Wireshark Pantau Jaringan Selama 15 Tahun

Wireshark Packet Sniffer

Aplikasi yang pada awalnya dikembangkan Gerald Combs untuk Ethernet dan protokol TCP/IP diluncurkan untuk kali pertama pada tanggal 14 Juli 1998 dengan nama Ethereal. Pada tahun pertama proyek yang menganut kaidah Open Source ini telah mendukung banyak protokol seperti Token Ring, Novell IPX, DNS, IGMP, OSPF, RIP, DHCP, ISO/OSI, Banyan Vines, FDDI, AppleTalk, dan NetBIOS, ternyata mampu memicu gelombang kontribusi pembangunan dan popularitas yang bagi Combs sampai hari ini masih merupakan tanda tanya.

Pesatnya pertumbuhan menunjukkan adanya kebutuhan yang besar pada alat analisis jaringaWireshark Packet Sniffern yang tersedia bebas, di saat pasar alat sniffer yang pada saat itu masih didominasi oleh Network Generals yang mahal. Berkat integrasi yang berkesinambungan dari dekoder baru yang dilakukan secara gotong royong oleh ratusan pengembang dari segala sudut dunia, Ethereal telah mampu tumbuh dengan pesat, sekaligus menyapu produk-produk komersial yang ada di pasaran. Pada saat ini, proyek yang telah berubah nama menjadi Wireshark, dibangun dari dua juta baris kode pemrograman dan diunduh setengah juta kali per bulan.

Meningkatnya penggunaan jaringan area lokal nirkabel sejak tahun 2000 telah memicu permintaan untuk menganalisa protokol WLAN IEEE 802.11. Karena kebanyakan laptop pada saat itu tidak mampu digunakan untuk modus pemantauan dan hanya sebagian dari WLAN-Frames bisa diterima Ethereal, maka bersama-sama dengan pengembang WinPcap Loris Degioanni dari Cace Technologies, Combs kemudian mengembangkan adaptor AirPcap. Kerjasama inilah yang menjadi alasan bagi Cace Technologies untuk merekrut Combs dan memaksa perubahan nama menjadi Wireshark. Nama Ethereal tetap menjadi di hak milik perusahan tempat Combs bekerja sebelumnya.

Bersamaan dengan loncatan Combs ke perusahan baru, ternyata telah membuat produk Wireshark menjadi tambah populer. Combs naik daun dengan kredibilitas cukup tinggi. Hal itu dibuktikan ketika ia sekali lagi loncat dan bergabung dengan perusahan lain pada tahun 2010, segenap komunitas Wireshark mengiringinya dan bergabung mendukung Combs. Sejak saat itu kegiatan Wireshark di sponsori oleh Riverbed Technology.

Kisah sukses Wireshark masih terus berlanjut, seperti alat Open Source pada umumnya, ia akan selalu terbuka untuk pengembangan yang menyokong aplikasi baru. Peminat Wireshark di Indonesia pun relatif banyak, hal itu ditunjukkan dari statistik peserta workshop yang menawarkan materi pelatihan di ajang GCOS (2009) dan ICrOSS (2013).

wireshark workshop gcos-2009

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s