Red Hat Kokohkan Dukungan OpenStack Akuisisi eNovance

Red Hat mengakuisisi sistem integrator Enovance senilai sekitar 70 juta euro. Jumlah tersebut dibayar dalam dalam bentuk tunai sebesar 50 juta euro dan 20 juta euro dalam bentuk penyertaan saham. Bersamaan transaksi yang diharapkan rampung pada bulan Juni ini, Red Hat memperkuat posisinya di lingkungan OpenStack.  Enovance yang kini berada di jajaran Red Hat adalah perusahaan asal Perancis yang fokus menangani bidang jasa konsultasi dan implementasi untuk OpenStack.

enovance-redhat-2014-06-19_bnr_640

Didirikan pada tahun 2008 oleh  Raphaël Ferreira, Nicolas Marchal and Pierre Molin, eNovance memiliki lebih dari 150 pelanggan di seluruh dunia termasuk Alcatel-Lucent, AXA, Cisco, Cloudwatt dan Ericsson. Perusahaan ini memiliki kantor operasional selain di Paris, juga di Montreal, dan Bangalore. Sebagaimana dicatat oleh analis IDC Laura DuBois dan Ashish Nadkarni dan dikutip dalam siaran pers Red Hat, pada rekap musim semi 2014 OpenStack Summit mereka, disebutkan “Integrator seperti eNovance akan terus membantu penyedia layanan cloud dan perusahaan dalam membangun awan OpenStack skala besar …. “, lebih lanjut disebutkan “Masa depan untuk OpenStack tampaknya sangat cerah. Pada Summit berikutnya di Paris,  OpenStack akan melaju ke tahap berikutnya dalam perjalanannya untuk menjadi sistem operasi komputasi awan de facto.”

Satu tahun sebelumnya, kedua perusahaan telah berkolaborasi membentuk kemitraan untuk platform Red Hat Enterprise Linux OpenStack untuk bersama-sama menyediakan layanan kepada pelanggan. Pada bulan Mei tahun 2014, kolaborasi ini telah diperpanjang untuk memperluas OpenStack untuk Virtualisasi Fungsi Jaringan Network Functions Virtualization (NFV). “Penyedia layanan integrator seperti Enovance membantu dan perusahaan dalam membangun awan OpenStack, seiring dengan pertumbuhan berkelanjutan di segmen ini, ..” dikutip dari tulisan analis IDC Laura DuBois.

OpenStack adalah proyek sumber terbuka yang dikembangkan komunitas, didukung dan dimanfaatkan banyak perusahan besar untuk produk mereka, termasuk oleh Red Hat, IBM, HP, Rackspace, Mirantis, Suse, OpenStack Foundation, eNovance, VMware dan Intel. Versi aktual menyandang nama kode OpenStack Icehouse. [Versi PDF 280KB]

IBM Indonesia Jagokan PowerLinux Fokus di Awan dan Big Data

Bersamaan dengan ajang ‘Technology Conference & Expo 2014‘ yang digelar di Hotel Shangri La, Jakarta, Selasa (17/6/2014), IBM sebagai perusahan kelas dunia yang menggeluti dunia TI lebih dari seratus tahun kembali mengkokohkan komitmennya dengan melakukan inovasi untuk menyediakan produk dan layanan infrastruktur yang disesuaikan dengan teknologi dan kebutuhan terkini. “Dengan memperhatikan faktor Cloud, (Big Data) Analytic, Mobile, Social dan Security” terjadi proses bisnis baru yang menuntut terciptanya infrastruktur teknologi informasi yang harus dikembangkan secara terus-menerus,” ungkap Gunawan Susanto, Presiden Direktur IBM Indonesia.

ibm-technology-2014-2014-06-17_640

Dihadapan ratusan CIO dari berbagai perusahaan dan institusi yang hadir, Gunawan mengindikasikan bahwa peran CIO pada saat telah berubah dan bergeser dari back office ke front office bersama CEO dan CMO merancang strategi perusahaan. Dalam pemaparannya, Gunawan memberikan contoh praktis yang terkait dengan berbagai aktifitas kehidupan sehari-hari dan bisnis baru yang langsung menggunakan layanan Cloud dan membutuhkan penanganan Big Data.

CIO, menurut Gunawan harus turut berinovasi dengan menyediakan infrastruktur yang tangguh dan aman sesuai dengan permintaan pasar. Jadi “CIO bukan harus di back-end lagi, tapi di depan,” jelasnya. Dalam hal ini IBM berjanji akan fokus pada penyediaan infrastruktur, baik untuk perusahaan maupun sektor publik. Sementara itu Country Manager STG, IBM Indonesia, Al Novam Basuki dalam rangka memperkenalkan jajaran server IBM mutakhir, yaitu seri Power8 yang dirancang untuk memenuhi kebutuhan era Cloud dan Big Data.

ibm-open-innovation-platform-2014-06-17_640

Keterbukaan berupa pendekatan “Open Innovation Platform” juga telah menjadi jantung dari ekosistem server yang dikembangkan IBM, menggunakan teknologi Open Source seperti Linux, OpenStack dan KVM, yang semuanya berjalan diatas sistem operasi berbasis Ubuntu, Suse dan Red Hat. IBM menyediakan produk server khusus berupa PowerLinux sebagai hasil menyatukan Power Arsitektur berkinerja tinggi dengan OS open-source Linux. Kombinasi tersebut menghasilkan sistem yang disesuaikan dan mampu menangani data dalam jumlah besar dengan lebih efisien tanpa memerlukan hardware tambahan. Sistem berbasis prosesor IBM POWER ini diklaim menawarkan kehandalan, ketersediaan dan serviceability dengan karakteristik yang tidak umum ditemukan pada keluarga server lainnya dalam menjalankan OS Linux dan aplikasi tingkat mission-critical. [Unduh versi PDF 670KB]

Red Hat Enterprise Linux 7 Resmi Diluncurkan

Versi 7 dari Red Hat Enterprise Linux telah rampung. Distribusi skala perusahaan ini menawarkan systemd, sistem berkas XFS sebagai standar, disamping dukungan untuk sistem Container dan menjanjikan dukungan perbaikan salama 13 tahun.

rhel-7-gnome_640

Distributor Red Hat merilis versi 7 merupakan Enterprise Linux (RHEL) yang sebagian besar dibangun menggunakan teknologi didasarkan pada Fedora 19, edisi komunitas yang telah hadir sejak hampir satu tahun lampau. RHEL merupakan produk open source yang telah disesuaikan dengan kebutuhan perusahaan yang kini menawarkan banyak fitur baru dibandingkan versi 6 sebelumnya. Fitur-fitur baru bawaan RHEL 7 sejatinya telah tersedia dan menjadi bagian dari banyak distribusi Linux komunitas lainnya.

Di antara fitur baru yang menjadi tumpuannya, adalah alat manajemen sistem systemd untuk menggantikan sistem yang digunakan sebelumnya seperti SysV dan Upstart. Kecuali itu, Red Hat sekarang mengadopsi sistem kontainer (container), yang dapat memisahkan pengoperasian aplikasi tanpa menggunakan virtualisasi. Untuk mengotomatisasi pengelolaan kontainer, Red Hat mengutamakan pada penggunaan Docker. Semua fitur-fitur baru sangat jelas diarahkan untuk membangun pusat data mengantisipasi komputasi awan (Cloud Computing)

Mengantisipasi kebutuhan pelanggannya dimasa mendatang, distro untuk perusahaan ini meninggalkan Ext4 yang sebelumnya digunakan, dan kini RHEL 7 memasang XFS sebagai sistem berkas default  yang pada awalnya dikembangkan oleh SGI dan secara teoritis mampu mendukung volume sangat besar hingga 16 EByte (16.000 TByte), sementara sistem berkas Btrfs tersedia dalam status uji coba. Sebagai landasan rilis sistem operasi ini digunakan kernel Linux 3.10, yaitu versi kernel jangka panjang yang pemeliharaannya dipimpin oleh pakar Greg Kroah-Hartman.

Bersama rilis RHEL 7 sekarang Red Hat resmi meninggalkan MySQL dan merangkul MariaDB 5.5.35 sebagai basis data. Selain itu, distribusi ini mengemas PostgreSQL 9.2.7 dan Apache HTTP Server 2.4.6.Agar nyambung dengan sistem Windows digunakan versi Samba 4.1.1. Samba versi baru ini dapat bertindak, antara lain sebagai pengontrol domain dan server Active Directory dan mengandung server LDAP, Kerberos Key Distribution Center (KDC) dan kemampuan untuk log on seperti pada Samba-3 oleh CIFS. Sebagai Toolchain disediakan GCC 4.8 dan GNU Binutils 2.32.52. Firewall dikelola dengan Daemon Firewalld yang telah diuji di Fedora.

Sebagai Desktop default Gnome adalah 3.8 dalam mode klasik yang memiliki penampilan mengingatkan pada tampilan Gnome 2.32. Alat Gnome Boxes yang terpasang, memungkinkan pengguna untuk membuat mesin virtual dengan mudah. Kecuali itu tersedia desktop KDE SC 4.10 dengan nuansa Plasma. Untuk penyesuaian tampilan dapat digunakan aplikasi Kscreen yang dibuat oleh pengembang Red Hat dan sekarang digunakan secara default di KDE.

Red Hat secara resmi menjanjikan dukungan perbaikan dan peningkatan untuk setiap versi utama selama 10 tahun yang dilakukan dalam sejumlah tahapan. Dengan biaya tambahan, pengguna dapat memperpanjang selama 3 tahun setelah jadwal dukungan resmi dilampaui. Lebih lanjut tentang RHEL 7 dapat ditemukan disini atau [PDF disini].

Linux Enterprise Edisi Komunitas

Sebagai komitmen Red Hat terhadap open source, secara tradisi menyediakan kode sumber yang dapat dimanfaatkan publik. Proyek seperti CentOS atau Scientific Linux (juga Oracle Enterprise Linux) menggunakannya untuk menghasilkan klon RHEL yang 100 persen kompatibel yang tersedia secara bebas. Proyek komunitas CentOS yang kini juga didukung oleh Red Hat sudah bekerja membangun replika RHEL 7.  Sementara RHEL 7 tidak lagi mendukung arsitektur 32 bit, CentOS 7 mungkin dan diharapkan akan menyediakan versi yang mendukung arsitektur Intel 32-bit x86. [Unduh versi PDF 305KB]

Microsoft Gratiskan Windows 8.1

Sirkulasi “kabar burung” atas kemungkinan sistem operasi Windows bisa diperoleh secara gratis, barangkali pernah lewat ditelinga kita, namun kini menurut paparan yang dimuat di blog karyawan Microsoft, Brandon LeBlanc minggu lalu, rupanya hal itu tidak lama lagi akan menjadi sebuah realita.

windows-8.1-gratis_640

Pungli3.150

Iklan di Media Cetak 2003-2008

Sejatinya kabar itu telah dihembuskan oleh pengembang Windows Terry Myerson dalam blog-nya awal April lalu, Pernyataan LeBlanc diatas hanya memperkuat dan memastikan bahwa Windows 8.1 gratis bukannya sebuah April Mop. Seperti produk komersial pada umumnya, iming-imung gratis atau hadiah, nyaris selalu dikaitkan dengan “syarat dan ketentuan yang berlaku“. Sebagai syarat dan ketentuan, dalam hal ini adalah (1) Windows 8.1 digratiskan untuk mitra Microsoft pembuat hardware yang menanamkannya pada perangkat yang dipasarkan. (2) alat pencari “Bing” yang dipantek bersama browser IE tidak boleh dicopot.

Pengguna akhir perangkat dengan Windows gratis ini nantinya tidak sulit untuk mengganti preferensi Bing dengan dengan mesin pencrai lainnya. LeBlanc juga menulis lebih lanjut, bahwa Windows 8.1 gratis yang dibundel sengan Bing tersebut ditargetkan untuk perangkat Windows Phone dan Tablet dengan ukuran layar 9 inci atau lebih kecil. Namun dalam hal tertentu juga akan tersedia untuk perangkat dengan layar yang lebih besar, namun dengan biaya lisensi yang rendah.

Kecuali itu, beberapa jenis komputer juga dijanjikan akan dibundel dengan paket berlangganan Office 365 selama satu tahun. Sampai saat ini LeBlanc belum merinci, baik nama vendor pembuat komputer maupun jadwal ketersedaan dari Windows gratisan tersebut. Diduga dengan mengintegrasikan mesin pencari Bing dan Office 365 akan membantu upaya Macrosoft yang sejak pertengahan tahun lalu menekankan pada penjualan produk berupa layanan dan divais, yaitu komitmen untuk berpaling dari sebelumnya sebagai perusahan penyedia software, kini menjadikan lingkungan komputasi awan sebagai medan utama, termasuk wilayah perangkat terhubung seperti “Internet of Things” (IoT).

Menggratiskan perangkat lunak proprietari adalah salah satu strategi atau cara menjual sebuah produk maupun layanan, dan dilihat dari sudut pandang Open Source, hal itu  sama sekali tidak membuat produk tersebut menjadi setara dengan produk F/OSS (Free and Open Source Software). Sebagaimana acap kali telah dijelaskan di berbagai media, kata “free” di lingkungan Open Source bukan berarti gratis, namun adalah sebuah kemerdekaan yang bebas dari biaya Pungli (Pungutan lisensi). [Unduh PDF 390KB]

Red Hat Lebarkan Sayap di Indonesia

Mulai dari Brisbane, Beijing, Seoul, Tokyo, Singapura, Kuala Lumpur sampai ke Auckland, dan kini di Jakarta, hadir dalam jajaran wilayah dukungan Asia Pasifik dari Red Hat Inc, sebagai penyedia solusi Open Source. Pada hari ini kantor PT Red Hat Indonesia yang berlokasi di lantai 28 Gedung Ciputra World One Kuningan, Jl. Prof Dr Satrio kav 3-4, Segitiga Emas, Jakarta 12940, telah diresmikan.

2014-05-13 _red-hat-opening-welcome-jakarta_640

Acara peresmian yang berlangsung di hotel Ritz Carlton, dibuka oleh Dirk-Peter van Leeuwen, Vice President and General Manager, Red Hat Asia Pacific, yang menekankan kehadiran Red Hat secara fisik di Indonesia, sebagai sebuah komitmen dalam mendukung pertumbuhan bisnis di wilayah Republik Indonesia.

Mewakili sektor publik, Bapak Ir Bambang Heru Tjahjono M.Sc., sebagai pejabat Dirjen Aplikasi dan Informatika, Kominfo, mengenengahkan pentingnya pemanfaatan solusi berbasis sumber terbuka. Salah satu alasan yang disampaikan, adalah dalam rangka memastikan keamanan layanan masyarakat, maka software yang digunakan di sektor publik atau instansi pemerintah, nantinya harus disertakan bersama kode sumbernya yang telah diaudit oleh pihak ketiga. Pada kesempatan yang sama, Bapak Bambang Heru juga mengajak perusahan penyedia jasa audit untuk turut berperan aktif.

“Pelanggan-pelanggan Red Hat di Indonesia sangat mendukung solusi open source dan kami telah melihat peningkatan ketertarikan dari para pelanggan lokal,..” ucap Senior Director and General Manager, ASEAN, Red Hat, Damien Wong, dalam sambutannya dan pada saat jumpa pers di Jakarta, Selasa (2014-05-13).

2014-05-13 _red-hat-opening-speakers-jakarta_640

Red Hat adalah penyedia solusi perangkat lunak open source terkemuka di dunia, yang menggunakan pendekatan komunitas untuk membangun produk yang handal dan cloud berkinerja tinggi, disamping sistem operasi Linux skala perusahan, middleware, teknologi penyimpanan dan virtualisasi. Red Hat juga menawarkan jasa layanan dukungan, pelatihan dan konsultasi. Berperan sebagai penghubung dalam jaringan global antara perusahaan, mitra, dan komunitas open source, Red Hat menjanjikan dukungannnya untuk menciptakan teknologi yang relevan dan inovatif dalam mempersiapkan pertumbuhan TI pelanggan dimasa mendatang dengan pembebasan sumber daya (open source). [Unduh versi PDF 800KB]

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 179 pengikut lainnya.