Ubuntu Pertimbangkan “Rolling Release”

Kernel Team Manager: Leann Ogasawara
Kernel Team Manager: Leann Ogasawara
Kernel Team Manager: Leann Ogasawara

Pengembang Ubuntu mempertimbangkan kemungkinan sistem peluncuran edisi Ubuntu yang saat ini diperbaharui dua kali dalam setahun menjadi modus “Rolling Release” seperti halnya yang diterapkan pada distribusi Arch Linux, Gentoo, Semplice, Siduction dan Linux Mint Debian Edition (LMDE).

Rencana pengembang Ubuntu yang dipaparkan oleh Kernel Team Manager Leann Ogasawara dari Canonical, untuk berpaling ke modus rawat jalan (Rolling Release) tersebut, sejatinya sudah didiskusikan internal sejak lama.

Sedikit berbeda dengan distro lainnya seperti Arch yang menerbitkan ISO sebulan sekali dengan perbaikan dan peningkatan secara bertahap, maka Ubuntu merilis edisi “All New” Ubuntu berupa versi LTS (Long Term Support) dengan jarak waktu penerbitan setiap 2 tahun sekali dan menberikan dukungan seperti layaknya versi LTS (5 tahun). Antara dua rilis LTS rencananya akan disisipkan dua kali penerbitan, atau satu kali kurang dari apa yang berlangsung sampai saat ini, sementara untuk perawatan setiap saat menyediakan paket-paket software yang mana saja yang secara berkala telah rampung.

Bila rencana ini disepakati, maka mulai penerbitan LTS berikutnya pada Ubuntu 14.04 LTS setiap 2 tahun sekali pengguna memperoleh installer baru, ungkap Leann Ogasawara pada menit ke 40 dalam Video Google Hangout yang dipancarkan via Youtube.

Masih belum jelas adalah dampak dari model rilis rawat jalan ini bila ia jadi diterapkan. Secara teknis, menurut Ogasawara, pelaksanaan Rolling Release tidak ada masalah. Namun, bagaimana nanti reaksi pengguna Ubuntu dan dampaknya terhadap pengembangan Ubuntu selanjutnya, hal itu masih perlu dirembukkan lebih lanjut.

Perawatan berjalan ala “Rolling Release” tersebut, disamping memiliki keuntungan, juga kelemahan. Dengan modus rawat jalan, pengguna akan memperoleh peningkatan software lebih cepat dan lebih dini, tanpa perlu menunggu jadwal rilis berikutnya. Dibalik keuntungan itu, terbuka peluang atas kemungkinan terkontaminasi dengan kekliruan yang tersembunyi pada setiap peningkatan, karena belum menjalani ujicoba yang rinci, seperti pada rilis dengan prosedur regular. Untuk menangkal terjadinya hal semacam itu, diperlukan infrastruktur pengujian baru yang lebih ekstensif. Menurut Ogasawara, pada saat ini di laboratorium pengembangan Ubuntu, setiap hari dilakukan uji coba semacam Smoke Tests, yaitu pengujian dengan beban tinggi untuk mengetahui kehandalan sebuah software yang dikembangkan.

Pengembang “kluwekOgasawara dalam pemaparannya, juga menjebutkan bahwa Ubuntu akan menyediakan kernel versi baru yang ditargetkan untuk dipasang di versi Ubuntu yang lebih kuno. Upaya ini merupakan tindak lanjut dari diskusi para pengembang yang berlangsung di ajang Ubuntu Developer Summit pada bulan Juni 2012 lalu. Sebagai contoh adalah versi kernel Linux 3.6 yang saat ini terpasang di Ubuntu 12.10 telah di port mundur agar bisa dipasang di Ubuntu 12.04 LTS dan kernel ini rencananya merupakan kernel standar pada rilis peningkatan di Ubuntu 12.04.2 mendatang. Dengan demikian, pengguna Precise Pangolin bisa turut menikmati driver-driver versi yang lebih baru yang tertanam di versi kernel-kernel terkini.

1 Comment

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s