Phrack is back: Majalah Hacker 25 Tahun

phrack_logo_560

Majalah daring (ezine) Phrack rayakan ulang tahun ke 25 dan hadir dengan penenerbitan edisi nomor 67 rabu lalu. Sebagai topik utama edisi “Phrack is back” ini dimuat artikel mengenai Celah Zero Day di modul SQL dari Server FTP ProFTPD yang telah membuka peluang kepada “yang iseng” tanpa autentifikasi mengambil alih hak kendali atas server yang menggunakan software tersebut. Celah sekuriti tersebut belum lama sempat dihebohkan dan kini telah diperbaiki dengan rilis versi ProFTPD 1.3.3c.

Edisi ke 67 majalah berlisensi Copyleft ini juga membahas tentang kprobes, yaitu perkakas yang dapat digunakan untuk mengorek (debuging) atau memanipulasi fungsi Kernel dengan mudah dan diklaim bisa digunakan untuk “selundupkan” Rootkits di Kernel. Artikel penting lainnya membahas misalnya tentang korupsi di memori bahasa pemrograman Fortran untuk sistem operasi Unix/VMS. Dari salah satu artikel yang dimuat dapat dibaca sebuah panduan tentang bagaimana caranya menemukan kelemahan sebuah sistem menggunakan perkakas Dynamic Program Analysis.

Sebagai sebuah majalah yang ditulis oleh dan untuk hackers, Phrack diterbitkan untuk pertama kalinya pada tanggal 17 November 1985 yang saat itu cepat naik daun. Phrack sempat dinobatkan sebagai “the best, and by far the longest running hacker zine,” oleh Fyodor dan menjadikan Phrack sebagai majalah tentang sekuriti terbaik dan bertahan paling lama dijaman keemasannya. Nama Phrack diturunkan dari kombinasi kata “phreak” dan “hack“.

Penerbitan Phrack sempat dihentikan pada tahun 2005 dan kembali hadir mulai tahun 2007 dan pengelolaannya diambil alih oleh sebuah tim redaksi “Circle of the Lost Hackers“. Seiring dengan meluasnya pertukaran informasi di internet, dimana publik bisa menemukan informasi yang serupa dari berbagai sumber lainnya, popularitas majalah daring ini tidak lagi seperti diawal keberadaannya.