Menyambut Kehadiran Mageia 3

Mageia 3 yang telah hadir sejak 19 Mei 2013 membawa Kernel Linux 3.8.13 dan glibc 2.16, sementara Systemd telah digunakan sebagai sistem Init. Sistem berkas Btrfs juga mendapatkan dukungan dan dapat dipasang saat instalasi.

mageia3_bnr_640

Jajaran desktop yang digunakan pada Mageia 3 adalah termasuk KDE 4.10.2, Gnome 3.6.3, Xfce 4.10 dan versi aktual dari LXDE (0.5.5), disamping juga Razor-Qt (0.5.1). Sebagai sebuah alternatif juga disediakan Window Manager lainnya, seperti Enlightenment (e17), Icewm, Fvwm2, Openbox dan Window Maker.

Diantara lebih dari 10.500 paket-paket software yang telah dikompilasi ulang untuk Mageia 3, terdapat serangkaian software untuk produktivitas, pendidikan dan pengembangan seperti LibreOffice 4.0, Steam for Linux, Perl 5.16.3 dan Ruby 1.9,3, Systemd 195 dengan Journald dan RPM 4.11.

GRUB seterusnya digunakan sebagai standar, sementara tersedia GRUB 2 sebagai sebuah opsi yang dapat dipilih saat proses instalasi berlangsung. Mageia 3 juga melakukan pergeseran pada penempatan berkas dari folder /bin, /sbin dan /lib ke /usr seperti halnya yang telah dilakukan pada distro Fedora. Sistem pemadatan berkas yang sekarang digunakan adalah XZ untuk menggantikan LZMA. Masih dalam tahap ujicoba di Mageia 3 adalah dukungan booting dengan UEFI, sementara fitur UEFI Secure boot masih belum didukung.

mageia3_amarok_640

Sekilas tentang Mageia Linux:
Komunitas pengembangan Mageia.org lahir pada tahun 2010 sebagai proyek  nirlaba yang independen yang mendambakan kelanjutan dari pengembangan distribusi Mandriva Linux. Bersama Mageia, pengembangnya tidak perlu lagi ingin memikirkan status keuangan dan keberuntungan perusahan penyokong seperti Mandriva, yang pada saat itu terpaksa merumahkan nyaris semua karyawan termasuk pengembangnya.

Walaupun Mandriva Linux yang secara teknis berada di jajaran terdepan dengan jumlah pengguna yang luas, namun sejak beberapa tahun sebelumnya, jatuh dan bangun dilanda krisis keuangan. Sementara perusahan Mandriva sekarang masih menawarkan layanan dukungan berupa produk komersil seperti Mandriva Pulse, Enterprise IT management system, Mandriva Business Server, training dan konsultasi, Mageia.org sebagai sebuah yayasan pengelola distribusi Mageia, dipimpin oleh dewan yang dipilih secara berkala oleh komunitas, serupa dengan Debian GNU/Linux. Kata “Mageia” yang dipilih, diturunkan dari bahasa Yunani yang berarti “sakti” atau juga “gaib”.

Seperti Debian, Mageia melakukan pemisahan koleksi software, antara yang Free dan yang non-free yang tersimpan di lumbung repositorinya. Mageia resminya menyediakan tiga jenis lumbung repositori dengan software yang dikelompokkan sebagai: Core, Non-free, dan Tainted (tercemar). Core mengandung software berlisensi bebas (FOSS). Non-free menyertakan driver-driver termasuk dari Nvidia dan ATI, dan binari untuk wireless firmwares, termasuk driver closed-source lainnya. Yang disimpan di lumbung Tainted adalah termasuk codec-codec FOSS multimedia yang tercemar, karena di beberapa negara tertentu masih dipermasalahkan dalam hal hak paten atau soal HaKI.

Dalam setiap repositori tersedia empat kelompok software (media) merupakan tahap pengembangan berupa edisi: Rilis (release), Diperbarui (updates), Backports, dan Testing. Diluar lumbung resmi, terdapat banyak repositori lainnya yang disediakan komunitas independen atau dari pihak ketiga. Kendati demikian, semua software tersebut dapat dikelola melalui fitur Software Manager yang ada di Mageia Control Center yang ditata cukup rapi.

Media Mageia 3:
Siklus rilis yang direncanakan Mageia, mulai dari janin sampai dengan lahirnya generasi baru berlangsung selama sembilan bulan, diteruskan masa pemeliharaan atau dukungan penangkalan terhadap kutu selama 18 bulan. Dalam kenyataannya tidak selalu tepat waktu. Setelah versi Mageia 1 dirilis pada bulan June 2011 dengan dukungan sampai December 2012, disusul adiknya Mageia 2 yang lahir pada bulan Mei 2012, dan Mageia 3 yang telah hadir sejak 19 Mei 2013, merilis sembilan jenis media DVD dan CD, baik installer maupun live, terdiri dari:

  • 32bit-DVD-Full_sku-01.450.300.51 (All, Free + NonFree)
  • 32bit-LiveDVD-KDE_sku-01.450.300.52
  • 32bit-LiveDVD-Gnome_sku-01.450.300.53
  • 32bit-LiveCD-KDE_sku-01.450.300.02 (English-only)
  • 32bit-LiveCD-Gnome_sku-01.450.300.03 (English-only)
  • BiArch-CD_sku-01.450.300.41 (dual-arch installer CD, 100% Free)
  • 64bit-DVD-Full_sku-01.450.300.61 (All, Free + NonFree)
  • 64bit-LiveDVD-KDE_sku-01.450.300.62
  • 64bit-LiveDVD-Gnome_sku-01.450.300.63

Mageia 2 Telah Tiba

Mageia 2 merupakan rilis stabil nomor dua dari distribusi Linux yang diklaim sebagai penerus Mandriva dan dibangun oleh mantan komunitas pengembang Mandriva. Belum lama kedua kubu menyepakati kerjasama yang merencanakan untuk menjadikan Mageia sebagai basis pengembangan produk server Mandriva.

Mageia 2 dibangun menggunakan Kernel Linux 3.3.6, glibc 2.14.1 dan X-Server 1.11.4. Sebagai Init-System digunakan Systemd, disamping juga menyediakan Init-System versi lama sebagai pilihan untuk pengguna konservatif. Untuk desktop dipasang lingkungan desktop KDE 4.8.2, disamping Gnome 3.4.1, juga versi terbaru dari LXDE dan Razor-Qt (0.4.1) sebagai pilihan. Sebagai alternatif, pengembang Mageia juga menyediakan Window-Manager lain yang telah dikonfigurasi seperti Enlightenment (e17), Icewm, Fvwm2, Openbox dan Window Maker. Untuk inisialisasi Ramdisks (initrds) tersedia alat bantu Dracut.

Melengkapi Desktop, Mageia 2 menyediakan aplikasi seperti Firefox 10.0.4 ESR, Chromium 18, Opera 11.64, Thunderbird 10.0.4 ESR, Gimp 2.8.0, VirtualBox 4.1.2, LibreOffice 3.5, Calligra 2.4 dan Evolution.

Sedangkan untuk Multimedia, Server dan Tools dilengkapi dengan aplikasi-aplikasi seperti PulseAudio 2.0, MariaDB sebagai pengganti MySQL, PostgreSQL versi 3, Firebird, OpenJDK 7, software Cluster Pacemaker dan Corosync, webserver Apache, Cherokee, lighthttpd dan nginx seperti juga Puppet sebagai administrator terpusat.

Fitur terpenting Mageia 2:

  • Linux kernel 3.3.6;
  • XOrg Server 1.11.4;
  • Dukungan untuk Intel Sandy Bridge (2nd Generation Intel Core i7/i5/i3);
  • Dukungan untuk Ivy Bridge (3rd Generation Intel Core i7/i5/i3);
  • Nvidia 295.49 video driver;
  • ATI Radeon 12.4 video driver;
  • Peningkatan pada installer;
  • Mendukung systemd;
  • Btrfs filesystem support;
  • LVM support;
  • Dukungan untuk ARM and MIPS;
  • Dukungan untuk PCMCIA controllers ditingkatkan;
  • RPM 4.9;
  • Di-update PPPoE;
  • Dukungan untuk serial line installations;
  • Dukungan untuk installation from virtual discs;
  • Dukungan lebih baik untuk labels dan UUID untuk swap;
  • Dukungan untuk nilfs2;
  • Dukungan untuk hard drives lebih besar dari 2.2TB;
  • Peningkatan pada rescue system berikut dukungan lebih baik untuk RAID, LV, virtual discs, dan encrypted systems;
  • Diperluas dukukungan untuk hardware;
  • Penggunaan memori lebih hemat untuk berbagai utiliti.

Rincian perbaikan pada Mageia 2 selengkapnya, dapat disimak di catatan rilis.

Mandriva: Dukungan 2010.1 Dan 2010.2 Diperpanjang

Menanggapi protes para pengguna, perusahan dibalik Mandriva Linux berjanji memperpanjang dukungan untuk distribusi versi Mandriva 2010.1 dan 2010.2 selama enam bulan. Dengan demikian diharapkan bahwa transisi ke versi Mandriva 2011 yang saat ini masih belum final, akan menjadi lebih mudah.

Pimpinan perusahan Mandriva telah mengambil keputusan untuk memperpanjang masa dukungan terhadap Mandriva 2010.1 (rilis 9 Juli 2011) dan updatenya 2010.2 (23 Desember 2010) selama setengah tahun yang tadinya diumumkan berakhir pada 8 Juli 2011, kini dilanjutkan sampai 8 Januari 2012 dengan mensuplai perbaikan dan patches terhadap komponen utamanya.

Sejatinya Mandriva diterbitkan secara berkala dua kali setahun. Namum dua rilis terakhir ternyata jadwalnya molor terus, sedangkan Mandriva 2011 yang dinantikan penggunanya masih belum tersedia.

Mandriva yang sejak beberapa tahun terakhir bertubi-tubi diterpa masalah keuangan, dan tahun lampau harus merumahkan sebagian besar karyawan termasuk para pengembangnya. Ketidakpastian seperti itu, telah  membuat para pecinta tidak sabar yang menggalang komunitas pengembang dari seluruh dunia mendirikan distro baru sebagai sebuah fork dari Mandriva dan diberi nama Mageia yang baru-baru ini berhasil merilis versi perdananya.

Mageia 1 Hadir Mendampingi Mandriva

Setelah menerbitkan lima kali versi ujicoba secara marathon, saatnya Mageia 1 versi final hadir percaya diri mendampingi Mandriva Linux yang akhir-akhir ini rilisnya masih senin-kamis. Mageia Linux dilahirkan sebagai buah dari aksi komunitas atas ketidakpastian masa depan Mandriva S.A. yaitu perusahan penyokong dibalik distro Mandriva Linux.


Tatkala Mandriva S.A. diterpa masalah keuangan, banyak pecinta dan pengguna konsen terhadap situasi yang tidak menentu dan komunitas pengembang kontan menyingsingkan lengan baju membangun distribusi penerus dalam wujud Mageia Linux. Hal serupa juga terjadi pada proyek-proyek open source popular lainnya seperti LibreOffice (OpenOffice.org) dan Joomla (Mambo) bila terjadi masalah non-teknis.

Mageia 1 versi stabil dibangun diatas landasan Mandriva 2010.2 memasang kernel Linux 2.6.38.7 dan menyertakan lingkungan-lingkungan desktop versi KDE 4.6.3, Gnome 2.32, Xfce 4.8.1 atau Lxde. Pengguna yang merasa desktop-desktop tersebut masih terlalu berat, Mageia juga menyediakan lingkungan desktop ringan di repositorinya berupa aneka Windowmanager seperti Fluxbox, Openbox, IceWM, Fvwm2 atau Windowmaker.

Disto Mageia 1 telah dibekali (nyaris) segalanya yang dibutuhkan pengguna untuk menyelesaikan pekerjaan hari-harinya. Untuk itu, misalnya tersedia Browser Firefox 4.0.1, Chromium 11 dan Epiphany disamping klien-klien email Thunderbird 3.1.10, KMail 4.4.11.1 dan suit PIM Evolution 2.32.2. Bagi yang memilih komunikasi daring (online), tersedia Instantmessenger Kopete, Pidgin, Empathy atau Kadu. Untuk menunjang kegiatan perkantoran tersedia suit LibreOffice dan Calligra (penjelmaan KOffice) dan menggunakan aplikasi KmyMoney, Skrooge atau GnuCash pengguna bisa merapihkan urusan keuangannya. Guna mendukung kreatifitas dikemas paket-paket aplikasi seperti Gimp, Inkscape dan Blender.

Bagi para pengembang software, Mageia menyediakan paket IDE seperti Anjuta, Eclipse, Netbeans dan KDevelop yang dapat diambil dari lumbung repositori. Berkat dukungan untuk VirtualBox, KVM/Xen dan virt-manager, Mageia dapat dijadikan sebagai sistem tamu untuk sistem-sistem lainnya, sementara paket Wine yang dibawanya memungkinkan untuk menjalankan aplikasi Windows di Mageia Linux. Sebagai pengelola paket software diberdayakan urpmi, dan untuk pengelola sistem digunakan perkakas Drak asal Mandriva.


Mageia 1 tersedia untuk arsitektur i586 (32bit) dan x86_64 (64 bit), sementara untuk prosesor ARM dijanjikan pada tahap berikutnya. Mageia mengerti tidak kurang dari 161 bahasa dunia dan diterbitkan berupa media DVD dan LiveCD (KDE atau GNOME). Mageia juga menyediakan panduan untuk meng-upgrade sistem Mandriva Linux 2010.1 dan 2010.2 disulap menjadi Mageia 1.

Mageia Lanjutkan Distro Mandriva

Dalam upaya penyelamatan distro Mandriva, salah satu mantan pengembang Mandriva Jérôme Quelin mengumumkan proyek penerus (fork) yang diberi nama Mageia. Proyek yang diprakarsai oleh lebih dari 30 mantan karyawan Mandriva dan pengembang dari komunitas telah didirikan untuk memastikan bahwa keberadaan distro Mandriva Linux masih berkelanjutan. Dalam posting yang disebarluaskan di milis pengembang Mandriva ‘Cooker’ disebutkan bahwa para aktivis komunitas Mandriva tidak lagi yakin rencana manajemen kedepan akan mampu mengayomi proyek open source seperti Mandriva Linux.

Mageia akan dikembangkan oleh dewan koordinator yang akan dibentuk dalam waktu dekat dan nantinya secara berkala dilakukan pemilihan dewan baru sesuai aturan yang disepakati. Untuk memulai proyek ini dicari inisiator-inisiator untuk kebutuhan Hardware, spasi Hosting termasuk relawan lainnya dan mengundang semua yang berminat untuk berpartisipasi dengan menghubungi milis atau via IRC.

Fork yang menyihir Mandriva Linux menjadi Mageia (dari bahasa Yunani: Mageia = “seni sihir”) telah cukup lama menjadi bahan diskusi ini merupakan reaksi terhadap perusahan Mandriva yang merumahkan sejumlah pengembang Mandriva Linux.

Kesulitan keuangan yang menghantui Mandriva terjadi berulang kali dan yang terakhir diketahui sejak bulan Mei lalu, dimana pimpinan baru perusahan Arnaud Laprévote hanya mengkonfirmasi adanya negosiasi guna mencari investor baru dan satu bulan kemudian disebutkan telah mendapatkan investor yang di awal September diketahui adalah perusahan Wallix. Yang dipastikan dari akuisisi tersebut, sebagaimana dipaparkan Laprévote secara sarkastis bahwa perusahan Mandriva akan memusatkan pengembangannya untuk produk yang menghasilkan uang semata dan dengan demikian banyak karyawan harus dirumahkan.

Distro Mageia yang akan menjadi penerus desktop Mandriva merupakan proyek komunitas yang dikolola secara gotong royong dan dalam banyak aspek menyerupai organisasi pengembangan distro sejati Debian GNU/Linux. Para mantan karyawan Mandriva yang turut aktif mengambil bagian dalam proyek ini termasuk Anne Nicolas, Arnaud Patard, Christophe Fergeau, Damien Lallement, Nicolas Vigier, Olivier Blin, Romain d’Alverny, Séverine Wiltgen dan Thierry Vignaud.

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 181 pengikut lainnya.