OSI Selenggarakan Kompetisi Video Multimedia F/OSS

OSI (Open Source Initiative), sebuah organisasi yang khusus dibentuk guna mempromosikan software open source, mengumumkan peluncuran ajang Kompetisi Internasional untuk Software Multimedia Bebas dan Open Source (International Competition in Free and Open Source Software Multimedia disingkat ICOM) yang diorganisai oleh Sekolah Dasar Sena (SK Sena) Malaysia dan Universitas Perlis Malaysia (UniMAP) bersama dengan pemerintah negara bagian Perlis, dan Kementerian Pendidikan Malaysia. Kompetisi ICOM dalam pembuatan video ini, terbuka untuk siswa dari seluruh dunia, mulai dari anak-anak sekolah dasar sampai dengan siswa lembaga-lembaga pendidikan tinggi digelar dengan tujuan utama:

  • Untuk mendorong berpikir kreatif dan kerja sama tim di antara peserta,
  • Untuk mempromosikan penggunaan Free and Open Source Software (F/OSS) secara aktif di bidang pendidikan,
  • Untuk menciptakan sebuah platform sehat dalam kompetisi di antara siswa dan mahasiswa pada tingkat internasional.

Peserta memiliki waktu selama sekitar 3 bulan mulai sekarang sampai akhir Juli (31-07-2014, jam 11.00 wib) untuk merencanakan, shooting, mengedit dan meng-upload dan mengirimkan karya-karya mereka. Mereka dapat memilih untuk mengembangkan drama, liputan berita, video dokumenter atau sebuah pesan layanan masyarakat dengan topik yang terkait dengan pendidikan, komunikasi atau masalah lingkungan.

Semua masukan akan dinilai oleh personil bidang pendidikan dan media dari Malaysia, dan pemenang akan menerima sertifikat dan penghargaan, termasuk beberapa t-shirt OSI yang OSI. Mereka juga akan mem-posting video pemenang di situs OSI.

.
Fitur yang paling menarik dari kompetisi ini adalah bahwa setiap video yang dihasilkan hanya menggunakan perangkat lunak berlisensi open source F/OSS, mulai dari persiapan pra-produksi sampai pasca produksi. Hal ini merupakan salah satu cara yang fantastis untuk mempromosikan kesadaran dalam menggunakan perangkat open source, meningkatkan akses ke teknologi dalam bidang pendidikan, sementara menciptakan program-program inovatif dalam hal mengajar dan belajar. Semua ini sangat diperlukan dalam pemerintahan, pendidikan dan masyarakat. Penyelenggara ICOM juga telah menyusun sebuah katalog aplikasi open source untuk bidang grafis dan produksi video yang dapat diakses di http://icom.sksena.edu.my/downloads-bot.

OSI mensponsori kompetisi ini dan berharap para pendidik dari seluruh dunia akan mengambil keuntungan, tidak hanya kesempatan untuk melibatkan para siswa mereka dalam ajang lintas-budaya, multi- disiplin, bertukar pengalaman dalam pendidikan tingkat internasional, disamping memperkenalkan dan mempromosikan nilai, manfaat dan kualitas perangkat berbasis open source.

Lebih rinci tentang kompetisi pada simak situs khusu “ICOM: Free Software, Free Minds“, atau hubungi penyelenggara langsung di info@icom.sksena.edu.my .

AOSI Selenggarakan Pelatihan OpenERP

AOSI kembali menggelar pelatihan produk sumber terbuka “Implementasi Enterprise Resource Planning menggunakan OpenERP“, sebuah kegiatan berkala guna mendongkrak kebutuhan perusahaan UMKM dalam memperkuat sistem IT mereka, bebas dari ketergantunagn vendor tunggal dan dengan biaya yang lebih rendah.

2014-04-21_aosi_brosur_openerp_640

OpenERP bertujuan agar perusahaan kecil menengah dapat mengoperasikan seluruh kegiatan bisnisnya yang meliputi penjualan, pembelian, pergudangan, produksi, distribusi, akuntansi dst, secara cepat, akurat, efisien dan terintegritasi, dengan biaya yang relatif tidak mahal.

Training keempat AOSI yang dijadwalkan pada Hari Senin, 21 April 2014, pukul 08:00 – 17:00 WIB, dibawakan oleh Bapak Muhammad Fahreza (Project Manager) sebagai Trainer Utama dari PT. Visi, yang dibantu oleh Asisten Trainer adalah: Fadhlullah (Lead Programmer) Joen Nudhir Rayhan (Business Analyst) semuanya dari tim PT. Visi

Kegiatan Training yang digelar di Rukan Permata Senayan E2-E5, Jl. Tentara Pelajar 5, Jakarta 122102, mengandung meteri yang disampaikan secara marathon selama 9 jam, mulai dari Pendaftaran, Pengenalan OpenERP, Instalasi OpenERP, Modul Sales, Hands On, Modul Sales – Accounting, Hands On, How to Create User, and Access Rights, Istirahat, Hands On, Modul Sale and Purchase – Invoicing Control, Hands On, Review All, Coffee Break, Modul Manufacturing, Hands On, Modul Warehouse – Manufacturing, Hands On, Modul Human Resources, dan mengisi Feedback Form.

Menurut penyelenggara, yang perlu hadir pada kesempatan ini adalah semua kalangan dari perusahaan menengah yang ingin tahu cara mengoperasikan seluruh kegiatan bisnisnya secara cepat, akurat, efisien dan terintegritasi, dengan biaya yang relatif tidak mahal.

Agar mendapatkan hasil yang maksimal, sebelum menghadiri Training yang dibandrol dengan harga Rp. 500.000 ini, diharapkan peserta training telah memiliki pengetahuan tentang cara menggunakan komputer dengan pemahaman aplikasi perkantoran. Pendaftaran dapat dilakukan via http://aosi.or.id/pendaftaran/ atau langsung on-the-spot ditempat.

ICrOSS 2014 Membumi di Surabaya

Ajang pamer Sumber Terbuka ICrOSS 2014 kembali digelar tahun ini di Hotel Bumi Surabaya, pada tanggal 23-24 April 2014. Perhelatan yang diselengarakan AOSI (Asosiasi Open Source Indonesia) ini didukung oleh KOMINFO dan KLAS (Komunitas Linux Arek Suroboyo) dengan harapan agar komunitas open source dapat bertemu dengan para pengembang, inovator, pengusaha dan investor membahas tentang bagaimana membangun kerjasama yang sangat erat antara pelaku bisnis dan pemerintah bersama komunitas open source, disamping bertujuan agar dapat memanfaatkan aplikasi dan penerapan open source secara optimal di Indonesia.

ICrOSS 2014 Membumi di Surabaya

Seperti dijabarkan di situs khusus pendukung acara ini, manfaat yang dijanjikan perhelatan ini antara lain adalah:

  • Belajar teknik-teknik yang dapat digunakan langsung untuk menulis aplikasi yang baik.
  • Mendengar pengalaman dari pembicara-pembicara berpengalaman dari dalam dan luar negeri dengan berbagi latar belakang, dimana para pembicara ini akan berbagi tentang perkembangan terbaru di dunia OSS, praktik terbaik, serta tips dan trik untuk mengatasi tantangan yang dihadapi.
  • Memelihara ketrampilan terkait OSS yang terkini melalui tutorial / workshop praktis meliputi berbagai macam bahasa pemograman dan platform open source.
  • Berbagi dan berkolaborasi dengan lebih dari seribu pengembang open source, hacker, ahli, vendor, dan pengguna dari semua tingkat.
  • Mengukur tingkat ketrampilan dan keahlian melalui lomba-lomba dari kompetisi untuk berbagai bidang.

Rincian Agenda, Daftar Pembicara, Workshop dan Registrasi disini.

Google Pantau Perubahan Hutan Secara Real Time

Google melalui situs organisasi pemantau hutan GlobalForestWatch.org menawarkan peta dunia terkait dengan perubahan yang terjadi pada pohon-pohon yang ada di dunia secara real-time. Lapisan informasi yang ditawarkan, disamping proses penebangan (loss) maupun rehabilitasi (gain) real-time, juga jenis pemanfaatan pembukaan lahan hutan seperti Logging, Mining, Oil palm, Plantasi wood fiber (bahan kertas).

Perubahan Hutan Secara Real Time

VBB OpenStreetMap Tingkatkan Layanan Transportasi Publik

Salah satu contoh positif pemanfaatan peta open source OpenStreetMap adalah peta hidup (LiveMap) bagi warga pengguna “Jaringan Transportasi Terpadu VBB” (Verkehrsverbunds Berlin Brandenburg) yang beroperasi di wilayah negara bagian Berlin dan Brandenburg di Jerman. Peta hidup yang telah daring tersebut, mempublikasikan kepada warga pengguna angkutan umum, data posisi dari setiap angkutan umum melalui internet yang mudah diakses via ponsel pintar secara real-time.

Peta Hidup VBB 2014-02-18

Walaupun jadwal keberangkatan kendaraan umum pada setiap halte di negara tersebut cukup akurat, kehadiran peta hidup sangat membantu warga dalam mengoptimal waktu perjalanan mereka  lebih efisien dan efektif. Menggunakan peta hidup berbasis OpenStreetMap yang diluncurkan dinas transportasi VBB, ditawarkan data real-time dari beberapa operator transportasi yang satu dengan lainnya “nyambung”, tentang posisi keberadaan dan pergerakan setiap bus, kereta api maupun feri yang sedang beroperasi.

Pengguna yang ingin mendapatkan gambaran tentang lalu lalang kendaraan umum di sekitarnya, maka penampilan peta hidup semacam ini sangat berguna. Dari pada menelusuri jadwal tertera di halte, buku atau situs yang statis, pengguna segera dapat mengambil keputusan menuju halte alternatif yang paling tepat untuk mencapai tujuan yang diinginkan. Secara real-time juga diperhitungkan keterlambatan dan laju perjalanan dari kendaraan yang diinginkan.  Simak Lalu lintas kendaraan umum di Berlin saat ini secara real-time.

Informasi yang disediakan peta dinamis VBB di kota Berlin, termasuk semua perjalanan transportasi publik saat ini, meliputi 13.000 halte dan stasiun pemberhentian dari sekitar 1.000 trayek di lingkungan VBB terdiri dari kereta regional, S-Bahn (kereta dalam kota), U-Bahn (kereta bawah tanah), trem, bus, feri, termasuk juga transportasi kereta jarak dari dan menuju ke Berlin.

Kecuali itu, peta hidup yang masih berstatus beta ini juga menampilkan jadwal dan ketepatan waktu berhenti di setiap halte. Posisi perjalanan kendaraan yang ditampilkan secara real-time diperhitungkan berdasarkan posisi antara dua halte yang sedang ditempuh.

Siapakah Kontributor Linux 2013

Sekali dalam setahun, sejak 2008 (rilis kernel 3.3 sampai 3.10) yayasan Linux Foundation meng-analisa aktifitas repositori daring, lumbung dimana tersimpan kode sumber pemrograman kernel Linux disimpan. Linux adalah kernel dari banyak sistem operasi, baik yang menyandang nama Linux, atau tidak seperti halnya pada Android.

Laporan LF - Kernel Linux 2013

Secara berkala kernel Linux versi stabil dirilis sekali setiap 2-3 bulan, mengemas perbaikan dan penambahan fitur baru, dukungan terhadap hardware baru, dan peningkatan kinerja. Seiring dengan meningkatnya kerumitan kernel, jumlah perubahan pada setiap rilisnya mencapai lebih dari sepuluh ribu penambalan, dan melibatkan lebih dari 1100 pengembang, termasuk 225 perusahan.

Siapa yang membayar pengembangan kernel Linux?
Sementara kontributor relawan masih merupakan pluralitas di antara para pengembang, namun lebih dari 80 persen kode disumbangkan oleh pengembang yang dibayar untuk melakuan pekerjaan mereka. Secara khusus Linux Foundation mencatat pada laporan terakhir, bahwa kontribusi dari perusahaan sektor industri mobile dan embedded system seperti Linaro, Samsung, dan Texas Instruments, telah meningkat.

Siapa yang menulis kode Linux?
Meskipun jumlah pengembang individu sangat besar, tercatat masih relatif kecil jumlahnya yang melakukan sebagian besar dari pekerjaan pembuatan kernel. Sejak rilis 2.6.11, sepuluh pengembang top telah memberikan kontribusi terhadap 30.420 perubahan, atau sekitar 8,4% dari keseluruhannya. Sedangkan tiga puluh pengembang top, memberikan kontribusi lebih dari 18% dari keseluruhannya.

Baca laporan selengkapnya [12 halaman PDF, 275KB] sign-in disini.

OpenStreetMap: Sedia Payung Sebelum Banjir

“Sedia payung sebelum hujan,” sebuah peribahasa yang dijabarkan dalam WikiQoute sebagai berikut: “Mengantisipasi masalah sebelum masalah tersebut terjadi. Terutama yang dimaksud adalah menabung dahulu selama bisa, atau selama hari muda. Nanti jika ada musibah sudah lebih mudah ditanggulangi. Harus selalu waspada sebelum segala sesuatu terjadi.

Sedia Payung Sebelum Banjir

Gerakan Open Source tidak sebatas perangkat lunak, namun Open Source diyakini oleh banyak kalangan sebagai ide positif dan bermanfaat untuk masyarakat luas, termasuk di bidang pemetaan. OpenStreetMap adalah proyek bebas yang mengumpulkan data spasial dan dapat digunakan secara bebas (Open Data). Data tersebut digunakan untuk membangun peta dunia dan peta-peta khusus yang dimanfaatkan untuk beragam kebutuhan termasuk navigasi. OpenStreetMap memungkinkan siapa saja untuk melihat, mengedit dan menggunakan data geografis yang telah dibangun secara kolaboratif dari mana dan oleh siapa saja di permukaan bumi.

Inti dari proyek ini adalah berupa sebuah database geografis mirip Wiki yang dapat dimanfaatkan secara bebas berdasarkan Lisensi Open Database. Dengan demikian, pemanfaatkan baik untuk keperluan untuk di cetak, website dan untuk aplikasi perangkat lunak seperti navigasi tidak dibatasi maupun ditarik biaya, asalkan menyebutkan OpenStreetMap sebagai sumber data. OpenStreetMap tidak lain merupakan Wikipedia untuk data pemetaan dunia.

Menggunakan OpenStreetMap adalah salah satu upaya dalam menyikapi bencana sebelum hal itu terjadi dengan partisipasi masyarakat. Sebuah Tim khusus yang mengantisipasi pemetaan wilayah bencana adalah HOT (Humanitarian OpenStreetMap Team) yang saat ini diketuai ibu Kate Chapman sebagai direktur eksekutif dari Tim Kemanusiaan OpenStreetMap.

Seperti halnya Freeware pada perangkat lunak, sebagian besar peta yang ada seperti Google Maps adalah tidak sepenuhnya bebas maupun terbuka, walaupun bebas biaya (dalam batasan hukum dan teknis tertentu). Sementara itu, OpenStreetMap adalah seperti Wikipedia untuk peta, dimana siapa saja dapat memiliki akun dan berkolaborasi membangun peta secara gotong royong untuk di manfaatkan bersama.

Untuk menjaga kualitas pemetaan, seperti halnya pada Wikipedia, kontribusi peta yang bebas bukan berarti tanpa pengawasan. Tujuan yang ingin dicapai adalah untuk menciptakan sebuah peta dunia yang bebas dan relevan, baik dari sisi biaya maupun kemerdekaan. Data pemetaan yang dikumpulkan oleh masyarakat tersedia di bawah Lisensi Open Data Commons: Open Database License (ODbL), yang mirip dengan lisensi Creative Commons untuk Wikipedia, namun diciptakan untuk database.

Humanitarian OpenStreetMap Team (HOT) memanfaatkan data geografis OpenStreetMap dengan semangat dan prinsip open source untuk menanggapi bencana dan memfasilitasi proyek-proyek kemanusiaan lainnya. Aktivitas penting pertama dari Tim ini berupa panggilan masyarakat untuk memetakan Jalur Gaza pada tahun 2009, yang pada saat itu,  belum tersedia pemetaan yang baik untuk penduduk Palestina.

Mementum yang terkenal terjadi bulan Januari 2010, saat mana OpenStreetMap (HOT pada saat itu belum resmi terbentuk) berhasil menanggapi bencana gempa di Haiti. Dalam waktu tiga jam Tim kontributor dari Jepang telah mulai pemetaan Port-au-Prince, kemudian disusul oleh kontributor dari Jerman. Upaya tersebut disebar luaskan melalui jalur IRC dan mailing list, sehingga tersedia peta yang menunjukkan dampak bencana, dan perbedaannya terhadap peta yang tersedia. Hal ini sangat membantu penanggulangan bencana, dan untuk kali pertama data OpenStreetMap digunakan secara produktif.

OpenStreetMap Jakarta
Kredit gambar: http://www.openstreetmap.or.id

Sejak tahun 2011, Tim OpenStreetMap Indonesia mulai berkiprah dan melakukan pemetaan infrastruktur dan bangunan. Peta tersebut senantiasa ditambahkan dan diperbaiki secara berkesinambungan dengan bantuan masyarakat. Hasil pemetaan dapat digunakan siapa saja untuk tujuan apa, termasuk pemetaan kemiskinan, pariwisata, perencanaan kota, perencanaan bencana dan lainnya.

Tim OpenStreetMap Indonesia dengan kegiatan yang ditampilkan di situsnya melakukan berbagai kegiatan, termasuk lokakarya dan terutama ide positif yang diemban proyek kemanusiaan OpenStreetMap (HOT) di seluruh Nusantara. Mereka juga melakukan pemetaan di Jakarta, yang terdiri dari 267 kelurahan dengan penduduk lebih lebih dari 10 juta warga yang rawan banjir. Ketika pada bulan Januari tahun lalu (2013), Jakarta mengalami banjir, data pemetaan untuk kali pertama digunakan membantu penanggulangan.

Salah satu perngkat lunak open source yang terkait adalah InaSAFE, software buatan komunitas open source Indonesia untuk pemodelan dampak bencana yang dikembangkan oleh BNPB, Australian Aid, dan World Bank untuk mengantisipasi bahaya gempa, banjir dan bencana lainnya, dengan menambahkan data terkait lainnya, seperti data kependudukan dan infrastruktur. Dibuat untuk memberikan kemudahan dalam memprediksikan dampak dari sebuah bencana, sehingga dimungkinkan untuk melakukan perencanaan lebih baik dalam mengantisipasi bencana.

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 179 pengikut lainnya.