Oracle Rilis Solaris 11 Express 2010.11 Untuk Pengembang

Beberapa bulan setelah akuisisi Sun, Oracle kini luncurkan Solaris 11 Express versi 2010.11 sebagai bagian dari tahapan penyempurnaan Solaris 11, salah satu sistem operasi keluarga Unix. Yang baru di rilis ini antara lain adalah fitur instalasi otomatis dan peningkatan pada sistem berkas ZFS.

Oracles Solaris 11 Express dibekali beberapa fungsi baru yang menurut Oracle telah digodok selama lima tahun dan diklaim memberikan dampak positif terhadap pemeliharaan sistem. Solaris 11 menyediakan fungsi Snapshot untuk sistem berkas ZFS yang memungkinkan setiap pemasangan paket software baru, sebelumnya dapat merekam sebuah Snapshot. Hal itu diperlukan bila paket software yang dipasang memerlukan reboot, dan snapshot kemudian diklon (copy) untuk menyediakan lingkungan Boot baru yang dibutuhkan agar paket software atau patch tersebut dapat ditanamkan didalamnya. Setelah Administrator yakin bahwa paket software atau sebuah update berjalan dan berfungsi sebagaimana mestinya, barulah sistem diboot untuk menjalankan sistem berikut penambahan software atau perbaikan terpasang. Andaikan masih terjadi kekliruan, Administrator masih bisa kembali menggunakan lingkungan boot sebelumnya.

Trend ‘lebih cepat lebih baik’ pada proses booting seperti dikenal di lingkungan Linux saat ini, juga berlaku pada proses boot untuk Solaris 11 mendatang. Peningkatan kecepatan boot di Solaris 11 yang signifikan dilakukan dengan mengabaikan beberapa test di sistem Sparc, sementara untuk sistem dengan arsitektur x86 bahkan mengabaikan Firmware dan Bootloader. Disamping itu Image Packaging System (IPS) yang baru juga memberikan kontribusi agar update software dapat dilakukan tanpa risiko yang besar dan bisa memanfaatkan repositori yang tersedia di jaringan yang mampu secara otomatis memroses segala ketergatungannya (dependency).

ZFS merupakan standar untuk sistem berkas di Solaris 11 Express yang mendukung fitur Deduplication. Disamping itu ia mampu menunjukkan perbedaan diantara dua ZFS-Snapshots. ZFS juga menyandi data di level Dataset, dan memungkinkan penggunaan campuran data yang disandi dan tidak. Untuk meningkatkan kompatibilitas dengan sistem Windows disediakan CIFS (Common Internet File System) alias SMB.

Pembaruan di Solaris 11 Express juga dilakukan dalam hal virtualisasi, seperti pada virtualisasi jaringan dan penglolaan sumberdaya. Untuk itu sebagian besar dari Networkstack distruktur ulang kemudian diberdayakan sebuah framework bernama GLDv3.

Disisi penampilan Solaris 11 Express dipersolek dengan tatanan grafis baru pada layar boot. Sebagai desktop disediakan Gnome 2.30 berikut Firefox 3.6.10 sebagai browser. Sebagai Shell standar digunakan Bash dan sebagai penunjang mesin cetak (printer) dipilih CUPS yang semuanya tidak asing lagi bagi pengguna Linux. Agar sistem ini bisa bunyi, disediakan pendukung audio Boomer.

Para pengembang sistem akan dimanjakan oleh fitur baru DTrace-Provider dan integrasi Git sebagai sistem pengontrol version. Adaptasi dengan pustaka C dari Oracle diklaim menjadikan Solaris lebih dekat penangananya dengan yang dikenal dari sistem keluarga Unix lainnya seperti Linux dan BSD.

Penjelasan yang lebih rinci termasuk garis besar dari pembaruan versi Oracle Solaris 11 Express 2010.11, dijabarkan di dokumen [PDF] What’s New. Bagi yang ingin mencoba atau mempelajarinya, bisa menguduh beberpa jenis installer dan livecd di situs oracle.com, bebas dan tanpa biaya selama tidak digunakan untuk keperluan produksi.