Kominfo Kembangkan Distro Pemerintah Dalam Rangka Pemberdayaan Industri TIK

Dalam Forum Diskusi, yang diselengarakan Direktorat Pemberdayaan Industri Informatika di Hotel Morrissey Jakarta, pada 9 Desember 2013, disosialisasikan tekad Kominfo untuk mengawali pengembangan Distro Pemerintah.

Disamping untuk memenuhi kebutuhan di sektor Pemerintahan, Distro Linux yang akan dikembangkan, sekaligus merupakan bagian dari upaya untuk memberdayakan industri TIK. Pertemuan yang menghadirkan wakil dari sejumlah perusahan TI, termasuk Microsoft Indonesia, diharapkan dapat turut mengambil perannya dalam membangun ekosistem yang lebih baik.

2013-12-09_Kominfo_Diskusi_Distro_Pemerintah_880

Software bebas dan open source (F/OSS) telah menawarkan sebuah platform legal dengan biaya rendah, bersama kode sumber yang terbuka memiliki “entry barrier” rendah. Hal ini memungkinkan perusahaan “start-up” lebih mudah untuk memulai sebuah bisnis di dalam ekosistem industri TIK. Keunggulan teknologi dan standarisasi yang dimilikinya, juga mempermudah para pengusaha muda untuk bersaing di pasar Internasional.

Sebagai payung besar adalah tekad bersama untuk melakukan perubahan dari “Negara Konsumen ke Negara Produsen.” Untuk hal itu, diperlukan tidak hanya semangat yang bulat, namun kebersamaan untuk mendorong terciptanya produk-produk yang dibuat oleh anak bangsa, baik berupa produk fisik (hardware) maupun virtual, berupa layanan, termasuk software dan kombinasi berupa perangkat devais yang dapat dijadikan bagian dari industri TIK.

Peranan software bebas dan open source (F/OSS) di dalam ekosistem industri TIK, secara singkat disimpulkan, bahwa dengan perencanaan yang baik dan pelaksanaan yang konsisten, kehadiran F/OSS beserta distro pemerintah, diyakinkan dapat memberikan kontribusi yang nyata untuk memberdayakan industri TIK. Baca selebihnya (PDF 125kb)