Dua Puluh Tahun PDF

PDF_640

PDF_640Sejak awal komputer masuk ke lingkungan perkantoran, banyak kalangan berharap terciptanya kantor-kantor yang bebas dari timbunan kertas. Jumlah jenis format untuk dokumen elektronik yang tidak sedikit, merupakan salah satu hambatan utama dalam proses bertukar informasi. Kecuali itu ragam dari software pengolah kata yang tidak kompatibel satu dengan lainnya, juga tidak sedikit, sehingga berkas mudah kadaluarsa dan tidak dapat atau sulit dibaca seiring dengan peningkatan fitur dan kepentingan komersil pembuat software.

Kendala seperti itulah yang mulanya melandasi lahirnya ide-ide yang mendambakan adanya standarisasi pada format dokumen terbuka dan format dokumen portabel. Salah satu ide direalisasikan oleh perusahan software Adobe dengan menciptakan format dokumen yang disebut “Portable Document Format” atau PDF. PDF saat ini telah popular dan menjadi salah satu format utama dalam pertukaran berkas di lingkungan perkantoran maupun pribadi.

Hari ini, dua puluh tahun yang lalu pada tanggal 15 Juni 1993 perusahan Adobe untuk kali pertama merilis versi 1.0 untuk program Adobe Acrobat, yaitu software pengelola dan pembaca berkas “Portable Document Format”. Walaupun impian terciptanya dunia perkantoran yang seratus persen bebas dari kertas masih belum terjadi pada saat ini, namun keberadaan format PDF yang kemudian banyak digunakan untuk pertukaran dokumen, telah membantu dalam pemangkasan penggunaan kertas.

Pendiri perusahan Adobe, John Warnock mengawali proyek PDF pada tahun 1990 dengan tujuan agar tersedia bahasa yang universal dan disepakati untuk digunakan dalam pertukaran dokumen, dimana penerima dapat melihat dokumen persis seperti tampilan yang dibuat dan dilihat oleh pengirimnya, yaitu dengan fon tulisan dan gambar yang sama, lintas platform dan bebas dari ketergantungan pada sistem operasi komputer tertentu.

Ketika Software Acrobat 1.0 diluncurkan, ternyata program PDF ini tidak mendapat sambutan meriah dari dunia perkantoran. Paket program yang diluncurkan tersebut menyertakan perkakas untuk membuat dokumen PDF, komponen “Reader” untuk membaca dokumen PDF yang dihasilkan, dan komponen “Distiller” untuk mengkonversi berkas standar Postscript, yang jaman itu banyak digunakan di lingkungan industri percetakan, ke PDF.

Proses menuju kemenangan PDF baru terjadi mulai tahun 1994, ketika Adobe memutuskan untuk membebaskan komponen Reader untuk digunakan publik secara cuma-cuma. Dengan demikian tersedia kemungkinan bagi ratusan jutaan komputer dan perangkat mobile yang ada untuk memanfaatkan format PDF dalam penyebarluasan dan pertukaran dokumen. Sejak tahun 1995, Reader juga tersedia sebagai sebuah ekstensi untuk browser Web, sehingga penggunaan dokumen PDF di lahan Internet tumbuh dan meningkat.

Pada tahun 2008, format PDF mendapatkan standar ISO dan PDF tidak lagi merupakan bagian dari perusahaan Adobe secara ekslusif, melainkan termasuk sebagai salah satu lebih dari 500 perusahaan yang beragam yang terlibat dalam pembuatan dan peningkatan standar PDF. Selain Adobe kini banyak perusahaan yang menawarkan perangkat lunak komputer dan aplikasi smartphone yang mampu menghasilkan dokumen PDF, mengedit dan menampilkannya.

Mendukung aplikasi tertentu, juga tersedia varian untuk PDF, seperti PDF/E yang mengintegrasikan model 3D interaktif atau PDF/A untuk pengarsipan jangka panjang.

Di sektor pemerintah Indonesia, yang pada saat ini penggunaan TIK untuk pelayanan publik mengalami pertumbuhan yang tinggi, disinyalir memroses dengan format dokumen yang berbeda-beda, sehingga dianggap telah mengganggu ketersediaan (availability) dan keutuhan (integrity) dalam pertukaran dokumen perkantoran baik internal pemerintah maupun kepada masyarakat.

Atas pertimbangan hal-hal tersebut, diterbitkan Permen Kominfo No. 7 Tahun 2013 disusun serta dilengkapi dengan pedomannya. Dalam peratuaran menteri (permen) tersebut menyebutkan bahwa format data yang dihasilkan oleh penyelenggara sistem elektronik untuk pelayanan publik, diwajibkan untuk menggunakan Open Document Format (ODF) dan Portable Document Format (PDF), agar interoperabilitas dokumen perkantoran baik antar Penyelenggara Sistem Elektronik untuk Pelayanan Publik, maupun dengan masyarakat sebagai pengguna layanan, menjadi terjamin.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s