kompleksitas yang muncul saat ini, sebagai akibat dari kemajuan teknologi dalam dunia pendidikan. Bertolak dari hal tersebut, dan mengacu pada banyak studi kasus yang dibahas di ajang SVC2UK Summit pada bulan November 2013, laporan ini mengeksplorasi, menganalisa, dan meneliti dampak yang akan menentukan masa depan guru dan anak didiknya, disamping memprediksikan implikasi terhadap industri terkait.

Salah satu dari beberapa tren yang memicu transformasi adalah kehadiran Open Source dan Internet. Kabar baik dari perubahan yang diprediksikan, adalah terjadinya peningkatan signifikan pada kenyamanan bagi siswa, guru dan orang tua murid. Disisi lain, diamati kemungkinan negatif yang harus dibayar oleh mereka yang berperan dalam industri ini, yang secara historis akan tertinggal, apabila mereka tidak berupaya membantu organisasi mereka untuk beradaptasi. Hal itu bisa terjadi, karena pendatang baru telah menanti peluang dan membawa produk edukasi yang secara fundamental lebih baik dalam hal melayani kepentingan pelanggan. Sebuah revolusi yang sulit dibendung.

Seperti disebutkan dalam siaran pers penerbitan buku putih ini, disimpulkan: Semua tingkat pendidikan akan terpengaruh atas dampak teknologi modern secara dramatis, terutama pada model bisnis pendidikan tinggi tradisional. Hal tersebut disebabkan oleh biaya tinggi pada sistem pendidikan yang ada, sementara kemampuan untuk memenuhi kebutuhan mereka di masa depan harus ditingkatkan dalam mencari pekerjaan secara global. Baik model pembiayaan maupun penyediaan layanan pendidikan, nantinya akan berubah secara radikal. Hal ini terjadi akibat transformasi dan pembaruan pada aktor dan value-chain di lingkungan pendidikan, dan peran pemain baru yang inovatif yang menawarkan model sertifikasi yang berbeda.

Akses terhadap pendidikan bagi masyarakat kurang mampu akan meningkat dengan pesat berkat tersedianya teknologi mobile dan platform Massive Open Online Course (MOOC) secara daring dan terbuka dan bebas biaya. Hal ini akan membantu program PBB (United Nation) mencapai tujuan pendidikan universal pada 2015.

Tiga faktor penting, teknologi meta-tren secara luas yang akan mempengaruhi masa depan pendidikan di semua jajaran adalah: 1. Massive Open Online Courses (MOOCs), 2. Mobile Learning and Multi-Faceted Technology dan 3. Learning Analytics. “Laporan ini menunjukkan bahwa teknologi akan mengubah pendidikan dengan cara yang tidak pernah terjadi sebelumnya di industri lain. Tsunami tech akan datang menuju pantai pendidikan dan akan mengganggu semua model bisnis pendidikan, termasuk arti dan tujuan pendidikan, mulai dari kurikulum sampai sertifikasi, bagaimana dan mengapa karyawan dipekerjakan di masa depan,” kata Nicolas De Santis, Presiden Emas Mercury berbicara tentang perubahan yang akan mengganggu dunia pendidikan, dikutip dari siaran pers yang diterbitkan 23/01/2014 lalu. Laporan selengkapnya dalam bahasa Inggris (70 Halaman) diterbitkan dibawah lisensi bebas (Creative Commons) dapat dibaca disini, atau diunduh [PDF 4.7MB] disini.