SUSiE Pulang Kampung

Seusai proses akuisisi Novell oleh Attachmate yang diawali bulan November 2010 lalu, kini setelah rampung saatnya tiba rencana-rencana juragan baru Attachmate direalisasikan. Terutama yang berkaitan dengan struktur perusahan yang pernah menyebutkan pemisahan antara bisnis Novell dan bisnis Linux SUSE.

Untuk itu, disebutkan bahwa Novell dan SUSE akan menjadi dua perusahan yang seratus persen independen dengan organisasi yang masing-masing memiliki presiden dan GM tersendiri dan melapor langsung ke boss Attachmate, Jeff Hawn. Sebagai juragan Linux SUSE ditunjuk Nils Brauckmann, yang sampai saat ini menjabat wakil direktur Attachmate dan pemasaran untuk EMEA (Europa dan Timur Tengah). Kantor pusat SUSE dipindahkan dari Amerika ketempat kelahirannya di Nürnberg, Jerman.

Kantor pusat Novell juga pindah ke Provo di negara bagian Utah yaitu tempat dimana Novell berakar sejak 1979. Disini nantinya Novell akan dipimpin oleh Bob Flynn, yang sebelumnya bertanggungjawab sebagai presiden dari unit bisnis ‘Host Connectivity Solutions Business Unit’ di Attachmate. Flynn berkarya di Attachmate sejak 1998 dan sebelumnya merupakan jebolan IBM. Posisi kantor pusat saat ini di Waltham, Massachusetts dipertahankan, namun sebagian dari karyawan dipindahkan ke headquarter baru di Provo, yaitu kota dimana Novell didirikan 32 tahun yang lalu.

Dikutip dari sebuah wawancara dengan Zdnet, Hawn menekankan bahwa Novell akan meneruskan komitmennya terhadap Open Invention Network, seperti juga terhadap kesepakatan yang pernah dibuat dengan Microsoft. Pemisahan SUSE diharapkan agar portfolio perusahan lebih jelas dan produk-produknya lebih mudah dimengerti pelanggan. Bersama dengan Suse, juga bagian dari produk Novell, Open Plattform Solutions (OPS) turut diusung. Kerjasama dengan komunitas OpenSUSE akan dilanjutkan dan didukung, tidak mengalami perubahan, termasuk proyek-proyek Open Source yang menyertainya seperti Mono.

Novell Sediakan Sentinel Log Manager Edisi Free

Novell perkenalkan versi Sentinel Log Managers edisi free yang dibandingkan versi evaluasi tidak lagi ada pembatasan waktu penggunaannya. Namun versi yang tidak berjangka dan tanpa bayar ini dibandingkan edisi penuh memiliki beberapa keterbatasan, antara lain adalah frekuensi event yang dibatasi sampai dengan 25 kejadian per detik.

Edisi free tetap dilengkapi dengan fitur-fitur penting dan esensial dari Sentinel Log Manager termasuk koleksi protokol dan data log. Pembatasan untuk versi free termasuk fungsi pencari (search) dan tidak bisa meneruskan data log.

Untuk pengguna edisi tanpa bayar ini disediakan template yang telah dikonfigurasi untuk membantu pengguna membuat laporan tentang compliance dan keamanan. Solusi ini juga memungkinkan untuk memonitor beberapa sumber sekaligus termasuk Linux-Syslog dan rekaman kejadian yang dibuat di sistem Unix lainnya. Sentinel Log Managers merupakan solusi yang dikaitkan dengan produk-produk sekuriti dan pengelola identias besutan Novell lainnya.

Informasi lebih lengkap tentang cara kerja dari Sentinel Log Managers dapat disimak dari situs Novell termasuk tutorial video selama 21 menit. Paket aplikasi Sentinel Log Managers edisi free ini dapat segera diunduh dari situs yang sama setelah melakukan registrasi. Sebagai target platform untuk menjalankan aplikasi ini disarankan Suse Linux Enterprise Server 11 dengan Service Pack 1.

Studi: Faktor Keberhasilan Proyek Besar Open Source

Struktur proyek-proyek besar open source yang dikelola oleh organisasi nirlaba atau yayasan independen merupakan salah satu alasan keberhasilan dan pertumbuhan proyek tersebut.

Demikian kira-kira disimpulkan Henrik Ingo, penulis buku “Open Life: The Philosophy of Open Source” dan mantan karyawan proyek basis data MySQL dan MariaDB, dalam sebuah studi yang diungkapkan di situsnya: openlife.

Studi tersebut bisa dijadikan panduan misalnya tentang bagaimana caranya menggandakan pertumbahan proyek sampai sepuluh kali lipat dengan omzet yang membengkak sampai lima kali lipat. Studi itu bertopang pada hasil pantauannya terhadap proyek-proyek open source yang banyak dikembangkan bersama sebuah perusahan komersil dan pertumbuhan pangsa pasarnya kira-kira proporsional dengan investasi yang ditanamkan.

Titik berat dari laporan Ingo adalah proyek-proyek open source skala besar dari semua proyek yang dibaginya menjadi empat kategori. Sembilan proyek dalam kategori “XtraLarge” adalah Linux, KDE, Apache, Eclipse, Perl berikut CPAN, Mozilla berikut Addons, GNOME, Drupal dan GNU. Proyek-proyek tersebut paling tidak memiliki lebih dari seribu pengembang aktif dan memproduksi lebih dari seratus perbaikan kode pemrograman setiap harinya.

Kategori berikutnya tergolong proyek-proyek yang ukurannya tidak lebih dari sepersepuluh dibangdingkan dengan ukuran proyek di kategori pertama. Kategori ketiga diisi oleh proyek kelas menengah yang memiliki pengembang aktif tidak lebih dari 20 dan sisanya termasuk ketegori keempat.

Data kuantitatif diambilnya dari Ohloh yang mencatat lebih dari 300 ribu proyek sumber terbuka. Namun menurut Ingo data yang dikoleksi Ohloh tidak semua akurat dan untuk itu ia harus meng-update-nya.

Ada dua kemungkinan sebagai pihak pengendali di proyek-proyek skala besar yaitu sebuah organisasi nirlaba yang independen atau sebuah perusahan yang mengatur semua aspek penting. Yang menarik dari laporan tersebut adalah faktor perbedaan ukuran yang mencolok di sembilan proyek kategori “XtraLarge” dibandingkan kategori berikutnya yaitu paling sedikit sepuluh kali lipat lebih besar. Dari hasil pantauan tersebut penulis dapat menyimpulkan bahwa proyek yang dikontrol oleh satu perusahan saja pertumbuhannya ternyata terbatas. Sebagai perkecualian adalah proyek OpenJDK yang berkat sokongan IBM bisa masuk ke kategori pertama. Kendati Red Hat juga ikut disini, namun pemegang kendali di OpenJDK adalah Oracle.

Mengambil proyek kernel Linux sebagai contoh disebutkan, andaikan hanya satu perusahan seperti Red Hat yang membantu pengembangannya maka diduga keras bahwa aktifitasnya tidak akan lebih dari sepersepuluh dari apa yang terjadi saat ini dan proyek ini bisa menjadi kurang penting.

Red Hat memberdayakan lebih dari sepertiga (adakalanya bahkan sampai separuhnya) untuk pengembang aktif yang memberikan kontribusi terhadap perubahan di Kernel sekitar 12%. Kontribusi sebesar 12% tersebut menghasilkan pangsa pasar sebesar 62% yang telah diraih Red Hat untuk produk Linux skala perusahan.

Sebagai nomor dua, Novell yang memberikan kontribusi sebesar 7,6% dalam pengembangan Kernel dan mampu meraih pangsa pasar sekitar 29%. Penulis menyebutkannya sebagai faktor keuntungan (gain) yang terjadi berkat kontribusi silang semua pihak yang ujung-ujungnya telah mendongkrak pertumbuhan pasar pada umumnya. Studi selengkapnya dapat dibaca disitus penulisnya.

Attachmate Janji Akan Pelihara OpenSUSE

Menurut Attachmate yaitu juragan baru untuk Novell dan SUSE, hubungan antara SUSE dan proyek openSUSE akan tidak ada perubahan. Hal itu disampaikan pimpinan Attachmate Jeff Hawn dalam siaran pers singkat yang disusulkan setelah pengumuman tentang akuisisi pada hari yang sama.

As noted in the agreement announced today, Attachmate plans to operate SUSE as a stand-alone business unit after the transaction closes. If this transaction closes, then after closing, Attachmate Corporation anticipates no change to the relationship between the SUSE business and the openSUSE project as a result of this transaction.”

Jelas, Novell dan SUSE sebagai perusahan yang masing-masing berdiri sendiri nantinya adalah bagian dari grup perusahan Attachmate termasuk NetIQ. Dibalik Attachmate yang memproduksi software untuk emulator terminal, Managed-File-Transfer dan Enterprise-Fraud-Management, adalah para investor Buyout Golden Gate Capital, Francisco Partners dan Thoma Bravo.

Proyek openSUSE dibangun dan disponsori oleh Novell di tahun 2006, yaitu setelah Novell (2003) mengambil alih perusahan Suse Linux GmbH. Sementara Novell melanjutkan bisnis layanan berbayar SUSE Linux Enterprise, proyek openSUSE menerbitkan secara berkala edisi bebas tanpa menyediakan layanan dan tanpa biaya. Beberapa anggota komunitas pengembang dibiayai sebagai karyawan Novell, disamping mensponsori infrastruktur (server) pendukung proyek openSUSE.

Dijaman sebelum era Windows, Novell dikenal baik dengan produk Netware-nya dan merupakan sebuah perusahan inovatif yang banyak mengantongi hak paten dan hak atas kekayaan intelektual, termasuk Unix-Copyrights. Untuk membendung praduga sehubungan pengalihan 288 paten ke konsorsium CPTN yang diurus Microsoft dengan imbalan 450 juta dollar, Novell juga telah langsung menyusulkan penjelasan tentang status Unix-Copyrights.

Menurut petinggi Novell John Dragoon maka Unix-Copyrights akan tetap dikantongi Novell yang telah diakuisisi Attachmate. Seperti diketahui, copyrights tersebut sampai saat ini masih dipermasalahkan SCO.

Novell telah memenangkan beberapa kali di meja hijau sengketa Unix-Copyrights sejak beberapa tahun lalu walaupun sampai sekarang masih belum tuntas karena SCO setelah kekalahanyan terakhir masih akan naik banding. Disamping paten-paten untuk Unix dan Mono, Novell masih memiliki banyak portfolio paten di bidang teknologi jaringan dan server.

Sejak bulan November 2006 lalu, Microsoft dan Novell menjalin sebuah kerjasama dimana Microsoft telah turut menjajakan produk Suse Linux Enterprise Server (SLES) untuk pelanggannya yang membutuhkan solusi Linux. Microsoft mengklaim telah berhasil menjual SLES senilai 200 juta US-Dollar sampai pertengahan 2009. Kerjasama antara kedua perusahan juga melibatkan sebuah proyek untuk peningkatan interoperabilitas antara Windows Server dan SLES.

Attachmate dan Microsoft Ambil Alih Novell

Siaran pers yang diterbitkan Attachmate hari ini menyudahi kabar burung dan teka-teki yang beredar sejak Novell mulai sekitar satu tahun lalu berupaya menjual perusahan termasuk bisnis Linux yang ditekuninya.

Sebagian besar perusahan Novell diakuisisi Attachmate senilai 2.2 miliar dollar rencananya akan dipecah menjadi dua bagian yaitu bisnis Linux (SUSE) dan Non-Linux (Novell). Dihitung dengan uang, bisnis SUSE-Linux termasuk kecil dibandingkan porsi non-Linux yang dijual Novell.

Seperti diungkapkan di siaran pers Novell Inc. tentang akuisisi ini, juga disebutkan adanya perusahan konsorsium CPTN Holdings LLC yang dibelakangnya tidak lain adalah Microsoft, yang mengambil alih koleksi HaKI (Intellectual Property) milik Novell senilai 450 Juta Dollar. Hak atas Paten maupun kekayaan intelektual apa saja yang telah beralih kepemilikannya ke Microsoft, saat ini masih teka-teki dan menjadi bahan spekulasi baru.

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 179 pengikut lainnya.