Pembaruan di openSUSE 12.3

Opensuse 12.3 yang telah ditunggu, tiba tepat waktu dan sesuai jadwal, membawa banyak pembaruan seperti disain tampilan desktop baru yang dianggap lebih elegan, banyak perangkat lunak yang diperbarui, dan sejumlah perbaikan teknis. Salah satu yang terpenting mencakup kemampuan untuk dijalankan pada sistem hardware dengan persyaratan UEFI, pada sistem dengan Secure Boot yang diaktifkan, walaupun memerlukan sedikit pengaturan secara manual.
susie123_temukan_bug_640
Proses booting, sekarang sepenuhnya dikendalikan via systemd yang juga bertanggung jawab terhadap fitur Hibernate dan Suspend, seraya melengserkan SysV. Seperti sebelumnya telah diungkapkan, openSUSE 12.3 telah merangkul MariaDB sebagai pengganti MySQL untuk database default di stack LAMP (Linux, Apache, MariaDB dan PHP).

opensuse123_desktop_640

openSUSE 12.3 Desktop

openSUSE 12.3 dibangun memberdayakan versi kernel 3.7, GNOME 4.10 dan KDE 3.6. Desktop lainnya seperti XFCE 4.10, LXDE, Enlightenment 0.17 (E17) juga telah disiapkan. Kernel 3.7 termasuk versi paling kini yang penuhnya mendukung sistem berkas CIFS SMB 2.1. NFS 4.1 kini telah stabil, sementara MD RAID mendukung operasi TRIM.

Perubahan lain pada openSUSE 12.3 termasuk pembaruan dari sistem yang ada dan aplikasi sistem. PulseAudio diangkat ke versi 3, dan memungkinkan dukungan untuk antara lain pada Bluetooth audio, peningkatan kualitas pada AD2P dan pada virtual surround. Alat btrfs “Snapper” dalam versi baru ini juga membuka peluang bagi pengguna awam untuk membuat snapshot atau cetakan dari sistem.

opensuse123_file_manager_640

openSUSE 12.3 File Manager

Desktop KDE 4.10 membawa Print Manager baru dan integrasi Bluetooth ditingkatkan. “Desktop semantik” Nepomuk terpasang memiliki sistem pengindeks file baru yang diklaim bekerja lebih cepat dan lebih efisien ketimbang Strigi dan sumber daya dapat dikonfigurasi lebih rinci.

Gnome 3.6 membawa perbaikan pada sistem pemberitahuan, file manager Nautilus dan integrasi akun Facebook, Windows Live dan Exchange dalam pengelolaan akun untuk desktop lebih baik. Dengan melibatkan Boxes, Gnome sekarang dapat memiliki perkakas untuk mengelola mesin virtual yang diklaim lebi jelas jelas ketimbang pengelola Virt-.

openSUSE 12.3 Application

openSUSE 12.3 Application

Software Aplikasi yang telah diperbarui termasuk Digikam 3.0 yang sekarang dapat menciptakan slideshow dalam berbagai format video, sementara gambar dapat diakses perangkat lain melalui jaringan DLNA. LibreOffice masih di dalam versi 3.6 (versi saat ini LibreOffice 4.0). Perkakas PIM, Kontact 4.10 (KDE) dan Evolution 3.6.3 (Gnome), telah diperbaiki untuk meningkatkan kinerja pencarian surel. Versi 2.7 dari KDE audio player Amarok membawa desktop dan integrasi iPod yang lebih baik. VirtualBox 4.2 mendukung Windows 8 sebagai tamu dan memungkinkan pembatasan bandwidth pada jaringan untuk mesin virtual.

Penyertaan software lainnya yang diumumkan bersama rilis RC2 termasuk Firefox 19.0, LibreOffice 3.6.3, GIMP 2.8.2, DigiKam 3.0, GCC 4.7.2, Xorg X Server 1.13.2, Wine 1.5.23, dan PulseAudio 3.0.

Samba 4 barangkali tidak ditemukan pada rilis ini, untuk itu akan digunakan Samba 3.6.12 sebagai standar bawaan 12.3. Pasalnya, Samba 4 disertakan karena terbit setelah jadwal pembekuan kinerja “Feature Freeze”.

Beberapa fitur utama yang dijagokan kali ini antara lain:

  • Dukungan ‘Secure Boot’: Pengembangnya memastikan bahwa openSUSE 12.3 tidak terjebak pada hardware baru dan tanpa masalah dipasang di mesin yang tertanam fitur UEFI. Poortvliet menghargai kerja keras tim pengembang untuk menyiasati teknologi Secure Boot berupa Unified Extensible Firmware Interface (UEFI) yang banyak ditemukan di hardware untuk Windows 8, yang booting memerlukan verifikasi berupa “digital signature”.
  • Desktop E17: openSUSE 12.3 kini menyertakan lingkungan desktop E17 “Englightenment” agar bisa tampil seindah Bodhi Linux, berikut paket Sawfish dan window manager baru.
  • Opsi basis data baru: Ditambahkan di openSUSE 12.3 adalah basis data open source PostgreSQL 9.2 dengan dukungan Native JavaScript Object Notation (JSON). Sementara MariaDB menggantikan MySQL sebagai database default.
  • Dukungan di Awan: Pengguna cloud pada openSUSE 12.3 telah didukung oleh rilis OpenStack “Folsom” yang lengkap

Media yang resmi diterbitkan terdiri dari LiveCD masing-masing dengan GNOME dan KDE, Media addon untuk bahasa dan kumpulan paket NonOSS disamping media DVD utama sebagai installer. Semuanya tersedia, baik untuk arsitektur 32-bit maupun 64-bit.

openSUSE 12.2: Terlambat Namun Stabil

openSUSE 12.2 telah tersedia, dibangun diatas versi Kernel Linux 3.4, glibc 2.15, Systemd 44, Gnome 3.4.2, KDE SC 4.8.4 dan Xfce 4.10. Berbekal komponen-komponen yang telah dioptimalkan tersebut, openSUSE 12.2 diklaim bisa menjalankan proses start lebih cepat dan lebih mudah digunakan. Jadwal peluncuran openSUSE 12.2 yang terlambat sekitar dua bulan dan diluncurkan tanggal 5 September 2012 lalu, menurut pengembangnya mendapat pengujian lebih lama dan menghasilkan produk yang lebih sempurna dan lebih stabil.

Walaupun banyak perbaikan telah dilakukan, versi Opensuse 12.2 tidak terlalu banyak membawa pembaruan maupun penambahan fitur baru dibandingkan dengan versi 12.1 sebelumnya. Pembaruan terpenting pada versi ini adalah peralihan menggunakan Grub 2 dan Plymouth disamping aktualisasi untuk semua peket software yang disertakan. Pergantian Bootloaders dari Grub Legacy ke Grub 2 juga merupakan persiapan atas peluang nantinya bisa memenuhi standar UEFI. Walaupun demikian, belum dijamin apakah standar ‘Secure Boot’ yang akhir-akhir ini banyak dipersoalkan itu, bisa digunakan untuk versi 12.2.

Dibandingkan dengan distribusi Linux Ubuntu dan Fedora yang telah lama memanfaatkan Grub 2 berbasis teks dengan latar belakang satu warna, maka openSUSE menampilkannya lebih cantik dengan tema Grub yang khas. Modul Bootloader di YaST juga sekaligus telah diselaraskan dengan Grub 2. Untuk penampilan saat Systemstarts digunakan Plymouth yang meragakan dengan animasi.

Tim pengembang openSUSE juga melakukan modifikasi Gnome Shell pada versi Gnome 3.4 yang disertakan bersama versi kali ini. Sebagai contoh disebutkan bahwa pengguna bisa melakukan penyetelan pada koneksi WLAN tanpa perlu otorisasi sebagai administrator. Disamping aktivasi untuk opsi Tap-to-Click dan mematikan Touchpad saat menulis di papan ketik. Berkat pustaka grafis Mesa 8.0 berikut driver Llvmpipe bawaannya, maka Gnome-Shell juga bisa dimanfaatkan menggunakan hardware (kartu grafis) yang tidak memiliki kemampuan akselerasi 3D. Dalam modus ini, tugas kalkulasi untuk membuat efek 3D diambil alih oleh CPU.

Pada versi desktop KDE, tim pengembang openSUSE lebih mengutamakan stabilitas ketimbang aktualitas. Walaupun versi KDE SC 4.9 telah tersedia satu bulan sebelum peluncuran openSUSE 12.2, pengembangnya memilih penyertaan versi KDE SC 4.8.4. Versi ini memanfaatkan QtQuick berikut semua bagian dari bahasa pemrograman Qt Meta Object Language (disingkat QML). Komponen Plasma dari pustaka QML menyediakan API di KDE SC 4.8, yang digunakan untuk menyediakan obyek-obyek window yang acapkali diperlukan seperti untuk membuat tombol, slider, atau bar gulir (buttons, sliders, scroll bars) di sebuah aplikasi.

Disamping KDE SC 4.8, tersedia untuk fan KDE nostalgia versi khusus KDE 3.5.10 yang telah disesuaikan. Juga disertakan bersama openSUSE 12.2 adalah lingkungan desktop Xfce 4.10 yang tampilannya telah diperbaiki, disamping desktop LXDE yang telah ditingkatkan.

openSUSE 12.2 ditenagai menggunakan versi Kernel Linux 3.4 yang sejak versi openSUSE telah mendukung sistem berkas Btrfs dengan semua perbaikannya. Bila terjadi kesalahan pada sistem berkas kini mampu menampilkan pesan error sekaligus beralih ke modus read-only. Distribusi ini dibangun menggunakan kompailer GCC 4.7.1 yang mendukung standar C++11 dan C11, dan diklaim mampu meningkatkan kinerja openSUSE 12.2. Untuk versi Java juga telah dilakukan peningkatan dari versi 6 ke OpenJDK 7.

Bagi para pengembang disediakan perangkat Qt 4.8.1, seperti juga Glibc 2.15 yang telah dioptimalkan untuk arsitektur 64-Bit. Juga bahasa pemrograman Go 1.0.2 dari Google tersedia untuk distribusi ini.

Suit office yang dibundel bersama openSUSE 12.2 adalah Libreoffice 3.5.4 yang juga menyertakan Calligra-Suite 2.4.2 sebagai alternatif dan merupakan peket office besutan proyek KDE yang untuk kali pertama menggunakan nama barunya. Bersama media instalasi tersedia Firefox dan Thunderbird versi 14, sementara di lumbung repositorinya telah tersedia versi 15. Sebagai pengelola gambar tersedia versi Gimp 2.8 yang telah memiliki fitur jendela tunggal dan untuk memutar musik tersedia Musikplayer Tomahawk dan Pragha.

Agar OpenSuse 12.2 berjalan dengan baik, dipersyaratkan perangkat keras dengan prosesor minimal Pentium 4, dengan kecepatan minimal 2,4 GHZ atau yang lebih baru atau lebih tinggi. Memori kerja (RAM) disarankan tidak kurang dari 1 GByte. Spasi harddisk yang disarankan adalah minimal 5 GByte.

Media utama openSUSE 12.2 yang diterbitkan termasuk:

  • sku-00.112.122.01 – openSUSE-12.2-KDE-LiveCD-i686
  • sku-00.112.122.02 – openSUSE-12.2-GNOME-LiveCD-i686
  • sku-00.112.122.11 – openSUSE-12.2-KDE-LiveCD-x86_64
  • sku-00.112.122.12 – openSUSE-12.2-GNOME-LiveCD-x86_64
  • sku-00.112.122.32 – openSUSE-12.2-Addon-NonOss-BiArch-i586-x86_64
  • sku-00.112.122.51 – openSUSE-12.2-DVD-i586
  • sku-00.112.122.61 – openSUSE-12.2-DVD-x86_64
  • sku-00.112.122.52 – openSUSE-12.2-Addon-Lang-i586
  • sku-00.112.122.62 – openSUSE-12.2-Addon-Lang-x86_64

openSUSE 12.1 Hadirkan Pembaruan Di Semua Jajaran

Bersama kehadiran versi terbaru openSUSE 12.1 telah dilakukan transformasi ke era terkini desktop software bebas dan teknologi server dengan menampilkan sejumlah fitur yang unik seperti misalnya Snapper tool untuk memantau perubahan berkas berikut fungsi rollback.

Sebagai software pendukung Systemstart kini digunakan Systemd dan berkat pemrosesan yang dilakukan secara serentak (parallel), dimungkinkan booting “lebih cepat, lebih baik”. Pembaruan lainnya adalah penerapan Btrfs sebagai salah satu pilihan untuk sistem berkas yang telah terintegrasi dengan perkakas unggulan YaST. Sementara itu sistem berkas Ext4 masih tetap digunakan sebagai sistem berkas standar (default).

Desktop openSUSE 12.1 memperkenalkan fitur color management, GNOME Shell dan mendukung empat lingkungan desktop utama (KDE, Gnome, Xfce dan Lxde) lainnya. Saat proses instalasi berlangsung, pengguna diberikan peluang untuk pilihan lingkungan desktop KDE 4.7, Gnome 3.2, Xfce dan Lxde. Pengembangnya juga mengklaim bahwa openSUSE adalah distro utama pertama yang mengemas sistem “color management tools”, baik pada desktop GNOME maupun KDE.

Bersama GNOME 3.3 yang disertakan, pengembangnya telah melakukan penyempuranan terhadap GNOME Shell. Peningkatan utama versi ini dibandingkan GNOME 3 preview yang diperkenalkan pada openSUSE 11.4, adalah termasuk penanganan yang lebih baik pada layar sempit dan pada layar multi-screen, notifikasi lebih baik dan konfigurasi akun daring (online accounts configuration) yang terpusat. Rilis ini juga membawa pengengelola berkas baru, pratampil cepat pada Nautilus file manager, peningkatan pada pengelolaan warna dan rotasi otomatis untuk perangkat dengan “touch screen”.

Edisi KDE dari openSUSE 12.1 mengemas KDE Plasma Workspaces 4.7 sebagai desktop utama dan merupakan desktop utama pertama yang memberdayakan KolorManager baru, plus perkakas pengelola warna Oyranos. Pembaruan lainnya termasuk KPackageKit untuk menggantikan Apper, penyederhanaan instalasi dan pencopotan aplikasi.

SysAdmin dapat mengelola openSUSE 12.1 jarak jauh lebih mudah menggunakan WebYaST yang disertakan bersama distro ini. Kecuali itu, ia juga telah disiapkan untuk dijalankan di lingkungan Cloud Amazons. Dan bersama teknik virtualisasi seperti Xen 4.1, KVM dan VirtualBox, openSUSE 12.1 dapat digunakan sebagai sistem Host untuk menampung sistem operasi lainnya. Di lumbung repositori untuk vistrualisasi dan cloud distro ini tersedia banyak perkakas dan paket yang dapat digunakan untuk membangun dan mengelola layanan Cloud seperti ownCloud dan Mirall, Eucalyptus, OpenNebula atau OpenStack.

Banyak pembaruan telah diterapkan pada openSUSE 12.1 bila dibandingkan dengan versi sebelumnya, diantaranya adalah Kernel 3.1, GCC 4.6 dan X.org 7.6. Kernel Linux 3.1 yang digunakan telah mengandung perbaikan pada driver untuk jaringan dan grafik. Versi kernel ini telah mendukung modul Rt2x00 untuk set chip besutan Ralink pada RT3572/RT3592/RT3592+Bluetooth Combo Card. Driver versi bebas Nouveau bersama openSUSE 12.1 diklaim mampu mendukung firmware akselerasi hardware 3D yang diperlukan untuk kartu grafis Nvidia dengan chipset Fermi.

openSUSE 12.1 Lampaui Milestone 5

Bersama penerbitan versi ujicoba ke lima (12.1m5) tersisa satu babak test dan proses stabilisasi (Milestone 6) sebelum peluncuran yang direncanakan pertengahan November 2011. Pengujian kali ini terutama untuk paket start baru: Systemd yang dikembangkan oleh Lennart Poettering, walaupun sampai sekarang masih menggunakan SysVInit sebagai standar.

Dengan demikian OpenSUSE 12.1m5 bisa di booting lebih cepat berkat penggantian sistem SysVInit menjadi Systemd. Kecuali itu openSUSE dalam proses menggantikan paket Oracle Java.

Setelah baru-baru ini Oracle menerapkan aturan lisensi baru untuk penditrusian Java, pengembang openSUSE memusatkan pengembangannya untuk menggunakan OpenJDK yang berlisesi GPL sebagai penggantinya.

Lingkungan desktop Gnome yang dipasang di 12.1m5 adalah versi Gnome 3.1.5, untuk openSUSE 12.1 final sedang disiapkan pemasangan Gnome 3.2. Pembaruan lainnya adalah peningkatan Glibc ke versi 2.14.

Giliran openSUSE Gandrungi Unity

Menurut Nelson Marques yang ditulis di blognya, ia telah melakukan penyesuaian (portasi) antarmuka Unity 2D, yaitu sebuah varian dari Desktops Unity tanpa perlu akselerasi 3D.

Proyek Ubuntu telah menggunakan varian ini hanya untuk edisi Netbook prosesor ARM dan dimasa depan disiapkan untuk disatukan dengan keluarga Unity lainnya agar nantinya semua jenis komputer bisa memiliki antar muka yang seragam. Edisi ini sekaligus meniadakan alternatif GNOME 2.x dan juga tidak lagi menyediakan dukungan untuk itu. Dengan demikian dimasa depan hanya disediakan alternatif dengan basis menggunakan GNOME 3 atau Qt.

Unity yang awalnya dikembangkan oleh Ubuntu dan untuk kali pertama dijadikan antar muka default untuk rilis Ubuntu 11.04 (Natty Narwhal), kini juga disesuaikan untuk openSUSE dan paket Unity tersebut dapat ditemukan di lumbung Build Service proyek GNOME:Ayatana-Repository, termasuk aplikasi popular seperti Evolution, Banshee, Empathy, Metacity, dan sejumlah indikator asal Ubuntu. Dalam waktu dekat Unity 2D, atas inisiatif Nelson Marques juga menjadi bagian permanen dari repositori tersebut.

Unity 2D merupakan paket aplikasi pertama yang digunakan Marques untuk merancang fitur indikator Unity termasuk launcher auto-hide, selektor workspace, menu aplikasi & files, dan transparansi secara default. Sejumlah screenshots dapat disimak di blog-nya Marques dan termasu yang dikutip disini.

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 174 pengikut lainnya.