Red Hat Enterprise Linux 7 Resmi Diluncurkan

Versi 7 dari Red Hat Enterprise Linux telah rampung. Distribusi skala perusahaan ini menawarkan systemd, sistem berkas XFS sebagai standar, disamping dukungan untuk sistem Container dan menjanjikan dukungan perbaikan salama 13 tahun.

rhel-7-gnome_640

Distributor Red Hat merilis versi 7 merupakan Enterprise Linux (RHEL) yang sebagian besar dibangun menggunakan teknologi didasarkan pada Fedora 19, edisi komunitas yang telah hadir sejak hampir satu tahun lampau. RHEL merupakan produk open source yang telah disesuaikan dengan kebutuhan perusahaan yang kini menawarkan banyak fitur baru dibandingkan versi 6 sebelumnya. Fitur-fitur baru bawaan RHEL 7 sejatinya telah tersedia dan menjadi bagian dari banyak distribusi Linux komunitas lainnya.

Di antara fitur baru yang menjadi tumpuannya, adalah alat manajemen sistem systemd untuk menggantikan sistem yang digunakan sebelumnya seperti SysV dan Upstart. Kecuali itu, Red Hat sekarang mengadopsi sistem kontainer (container), yang dapat memisahkan pengoperasian aplikasi tanpa menggunakan virtualisasi. Untuk mengotomatisasi pengelolaan kontainer, Red Hat mengutamakan pada penggunaan Docker. Semua fitur-fitur baru sangat jelas diarahkan untuk membangun pusat data mengantisipasi komputasi awan (Cloud Computing)

Mengantisipasi kebutuhan pelanggannya dimasa mendatang, distro untuk perusahaan ini meninggalkan Ext4 yang sebelumnya digunakan, dan kini RHEL 7 memasang XFS sebagai sistem berkas default  yang pada awalnya dikembangkan oleh SGI dan secara teoritis mampu mendukung volume sangat besar hingga 16 EByte (16.000 TByte), sementara sistem berkas Btrfs tersedia dalam status uji coba. Sebagai landasan rilis sistem operasi ini digunakan kernel Linux 3.10, yaitu versi kernel jangka panjang yang pemeliharaannya dipimpin oleh pakar Greg Kroah-Hartman.

Bersama rilis RHEL 7 sekarang Red Hat resmi meninggalkan MySQL dan merangkul MariaDB 5.5.35 sebagai basis data. Selain itu, distribusi ini mengemas PostgreSQL 9.2.7 dan Apache HTTP Server 2.4.6.Agar nyambung dengan sistem Windows digunakan versi Samba 4.1.1. Samba versi baru ini dapat bertindak, antara lain sebagai pengontrol domain dan server Active Directory dan mengandung server LDAP, Kerberos Key Distribution Center (KDC) dan kemampuan untuk log on seperti pada Samba-3 oleh CIFS. Sebagai Toolchain disediakan GCC 4.8 dan GNU Binutils 2.32.52. Firewall dikelola dengan Daemon Firewalld yang telah diuji di Fedora.

Sebagai Desktop default Gnome adalah 3.8 dalam mode klasik yang memiliki penampilan mengingatkan pada tampilan Gnome 2.32. Alat Gnome Boxes yang terpasang, memungkinkan pengguna untuk membuat mesin virtual dengan mudah. Kecuali itu tersedia desktop KDE SC 4.10 dengan nuansa Plasma. Untuk penyesuaian tampilan dapat digunakan aplikasi Kscreen yang dibuat oleh pengembang Red Hat dan sekarang digunakan secara default di KDE.

Red Hat secara resmi menjanjikan dukungan perbaikan dan peningkatan untuk setiap versi utama selama 10 tahun yang dilakukan dalam sejumlah tahapan. Dengan biaya tambahan, pengguna dapat memperpanjang selama 3 tahun setelah jadwal dukungan resmi dilampaui. Lebih lanjut tentang RHEL 7 dapat ditemukan disini atau [PDF disini].

Linux Enterprise Edisi Komunitas

Sebagai komitmen Red Hat terhadap open source, secara tradisi menyediakan kode sumber yang dapat dimanfaatkan publik. Proyek seperti CentOS atau Scientific Linux (juga Oracle Enterprise Linux) menggunakannya untuk menghasilkan klon RHEL yang 100 persen kompatibel yang tersedia secara bebas. Proyek komunitas CentOS yang kini juga didukung oleh Red Hat sudah bekerja membangun replika RHEL 7.  Sementara RHEL 7 tidak lagi mendukung arsitektur 32 bit, CentOS 7 mungkin dan diharapkan akan menyediakan versi yang mendukung arsitektur Intel 32-bit x86. [Unduh versi PDF 305KB]

RHEL 6.4 Sertifikasi Hyper-V dan Windows 2012

rhel6_600x600Peningkatan ke 4 dari distribusi skala perusahan Red Hat Enterprise Linux 6 dirilis membawa perbaikan pada dukungan hardware, termasuk beberapa koreksi dan update untuk paket-paket software yang secara keseluruhannya merupakan bagian dari rilis versi RHEL 6.4.

Dua tahun setelah generasi ke 6 ini dirilis, versi RHEL 6.4 diterbitkan dengan mengemas Kernel Linux 2.6.32 yang telah divermak dan ditambahkan banyak fitur khusus dari Red Hat. Disamping perbaikan pada dukungan hardware dan peningkatan pada kecepatn dan efisiensi, RHEL 6.4 juga telah melakukan pengembangan pada sistem-sistem virtualisasi, memori, pada sistem berkas, seperti juga pada sistem pengamanan.

Salah satu fitur yang dikedepankan pada rilis Red Hat Enterprise Linux 6.4 adalah driver dan software Userland yang memungkinkan distro ini berjalan sebagai tamu lebih cepat dan lebih baik pada virtualisasi Hyper-V di rumah Microsoft. Dengan driver yang telah ditingkatkan tersebut, diklaim bahwa RHEL juga berjalan lebih sempurna di lingkungan VMwares ESX.

Kecuali itu Red Hat juga telah melakukan perbaikan pada sistem virtualisasi KVM yang tertanam di RHEL. Perbaikan pada hypervisor ini antara lain dengan dukungan untuk sejumlah fungsi khusus pada prosesor Intel generasi mendatang, seperti halnya untuk fungsi-fungsi Advanced Vector Extensions 2 (AVX2), Hardware Lock Elision (HLE) dan Restricted Transactional Memory (RTM). Dengan didukung fitur pada driver virtio-scsi memungkinkan RHEL sebagai tamu, untuk memanfaatkan perangkat SCSI secara eksklusif. Pada versi RHEL 6.3 sebelumnya, fitur ini telah tersedia sekedar sebagai contoh teknologi baru dan kini dijamin dukungan sepenuhnya.

RHEL 6.4 juga meningkatkan kerjasama dengan produk Mricrosoft dengan menyertakan banyak komponen yang mendukung “Microsofts Server Virtualization Validation Program (SVVP)” dan menyiapkan RHEL menjadi tuan rumah dengan dukungan penuh untuk Windows Server 2012. Perbaikan pada System Security Services Daemon (SSSD) diharapkan meningkatkan interoperabilitas dengan Microsoft Active Directory.

Pada rilis ini, Red Hat juga menjanjikan dukungan penuh dan perbaikan kinerja pada sistem berkas jaringan pNFS (Parallel NFS). Dengan perluasan dukungan dan penyertaan driver-driver baru, rilis minor RHEL 6.4 ini, juga menyempurnakan dukunganya terhadap perangkat-perangkat keras, seperti peningkatan untuk bnx2x, yang terutama menyokong chip jaringan Broadcom seri 57800, 57810, 57811 dan 57840 lebih baik. Kernel khusus yang terpasang di RHEL 6.4 juga misalnya telah melengkapi dukungannya untuk Open vSwitch.

Secara keseluruhan, dan jika dibandingkan dengan versi 6.3 sebelumnya, RHEL 6.4 telah melakukan peningkatan pada 294 Paket software dan menambahkan 15 Paket baru. Perbaikan dan peningkatan lebih rinci dapat disimak di catatan rilis dan diumumkan di siaran pers penerbitan RHEL 6.4.

Rilis Red Hat Enterprise Linux 5.9

Siaran Pers tanggal 8 Januari 2013:

rhel5_600x600Red Hat, Inc. (NYSE: RHT), salah satu penyedia layanan berbasis solusi open source, mengumumkan ketersediaan versi RHEL 5.9, merupakan bagian dari rangkaian rilis perbaikan minor untuk produk sumber terbuka skala perusahan Red Hat Enterprise Linux 5.

Rilis ini, sebagaimana disebutkan dalam siaran pers yang diterbitkan pada hari ini, adalah juga merupakan awal dari siklus “Production Phase 2″ dari Red Hat Enterprise Linux 5, sekaligus menunjukkan upaya perusahan Red Hat dalam hal memelihara dan mengamankan investasi pelanggan pada platform ini. Red Hat melestarikan komitmennya mendukung siklus hidup (lifecycle) selama 10 tahun dengan menawarkan sejumlah fitur-fitur baru, termasuk peningkatan dukungan terhadap hardware, pengamanan, standar dan sertifikasi, perkakasan untuk pengembang, virtualisasi dan lainnya.

Seperti pada semua rilis-rilis minor, Red Hat Enterprise Linux 5.9 memelihara kompatibilitas mundur dengan semua platform hardware dan software lintas lifecycle pada Red Hat Enterprise Linux 5. Disamping itu, Red Hat Enterprise Linux 5.9 juga merupakan ruang pamer untuk sejumlah peningkatan, termasuk:

  • Meningkatkan dukungan terhadap vendor-vendor hardware utama. Red Hat Enterprise Linux 5.9 adalah contoh kerjasama yang kuat dengan pembuat hardware utama dalam meningkatkan dukungan terhadap CPU terbaru, chipset dan peningkatan device driver.
  • Melanjutkan komitmen terhadap Sekuriti, Standar dan Sertifikasi. Red Hat Enterprise Linux senantiasa dibangun dengan pemikiran keamanan, untuk itu Red Hat Enterprise Linux 5.9 telah memperkuat komitmen tersebut. Update fitur-firur tersebut mengetatkan kontrol keamanan, kemampuan dalam memverifikasi dan memeriksa ketahanan dari passwords dan mendukung kebijakan password terbaru permintaan pemerintah. Juga menambahkan dukungan untuk penggunaan modus Federal Information Processing Standard (FIPS) dengan perangkat dmraid root. Modus FIPS kini mendukung RAID device discovery, RAID set activation, dan meragakan properti untuk creation, removal, rebuild dan display.
  • Tools untuk para Pengembang. Red Hat Enterprise Linux 5.9 menyertakan sejumlah fitur dan perkakasan yang ramah bagi para pengembang, termasuk kemampuan untuk mengembangkan dan menguji coba menggunakan versi terbaru dari open source Java yang tersedia pada OpenJDK 7. Banyak perbaikan pada SystemTap yang baru telah ditambahkan di Red Hat Enterprise Linux 5.9, termasuk compile-server dan dukungan klien pada jaringan IPv6, berkas SystemTap yang lebih kecil, mengkompail lebih cepat, dan dukungan untuk server kompail pada koneksi multiple konkuren (secara bersamaan).
  • Peningkatan dukungan Aplikasi. Red Hat Enterprise Linux 5.9 menyertakan sebuah paket rsyslog5 baru, yang memberi peningkatan rsyslog ke versi utama 5 dan merupakan paket rsyslog yang yang lebih cepat dan lebih handal dari pada paket-paket rsyslog yang disertakan di rilis-rilis RHEL sebelumnya. Samba juga telah ditingkatkan ke versi 3.6 berikut penyertaan sejumlah fitur baru, termasuk dukungan SMB2, sebuah print server yang telah dibangun ulang dan perbaikan keamanan default pada semua versi.
  • Kemampuan dan fleksibilitas virtualisasi baru pada lingkungan Multi-vendor. Red Hat Enterprise Linux 5.9 meningkatkan kegunaan (usability) sistem operasi dalam lingkungan multi-vendor dengan mengenalkan Microsoft Hyper-V drivers yang telah memberi peningkatan kinerja, terutama kegunaan pada tamu di sistem heterogen, lingkungan virtualisasi multi-vendor dan menyediakan perbaikan untuk fleksibilitas maupun interoperabilitas pada perusahan.
  • Pengelolaan Subscription lebih baik. Red Hat Enterprise Linux 5.9 menggunakan fitur Red Hat Subscription Management sebagai default, yang memungkinkan pelanggan lebih efektif dan lebih mudah mengelola langganan layanan (subscriptions) Red Hat Enterprise Linux secara lokal atau dengan perkakas (tools) seperti Subscription Asset Manager, yang semuanya memberi peningkatan dalam pembuatan laporan tentang distribusi dan utilisasi dari subscription, disamping memperbaiki user interface. Pelanggan dipersilakan untuk mengakses bagian Subscription Management pada Red Hat Customer Portal untuk keterangan lebih rinci.

Pelanggan dapat mengunduh versi Red Hat Enterprise Linux 5.9 disini, dan untuk mendapat informasi lebih detil tentang Red Hat Enterprise Linux silakan baca disini, atau informasi tentang Red Hat Enterprise Linux lifecycle klik disini.

Tentang Red Hat, Inc.
Red Hat adalah “world’s leading provider” untuk solusi software sumber terbuka (open source software), menggunakan pendekatan yang ditenagai komunitas untuk menyediakan awan yang handal dengan kinerja tinggi (reliable and high-performing cloud), Linux, middleware, storage dan teknologi virtualisasi. Red Hat juga menawarkan layanan dukungan “award-winning”, training, dan layanan konsultasi. Sebagai hub tersambung dengan jaringan perusahan global, mitra, dan komunitas sumber terbuka, Red Hat membantu dalam menciptakan teknologi yang relevan, innovatif disamping membebaskan sumber daya untuk pertumbuhan dan persiapan pelanggan menghadapi masa depan teknologi informasi. Baca lebih jelas di situs resminya http://www.redhat.com.

Red Hat dan JBoss adalah merek-merek dagang (trademarks) milikf Red Hat, Inc., terdaftar di the U.S. dan negara lainnya. Linux® adalah trademark terdaftar milik Linus Torvalds di the U.S. dan negara lainnya.

Ajang Acara Red Hat Forum 2012 di Jakarta

Bermitra dengan vendor HP dan Symantec, Red Hat menggelar forum diskusi dan informasi seputar komputasi awan. Ajang acara yang berlangsung hari Selasa minggu ini di Hotel Shangrilla menyampaikan informasi bagi yang merencanakan migrasi infrastruktur TI dan aplikasi mereka ke awan (Cloud), sementara tetap mengamankan investasi yang ada.

Topik utama yang dibahas di forum Red Hat ini mengungkapkan upaya peningkatan nilai bisnis di era baru TI dengan strategi yang mengadopsi awan hibrida (hybrid clouds) disamping memberdayakan platform, virtualisasi, Middleware dan storage.

Ajang acara Red Hat Forum 2012 di Jakarta diawali dengan sambutan oleh Mr. Dirk-Peter van Leeuwen, Vice President and General Manager, Red Hat Asia-Pacific, yang mengatisipasi kecenderungan pertumbuhan ekonomi Indonesia yang membaik. Untuk itu, Mr. van Leeuwen menjanjikan dukungan dan komitmen pihak Red Hat sepenuhnya terhadap pasar dan pelanggan di Indonesia.

Mr. Damien Wong: ‘Build Your Open Hybrid Cloud Today’

Acara dilanjutkan dengan Keynote yang pada dasarnya mengajak peserta membangun awan hibrida: ‘Build Your Open Hybrid Cloud Today’ dibawakan oleh Mr. Damien Wong – General Manager, Red Hat ASEAN.

Red Hat meyakini bahwa komputasi awan (Cloud computing) bukanlah sebuah revolusi melainkan evolusi dan perusahan dapat menentukan kapan saja memulai perjalannya menuju ke awan. Untuk itu Red Hat senantiasa akan menyediakan solusi yang cocok untuk masing-masing pelanggannya.

Mr. Damien mengutip peringatan yang pernah (2010) disampaikan oleh CEO Red Hat: James Whitehurst yang menyebutkan bahwa sebuah arsitektur Cloud harus menjamin aplikasi-aplikasi dapat dipindahkan kemana saja setiap saat, atau bila tidak maka ia bisa menjadi biang dari semua ketergantungan (the mother of all lock-ins). Agar hal tersebut dapat dihindarkan maka, – Red Hat yang mengaku sejak awal tetap berkomitmen terhadap Open Source, – telah menetapkan pilihannya untuk mengadopsi konsep hibrida sebagai sebuah ‘Open Hybrid Cloud‘, dan mengajak pelanggannya berangkat ke awan sambil memberdayakan investasi infrastruktur TI yang ada.

Red Hat Forum Panel Discussion: ‘Accelerate Business Results With Hybrid Cloud’

Sekali lagi Mr. Damien Wong tampil sebagai moderator dalam acara ‘Red Hat Forum Panel Discussion’ yang bertemakan: ‘Accelerate Business Results With Hybrid Cloud’, menghadirkan prinsipal Mr. Erik Van Der Wurff – HP Principal Consultant Data Center Transformation and Cloud, APJ Region dan Mr. Michael Sladin – Director, Global Strategic Partners (Asia Pacific & Japan) Symantec Corporation berikut dua klien yang mewakili perusahan Plaza Indonesia dan Telkomsel.

David Ciam: ‘Building An Intelligent and Integrated Enterprise with Red Hat’

Akhir dari sesi pertama diisi dengan acara ‘The Quest For The Cloud‘ yang dibawakan oleh kedua prinsipal Mr. Erik Van Der Wurff dari HP dan  Mr. Michael Sladin dari Symantec yang secara komprehensif menjelaskan produk mereka yang menjadi bagian dari dukungan untuk komputasi awan.

Setelah rehat, acara dibagi menjadi dua sesi yang masing-masing membahas ‘Building An Intelligent and Integrated Enterprise with Red Hat‘, sementara sesi kedua membahas dua topik yaitu ‘Mission Critical Server Redefined: The UNIX Killer‘ dibawakan oleh wakil dari Fujitsu dan ‘Getting the Best Out of Red Hat Enterprise Linux in Your Cloud Environment‘.

Peningkatan di RHEL 6.3

Peningkatan ketiga (RHEL 6.3) dari sistem operasi skala perusahan Red Hat Enterprise Linux tersedia, satu setengah tahun setelah rilis perdananya versi RHEL 6.0. Versi terakhir ini tetap mengemas Kernel 2.6.32 seperti pada versi update sebelumnya, namun ia telah mendapatkan cukup banyak perbaikan. Disamping peningkatan dukungan terhadap hardware, juga perbaikan pada kecepatan dan efisiensi RHEL 6.3 secara keseluruhan, termasuk perluasan pada fitur Virtualisasi, pada sistem penyimpanan data dan sistem berkas, disamping perbaikan pada fungsi sistem keamanan.

Perkakas baru Virt-P2V yang disertakan, memungkinkan konversi dari sistem komputer fisik menjadi sebuah Images untuk dipasang sebagai Hypervisor KVM. Sistem virtualisasi kini dibangun untuk lebih banyak mendukung kesesuaian dengan sistem Payment Card Industry Data Security Standards (PCI-DSS), yang mewajibkan virtual disks bisa dihapus tuntas dan aman. Peningkatan pada implementasi untuk Advanced Encryption Standard (AES) diklaim bisa jalan lebih cepat terutama pada sistem dengan banyak prosesor.

Batasan jumlah CPU virtual yang didukung pada satu mesin virtual telah ditingkatkan dari 64 ke 160, sementara memori maksimal ditingkatkan dari 512 GB menjadi 2 TB. Red Hat menekankan bahwa mesin-mesin virtual kali ini bekerja lebih efisien dari pada sebelumnya, berkat jumlah perbaikan yang telah dilakukan untuk KVM cukup banyak.

Sistem berkas GFS2 juga mendapatkan perbaikan dan dioptimalkan. Sistem berkas (file system) FUSE kini mendukung opsi O_DIRECT, yang memungkinkan untuk menuntaskan operasi lebih cepat. Dukungan sepenuhnya untuk target Fibre Channel over Ethernet (FCoE) kini telah diresmikan, dimana sebelumnya pada versi RHEL 6.2 masih berstatus ujicoba atau technical preview. Fitur Logical Volume Manager (LVM) kini telah mendukung langsung RAID 4, 5 dan 6. Kecuali itu, memori yang digunakan untuk logical volume, tidak lagi perlu dialokasikan sebelumnya, namun pada saat diperlukan saja.

Perbaikan juga dilakukan pada System Security Services Daemon (SSSD), yang kini mendukung Netgroups and Services Maps secara nativ. Menggunakan Plug-in baru mempermudah pengguna atau komputer baru untuk bergabung dengan sistem pengelola identitas.

Pembaruan lainnya termasuk software untuk mengatur lebar pita (bandwidth) pada USB 3.0 pada setiap platform Intel, optimasi kompiler untuk keluarga prosesor Intel Xeon E5, perbaikan pada Breakpoints dan pengenalan OpenJDK 7, sebagai sebuah implementasi bebas untuk Java. Menggunakan Software Collections yang baru, kini dimungkinkan untuk menginstalasi aneka versi paket RPM secara serentak.

Menurut catatan rilis, perbaikan yang dilakukan pada RHEL 6.3 jumlahnya tidak kurang dari 269 Paket, dan 18 Paket telah ditambahkan termasuk LibreOffice dan perkakas untuk Screencast Byzanz, disamping peningkatan Rsyslog ke versi 5.

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 179 pengikut lainnya.