Debian Squeeze Bantu Astronaut Berselancar Di Angkasa Luar

nasa_logo_640Laptops dengan Debian GNU/Linux 6 alias Squeeze akan digunakan di stasiun angkasa luar “International Space Station” (ISS) menggantikan Windows dan Scientific Linux.

Sistem operasi Linux Debian utamanya akan digunakan antara lain untuk membantu para astronaut yang bekerja di stasiun angkasa luar internasional (ISS). Hal tersebut diungkapkan oleh pimpro Keith Chuvala (NASA) dan Linux Foundation, sementara United Space Alliance bertanggung jawab atas infrastruktur jaringan komputer bergerak di ISS.

Semua laptops termasuk yang nantinya ditenagai dengan Linux Debian memiliki akses ke Internet, memungkinkan para Astronaut mengirimkan twitter dan menerima email seperti warga penghuni dunia lainnya. Disamping data yang relevan untuk tugas misi angkasa luar, laptop yang digunakan masing-masing astronaut dapat digunakan untuk pribadi seperti berkomunikasi dengan keluarga dan teman-temannya via internet.

Sebagaimana dipaparkan Chuvala, alasan NASA berpaling terutama karena stabilitas dan keandalan Debian GNU/Linux. Disamping kemudahan bagi tim mereka untuk melakukan patch bila diperlukan, Debian juga diyakini lebih gampang untuk disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing Astronaut.

international-space-station_linuxmagazine_640

Walaupun dari sisi jumlah, awalnya tidak lebih dari 6 laptops yang akan dibawa ke angkasa luar, namun keandalan dari masing-masing laptop harus terjamin dan perlu penyesuaian dengan kebutuhan setiap astronaut yang bekerja di ISS. Kriteria yang tidak dapat ditawar tersebut juga merupakan alasan untuk memberdayakan Debian 6 Squeeze sebagai pengganti Windows dan Scientific Linux. Komputer-komputer jinjing tersebut diperlukan oleh para astronaut untuk aneka tugas seperti untuk mengelola inventaris atau untuk mengetahui posisi dimana Stasiun Angkasa Luar (ISS) yang mereka tumpangi sedang berada.

Pimpro Keith Chuvala adalah penanggung jawab untuk bidang “Space Operations Computing” (SpOC) di NASA, yang juga mengurus sistem jaringan “OpsLAN” dari United Space Alliance, yang menghubungkan semua komputer di stasiun ISS. Pelatihan untuk para astrounaut dalam bidang pemrograman, pengeloaan sistem (SysAdmin) dan penggunaan sistem operasi Linux, pelaksanaannya diserahkan kepada Linux Foundation.

Debian 6.0 Squeeze Diluncurkan

Dua puluh empat bulan setelah Lenny tim pengembang proyek Debian  luncurkan versi 6.0 “Sequeeze” sesuai jadwal. Kecuali Debian GNU/Linux, pengembang yang sama juga merilis Debian GNU/kFreeBSD menggunakan kernel turunan BSD yang masih berstatus ujicoba.

Pada dasarnya Debian tidak menyertakan paket-paket aplikasi versi terkini, melainkan paket-paket software yang telah diujicoba secara rinci dan berjalan sangat stabil. Debian 6.0 dibangun diatas  kernel Linux 2.6.32 dan membawa segudang paket aplikasi yang dijamin seratus persen bebas dan kompatibel baik dengan Filesystem Hierarchy Standard v2.3 (FSH) maupun terhadap Linux Standard Base v3.2 (LSB).

Sistem Init kali ini memanfaatkan Upstart yang menjalankan skript booting secara paralel untuk mempercepat proses booting. Sistem Init System V yang digunakan sebelumnya masih tetap dipelihara dan mendapat dukungan dari tim pengembangnya karena merupakan bagian dari persyaratan LSB 3.2. Squeeze menyokong sistem-sistem berkas moderen Ext4 dan Btrfs untuk Linux, sementara untuk edisi kFreeBSD menggunakan sistem berkas Zettabyte Filesystem (ZFS).

Seiring dengan jadwal pengembangan yang panjang (2 tahun) dan jumlah komunitas pengembang yang besar, Squeeze membawa banyak pembaruan dan penyempurnaan teknis. Debian 6.0 menyertakan paket software versi X.Org 7.5, lingkungan Desktop KDE 4.4.5 dan Gnome versi 2.30. Kecuali itu disertakan desktop-desktop ringan seperti Xfce 4.6 dan LXDE 0.5 disamping banyak jenis Windowmanager alternatif lainnya. Pengembang Debian tidak melupakan pengguna Netbook dan menyertakan edisi KDE Plasma Netbook di lumbung repositorinya. Paket aplikasi utama lainnya yang disertakan adalah OpenOffice 3.2.1 untuk perkantoran dan Gimp 2.6.11 sebagai pengelola grafik.

Berkat stabilitas yang ditawarkan Debian, ia umumnya digunakan untuk server dan sebagai landasan untuk membangun distro-distro lainnya termasuk Ubuntu Linux. Debian Squeeze menyertakan paket-paket yang diperlukan termasuk basis data MySQL 5.1.49 dan PostGreSQL 8.4.6, kemudian server Apache 2.2.16, dan untuk pengembang disediakan versi Python 2.6.6, 2.5.5 dan 3.1.3, Perl 5.10.1, PHP 5.3.3, paket pengembangan Java OpenJDK 6b18 seperti juga Applikationsserver Tomcat 6.0.18. Mendukung Debian Squeeze tersedia tidak kurang dari 29.000 paket-paket software yang binari-nya dikemas masing-masing dalam 8 media DVD untuk setiap platform.

Proyek Debian juga memperluas distribusi “Custom Debian Distributions” yang diracik khusus untuk kelompok pengguna tertentu yang dan kini diganti namanya dengan “Debian Pure Blends”. Distro-distro Pure Blends mengandung paket-paket software yang disesuaikan untuk masing-masing kelompok pengguna seperti Debian Edu untuk pendidikan, DebiChem untuk bidang kimia, Debian GIS untuk pemetaan, Debian Med untuk kesehatan atau Debian Science untuk bidang sain.

Selebihnya silakan baca berita rilis Debian 6.0 Squeeze.

Debian 6.0: Squeeze Rencana Hadir Awal Februari

Setelah aral terakhir yang melintang di wilayah installer disingkirkan, pengembang Debian bertekad menetapkan jadwal peluncuran Debian 6.0 “Squeeze” sekitar tanggal 5 dan 6 Februari setelah tahun baru Imlek. Untuk mengejar itu, akhir minggu ini telah dijadwalkan kandidat rilis kedua untuk Installer. Kesepakatan tim pengembang dalam penentuan jadwal peluncuran telah diumumkan pengembang Neil McGovern di sebuah surat elektronika via Mailinglist terkait.

Sebagai sebuah tradisi yang berlaku di lingkungan Debian GNU/Linux, versi 6.0 ini juga akan mengemas hanya peket-paket software bukan yang terkini, melainkan yang telah tangguh dan stabil. Misalnya, Kernel yang disertakan adalah versi Linux 2.6.32 yang sudah ada sejak akhir 2009 dan telah mendapatkan status “Longterm” dari pengembang kernel yang masih senantiasa memeliharanya.

Sejak bulan Augustus 2010 lalu telah ditetapkan daftar paket-paket software yang disertakan bersama Squeeze. Diantaranya adalah Desktop KDE 4.4.5, Gnome 2.30.0, XFCE 4.6.2 dan server grafis versi X.org 7.5. Sebagai aplikasi untuk urusan perkantoran disediakan Openoffice.org 3.2.1, sementara perkakasan bagi para pengembang tersedia antara lain Python 2.6 dan 3.1, Perl 5.10, GHC 6.12 seperti juga GCC 4.4.

Peluncuran Squeeze awalnya dijadwalkan pada bulan Maret 2010, namun karena proyek Debian lebih memprioritaskan kualitas ketimbang ketepatan jadwal, hari terbitnya berkali-kali telah dijadwal ulang sampai penetapannya kali ini, yaitu dua tahun setelah peluncuran Debian 5.0 “Lenny” (Februari 2009).

ZevenOS-Neptune 1.9 Rasa BeOS Gunakan KDE 4.4.5

ZevenOS-Neptune adalah salah satu edisi ZevenOS yang dibangun diatas Debian Squeeze dan dapat dijalankan dengan baik di Netbooks seperti juga di sistem yang lebih canggih. Sebagai batas minimal kebutuhan hardware disebutkan CPU berkecepatan 600 MHz dan memori RAM sebesar 256 MB. Software yang disertakan bersumber di lumbung repositori Debian yang dapat diaktualisasi untuk menjamin sistem ini senantiasa uptudate dan stabil dalam jangka panjang.

Leszek Lesner, pengembang utama dibalik ZevenOS memiliki tiga agenda ketika ia mengimplementasikan ideanya yaitu BeOS-Touch, Speed dan kemampuan Multimedia seperti yang dimiliki panutannya BeOS “Zeta” yang telah menjadi legenda diantara sistem operasi yang pernah ada.

Versi Neptune 1.9 yang baru dirilis (2010-10-09) berupa sistem live (DVD dan USB) yang dapat ditanamkan di hardisk (intsalasi) dan telah menyediakan USB-Installer agar pengguna bisa langsung bisa membuat live-USB yang persisten dengan kemungkinan untuk menyimpan data konfigurasi pribadi.

ZevenOS 1.9 menggunakan Kernel Linux 2.6.35.5 dan Xorg 7.5 sebagai basis, sementara  sebagai desktop dimanfaatkan versi KDE 4.4.5. Agar bisa digunakan di komputer usang dengan spesifikasi rendah tersedia Low-Memory-Modus dan digerakkan menggunakan desktop kelas bulu Fluxbox yang juga disediakan dalam media DVD (1.4 GB) yang dirilis. Dalam modus ini dibutuhkan RAM hanya sekitar 90 MB saja.

Debian 7.0: Setelah Squeeze Menyusul Wheezy

Debian 6.0 dengan nama Squeeze belum terbit, pengembang Debian telah memikirkan nama untuk Debian 7.0. Seperti semua nama-nama untuk Debian sebelumnya, untuk Debian 7.0 juga diambil dari figur film Toy Story yaitu Wheezy.

Penentuan nama untuk Debian 7.0 itu disampaikan tim rilis Debian: Neil McGovern dalam sebuah email yang membahas aturan baru terkait dengan rilis Debian 6.0:

"We will continue to use Toy Story character names for squeeze's successor.
The next release will be called 'wheezy' (the rubber toy penguin with a red bow tie),
and will be Debian 7.0."

Pada kesempatan yang sama telah diberlakukan aturan baru yang lebih ketat terhadap paket baru yang akan disertakan untuk Debian 6.0 (Squeeze). Untuk Debian 6.0 yang sejak satu bulan lalu dalam status pembekuan fitur, hanya memperbolehkan penyertaan paket baru yang telah bebas dari kekliruan fatal dan telah mengaktualisasi dokumentasi berikut terjemahannya. Paket-paket tersebut sebelumnya dipelihara dan diperbaiki di bagian Unstable, kemudian bila diijinkan barulah dipindahkan ke bagian Testing. Rencana jadwal rilis untuk Debian 6.0 belum ditentukan saat ini, namun diperkirakan menjelang akhir tahun 2010.

Disamping kesibukan utama membesarkan Squeeze dan Wheezy, Debian 5.0 ‘Lenny” tetap mendapat perhatian dengan merilis update ke 6 untuk Lenny, yaitu Debian 5.0.6 beberapa hari lalu. Seperti biasanya, Debian 5.0.6 telah dibebaskan dari semua kekliruan yang ditemukan dan dilaporkan sejak rilis update 5 dengan mengaktualisi media instalasi untuk semua arsitektur prosesor yang disokongnya yaitu alpha, amd64, arm, armel, hppa, i386, ia64, mips, mipsel, powerpc, sparc, s390 dan media untuk source (kode sumber) dan multi-arch.