Arsip untuk kategori ‘RHEL’
Red Hat Enterprise Linux Satu Dasawarsa
Diantara produk Open Source yang dikomersialisasikan, tidak diragukan lagi bahwa Red Hat Enterprise Linux (RHEL) merupakan salah satu produk yang paling berhasil. Model bisnis yang diterapkan Red Hat bersama peluncuran Red Hat Enterprise Linux di bulan Mei sepuluh tahun yang lalu merupakan layanan langganan dukungan yang untuk kali pertama tersedia menggunakan kode sumber terbuka (Open Source).
Pada hakekatnya, Red Hat menyediakan solusi yang memungkinkan perusahan memiliki infrastruktur TI lebih efisien, disamping solusi-solusi yang umum diperlukan pada setiap perusahan. Produk layanan yang ditawarkan Red Hat ternyata diterima baik di sejumlah sektor industri termasuk di sektor-sektor Keuangan, Telekomunikasi, Media, Logistik dan Perdagangan.
Bersamaan dengan ulang tahun ke 10 yang jatuh pada tanggal 16 Mei 2012, Red Hat menerbitkan Timeline yang menjabarkan pengembangan RHEL berikut masing-masing Milestones terpenting. Red Hat Linux Advanced Server 2.1 misalnya, adalah produk pertama di jajaran produk RHEL yang diluncurkan 10 tahun lalu, tidak lama setelah versi Red Hat Linux (RHL) 7.3 dirilis. RHL yang menjadi tulang punggung Red Hat sebelumnya, tetap dipertahankan tidak lebih dari satu setengah tahun setelah peluncuran RHEL. RHL 9 merupakan versi terakhir sebelum proyek Red Hat Linux diserahkan sepenuhnya kepada komunitas sebagai proyek Fedora Core (kemudian Fedora Project). Proyek Fedora didukungan langsung oleh Red Hat dan sampai saat ini tetap menjadi Basis untuk pengembangan RHEL selanjutnya.
Penjualan produk bebas RHL sejak tahun 1993 dalam kemasan berupa box berwarna merah yang berisi CD dan buku manual (termasuk dukungan instaslasi via telepon), ternyata cukup menguntungkan. Berbekal produk yang sama, Red Hat mampu meraih omset 42 juta dollar pada tahun 2000 (saat itu beredar RHL 6.2 “Zoot”). Bersamaan dengan setiap penerbitan RHL versi baru, Red Hat juga mengikhlaskan CD-ISO untuk sistem operasinya (binary) berikut kode sumbernya (sources) yang senanatiasa dapat diunduh publik secara cuma-cuma dan sangat popular dikalangan sysadmin.
Nyaris semua Software yang dikembangkan Red Hat dibebaskan dibawah naungan lisensi Open Source. Salah satu perkecualian adalah kode untuk manajemen sistem berbasis web untuk Red Hat Network. Namun beberapa tahun lalu, Red Hat membebaskan program tersebut dan kodenya juga telah menjadi bagian dari platform manajemen sistem untuk Suse Linux.
Lama sebelum era RHEL, Red Hat juga mengembangkan bisnis pelatihan berupa program pelatihan Red Hat Certified Engineer (RHCE) yang digelutinya sejak tahun 1997. Mulai Mei 2002 Red Hat berpaling dan memusatkan perhatiannya pada produk skala perusahan yang kemudian dikenal baik dengan Red Hat Entreprise Linux.
Paul Cormier, President of Products and Technologies di perusahan Red Hat, dalam sebuah Webcast yang berkaitan dengan ultah ke 10, mengatakan bahwa perubahan model bisnis yang dilakukan oleh perusahan Open Source Red Hat saat itu merupakan keputusan yang tepat. Disamping itu, Cormier juga mengakui adanya kekliruan yang dilakukan Red Hat pada integrasi teknologi virtualisasi di RHEL-5, yang seharusnya menyertakan sistem manjemen lebih baik agar pengelolaan sistem virtual menjadi lebih mudah.
Edisi RHEL aktual saat ini adalah RHEL6 update 2 atau versi 6.2. Sementara itu versi RHEL7 mendatang telah direncanakan untuk diluncurkan sekitar belahan 6 bulan kedua tahun 2013. Dengan demikian generasi ke 7 RHEL akan tiba 3 tahun setelah RHEL6 diterbitkan, yaitu sesuai dengan jadwal update utama (major), sementara update minor antara versi 6.1, 6.2 dan 6.3 dilakukan sekali setiap 6 bulan.
Berkaitan dengan komputasi awan dan Cloud Platform, Red Hat menjanjikan lebih banyak dukungannya, namun mengakui belum siap untuk mengintegrasikan platform awan terbuka OpenStack di RHEL. Menurut sumber yang sama, Red Hat dimasa mendatang akan lebih intensif mendukung hybrid Clouds terbuka agar pengguna lebih mudah melakukan migrasi antar Clouds pribadi dan Clouds publik, disamping menjanjikan peningkatan disisi Linux agar ia berjalan lebih sempurna di semua sektor bisnis.
Sebagai salah satu tolok ukur suksesnya Red Hat, dapat dibaca pada laporan keuangan Red Hat yang selama ini senantiasa mencatat keuntungan yang solid dari tahun ke tahun. Dalam laporan tahunan yang ditutup pada akhir bulan Februari 2012 lalu, tertera pencapaian omset melampai ambang satu miliar dollar yang belum pernah diraih oleh perusahan lain menggunakan produk open source.
CentOS dan Klon RHEL Lainnya Samasama Terbitkan Versi 6.2
Para pengembang distribusi klon RHEL, baik Oracle Enterprise Linux, CentOS maupun PUIAS nyaris serentak dalam menerbitkan klon untuk versi RHEL 6 update 2 dan masing-masing membutuhkan sekitar dua minggu setelah RHEL 6.2 dirilis. Khusus untuk CentOS 6.2 dirilis sekitar satu minggu setelah penerbitan CentOS 6.1.
CentOS terbaru menggunakan Red Hat Enterprise Linux (RHEL) 6.2 sebagai basis pengembangannya. Seperti pada RHEL 6.2, edisi komunitas ini juga ditenagai menggunakan Kernel 2.6.32 yang telah mendapat peningkatan khusus. Disamping itu telah dilakukan penggantian untuk sistem kompresi berkas, dari initrd.img ke sistem LZMA yang sekaligus berdampak pada ukuran file yang lebih kompak.
Untuk menginstalasi melalui jaringan (Net Install) kini dimungkinkan menggunakan alamat IPv6 statis. Pengembang CentOS juga menyertakan driver ekstra seperti yang tersedia untuk RHEL. Driver SCSI qla4xxx telah dimodifikasi agar tidak lagi terkait dengan Firmware tertentu, melainkan dengan open-iscsi dalam hal pengelolaan iSCSI. Kecuali itu, beberapa driver SCSI telah dioptimalkan untuk memastikan nantinya semua berjalan tanpa masalah.
Semua sistem berkas yang disokong CentOS seperti XFS, Parallel NFS dan CIFS telah ditingkatkan ke versi terkini. Perbaikan penting lainnya adalah pada sistem virtualisasi KVM dan Xen yang mampu meningkatkan kecepatan pada jaringan dan dukungan USB 2.0 pada KVM serta dukungan untuk Memory Ballooning untuk Xen.
Oracle Linux 6.2
Hampir bersamaan, yaitu dua minggu setelah rilis Red Hat Enterprise Linux 6.2, Oracle juga merilis klon yang sama dengan mengaktualkan “Oracle Linux” (sebelumnya Oracle Enterprise Linux) ke versi 6.2. Seperti CentOS, PUIAS, dan Scientific Linux, produk Oracle ini dibangun menggunakan kode sumber yang disediakan Red Hat dan menambahkan beberapa fitur yang dikembangkan oleh Oracle guna memenuhi kebutuhan pelanggannya atau penyesuaian dengan produk Oracle lainnya.
Perubahan atau penambahan terpenting adalah modifikasi di Kernel. Disamping kernel aslinya, Oracle juga menyediakan “Unbreakable Enterprise Kernel” yang dipasang secara default pada saat instalasi. Kernel yang diandalkan untuk Oracle Linux 6.2 ini menggunakan versi Linux 2.6.32-46 sebagai basis yang telah divermak dan dikoreksi untuk dijadikan sebuah “Unbreakable Enterprise Kernel”. Korektur terutama pada peningkatan kecepatan antarmuka jaringan (Network I/O) dan Virtual Memory. Memenuhi persyaratan lisensi GPL, Oracle menyediakan akses untuk publik terhadap kode sumbernya.
PUIAS Linux 6.2
PUIAS Linux adalah versi komunitas atau sebuah klon dari RHEL yang diterbitkan dan dikembangkan oleh staf dari Universitas Princeton (The Princeton University Institute of Advanced Studies). Sejatinya, keberadaan PUIAS lebih dini dari CentOS atau Scientific Linux, namun kurang membumi karena awalnya hanya menyediakan fasilitas instalasi via jaringan (net install) saja dan baru belakangan menerbitkan media instalasi. Sejak versi PUIAS 6.2 diterbitkan set DVD dengan paket penuh seperti lazimnya dilakukan CentOS dan Scientific Linux.
Tidak berbeda dengan gaya Red Hat, instalasi PUIAS menggunakan Anaconda yang tidak asing lagi. Seperti RHEL, instalasi PUIAS juga menawarkan sejumlah tipe sistem instalasi mulai dari sistem server basic, desktop sampai dengan sistem Computational node.
Seperti pada Scientific Linux, namun berbeda dengan CentOS yang lebih universal, PUIAS ditargetkan untuk komunitas khusus terutama untuk para peneliti di perguruan tinggi, walaupun tidak menutup kemungkinan untuk digunakan oleh mereka yang berkiprah dibidang lainnya.
Red Hat Enterprise Linux 6.2 Dirilis
Sekitar satu tahun sejak generasi RHEL 6 diluncurkan, Red Hat merilis update ke dua yang mengemas perbaikan terutama di sisi kinerja dan skalabilitas. RHEL 6.2 telah lulus pada SAP-SD-Benchmark menggunakan Server dengan prosesor ber-inti 18 (Core) dan diklaim merupakan kinerja terbaik yang pernah diraih sebuah sistem Linux. Pengelolaan sumber daya kali ini mendapatkan peningkatan dengan memungkinkan pengaturan terhadap nilai maksimal dari CPU-Time, atau penentuan mesin virtual dengan pengaturan skala prioritas untuk masing-masing layanan (Services).
Add-On untuk “high availability” kini dapat dimanfaatkan untuk sistem tamu VMware, termasuk akses terhadap sistem berkas cluster GFS2. RHEL 6.2 juga menyokong ekstensi iSCSI untuk RDMA. Dengan demikian protokol RDMA sekarang dapat dimanfaatkan untuk mengakses perangkat penyimpanan (Storage) melalui sambungan Ethernet. Sebuah pengaturan identitas (Identity Management) terpusat berikut sambungan ke Active Directory diklaim dapat memangkas beban admin pada infrastruktur Linux. Kecuali itu perbaikan telah dilakukan untuk meningkatkan throughput data di jaringan dan pada sistem berkas Ext4.
Pengumuman rilis selengkapnya dapat dibaca di siaran pers yang diterbitkan pada tanggal 6 Desember 2011, berikut rincian pembaruan pada versi Red Hat Enterprise Linux 6.2 [PDF 10 halaman].
Dua Klon RHEL 5.7 Dirilis Bersamaan
Hanya bebeda satu hari, telah rilis dua klon Sistem Operasi skala perusahan RHEL versi yang sama yaitu CentOS 5.7 pada tanggal 14 September 2011, disusul peluncuran Scientific Linux 5.7 pada hari berikutnya.
Sebagai basis untuk membangun CentOS 5.7 digunakan RHEL 5.7 yang telah tersedia sejak dua bulan sebelumnya. Dengan demikian CentOS 5.7 juga mengantongi Kernel 2.6.18 yang telah ditingkatkan dengan driver berikut sejumlah pembaruan. Peningkatan terutama pada driver untuk memori dan jaringan. Pembaruan di bagian pengelolaan grafis dengan pembaruan pada driver untuk kartu-kartu grafis VESA, ATI dan MGA.
Kecuali itu, program pendukung instalasi Anaconda juga telah ditingkatkan. Fitur untuk instalasi menggunakan Kickstart kini memungkinkan untuk membuka port SSH di Firewall.
Beberapa perbaikan telah diintegrasikan pada sistem virtualisasi Xen yang memberi peningkatan pada kecepatan dan memperpendek waktu untuk start. Peningkatan juga dilakukan pada sistem virtualisasi utamanya KVM dengan sejumlah perbaikan terutama pada fitur Live Migration yang diklaim kini lebih cepat.
Diwilayah sistem berkas dilakukan pembaruan pada sistem GFS2 dan XFS. Terutama pada sistem XFS yang kali ini seratus persen mendukung High Availability dan sistem Cluster. Sistem Security Services Daemon (SSSD) meninggalkan status trial dan mulai versi ini dapat digunakan untuk sistem produktif. Disamping semua itu, sekitar 80 paket software diperbarui dan sejumlah paket baru yang ditambahkan termasuk: cmake, jline, libcxgb4, libcxgb4, man-pages-overrides, openldap24-libs(devel), openscap (devel/perl/python), perl-NetAddr-IP, python-ethtool, python-rhsm, python-simplejson, python-suds, rhino, rhino-javadoc, sssd-tools, subscription-manager, subscription-manager-firstboot, subscription-manager-gnome, tcsh617, dan virt-what.
Scientific Linux 5.7
Menyusul CentOS 5.7, secara kebetulan Scientific Linux merilis klon Red Hat Enterprise Linux (RHEL) versi yang sama, dengan pendekatan untuk seminimal mungkin melakukan modifikasi terhadap versi aslinya. Pengembangan Scientific Linux dilakukan bersama oleh beberapa Lembaga Riset seperti CERN dan Fermilab dengan menambahkan paket-paket software sesuai dengan kebutuhan riset mereka. Berbeda dengan klon-klon lainnya, untuk Scientific Linux belum ada yang menyediakan dukungan komersil.
Scientific Linux 5.7 sebagai sebuah klon menyertakan semua pembaruan yang tersedia pada RHEL 5.7. Sebagaimana yang dilakukan pada CentOS 5.7, peningkatan juga dilakukan pada sistem vritualisasi utamnya KVM berikut sejumlah perbaikan, terutama pada fitur Live Migration yang diklaim lebih cepat. Demikian juga perbaikan untuk kartu grafis adalah sejalan seperti semuanya yang dilakukan oleh CentOS 5.7.
Dibandingkan versi original dan guna menghindari konflik merek dagang, semua penamaan RHEL dihapus dan diganti dengan Scientific Linux. Paket-paket software baru yang ditambahkan adalah termasuk Java, sejumlah aplikasi Multimedia dan modul Perl, Ndiswrapper beberapa berkas Firmware.
Red Hat Rilis Video Dokumentasi OSS
Distributor Linux Red Hat merilis video dokumentasi tentang sejarah perusahan Red Hat dan Open Source Software (OSS) termasuk proyeksi masa depan dari Open Source.
Video yang dibuat oleh tim Red Hat Films dengan titel “Default to Open: The Story of Open Source and Red Hat” merupakan dokumentasi tentang perusahan Red Hat yang mengedepankan perkembangan dan keterkaitannya yang erat dengan open source, mulai dari masa lampau, masa kini dan di masa mendatang. Video ini juga menunjukkan bagaimana Open Source mampu memberikan pengaruh yang kuat terhadap keberhasilan Red Hat yang meniti bisnis dengan produk bebas berbasis Open Source.
“Default to Open” meliput terutama situasi lingkungan bisnis Open Source di era dasawarsa 80an dan 90an abad yang lalu, tatkala Open Source digalang oleh Richard Stallman sebagai software bebas. Selai itu ditunjukkan bagaimana awal dari proses berdirinya Red Hat, jualan media (Linux kemasan), IPO (masuk bursa saham di NY), pertubuhan bisnis yang cepat dan dampaknya terhadap industri software lainnya. Di babak terakhir dibahas mengenai proyeksi Open Source di masa mendatang.
Film video selama 27 menit yang disimpan di YouTube, mengutip dan meliput tentang Richard Stallman dan Linus Torvalds, namun sayangnya dalam video tidak berbicara langsung. Tokoh-tokoh yang ditampilkan, baik berasal dari dunia komunitas Open Source maupun perusahan Red Hat termasuk antara lain DeLisa Alexander, Jeremy Allison, Paul Cormier, Alan Cox, John Halamka, Venky Hariharan, Lawrence Lessig, Alex Pinchev, Brian Stevens, Michael Tiemann, Mark Webbink, Jim Whitehurst, Jan Wildeboer dan Bob Young.