InaSAFE: Filipina Adopsi Software Open Source Buatan Indonesia

Prediksi Banjir (Sumber: BNPB)
Prediksi Dampak Banjir DKI (Sumber: BNPB)

Departemen Sain dan Teknologi Filipina (DOST) mengungkapkan rencana untuk mengadopsi InaSAFE (Indonesia Scenario Assessment for Emergencies), yaitu perangkat lunak berbasis open source untuk perkiraan dampak bencana secara cepat yang dikembangkan oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Teknologi mitigasi bencana buatan Indonesia ini, rencananya akan digunakan untuk proyek lembaga Nationwide Operational Assessment of Hazard (NOAH) dalam upayanya untuk meningkatkan perencanaan dan kesiapsiagaan terhadap bencana di wilayah Filipina.

Mengutip pernyataan resmi dari situs DOST, NOAH akan mengadopsi InaSAFE buatan Indonesia karena memiliki banyak kesamaan dengan Filipina, terutama dalam hal topografi dan bencana alam.

Petugas bidang bencana dan manajemen risiko dari Bank Dunia Asia Timur dan Pasifik, Abigail Baca mengatakan bahwa InaSAFE terbukti efektif selama banjir di Jakarta baru-baru ini, dan hal yang sama dapat pula diterapkan di Filipina.

Sementara itu, Dr Alfredo Francisco Mahar Lagmay dari Proyek NOAH mengungkapkan bahwa InaSAFE akan diintegrasikan ke dalam Proyek NOAH untuk melengkapi teknologi yang sudah ada, dan digunakan untuk mengurangi, jika tidak benar-benar mencegah, kerusakan besar yang disebabkan oleh topan kuat seperti badai tropis Washi pada tahun 2011 dan Bopha pada bulan Desember 2012.

Tentang InaSAFE:
INDONESIA SCENARIO ASSESSMENT FOR EMERGENCIES (InaSAFE) adalah perangkat lunak bebas dan sumber terbuka (FOSS) yang menghasilkan skenario realistis terhadap dampak dari bahaya bencana alam, dan dapat digunakan untuk melakukan perencanaan yang lebih baik, kesiapsiagaan dan aktifitas tanggap darurat. Perangkat ini dikembangkan bersama Australia-Indonesia Facility for Disaster Reduction (AIFDR) dan World Bank serta meraih penghargaan Rookie of The Year 2012 dari Black Duck.

InaSAFE menyediakan cara sederhana guna menggabungkan data dari ilmuwan, pemerintah daerah dan masyarakat untuk memberikan wawasan ke dalam kemungkinan dampak peristiwa bencana. Perangkat juga mampu melakukan penilaian secara rinci terhadap dampak bencana yang akan terjadi pada sektor-sektor tertentu, misalnya lokasi sekolah dasar dan perkiraan jumlah peserta didik yang terkena Tsunami.

Proyek InaSAFE menggunakan bahasa pemrograman Python dan dibangun di atas proyek Open Source Geographic Information System: QuantumGIS (QGIS) sebagai plugin QGIS. InaSAFE dirancang sebagai platform extensible yang dapat digunakan untuk menilai dampak dari setiap jenis bencana, yang didukung oleh data populasi geografis dari hampir semua geografi. Software Open Source InaSAFE tersedia di GitHub.

1 Comment

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s