Sambut Ultah 20, Linus Rilis Linux 3.0

Linus Torvalds merilis Kernel Linux versi 3.0 dengan sejumlah fitur baru disamping perbaikan rutin. Platform virtualisasi Xen mendapat dukungan perbaikan agar berfungsi lebih sempurna dan sebuah Just-in-Time-Compiler diharapkan bisa memperlancar penyaringan paket di jaringan.

Lompatan dalam penomoran dari versi 2.6.39 ke versi 3.0 tidak dimaksudkan sebagai suatu perubahan fitur yang mendasar. Linus Torvalds sebelumnya telah berulang memaparkan keinginananya untuk melakukan pembaruan pada sistem penomoran versi kernel Linux. Awalnya dipertimbangkan perubahan dari 2.6 ke 2.8, namun akhirnya dipilih lompatan ke versi 3.0. Salah satu alasan non teknis adalah untuk menyambut ulang tahun ke duapuluh atas keberadaan kernel Linux yang turun ke bumi pada tanggal 17 September 1991 menyandang versi 0.0.1.

Alasan lain adalah penyederhanaan penomoran yang kini sudah menjadi empat angka. Kecuali itu, pejabat bidang pemeliharaan kernel (Kernel Maintainer) Greg Kroah-Hartman mengaku telah mengalami kesulitan dalam penentuan versi yang berlaku sampai saat ini. Atas penyederhanaan penomoran itu, Kroah-Hartman lega dapat memenuhi janjinya dengan menyerahkan satu botol Whiskey kepada Linus Torvalds.

Fitur terpenting yang disertakan disamping penyederhanaan penomoran menjadi Linux 3.0, antara lain adalah termasuk: Btrfs Data scrubbing dan defragmentasi otomatis, dukungan XEN Dom0, ICMP_ECHO biasa, wake on WLAN, penyaringan Berkeley Packet Filter JIT, sistem serupa memcached untuk halaman cache, sebuah sendmmsg () syscall yang melakukan batch terhadap panggilan sendmsg () dan setns (), syscall yang memungkinkan penanganan lebih baik dari sistem virtualisasi ringan seperti kontainer. Dukungan hardware baru telah ditambahkan: misalnya, Microsoft Kinect, AMD Fusion Llano APUS, Intel iwlwifi 105 dan 135, Intel C600 serial-attached-scsi controller, Ralink RT5370 USB, beberapa perangkat Realtek RTL81xx atau Apple iSight webcam. Banyak drivers dan perbaikan kecil lainnya juga telah ditambahkan.

Microsoft Bantu Linux Kembangkan Kernel 3.0

Paling tidak, sekitar 343 perubahan dan perbaikan dalam pemrograman Kernel Linux 3.0 tercatat merupakan kontribusi dari pengembang K. Y. Srinivasan yang diberdayakan Microsoft untuk membantu pengembangan Linux 3.0. Sebuah daftar aktivis pengembangan Linux 3.0 yang diterbitkan LWN.net merinci kontribusi dari pengembang utusan Microsoft tersebut. Ditambahkan dengan beberapa “Changesets” lainnya, maka kontribusi Microsoft menjadi sebanyak 361 dan telah menempatkan perusahan yang berkantor pusat di Redmond di posisi nomor 7 diantara aktivis yang menyokong proyek kernel Linux. Sebagai perbandingan kuantitatif adalah gabungan komunitas telah menyokong Linux 3.0 sebanyak 1085 Changesets, Red Hat sekitar 1000 dan Intel sebanyak 839 perubahan.

Mulai lebih dari satu dasawarsa yang lalu, Microsoft dan Linux telah bersaing dan dianggap sebagai ancaman terhadap dominasi Microsoft. Kehadiran Linux dari arus bawah membuat gerah Microsoft yang saat itu sedang berupaya dengan server Windows NT-nya dan x86-PC komoditi untuk menembus pasar server Unix dan mainframe di pusat-pusat data. Kehadiran Linux telah manjadi acaman terutama pada kemampuan server dimilikinya, sekaligus merupakan produk Open Source yang bebas Pungli (pungutan lisensi) disamping secara teknis Linux adalah satu keluarga atau kompatibel dengan Unix. Serangan terhadap Linux dirasakan, mulai dari terungkapnya Halloween-Papers termasuk berbagai hujatan, namun tidak mampu membatasi derap maju pengembangan Linux yang kini telah mapan.

Namun, sejak tahun 2006 Microsoft menyadari bahwa lebih baik hidup berdampingan (and) ketimbang tawuran (vs.). Microsoft kemudian berupaya merangkul Linux melalui kerjasamanya dengan Novell yang memungkinkan Microsoft untuk serta menawarkan Linux kepada pelanggannya dan tanpa disadari Microsoft telah menjadi salah satu distributor penting untuk sistem operasi Linux. Disisi pengembangan, MS membangun Codeplex sebagai pusat penempatan (Hosting) untuk software-software Open Source yang dikembangkannya. Upaya lain adalah menjadi anggota dari organisasi sumber terbuka seperti halnya di Jerman sebagai anggota dari Open Source Business Foundation (OSBF) sejak 2008. Kiat merangkul si Pingu juga dapat disimak di website khusus yang dilansir Microsoft untuk membangun jembatan antara Microsoft dan Linux. Hal terakhir diekspresikan melalui video persahabatan dengan ucapan “Happy Birthday” atas Ultah ke 20 Linux dan mengganti “vs.” menjadi “and”. Dan Microsoft-pun bisa ikutan mengutip salah satu quote Linus Torvalds yang tersohor  dilingkungan komunitas Linux.: “Talk is cheap. Show me the code.“.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s