Sejarah Prosesor Intel

intel-chips_1230

Intel BuildingProsesor adalah jantung dari sebuah komputer dan banyak diantara pengguna teknologi terutama komputer pribadi mengetahui bahwa perangkat yang mereka gunakan mengandung “Intel Inside“. Intel adalah pembuat mikroprosesor yang tersebar luas sejak empat dasa warsa yang lalu dan sampai saat ini merupakan arsitektur yang paling banyak digunakan untuk menjalankan platform sistem operasi Linux dan secara eksklusif digunakan untuk Windows. Pada tahun 1969 dan sebelum lahirnya mikroprosesor pertama, menurut catatan yang diungkapkan di situsnya, Intel sebagai produsen semikonduktor telah menerima permintaan dari Nippon Calculating Machine Corporation (NCMC) untuk merancang 12 chips khusus, yang rencananya digunakan untuk membangun produk kalkulator Busicom 141-PF.

Insinyur Intel pada saat itu menyarankan keluarga yang terdiri ari hanya empat chips, termasuk salah satu yang dapat diprogram untuk digunakan dalam berbagai produk. Prestasi ini ternyata telah menjadi awal dari revolusi teknis yang secara dramatis mengubah jalannya pengembangan elektronik. Intel kemudian merancang satu set terdiri dari empat chip yang dikenal sebagai MCS-4. Set ini terdiri dari central processing unit (CPU) berupa chip 4004, yang didukung chip memori read-only (ROM) mengandung program aplikasi khusus, chip memori random-access (RAM) untuk pengolahan data, dan sebuah chip shift-register yang ditugaskan menangani port input/output (I/O). Agar dapat memanfaatkan rancangan tersebut untuk pelanggan lainnya, Intel kemudian membeli hak atas disain itu dari NCMC. Empat puluh dua tahun yang lalu, pada tanggal 15 November 1971, Intel meluncurkan prosesor empat bit Intel®4004 dan set chip disekitarnya. Intel 4004 telah menjadi mikroprosesor pertama yang di jual untuk umum disamping menjadi CPU pertama yang dijalankan di atas sebuah chip. Dalam iklan yang disebarkan di Electronic News, Intel mendeklarasikannya sebagai “Sebuah Era Baru Dalam Elektronik Terpadu.”

Menyusul sukses besar 4004, Intel meluncurkan generasi penerusnya pada bulan April 1972, berupa mikroprosesor 8008, kemudian 8080 dengan arsitektur 8 bit yang disambut pasar sangat baik. Perusahan Seiko misalnya langsung memesan chipset ini untuk ditanam dalam kalkulator mereka. Sebagai penerus 8008, Intel 8080 diluncurkan pada bulan April 1974. Chip ini jugalah yang dipasang di Altair 8800, yaitu merupakan PC pertama dalam sejarahnya. Ketenaran mikroprosesor ini, dan meluasnya program aplikasi yang menyokong 8080 telah membangkitkan minat perusahan semikonduktor lainnya untuk membuat tiruannya. Ide yang ditawarkan oleh generasi 4004 dan 8008, telah diwujudkan berupa Intel 8080 sebagai sebagai sebuah mikroprosesor idaman banyak penggunanya. Pada tahun 1976 Intel memperkenalkan dua jenis prosesor baru secara berurutan, yaitu Intel 8085 yang diluncurkan pada bulan Maret disusul Intel 8086 pada bulan Juni. Angka “5” di nama kode “8085” berasal dari ciri khas prosesor ini yang hanya membutuhkan daya sebesar 5 volt, cukup rendah jika dibandingkan dengan prosesor sebelumnya yang membutuhkan daya kombinasi daya hingga 12 volt. Tipe Intel 8085 sangat pas digunakan sebagai mikrokontroler dibandingkan penggunaan sebagai prosesor. Dalam salah satu aplikasi misi NASA pada awal tahun 2000-an disebutkan telah memberdayakan mikrokontroler Intel 8085.

Sebagai peningkatan 8085, Intel merilis versi 8086 yang serupa, namun telah dengan lebar data bus 16 bit. Arsitektur Intel 8086 ternyata kurang digemari oleh perancang PC sebelum ia ditingkatkan ke versi mikriprosesor Intel 80286. Untuk mengantisipasi kebutuhan PC, pada bulan Juni 1979 Intel meluncurkan tipe 8088, yang juga menjadi chipset pertama untuk khusus digunakan di sektor ini. Pilihan 8088 didasarkan atas pertimbangan nilai ekonomis.

Gambar

Selanjutnya, Intel 80286, yang sering kali disebut 286, adalah chip pertama yang bisa benar-benar disebut “prosesor”. Chip inilah yang memperkenalkan kemampuan untuk multitasking, menjalankan beberapa program sekaligus. Kelebihan ini tidak terasa saat sistem operasi yang digunakan masih DOS, namun sistem operasi yang dikembangkan setelahnya, seperti Windows, benar-benar merasakan nilai lebih dari kemampuan ini. Intel mulai memproduksi 80386 dari keluaga mikroprosesor ini pada bulan Oktober 1985. Namun chip yang sering kali disebut dengan nama i386 itu belum dijual bebas hingga awal tahun 1986. Tipe i386 yang dikenal baik sampai hari ini, merupakan set chip pertama yang memenuhi semua persyaratan mendasar untuk menjalankan sistem operasi modern seperti Windows dan Linux.

Didorong oleh keinginan untuk mendisain chipset yang lebih terjangkau, Intel kemudian meluncurkan tipe 80486 pada tahun 1989. Sistem yang menggunakan CPU Intel 80486 menunjukkan kinerja yang lebih baik, lebih cepat. Dengan tersedianya 80486, pengguna PC mulai bisa menjalankan program dengan “klik”, tanpa perlu mengetikkan perintah satu per satu. Chipset ini juga mendukung tampilan layar berwarna dan dioperasikan relatif cepat. Seiring dengan pertumbuhan perusahan semikonduktor ini, Intel aktif mendisain serangkaian mikroprosesor baru secara beruntun, dengan kinerja yang ditingkatkan. Pada tanggal 2 Maret 1992, Intel meluncurkan 486DX2 dengan kemampuan ganda sehingga kemampuan operasional CPU pun bisa jauh lebih tinggi. Pada tahun berikutnya, prosesor Intel Pentium diperkenalkan pada tanggal 22 Maret 1993. Menggunakan tipe Pentium, tersedia kinerja uang cukup sebagai prosesor untuk misalnya lebih mudah memadukan data-data real berupa suara, tulisan tangan dan foto. Merek dagang Pentium pun dengan cepat mendunia dan hingga kini masih dirasakan keberdaannya. Kejayaan Pentium dilestarikan dengan peluncuran Intel Pentium Pro pada musim gugur 1995. Disain mikroprosesor ini ditargetkan untuk menjawab tuntutan dunia bisnis pada perkatoran dan sebagai sebuah stasiun kerja enjinering.

Gambar

Memenuhi keinginan pasar, Intel mulai menciptakan prosesor unik untuk segmen pasar yang spesifik. Pentium II Xeon yang hadir pada tahun 1998 mengandung inovasi teknis yang dirancang khusus untuk mengakomodasi kebutuhan komputer server, disamping untuk menjalankan program-program bisnis yang membutuhkan kinerja lebih baik untuk proses seperti mengakses internet dan penyimpanan pada basis data. Untuk pangsa pasar yang spesifik lainnya, Intel meneruskan mengembangkan prosesor tipe khusus, dan pada tanggal 4 Januari 1999 meluncurkan Intel Celeron untuk memenuhi kebutuhan pasar terhadap CPU dengan harga lebih terjangkau. Prosesor ini menyediakan kemampuan dengan rasio kinerja dan harga yang baik dan mampu bersaing untuk digunakan menjalankan game dan program-program pendidikan.

Menyusul satu bulan setelahnya, pada tanggal 26 Februari 1999, Intel meluncurkan Intel Pentium III dengan kemampuan lebih ditingkatkan untuk pengolahan gambar, 3D, audio dan video. Prosesor ini dirancang khusus untuk membuat pengalaman berinternet menjadi lebih nyaman, membuat pangguna bisa menelusuri lorong-lorong museum maya, dan mengunduh video berkualitas lebih tinggi. Pada tahun yang sama Intel juga meluncurkan Intel Pentium III Xeon, sebagai pengembangan dari Intel Pentium III, namun ditargetkan melebarkan sayapnya pada segmen pasar server. Prosesor ini memadukan kinerja tambahan untuk aplikasi e-Commerce dan program-program bisnis yang lebih canggih, termasuk aplikasi multimedia dan streaming video.

Intel kembali meluncurkan prosesor terbarunya pada tanggal 3 Januari 2001 berupa prosesor Pentium IV dengan kecepatan 1.3 GHz. Menggunakan prosesor Pentium IV, para pengguna PC diberikan kemampuan yang memungkinkan pembuatan film berkualitas profesional, melalui internet mengirimkan video berkualitas TV, berkomunikasi menggunakan video dan suara secara instan, mengontrol rendering grafis 3D lebih baik, mengubah musik menjadi file yang bisa diputar di Mp3 player, dan menjalankan beberapa program multimedia secara simultan sementara terhubung ke internet. Andaikan peningkatan kinerja dapat dibandingkan seperti kemajuan pada industri penerbangan, maka waktu yang diperlukan untuk melintasi jarak yang sama, misalnya antara San Francisco menuju New York (lebih dari 4.000 mil), yang biasanya di tempuh dalam waktu 6.5 jam, kini bisa ditempuh dalam waktu hanya 13 detik! Pada tahun yang sama diluncurkan tipe Pentium IV Xeon yang ditagetkan untuk komputer kelas menengah berkinerja tinggi. Menggunakan mikroprosesor ini, pengguna bisa memilih sistem operasi yang mereka inginkan, dengan harga lebih terjangkau. Tergantung program yang dijalankan di komputer yang dioperasikan menggunakan Intel Xeon, akan menuai peningkatan kinerja antara 30% hingga 90% lebih baik dibandingkan yang ditawarkan adiknya Pentium III Xeon. Pentium IV Xeon menggunakan arsitektur NetBurst yang dirancang untuk mengakomodasi kebutuhan aplikasi video dan audio, teknologi internet yang lebih canggih dan grafis 3D yang lebih kompleks.

Selanjutnya, pada tahun 2002, Intel meluncurkan Prosesor Intel Pentium M, yang merupakan salah satu komponen teknologi mobile Centrino. Teknologi mobile Intel Centrino dirancang khusus untuk komputer portabel dengan perangkat nirkabel tertanam pada komputer laptop berikut beberapa kinerja mobile unggulan. Prosesor tipe ini membuat laptop bisa menjadi lebih ringan, lebih kompak dan beroperasi lebih lama menggunakan batere. Pada tahun yang sama, Intel juga meluncurkan Prosesor tipe Itanium 2. Prosesor ini didisain untuk memberikan kinerja kelas dunia, yang dibutuhkan oleh perusahaan-perusahaan yang menuntut kinerja tinggi dengan program-program lebih advance, termasuk untuk transaksi e-Commerce yang aman, database yang sangat besar, serta program-program teknik dan sain yang rumit.

Gambar

Mulai tahun 2006, Intel mengeluarkan tipe prosesor Pentium D, merupakan jajaran mikroprosesor yang menanamkan dua inti (dual core) ke dalam chip-nya. Dua jenis Pentium D yang diedarkan dipasaran adalah Smithfield, yaitu Pentium D dengan inti berbasis Prescott (90 nm), dan Prester, merupakan Pentium D dangan init berbasis Cedar Mill (65 nm).

Prosesor Intel Core 2 Duo, diluncurkan pada tanggal 21 Januari 2007 memiliki, baik kinerja komputer maupun efisiensi daya yang ditingkatkan hingga 40% jika dibandingkan dengan Prosesor Intel generasi sebelumnya.

Pada tanggal 11 Agustus 2008, prosesor untuk komputer desktop yang sebelumnya sudah diberi nama Nehalem, secara resmi hadir dengan sebagai Intel Core i7. Nama ini diambil dari identifier i7, yaitu teknologi terbaru yang dihadirkan Intel pada saat itu. Intel Core i7 dengan teknologi proses 45 nm meningkatkan kinerja komputer sekaligus membuat komputer makin hemat energi. Teknologi ini menghasilkan kualitas tampilan gambar yang jauh lebih baik, khususnya saat memutar video definisi tinggi.

Satu tahun kemudian pada tanggal 8 September 2009, Intel meluncurkan Intel Core i5. Sebuah mikroprosesor dengan teknologi turbo boost dan hyper-threading. Turbo boost memberdayakan kemampuan prosesor untuk meningkatkan kecepatan diatas standar hingga panas prosesor secara keseluruhan masih dibawah ambang maksimal dideteksi dengan TDP (Thermal Design Power). Kasus seperti itu biasanya terjadi ketika prosesor menjalankan aplikasi single-threading (seperti game), ketika hanya 1 atau 2 inti yang bekerja. Selama inti lain rehat dan jatah dayanya tidak digunakan, prosesor secara otomatis meningkatkan kecepatan inti yang sedang bekerja.

Keunggulan Hyper-Threading akan terasa saat komputer digunakan untuk multi-tasking, khususnya saat menjalan program-program yang membutuhkan tenaga prosesor intensif secara bersamaan. Program yang paling diuntungkan dengan adanya teknologi ini adalah program rendering 3D serta program-program video/audio dan CAD. Intel Core iSeries diluncurkan pada tanggal 19 Januari 2010. Prosesor ini dirancang untuk memenuhi kebutuhan individual secara otomatis. Dengan chipset ini laptop maupun PC menjadi lebih cepat kinerjanya dan lebih pintar, sementara tetap hemat energi. Prosesor ini menggabungkan 4 komponen dalam sebuah chip yaitu CPU, prosesor grafis, system agent, dan pengontrol memori.

Intel Core iSeries memperbaiki tanyangan konten 3D, game yang umum dan multimedia dengan berkualitas tinggi. Sepanjang tahun 2011, Intel meluncurkan prosesor bernama Sandy Bridge pada tanggal 6 Januari 2011 yang membawa peningkatan kinerja komputer dalam hal mengelola bandwidth dan data lebih efisien. Pada kuartal kedua 2012, Intel meluncurkan Ivy Bridge yang kinerjanya jauh lebih cepat, seraya memangkas kebutuhan daya. Ship ini adalah yang pertama menggunakan teknologi transistor untuk mengolah grafis 3D yang semuanya dibenamkan dalam sebuah chip. Chip ini ditargetkan untuk digunakan mendukung produk jenis ultrabook yang kompak, karena tidak lagi membutuhkan komponen VGA tambahan.

Gambar

Langkah Intel untuk melahirkan prosesor andal tidak berhenti disitu. Chipset Intel Haswell, diluncurkan pada tahun ini, menjanjikan lompatan raksasa dalam hal  efisiensi dan kinerja secara keseluruhan. Chipset ini memanfaatkan arsitektur baru yang dirancang dan diproduksi menggunakan proses 22nm. Chip Haswell akan memiliki 3 status pengendalian daya, dibandingkan hanya dua pada Ivy Bridge pendahulunya, yaitu aktif, tidur, dan Idle aktif. Intel mengklaim penghematan daya meningkat 20x dibandingkan generasi chip sebelumnya. Prosesor Core generasi ke 4 ini akan mampu mendukung Ultra HD display yang dikenal sebagai 4K dengan kejelasan empat kali lebih baik daripada HD yang ada saat ini. 4k memiliki lebih dari 8 juta piksel individu (3.840 x 2.160) dibandingkan dengan sekitar 2 juta pada HD (1.920 x 1.080).

Ihwal Berdirinya Perusahan Intel Pada tahun 1968, Robert Noyce dan Gordon Moore adalah dua insinyur bahagia bekerja pada Perusahaan Semikonduktor Fairchild yang memutuskan hengkang untuk membangun perusahaan mereka sendiri di saat banyak karyawan Fairchild melakukan yang serupa dan membuat start-up. Semua mantan karyawan Fairchil seperti Noyce dan Moore mendapatkan julukan “Fairchildren”. Robert Noyce hanya mengetik satu halaman yang menjelaskan ide-nya tentang apa yang ia ingin lakukan dengan perusahaan barunya, dan hal itu ternyata cukup untuk meyakinkan kapitalis ventura Art Rock di San Francisco untuk mendukung usaha baru dari Noyce dan Moore. Rock kemudian menyertakan modal sebesar US $ 2,5 juta dalam waktu kurang dari 2 hari dengan menjual obligasi konversi. Pada tahun 1969 Intel merilis produk perdananya berupa RAM statik 1101, merupakan MOS (metal oxide semi-conductor) pertama di dunia. Produk pernama yang menghasilkan uang juga dirilis pada tahun 1969, berupa Schottky bipolar 64-bit static random access memory (SRAM) 3101. Satu tahun kemudian pada tahun 1970, Intel memperkenalkan memori chip DRAM 1103, sebelum perusahan ini membidani mikroprosesor pertama pada tahun 1971. [Unduh Artikel PDF 1.8MB] [ Ref: Arsitektur dan Platform PDF 110 kB]