Komersialisasi Open Source: “Control and Community”

Divisi bidang Open Source dari Grup Konsultan 451 menerbitkan sebuah studi kualitatif tentang pemanfaat Software Open Source berikut studi bandingnya untuk aneka strategi perusahan selama kurun waktu tertentu.

Sebagai perimbangan antara kontrol dan komunitas diidentifikasikan oleh bidang CAOS (Commercial Adoption of Open Source) dari Grup 451 berdasarkan pengalaman sebagai sebuah keyakinan untuk menghasilkan uang dengan memanfaatkan Open Source.

Studi yang diterbitkan membahas data yang dikoleksi mencakup strategi Open Source dari 300 perusahan pengembang yang mengkomersialisasikan software berikut 286 pengguna, kemudian dibandingkan dengan data serupa dari studi dimasa lampau. Gabungan dari analisa tersebut dirilis dengan titel “Control and Community”.

Berdasarkan hasil pantauan peneliti pasar, Ekonomi Open Source kini telah mencapai tahapan keempat dimana telah terjadi pergeseran dan menujukkan bahwa perusahan yang tadinya berkiprah mandiri di lingkungan Open Source kini beralih kembali ke model pengembangan berbasis kolaborasi dengan komunitas, sementara profit yang dihasilkan datangnya dari kegiatan tidak terkait secara langsung.

Strategi penelitian ini dibuat dengan menentukan lima kategori yaitu: Lisensi Software, Lisensi Produk, Model pengembangan, Kepemilikan HaKI dan Sumber penghasilan. Dari studi banding data aktual dengan data di saat mana perusahan yang diteliti untuk pertama kalinya mengadopsi model Open Source, peneliti dapat melihat perspektif tentang pergeseran strategi di perusahan yang bersangkutan.

Hasil yang didapatkan ternyata menakjubkan. Misalnya ditemukan banyak perusahan yang mengambil strategi berorientasi komunitas antara tahun 2002 dan 2006. Kemudian mulai tahun 2005 jumlah perusahan didirikan yang mempertahankan Copyright sementara Software disebarkan dengan strategi Open-Core meningkat tajam. Mulia sekitar tahun 2006 banyak perusahan yang didirikan mengadopsi Copyleft dengan ketat, melakukan pengembangan bersama dan menggunakan lisensi ganda (dual licensing).

Dari grafik yang diungkapkan peneliti Grup 451 menunjukkan bahwa diantara 300 perusahan yang diteliti antara 2002 dan 1999 didominasi oleh FOSS, sedangkan antara 2000 dan 2005 perusahan responden dengan sumber daya sendiri mengembangkan software bebas dan pada saat itu adopsi lisensi ganda juga meningkat.

Berdasarkan laporan CAOS, banyak perusahan saat ini telah mengambil hikmah dari pengalamannya dan berhasil mendapatkan keuntungan berbisnis Open Source dengan melakukan kerjasama yang melibatkan mitra, pelanggan dan bahkan pesaing, dan tidak semata untuk menembus pasar. Profit yang dihasilkan umumnya dari produk pelengkap disepanjang “value chain” dan “customer care.”

CAOS menyarankan untuk masa mendatang, agar hak kendali terhadap proyek komersil diserahkan kepada komunitas agar pengembangan kolaboratif bisa diwujudkan. Saran itu untuk membuktikan bahwa pelaku tidak sekedar merupakan salah satu dari penjual software yang secara kebetulan telah mengadopsi lisensi Open Source.

Laporan yang lengkap senilai 3.000 Euro ini dapat dibeli langsung dari situs Grup 451 menggunakan sistem Google Checkout.