Peningkatan Di Fedora 15 “Lovelock”

Rilis Fedora Linux ke 15 yang namanya diambil dari nama kota Lovelock di wilayah Nevada, USA telah tersedia sejak satu bulan yang lalu. Distribusi ini mengemas fitur Gnome 3 sebagai desktop dan Systemd sebagai alternatif untuk Sysvinit dan Upstart, merupakan pembaruan utama yang diyakini kelak akan diikuti oleh distro-distro lainnya. Dengan demikian, Fedora melestarikan sebuah tradisi yang senantiasa terdepan dalam penerapan teknologi terkini.

Pembaruan utama di Gnome 3 adalah Gnome-Shell, dan driver untuk kartu grafis yang diperlukan untuk mendukung fitur 3D. Bila hardware atau lingkungan virtualisasi tidak mendukung atau tidak bisa mengemulasi fitur 3D, maka Fedora akan baralih menggunakan modus fallback dengan mengaktifkan fungsi seperti Gnome 2 dan dangan penampilan yang disesuaikan dengan Gnome 3 tanpa menggunakan Gnome Shell. Bagi pecinta KDE, Fedora 15 menyertakan versi aktual KDE 4.6.3 yang tidak lagi bergantung dengan HAL, mendukung lebih baik Bluetooth dan menggunakan Gstreamer sebagai standar Backend untuk Phonon. Untuk urusan perkantoran, Fedora 15 mengutamakan LibreOffice versi 3.3.2 sebagai standar yang menggantikan OpenOffice.org. Sebagai Browser disertakan Firefox 4.0.1.

Disamping pembaruan di bagian luar, Fedora 15 juga melakukan pembaruan di ruang pacunya. Kernel bawaan Fedora 15 yang disertakan, adalah berdasarkan rilis kernel bulan Maret dengan versi Linux 2.6.38. Systemd kini menggantikan Upstart yang bertugas menyambungkan sistem operasi dengan perangkat media dan mengatur start untuk semua proses dan layanan di latar belakang. Keistimewaan dari Systemd yang utamanya dikembangkan oleh Red Hat dan Novell disebutkan memiliki kemampuan untuk parallel Start pada layanan-layanan di latar belakang, tanpa harus menetapkan secara eksplisit keterkaitannya satu dengan lain. Kemampuan ini diklaim lebih efisien dalam memanfaatkan sumber daya hardware, sehingga sistem bisa di start dan ngacir lebih cepat. Untuk berinteraksi dengan Systemd disediakan program command line bernama systemctl, disamping juga tersedia program chkconfig yang (terbatas) bisa bekerja sama dengan Systemd. Dokumentasi di Fedora-Wiki menjelaskan lebih rinci tentang cara menangani Systemd.

Sebagai klien Boot Loader default masih tetap ditugaskan Grub Legacy, dan bukannya Grub 2 yang juga tersedia utnuk Fedora 15. Untuk memadatkan (kompres) media live (LiveDistro) digunakan format XZ, yaitu turunan LZMA yang diklaim hebat, karena lebih efisien ketimbang Gzip yang digunakan sebelumnya, dan terbukti dengan meningkatnya jumlah software yang bisa dikemas dalam sebuah LiveCD.

Bila instalasi dilakukan menggunakan LiveCD, partisi root diharuskan menggunakan sistem berkas Ext4, sementara instalasi menggunakan media installer standar, tersedia beberapa pilihan termasuk kemungkinan mencoba sistem berkas lain seperti Btrfs yang masih anyar. Btrfs yang lebih moderen, saat ini sedang dipertimbang untuk menjadi sistem berkas standar di versi Fedora 16 mendatang.

Distro Fedora yang banyak digandrungi pengembang sistem, di versi ke 15 ini memanjakannya dengan mengemas Python 2.7.1 yang menjadi perkakas utama digunakan di banyak paket-paket software yang dikembangkan Fedora. Untuk Interpreter Python3, Fedora meningkatkannya dari versi 3.1 ke versi 3.2, sedangkan Ruby on Rails terjadi lompatan generasi dari 2.38 ke versi 3.0.5. Melengkapi Python, untuk kali pertama disertakan framework aplikasi bernama Tyron.

Sebagai kompiler disediakan GNU Compiler Collection (GCC) dengan versi 4.6 dan GNU Debugger (GDB) dari versi 4.6 ke 4.7 yang meningkatkan kemampuan Fedora dalam hal debugging. Dukungan untuk Java, disertakan OpenJDK berbasis IcedTea 6 1.10 dan Java-Plugin IcedTea-Web. Maven 3, sebuah perkakas untuk manajemen proyek dan build yang ditulis dalam bahasa Java dan disediakan dalam versi 3.0.3.

Untuk kali pertama Fedora juga menyertakan perkakas BoxGrinder yang bisa digunakan untuk membuat Appliances. Boxgrinder diklaim bisa membuat Appliances untuk nantinya digunakan di awan, sebagai solusi virtualisasi dan di platform-platform Cloud seperti Amazons EC2 dan VMware.

Fedora juga mendukung TI hijau, dengan pemasangan software Powertop2 untuk mendeteksi penggunaan enerji yang berlebihan dan melakukan efisiensi dalam pengelolaan enerji.

Fedora dapat ditanamkan di hardisk dari media-media seperti DVD, atau set CD, juga dari LiveCD atau menggunakan media USB yang dibuat dari ISO cetakan CD. Untuk menginstalasi Fedora diperlukan sistem memiliki minimal memori RAM 256 MB untuk modus instalasi text, dan paling tidak 768 MB RAM bila instalasi dilakukan dengan installer berpenampilan grafis. Menggunakan media LiveCD hanya tersedia pilihan installer grafis.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s