25 Tahun Arsitektur SPARC

ultrasparc4_300

Debut arsitektur SPARC diawali pada tahun 1987 dengan menanamkannya pada stasiun kerja (workstation) besutan SUN Microsystem yang kini telah menjadi bagian dari perusahan basis-data Oracle. SPARC (Scalable Processor Architecture) adalah microprocessor berarsitektur RISC (Reduced Instruction Set Computer) yang didesain oleh Sun Microsystems sejak tahun 1985.

Sun-4 Workstation yang kali pertama ditenagai prosesor SPARC itu, tidak lain adalah sebuah stasiun kerja tipikal Unix yang pada jamannya mendominisasi pasar TI. Pengembangan SPARC didahului dengan tekad Sun yang memusatkan bisnisnya dibidang workstation dan tidak ingin terlalu bergantung pada pemasok prosesor Motorola yang saat itu mensuplai seri prosesor 680×0 kepada Sun, disamping juga terhadap dominasi Intel dengan arsitektur i386-nya.

Prosesor perdana dengan arsitektur SPARC hasil pengembangan Sun itu bisa ngacir dengan detak frekuensi maksimal 40 MHz, yang menurut ukuran jaman itu sudah luar biasa. Sebagai panutan untuk arsitektur SPARC digunakan konsep sebuah prosesor RISC yang dikembangkan Berkeley, yang juga tidak terlepas dari pengaruh arsitektur prosesor IBM 801 yang cukup revolusioner.

Tidak kurang dari lima tahun berlalu, sampai saatnya generasi yang melahirkan microSPARC I dan SuperSPARC I tersedia. Seri prosesor ini menggunakan arsitektur yang telah dikembangakan lebih jauh (V8) dengan detak sampai dengan 50 dan 65 MHz. Disisi pengembangan organisasi, Sun ketika itu sudah mendirikan SPARC International, yaitu sebuah organisasi nirlaba yang bertujuan untuk mendorong pengembangan arsitektur SPARC. Sebuah upaya yang hingga kini masih ada, ternyata cukup berhasil dan telah menggabung sejumlah perusahan penerima lisensi, termasuk Texas Instruments, Atmel, Cypress Semiconduktor dan Fujitsu dan menelurkan prosesor-prosesor kompatibel. Dengan demikian arsitektur SPARC menjadi terbuka sepenuhnya dan tidak eksklusif.

Bersama peluncuran UltraSPARC I pada tahun 1995 dimulailah sebuah era baru yaitu lahirnya generasi baru yang mendefinisikan arsitektur V9 yang sampai saat ini juga masih valid dan termasuk mengawali yang prosesor 64-bit. Detak frekuensi yang telah mencapai 200 MHz saat itu terus meningkat seiring dengan waktu berjalan. Secara bertahap alur prosesor ini ditingkatkan dan diperbaiki sampai melahirkan UltraSPARC IV sebagai prosesor dual-core pertama pada tahun 2004. Implementasi dan dukungan untuk sistem operasi Linux untuk UltraSPARC juga sejak dini telah tersedia seperti halnya distro UltraPenguin yang sejak 1997 telah menanamkan Linux yang mendukung penuh lebar data 64-bit.

Pada era berikutnya pengembangan SPARC bercabang menjadi beberapa jalur arsitektur berbeda. Sun (sekarang Oracle) mengembangkan UltraSPARC T1 lebih lanjut dan pada tahun 2005 berhasil merilis prosesor dengan empat inti dimana setiap intinya mampu mengeksekusi sampai dengan 8 Threads. Disusul dengan UltraSPARC T2 prosesor berinti 8, SPARC T3 juga berinti 8 namun masing-masing inti mampu menangani 16 Threads. Pada tahun 2011 diluncurkan juga SPARC T4 dengan 8 inti dan 8 Threads untuk setiap inti. Terakhir rancangan SPARC T5 diungkapkan yang akan memiliki 16 inti dan detak ditingkatkan sampai 3,6 GHz, sementara lebar pita memori digandakan.

Pengembangan di cabang lain adalah Fujitsu UltraSPARC sampai dengan pengembangan SPARC X yang diperkenalkan pada bulan Agustus 2012. Evolusi pengembangan dari dapurnya Fujitsu setelah SPARC VI yang hanya memiliki dua inti dengan masing-masing dua Threads, disusul dengan SPARC VII dengan peningkatan menjadi 4 inti, sedangkan SPARC VIIIfx telah memiliki 8 inti dan 16 inti pada SPARC IXfx. SPARC X juga ditenagai dengan 16 inti.

Sejatinya, keistimewaan dari arsitektur SPARC adalah spesifikasi dari beberapa prosesornya yang menganut kaidah open source. Sun mengawalinya pada tahun 2005 yang membuka spesifikasi UltraSPARC T1 dibawah lisensi bebas GPL. Spesifikasi yang dibebaskan, juga untuk T2 dapat ditemukan di situs opensparc.net. Prosesor 32-bit dengan arsitektur V8 dari generasi awal ternyata masih aktual dan produknya masih diperoleh sampai sekarang dari beberapa pembuat prosesor, termasuk yang telah diintegrasikan dalam sistem embedded.

Oracle merayakan 25 tahun inovasi arsitektur SPARC yang dipresentasikan di halaman situsnya berikut informasi terkait. [ Artikel PDF 240kB ]

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s