Oneiric Ocelot: Ubuntu 11.10 Siap Untuk Enterprise Desktop

Ubuntu 11.10 “Oneiric Ocelot” telah rilis berikut lingkungan desktop Unity yang telah disempurnakan disamping menyediakan beberapa versi Ubuntu Minimal, yang bisa dijadikan bahan baku membangun distro khusus sesuai dengan selera pengguna.

Jajaran edisi khusus Minimal Ubuntu, pertama-tama adalah Ubuntu Core, yaitu edisi Ubuntu ramping yang baik digunakan sebagai basis membuat distribusi yang pas dengan kebutuhan pengguna. Edisi kedua adalah Lubuntu yang telah terpasang lingkungan desktop LXDE. Kecuali itu tersedia versi distro untuk arsitektur prosesor ARM berupa image untuk dipasang di sistem-sistem menggunakan prosesor ARM. Sehubungan dengan tipe arsitektur ARM yang cukup beragam, maka kali ini Ubuntu baru menyediakan image yang bisa dipasang di netbook Toshiba ac100 dan Quick Start Development Board: Freescale i.MX53.

Fitur layanan awan pribadi Ubuntu One telah ditingkatkan yang membuka kemungkinan untuk penyimpanan koleksi musik yang langsung bisa disalurkan (streaming) kesemua jenis perangkat, termasuk PC, Smartphones Android atau iOS.

Konsep Unity juga telah dikembangkan dengan penerapan konsep “Scopes dan Lenses“. Lensa untuk pencarian titel musik yang secara daring disimpan di toko musik Ubuntu One juga telah disediakan. Thunderbird kini menggantikan Evolution sebagai klien Email. Déjà Dup merupakan standard untuk kebutuhan akan perkakas Backup. Versi baru untuk klien Twitter Gwibber diklaim lebih cepat dan telah diselaraskan dengan Gnome 3.2 yang datang bersama Ubuntu 11.10.

Yang baru lainnya di Oneiric Ocelot adalah Ubuntu Software Center. Disamping perluasan fungsi pratilik di semua kategori, kinerja pemasangan paket-paketnya juga ditingkatkan dengan tempo untuk pemasangan yang lebih cepat. Kecuali itu telah ditambahkan fungsi OneConf untuk mensinkronkan data konfigurasi antar sistem agar semua komputer terkait bisa terpasang aplikasi yang sama.

Ubuntu 11.10 ditenagai menggunakan Kernel Linux 3.0.3, dan GCC yang diupdate ke versi 4.6 disamping NetworkManager versi 0.9. Pustaka dan paket aplikasi 32-Bit kini dapat dipasang di sistem 64-Bit tanpa masalah.

Untuk Ubuntu Server, kali ini kembali menyertakan Hypervisor Xen, disamping juga mendukung Linux-Container (LXC). Orchestra, yaitu koleksi software bebas terbaik untuk mengelola infrastruktur di pusat data, juga telah disediakan. Salah satu fitur penting untuk server adalah Juju, yang dikembangkan dengan nama Ensemble. Juju diintegrasikan untuk menyediakan perkakas untuk mengelola dan memungkinkan penyebarluasan layanan di awan dan server biasa. Ubuntu Server 11.10 juga telah mendukung arsitektur ARM.

Kubuntu 11.10 membawa KDE SC 4.7, berikut suit KDE-PIM dan KMail 2, Amarok 2.4.3 dan Muon Software Center berikut komponen terkait dan pengelola paketnya. Xubuntu 11.10 juga melakukan “reshuffle” terhadap susunan aplikasi standar-nya, antara lain Leafpad menjabat sebagai text-editor, gThumb bertugas mengelola gambar, sementara LightDM menggantikan GDM sebagai Display Manager.

Untuk kali pertama Edubuntu menyediakan installer yang sepenuhnya telah diterjemahkan. Yang ditulis ulang adalah paket LTSP, disamping telah diterjemahkan sepenuhnya, ia juga telah mampu bekerja dengan baik bersama NetworkManager. Untuk Mythbuntu juga kini digunakan Display-Manager lightdm dan aplikasi MythTV diaktualkan ke versi terkini.

Natty Narwhal: Pembaruan Di Ubuntu 11.04

Sejak kehadiran Natty Narwhal akhir April 2011, banyak yang telah mencoba atau menggunakan seterusnya. Distribusi Linux moderen yang menggunakan Gnome sebagai desktop seperti IGN2011 misalnya, saat ini telah melakukan transisi dan beralih menawarkan Gnome 3 berikut fitur Gnome-Shell. Ubuntu mengambil jalan lain dan tetap menggunakan versi Gnome 2.32 seraya memperkenalkan fitur antarmuka “Unity” besutan tim pengembang di dapur Ubuntu. Kendati demikian, pembaruan yang dilakukan di Ubuntu 11.04 tidak sebatas Unity saja. Serangkaian perubahan lainnya termasuk peningkatan-peningkatan sejak keberadaan versi 10.10 Maverick Meerkat juga telah dilakukan.

Fitur-fitur dari versi sebelumnya yang tetap dipertahankan termasuk Softwarecenter, Terminal, paket Office, Audioplayer dan pemutar Video. Bersama Ubuntu 11.04 juga dikemas aplikasi-aplikasi standar lain yang semuanya bisa diakses via desktop Unity. Pada awalnya Unity dibuat untuk Netbook dengan tujuan untuk mengoptimalkan pemanfaatan lebih efisien dari layar Netbook yang sempit. Bersamaan dengan terbitnya Ubuntu 11.04, Unity diterapkan juga untuk komputer meja sebagai desktop default. Dengan demikian, edisi Ubuntu Netbook Remix (UNR) secara alamiah menjadi mubazir dan tidak lagi diterbitkan. Secara keseluruhan penampilan Natty tidak berbeda kecuali penambahan dock asal Unity yang otomatis tersembunyi bila tidak diperlukan, yang terutama membantu desktop dengan layar sempit seperti halnya di Netbook menggunakan layar lebih efektif.

Untuk menjalankan Unity, diperlukan kemampuan kartu grafis yang bisa memroses akselerasi 3D. Bila kemampuan hardware yang dibutuhkan tidak terdeteksi, maka secara otomatis dipasang desktop klasik Gnome 2.32. Karena belum merupakan bagian dari kemasan standar Ubuntu 11.04, bagi yang menginginkan Gnome 3 termasuk fitur Shell bawaannya, pengguna bisa memasangnya secara manual dari repositori PPA.

Sejatinya, desktop Unity tidak lain merupakan antar muka baru untuk Gnome. Unity jalan di komputer moderen dengan kartu grafis ATI atau Nvidia yang telah ada dipasaran sejak lima tahun lalu atau komputer yang menggunakan chip grafis Intel yang dibuat sejak sekitar tahun 2005 (tipe GMA 950 atau lebih baru).

Sebagai installer digunakan Ubiquity yang di versi Ubuntu sebelumnya telah mendapatkan banyak perbaikan dan peningkatan sehingga sepintas tidak terlihat perubahan tampilan. Di Ubuntu 11.04 pengembangnya telah melakukan perbaikan terutama pada perkakas partisi yang menampilkan struktur lebih jelas.

Banyak perbaikan juga dilakukan pada software aplikasi. Software-Center misalnya mengenalkan fitur baru “Reviews & Ratings”. Dengan fitur tersebut pengguna dapat memberikan penilaian terhadap applikasi-aplikasi di Package Manager, yang dilakukan via akses layanan tanpa bayar Ubuntu One, dengan membubuhkan sampai dengan 5 bintang. Kecuali itu pengguna juga dapat menambahkan komentar tentang aplikasi yang digunakan kemudian ditampilkan di Softwarecenter. Pendapat pengguna cukup penting sebagai barometer popularitas sekaligus acuan untuk perbaikan dan peningkatan untuk versi software berikutnya.

Termasuk baru di SoftwareCenter adalah fitur yang mengukur standar kualitas dari software aplikasi dan pengguna diingatkan bila software yang dipilih tidak memenuhi standar Ubuntu dan pengunaannya atas risiko dan menjadi tangguan pengguna bila terjadi gangguan terhadap stabilitas sistem.

Kemajuan juga terjadi pada plaform Cloud: Ubuntu One. Komputasi awan atau istilah kerennya Cloud Computing merupakan topik yang ngetrend akhir-akhir ini dan memiliki arti sangat luas. Salah satunya merupakan fitur yang ditawarkan Ubuntu One adalah penyimpanan data atau berkas yang diakses via web dari mana saja, selama pengguna tersambung dengan Internet. Peningkatan di versi Ubuntu 11.04 terutama dalam hal kecepatan sinkronisasi, disampin perbaikan pada ikon launcher yang juga digunakan untuk menampilkan pesan status dari Ubuntu One.

Sebagai pemutar lagu yang baru, disediakan Banshee untuk menggantikan Audioplayer Rhythmbox. Bila diinginkan program ini juga dapat mengimpor berkas dari Rhythmbox. Audioplayer ini memiliki fitur lebih luas dari pada Rhythmbox, seperti kemampuan untuk mengkonversi CD audio ke format MP3.

Sebagai aplikasi perkantoran, Ubuntu 11.04 menyertakan LibreOffice 3.3.2 sebagai pengganti OpenOffice.org. Untuk mengelola koleksi gambar digunakan versi terakhir aplikasi Shotwell 0.9.2 yang menyokong format TIFF dan mampu merender foto format RAW lebih baik, sedangkan sebagai Video-Editor tersedia Pitivi 0.13.5.

Firefox 4 yang diklaim bisa start sampai 6 kali lebih cepat dari pada versi sebelumnya, digunakan sebagai browser standar untuk Ubuntu 11.04. Browser ini telah mendukung teknologi baru HTML 5, format WebGL (antarmuka 3D untuk browser) dan WebM (sebuah Container format dari semua Codecs bebas untuk Audio dan Video). Tergantung dari chip grafis yang digunakan, WebGL sementara ini dilaporkan masih mengandung masalah, dan diharapkan dapat diperbaiki dalam waktu dekat.

Pembaruan yang cukup mencolok, terjadi di ruang mesin pacu Natty Narwhal yang terpasang kernel Linux 2.6.38, dan mengandung patch khusus “Wonder Patch” yang juga digunakan Fedora 15 dan Mandriva 2011 akan datang. Fitur ini bertugas untuk mengatur pengelompokan proses-proses agar CPU bekerja lebih efisien memanfaatkan waktu luangnya dengan merata. Kecuali adanya peningkatan kinerja yang menurut Linus Torvald dapat dirasakan, kernel ini juga mendukung keluarga baru chip AMD Fusion, yaitu APUs (Accelerated Processing Units) yang dikawinkan dengan CPUs dan GPUs dalam satu chip, menghasilkan kinerja luar biasa karena bisa memberdayakan kapasitas komputing ekstra dari sebuah chip grafis moderen. Perbaikan di Kernel lainnya termasuk pada sistem berkas Ext4, Btrfs dan XFS, seperti juga integrasi protokol Mesh bernama B.A.T.M.A.N (Better Approach To Mobile Adhoc Networking).

Untuk para pengembang, Ubuntu 11.04 menyediakan GCC 4.5 dan Python 2.7, yang dua-duanya merupakan versi yang sama seperti sebelumnya. Menyokong Start digunakan Upstart 0.9.4 yang telah diperbaiki termasuk mengeliminir permasalahan di lingkungan Chroot. X.Org 1.10.0 dan Mesa 7.10.1 juga telah diintegrasikan di versi Ubuntu ini. Sebagai paket pendukung untuk fitur peng-input-an Multitouch digunakan XInput 2.1, termasuk Qt-Toolkit yang juga secara eksperimental telah mendukung fitur Multitouch.

Sebagai pemula di Ubuntu yang menggunakan antarmuka Gnome, biasanya relatif mudah untuk beradaptasi menggunakan desktop. Lain halnya bagi pemula yang dihadapkan dengan antarmuka Unity. Start menu di Unity tidak langsung bisa ditemukan. Pengaturan sistem di Ubuntu 11.04 tersembunyi dibalik tombol Logout kanan atas. Semua itu nantinya tidak menjadi masalah, melainkan pengguna harus melakukan penyesuaian dengan kebiasaan baru.

Untuk menemukan aplikasi yang sudah terpasang dimulai dengan menekan Home Button berlogo Ubuntu dipojok kiri-atas. Tombol Home ini membuka lembaran aplikasi yang dikelompokkan dalam beberapa folder dan menyediakan mesin pencari (search) untuk menemukan aplikasi tertentu yang telah terpasang.

Paling mencolok di Unity adalah kehadiran panel baru disisi kiri layar yang berfungsi sebagai launcher atau starter untuk aplikasi dengan menampilkan ikon masing-masing aplikasi. Aplikasi-aplikasi yang telah diluncurkan dan berjalan di latar belakang, ditandai dengan segitiga kecil di sebelah kiri ikon, sedangkan yang aktif ditambahkan lagi di sebelah kanan ikon. Bagi pengguna sistem Mac OS X, skenario seperti itu barangkali bukan merupakan hal yang baru.

Dengan klik-kanan tetikus di salah satu ikon-ikon tersebut, ditampilkan informasi singkat tentang nama dari aplikasi tersebut, dan pilihan dengan klik-kiri yang memungkinkan ikon bisa pamer secara permanen di launcher. Untuk aplikasi yang sedang berjalan di latar belakang, disediakan pilihan untuk keluar atau mematikan aplikasi tersebut. Khusus untuk ikon bertanda (+) ditampilkan menu terstruktur yang lengkap dan dikelompokkan sesuai dengan jenisnya. Dengan melakukan klik di ikon (+) ditampilkan halaman seperti halnya ketika meng-klik tombol home, namun meragakan ikon sederetan aplikasi dari kelompok yang dipilih. Pengguna dapat mengatur posisi ikon-ikon tersebut dengan men-drag (klik-kiri) ke posisi yang diinginkan, atau membuangnya dengan memindahkan (drag) ke tong sampah.

Sedikit membingung bila pengguna kali pertama kecan dengan Natty Narwhal di monitor layar lebar (misalnya diatas 20 inci, dengan resolusi 1920×1024 titik). Pengguna layar lebar umumnya jarang membuka satu aplikasi yang memenuhi seluruh layar monitor seperti halnya (keharusan) di sebuah Netbook  dengan layar sempit. Aplikasi-aplikasi di layar lebar biasanya dibuka di banyak jendela dengan masing-masing aplikasi. Pengguna yang biasanya menemukan menu di baris “top bar” secara intuitif akan mencarinya di jendela masing-masing dan akan bingung menemukannya. Pasalnya, Unity telah memindahkan isi bar menu yang umumnya ada di jendela masing-masing, ke bar utama di top atas dari desktop untuk aplikasi yang sedang aktif.

Pengalaman singkat bersama Natty Narwhal sebagaimana dipaparkan diatas, merupakan sebagian kecil dari seluruh pembaruan yang ditawarkan Unity saat ini dan diyakini akan terjadi banyak perubahan lainnya seiring dengan masukan yang diterima oleh tim pengembangnya dari pengguna yang jumlahnya kian bertambah.

Natty Narwhal Kemas Openstack dan Eucalyptus

Natty Narwhal, yaitu nama dari distribusi versi Ubuntu 11.04 yang rencananya diluncurkan bulan April mendatang akan dilengkapi dengan perkakasan untuk mendukung platform pengoperasian komputasi awan termasuk Openstack dan Eucalyptus. Hal itu sekaligus menindikasikan komitmen perusahan dibelakang Ubuntu terhadap tren bisnis Cloud Computing yang digeluti Canonical.

Mark Shuttleworth dalam sebuah wawancara yang dimuat di website Barton’s Blog menyebutkan bahwa disamping menyediakan Cloud-Framework Eucalyptus, Canonical juga menerapkan platform Openstack. Dengan begitu berarti masih terbuka kemungkinan apakah dengan Openstack nantinya akan didukung Ubuntu secara resmi. Yang jelas adalah bahwa Canonical semakin kuat mendorong Ubuntu sebagai sistem operasi untuk awan.

Eucalyptus adalah aplikasi sumber terbuka bermula fakultas sain komputer di University of California, Santa Barbara yang sudah sejak April 2009 dengan resmi disokong oleh Canonical untuk digunakan bersama Ubuntu Server. Sebagai konsep platform untuk Infrastructure as a Service (IaaS) telah dimanfaatkan APIs berasal dari Amazons Web Services (AWS) yang oleh Amazon secara masif digunakan untuk layanan awan EC2 yang ditawarkan. Disamping edisi bebas juga tersedia Enterprise Edition untuk dengan layanan berbayar. Canonical juga menyediakan dukungan berbayar Eucalyptus, baik untuk jasa layanan maupun konsultasi.

Perusahan layanan web-hosting Rackspace asal Amerika mengawali inisiatif proyek Openstack sejak bulan Juli 2010 lalu bersama lembaga Antarikas NASA untuk memungkinkan terciptanya standarisasi teknis dan interoperabilitas di Cloud Computing. Sebagai hasil awal, pengembang Openstack telah mengumumkan tersedianya Nova sebagai software pengelola awan berlandasan kode pemrograman PHP dan Swift sebagai infrastruktur memori untuk platform Openstack. Paket-paket tersebut juga dikompilasi pengembang Openstack untuk distro Ubuntu dan tersedia di lumbung repositori software Ubuntu siap untuk diinstalasi.

Sabagai salah satu anggota dari komunitas Openstack, perusahan komputer Dell berkerjasama dengan Canonical melakukan optimasi agar Ubuntu bekerja lebih baik dengan server-server besutan Dell. Di wawancara Barton’s Blog, Shuttleworth menyebutkan bahwa software UEC-Server yang telah dioptimalkan tersedia untuk server-server Dell Poweredge C2100 dan C6100.

Dari hasil pemantauan penggunan images Linux di awan Amazons EC2, yang diumumkan di websete thecloudmarket.com, menunjukkan statistik yang menggambarkan penggunaan Ubuntu pada peringkat paling atas, jauh diatas CentOS dan rata-rata.

Awan Ubuntu Masuk Jendela Windows

Layanan penyimpanan data di awan Ubuntu One dari Canonical akan melayani pengguna Windows. Versi awal software klien untuk Windows yang tersedia, pertama-tama hanya mendukung fitur pertukaran berkas antar platform Windows dan Ubuntu.

Versi beta dari Windows-Client untuk mengakses Ubuntu-Cloud akan dikembangkan dengan penambahan fitur seperti untuk mensinkronisasikan Contacts dan Bookmarks. Pengguna yang memiliki akun atau akses untuk Ubuntu One dapat mendaftar diri sebagai Betatester.

Canonical telah memulai layanan Cloud Service-nya sejak tahun 2009 lalu sebagai Ubuntu One dan awalnya hanya untuk pengguna sistem operasi Ubuntu mulai versi Ubuntu 9.04. Versi layanan paling kecil disediakan bebas biaya dengan kapasitas penyimpanan sampai dengan 2 GByte spasi daring. Dengan layanan Ubuntu One, klien yang telah terpasang di desktop Ubuntu bisa melakukan pertukaran berkas termasuk sinkronisasi Bookmarks dan Alamat. Ubuntu menggunakan sistem basis data CouchDB untuk menyimpan data pengguna di awan. Kecuali untuk Linux juga telah tersedia klien-klien untuk Android dan Apple’s iPhone dan iPad yang menawarkan peningkatan ke layanan lebih luas dan berbayar.

Peningkatan paket penyimpanan di awan per 20 GByte dikenakan biaya 2,99 Dollar per bulan atau 29,99 Dollar per tahun. Kecuali itu tersedia layanan Ubuntu-One-Mobile yang antara lain menyediakan layanan streaming musik yang dibeli dari perangkat Android atau Apple dengan biaya langganan sebesar 3,99 Dollar per bulan atau 39,99 Dollar per tahun.

Software klien untuk pengguna Windows bisa dijalankan mulai versi Windows XP dengan SP3 keatas dan mensyaratkan .Net-Framework versi 4 dengan Windows-Installer versi 4.5.