Rekomendasi Kaum Hawa Untuk Komunitas FOSS

Menindaklanjuti pertemuan “Women in Free Software” yang diprakarsai oleh Free Software Foundation (FSF) bersama komunitas Gnome di bulan September tahun lalu, FSF dua hari lalu mengumumkan rekomendasi dari Kaum Hawa disamping menyediakan situs khusus untuk mengumpulkan data lebih lanjut.

Hasil dari kegiatan tersebut termasuk menggalang “Best Practices” terhadap proyek yang ada, strategi untuk meningkatkan partisipasi wanita, inisiatif untuk dukungan finansial, seperti juga saran yang fokus terhadap masalah bagaimana memungkinkan para gadis dan ibu sejak dini bisa dikaitkan dengan dunia software bebas. Semua rekomendasi dari FSF itu pada prinsipnya ditargetkan baik kepada grup dari proyek-proyek FOSS, User Groups maupun perusahan agar meningkatkan jumlah partisipasi kaum hawa di lingkungan masing-masing.

Grup “Women’s Caucus” atau “Kaukus Wanita” yang dibentuk peserta saat itu adalah yang kali ini menyampaikan hasil daftar investigasi masalah “Wanita dan FOSS” menyebutkan sebagai biang keroknya antara lain tiadanya bentuk untuk peran mereka (wanita) di komunitas, seperti juga strategi bagaimana mensiasati kekurangan itu. Strategi yang dianjurkan FSF antara lain: mendorong menjadi kontributor non-coding, lebih menekankan kerjasama daripada persaingan dan (jika perlu) melaksanakan program mentoring. FSF juga menyadari adanya sindrom di kalangan kaum wanita yang merasa masuk atau berada ditempat yang salah bila duduk diantara penggiat software bebas.

Khusus di komunitas sistem operasi Linux, tema bagaimana membuat kaum hawa tertarik terhadap Linux bukan merupakan hal yang baru. Sejak tahun 2002 tersedia panduan resmi membahas “HOWTO Encourage Women in Linux“. Organisasi nasional “KLUWEK” menampung kaum ibu untuk berperan di Linux juga telah terbentuk di Indonesia.