IVI Ajak Mobil Anda Go Open Source

In-Vehicle Infotainment (IVI) yang juga disebut In-Car Entertainment (ICE), adalah koleksi perangkat yang ditanamkan di kendaraan bermotor untuk menyediakan hiburan audio dan visual, termasuk sistem navigasi (SatNav) dan alat bantu lainnya. Pengembangan sistem IVI terintegrasi yang menyediakan hiburan dan konten informasi, awalnya didorong oleh Intel menggunakan prosesor Atom, Microsoft dengan platform Windows Embedded Automotive 7, dan Linux Foundation dengan Aliansi GENIVI terdiri dari sejumlah produsen mobil.

Tugas khas dan apa yang dapat dilakukan dengan sistem IVI, disamping mengelola dan memutar konten audio, adalah termasuk navigasi untuk mengemudi, menyediakan konten hiburan pada penumpang seperti film, game, jejaring sosial, mengirim dan menerima pesan SMS, membuat panggilan telepon, dan mengakses konten internet atau smartphone-enabled untuk memantau kondisi lalu lintas, prakiraan cuaca dan informasi tentang even olahraga maupun pameran dan lainnya ditempat tujuan.

Sistem In-Vehicle Infotainment (IVI) menerapkan aneka teknologi yang juga dijumpai di telepon pintar (smart phone) seperti Bluetooth untuk membantu pengemudi mengontrol sistem dengan perintah suara, input touchscreen, termasuk kontrol atau pengendali fisik. Sejumlah pembuat kendaraan bermotor juga telah mengadopsi IVI, dan ditemukan di mobil-mobil buatan Ford (SYNC dan MyFord Touch), Toyota (Entune), Kia Motors (UVO), Cadillac (CUE) dan Fiat (Blue&Me).

Hampir semua sistem IVI generasi awal berbeda satu dengan lainnya, baik dari sisi platform maupun teknologi. Hal itu kemudian disadari telah menjadi hambatan penerimaan masyarakat dan penyebarannya secara luas. Untuk memungkinkan standarisasi, sejumlah pembuat kendaraan bermotor bergabung dalam sebuah aliansi membentuk GENIVI Aliance, yaitu sebuah konsorsium nirlaba dengan tujuan menyediakan sistem operasi berbasis Linux yang kompetitif secara global, mengembangkan middleware dan platform untuk otomotif yang menunjang industri sistem In-Vehicle Infotainment (IVI).

GENIVI Alliance didirikan pada tanggal 2 Maret 2009 oleh BMW Group, Delphi, GM, Intel, Magneti-Marelli, PSA Peugeot Citroen, Visteon, dan Wind River Systems. Pada 2 Agustus 2011, aliansi GENIVI meluncurkan sebuah program kepatuhan (compliance program) yang mencatat semua platform infotainment yang menghormati “GENIVI Software Architecture.” Dan pada tanggal 19 September 2012, GENIVI aliansi meluncurkan proyek perangkat lunak open source untuk publik. Proyek yang diselenggarakan oleh Linux Foundation ini, merupakan wadah untuk perangkat lunak yang dibuat oleh Aliansi.

Sejak didirikan, aliansi ini telah berkembang secara luas dan lebih dari 180 anggota aliansi kini bekerja sama secara global untuk menyediakan sebuah platform perangkat lunak terbuka dan konsisten berbasis Linux untuk digunakan oleh seluruh industri otomotif.

MeeGo sebagai platform awal GENIVI sebelum Tizen:

Awalnya aliansi GENIVI menggunakan Moblin dengan Qt sebagai dasar pada “GENIVI 1.0 Reference Platform” untuk IVI dan sistem navigasi otomotif dan menyeragamkan platform komputasi otomotif. Kemudian pada bulan April 2010, Graham Smethurst dari GENIVI Alliance dan BMW Group mengumumkan peralihan dari Moblin ke platform MeeGo IVI.

MeeGo IVIMeeGo adalah proyek sistem operasi mobile bebas berbasis Linux, yang dibangun sebagai cabang pengembangan dari proyek Mer yang utamanya ditargetkan untuk pasar perangkat mobile dan peralatan informasi elektronik konsumen. MeeGo dirancang untuk bertindak sebagai sistem operasi untuk platform perangkat keras seperti netbook, entry-level desktop, nettop, komputer tablet, komputasi mobile dan perangkat komunikasi, perangkat infotainment di dalam kendaraan, SmartTV / ConnectedTV, IPTV-boxes, ponsel pintar, dan sistem benam (embedded) lainnya. MeeGo juga merupakan proyek yang dikelola oleh Linux Foundation.

Pada bulan September 2011 Linux Foundation membatalkan MeeGo untuk beralih mendukung Tizen. Pendatang baru dari Finlandia, Jolla mengumumkan pada Juli 2012 pengambilalihan MeeGo berbasis komunitas penerus Mer, kemudian mengembangkannya menjadi sebuah sistem operasi baru yang disebut Sailfish OS, dan berhasil meluncurkan smartphone pada tahun 2013. Sementara proyek Tizen yang dikelola Linux Foundation, menyediakan sebuah “reference architecture and software development kit (SDK)” untuk IVI berbasis Linux. SDK Tizen memungkinkan para pengembang membuat aplikasi untuk IVI menggunakan HTML5.

Setelah standar industri IVI open source dibuat, pekerjaan dapat dimulai dengan fokus pada pengembangan user interface untuk sejumlah aplikasi mobile yang sudah tersedia. Sebagai contoh adalah sistem navigasi yang diintegrasikan dengan akun email pengemudi. Dengan setup seperti itu, pekerja sales misalnya, dalam perjalanan mengetahui dan mengestimasikan penundaan akibat lalu lintas yang padat, sementara klien yang akan dijumpainya otomatis menerima notifikasi yang sama.

Sejauh ini, sedikitnya tiga pembuat mobil telah meluncurkan platform berbasis Linux pada sejumlah model kendaraan mereka, seperti GM Cadillac menggunakan Linux berupa Cue IVI, Tesla (Mobil tenaga listrik, bebas BBM) menawarkan IVI dengan layar 17-inci untuk Model S nya, sedangkan Toyota baru-baru ini mengungkapkan rencana untuk menggunakan IVI berbasis Linux untuk model 2014 pada Lexus IS.

Sistem IVI pada model S besutan Tesla dirancang untuk memungkinkan pengemudi melakukan navigasi menggunakan Google Maps untuk mendapatkan informasi lalu lintas yang nyata secara real-time, seraya mendengarkan musik streaming dari stasiun radio online dan mengakses Internet untuk berita atau ulasan tentang restoran dan lainnya. Menggunakan Google Maps, pengemudi Tesla juga dapat menemukan lokasi pengisian batere terdekat.

BMW juga mengumumkan rencananya menggunakan IVI berbasis platform open source, sementara Ford telah mengembangkan SmartDeviceLink versi open-source dari mobile API untuk Ford AppLink, yang digunakan untuk menghubungkan ponsel pintar dengan “MyFord Touch infotainment system” yang berbasis Microsoft.

Sebagian besar pembuat mobil saat ini harus melakukan pemeliharaan terhadap sistem operasi yang mereka beli dari penyedia perangkat lunak berkepemilikan, dan membuat mereka bergantung pada belas kasihan vendor mereka masing-masing. Sebagai contoh, Microsoft menyediakan sistem MySync Ford, sehingga Ford akan dipaksa untuk mencari pemasok lain, andaikan Microsoft memutuskan untuk meninggalkan pasar otomotif.

Memilih sistem operasi IVI open source akan tercipta sebuah platform yang dapat didaur ulang yang terdiri dari layanan inti, middleware dan lapisan antarmuka aplikasi terbuka yang tidak memerlukan upaya ganda seperti pada sistem berkepemilikan (proprietari) yang dikembangkan secara terpisah. Dengan pengembangan platform open source, pembuat mobil dapat berbagi perbaikan setiap saat bila tersedia, sementara bisa fokus pada pembuatan antarmuka pengguna yang membedakan sistem dan tampilan infotainment mereka satu dengan yang lainnya. Porsi ini diestimasikan tidak lebih sekitar 5% sampai 10% dari perangkat lunak IVI, yang saat ini seluruhnya terdiri dari sekitar 40 juta baris kode pemrograman.

Singkatnya, industri otomotif akan memiliki komunitas pengembang open source yang mendukung penuh dan memperbarui perangkat lunak sepanjang masa, bila menggunakan Linux.

* Dikompilasi GudangLinux dari berbagai sumber Internet.