Debian, Selamat Ulang Tahun Ke-20

Pada tanggal 16 Agustus 2013, proyek Debian berumur 20 tahun dan pada kesempatan yang sama mengundang semuanya untuk merayakan dan menghadiri pesta ulang tahun akbar yang berlangsung dan dijadwalkan di Swiss, bertepatan dengan ajang acara DebConf13 di Le Camp, dekat desa Vaumarcus:

Selama Perayaan Ulang Tahun Debian, konferensi Debian akan membuka pintu bagi siapa pun yang tertarik untuk mengetahui lebih lanjut tentang Debian dan Free Software. Mengundang para pengembira, pengguna, dan pengembang untuk menghadiri seminar setengah hari membicarakan semuanya yang berkaitan dengan Free Software, Proyek Debian, dan sistem operasi Debian.

happy 20th birthday debian

Debian kali pertama diperkenalkan oleh Ian Murdock, seorang mahasiswa dari Universitas Purdue, Amerika Serikat, pada tanggal 16 Agustus 1993. Nama Debian berasal dari kombinasi nama Ian dengan mantan-kekasihnya Debra Lynn: Deb dan Ian.

Menurut situs resminya: “Sejak saat itu proyek telah berkembang menjadi salah satu yang terbesar dan merupakan proyek open source paling berpengaruh, tersedia dalam 70 bahasa, dan mendukung sebagian besar jenis arsitektur komputer. Debian menyebut dirinya sebagai sistem operasi universal yang merilis lebih dari 20.000 paket perangkat lunak untuk lebih dari sepuluh arsitektur komputer, mulai dari desktop dan laptop, sampai ke ponsel dan tablet hingga komputasi skala mainframe. Debian telah digunakan sebagai landasan untuk banyak sekali distro Linux lainnya, termasuk BlankOn dan Ubuntu. Ribuan relawan dari seluruh dunia bekerja sama, bahu membahu untuk menciptakan dan memelihara sistem Debian, dan banyak diantaranya untuk memanfaatkan waktu luang mereka.”

Kunci kekuatan proyek Debian adalah basis relawan dan komitmennya untuk menyediakan sistem operasi terbaik. Selain pertemuan debconf, komunitas Linux sejati ini umumnya berkomunikasi melalui Internet, mailing-list dan kamar-chat. Berbeda dengan distro Linux yang setara lainnya, Debian adalah organisasi non-profit yang independen dan tidak didukung oleh sebuah perusahaan komersial tertentu. Dedikasi Debian yang murni mendukung Free Software, bersifat non-profit dan pengembangan model terbuka, membuatnya unik di antara distribusi-distribusi Perangkat Lunak Bebas yang eksis.

Debian Squeeze Bantu Astronaut Berselancar Di Angkasa Luar

nasa_logo_640Laptops dengan Debian GNU/Linux 6 alias Squeeze akan digunakan di stasiun angkasa luar “International Space Station” (ISS) menggantikan Windows dan Scientific Linux.

Sistem operasi Linux Debian utamanya akan digunakan antara lain untuk membantu para astronaut yang bekerja di stasiun angkasa luar internasional (ISS). Hal tersebut diungkapkan oleh pimpro Keith Chuvala (NASA) dan Linux Foundation, sementara United Space Alliance bertanggung jawab atas infrastruktur jaringan komputer bergerak di ISS.

Semua laptops termasuk yang nantinya ditenagai dengan Linux Debian memiliki akses ke Internet, memungkinkan para Astronaut mengirimkan twitter dan menerima email seperti warga penghuni dunia lainnya. Disamping data yang relevan untuk tugas misi angkasa luar, laptop yang digunakan masing-masing astronaut dapat digunakan untuk pribadi seperti berkomunikasi dengan keluarga dan teman-temannya via internet.

Sebagaimana dipaparkan Chuvala, alasan NASA berpaling terutama karena stabilitas dan keandalan Debian GNU/Linux. Disamping kemudahan bagi tim mereka untuk melakukan patch bila diperlukan, Debian juga diyakini lebih gampang untuk disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing Astronaut.

international-space-station_linuxmagazine_640

Walaupun dari sisi jumlah, awalnya tidak lebih dari 6 laptops yang akan dibawa ke angkasa luar, namun keandalan dari masing-masing laptop harus terjamin dan perlu penyesuaian dengan kebutuhan setiap astronaut yang bekerja di ISS. Kriteria yang tidak dapat ditawar tersebut juga merupakan alasan untuk memberdayakan Debian 6 Squeeze sebagai pengganti Windows dan Scientific Linux. Komputer-komputer jinjing tersebut diperlukan oleh para astronaut untuk aneka tugas seperti untuk mengelola inventaris atau untuk mengetahui posisi dimana Stasiun Angkasa Luar (ISS) yang mereka tumpangi sedang berada.

Pimpro Keith Chuvala adalah penanggung jawab untuk bidang “Space Operations Computing” (SpOC) di NASA, yang juga mengurus sistem jaringan “OpsLAN” dari United Space Alliance, yang menghubungkan semua komputer di stasiun ISS. Pelatihan untuk para astrounaut dalam bidang pemrograman, pengeloaan sistem (SysAdmin) dan penggunaan sistem operasi Linux, pelaksanaannya diserahkan kepada Linux Foundation.

Wheezy Dengarkan Ucapan Instal Debian 7.0

Lebih dari dari dua tahun dibutuhkan tim pengembang Debian untuk membangun versi 7.0 alias Wheezy. Sebagai bagian dari sebuah tradisi, nama “Wheezy” diambil dari film layar lebar Toy Story 2, yang kali ini merupakan nama figur Pinguin, dan distro utama Debian 7.0 telah rilis pada hari minggu tanggal 5 Mei 2013.

debian7_bnr2_640

Banyak upaya yang telah diinvestasikan pengembangnya untuk meningkatkan kemampuan Installer dan memperluas dukungan untuk Cloud. Pembaruan terbesar dan yang menjadi tujuan utama pengembangan “Wheezy” adalah dukungan untuk aneka arsitektur atau Multiarch. Wheezy memberi peluang kepada pengguna untuk menginstalasi paket-paket software berasal dari aneka arsitektur dalam satu sistem dan sekaligus menutaskan segala ketergantungannya (dependencies) secara otomatis.

debian7wheezy_install_640Disisi lain, terdapat peningkatan kenyamanan cukup signifikan pada proses instalasi yang memungkinkan instalasi menggunakan ucapan sintesis suara (speech synthesis) dan fitur ini membantu terutama pada pengguna tuna netra saat menginstal sistem operasi Debian, yang tidak lagi memerlukan baris tulisan Braille. Saat ini fitur sintesis suara telah mendukung lebih dari satu lusin bahasa.

Untuk kali pertama Debian telah mendukung instalasi dan pengoperasian pada komputer 64-Bit dengan UEFI (amd64), sementara untuk fitur Secure Boot sedang disusulkan. Dengan demikian Debian 7.0 dapat dipasang bersebelahan dengan Windows 8 di hard-disk yang sama.

Wheezy dibekali lebih dari 36.000 paket software yang dibangun menggunakan tidak kurang dari 17.500 paket kode sumber terbuka. Atas dasar pemikiran stabilitas dan memperhitungkan masa inkubasi proses penstabilan sekitar sepuluh bulan setelah pembekuan fitur, maka paket stabil bawaan Wheezy 7.0.0 sebagian besar berasal dari rilis sebelum pertengah tahun 2012. Keuntungan yang didapatkan pengguna dari kebijakan tersebut, adalah stabilitas yang tinggi dan minimal akan kebutuhan perbaikan. Pengguna yang menghendaki versi yang lebih baru, bila perlu dapat memasang dari lumbung-lumbung repositori Backports resmi Debian, Repositori eksternal, dari paket-paket yang sedang dikembangkan atau dengan cara dan dari sumber-sumber lainnya.

Pustaka multimedia ffmpeg di Wheezy telah ditukar dengan libav, yaitu sebuah fork pencabangan dari ffmpeg yang menjanjikan stabilitas yang lebih baik. Kecuali itu tersedia semua Codecs bebas di lumbung arsip utama (Main-Archive) untuk Wheezy.

Untuk Debian 7.0 digunakan Gnome 3.4 sebagai desktop standar, disamping menyediakan sejumlah lingkungan desktop-desktop atau Window-Manager lainnya, seperti KDE 4.8.4, LXDE 0.5.5 atau Xfce 4.8. Seperangkat paket software utama yang ditawarkan Wheezy antara lain adalah Apache 2.2.22, Asterisk 1.8.13.1, GIMP 2.8.2, GNU Compiler Collection 4.7.2, Icedove 10 (yaitu penjelmaan atau nama lain untuk Mozilla Thunderbird), Iceweasel 10 (nama lain untuk Mozilla Firefox), LibreOffice 3.5.4, MySQL 5.5.30, Nagios 3.4.1, OpenJDK 6b27 und 7u3, Perl 5.14.2, PHP 5.4.4, PostgreSQL 9.1, Python 2.7.3 und 3.2.3, Samba 3.6.6, Tomcat 6.0.35 und 7.0.28, Xen 4.1.4 und X.Org 7.7. Sistim Debian adalah memenuhi persyaratan atau “compliant” dengan standarisasi LSB 4.1.

debian7wheezy_640

Sejak Debian 7.0 ditambahkan dukungan untuk arsitektur armhf, yang dapat digunakan pada berbagai sistem berbasis prosesor jenis ARM, seperti halnya untuk Buffalo Linkstation LiveV3 (LS-CHL), Buffalo Linkstation Mini (LS-WSGL), Toshiba AC100, MX53 LOCO Board, OMAP4 Pandora dan pada nettop Genesi Efika MX Nettops dan Smarttops. Kecuali itu Wheezy juga menyokong agar dapat digunakan pada arsitektur s390x, yaitu versi 64-Bit dari mesin IBM System z yang menggantikan sistem s390.

Target pengembangan lainnya adalah perbaikan pada kwalitas paket-paket software dengan hasil berdampak pada peningkatan kecepatan sistem. Debian 7.0 sekarang sepenuhnya mendukung protokol IPv6 dan sebagai sistem berkas standar digunakan ext4 menggantikan ext3. Sistem berkas Btrfs juga dapat dimanfaatkan pada partisi /boot yang terpisah.

Debian 7.0 telah memperbaiki dukungannya untuk transmisi suara dengan protokol internet VoIP, yang memungkinkan telefoni SIP menembus Firewalls. Untuk itu disediakan fitur-fitur seperti reTurn server, repro SIP proxy dan dlz-ldap-enum. Wheezy juga memperbaiki sistem keamanannya seperti pada otentikasi token dua faktor menggunakan Open Authentication (OATH), mendukung OpenID 2.0 via SimpleID dan AppArmor.

Wheezy juga telah disiapkan untuk berkiparah diawan (cloud) menyediakan dukungan baik untuk suit OpenStack-Suite maupun Xen-Cloud-Platform (XCP). Hal ini akan mempermudah pengguna membangun infrastruktur Cloud menggunakan Debian 7.0. Debian Wheezy juga siap untuk dipasang di Cloud komersil seperti di lingkungan awan Amazon EC2, Windows Azure atau Googles Computer Engine.

Debian 7.0 ditenagai menggunakan kernel versi Linux 3.2 dengan jaminan stabilitas tinggi, sementara versi kernel terkini saat Wheezy diluncurkan adalah Linux 3.9. Dengan demikian bila diperlukan dukungan untuk hardware lebih baru, drivers dari kernel yang lebih kini akan di port mundur untuk Wheezy. Kendati demikian, pada versi ini telah dibekali dengan serangkaian drivers baru terutama untuk perangkat keras jaringan kabel dan nirkabel WLAN, USB dan hard-disk.

Untuk para pengembang, Wheezy menyediakan bahasa pemrograman Perl versi 5.14, PHP 5.4, seperti juga Ruby 1.9. Paket-paket Ruby untuk Debian diakui oleh Rubygems. Pengembang Python disediakan versi 2.7 atau 3.2, sementara Python 2.6 juga didukung oleh Wheezy. GCC (GNU Compiler Collection) yang disertakan adalah versi 4.7.2.

Debian 7.0 mendukung lebih dari 70 bahasa tersedia untuk beragam arsitektur termasuk 32 dan 64-Bit Intel, ARM, PowerPC (powerpc), Oracle SPARC (sparc), MIPS, Intel Itanium (ia64), IBM S/390 (31-bit s390 dan 64-bit s390x) dan ARM (baik armel pada hardware lama, maupun armhf untuk hardware dengan floating point). Pengguna versi Debian Squeeze dapat melakukan peningkatan pada sistemnya menjadi Wheezy menggunakan APT.

Debian 6.0 Squeeze Diluncurkan

Dua puluh empat bulan setelah Lenny tim pengembang proyek Debian  luncurkan versi 6.0 “Sequeeze” sesuai jadwal. Kecuali Debian GNU/Linux, pengembang yang sama juga merilis Debian GNU/kFreeBSD menggunakan kernel turunan BSD yang masih berstatus ujicoba.

Pada dasarnya Debian tidak menyertakan paket-paket aplikasi versi terkini, melainkan paket-paket software yang telah diujicoba secara rinci dan berjalan sangat stabil. Debian 6.0 dibangun diatas  kernel Linux 2.6.32 dan membawa segudang paket aplikasi yang dijamin seratus persen bebas dan kompatibel baik dengan Filesystem Hierarchy Standard v2.3 (FSH) maupun terhadap Linux Standard Base v3.2 (LSB).

Sistem Init kali ini memanfaatkan Upstart yang menjalankan skript booting secara paralel untuk mempercepat proses booting. Sistem Init System V yang digunakan sebelumnya masih tetap dipelihara dan mendapat dukungan dari tim pengembangnya karena merupakan bagian dari persyaratan LSB 3.2. Squeeze menyokong sistem-sistem berkas moderen Ext4 dan Btrfs untuk Linux, sementara untuk edisi kFreeBSD menggunakan sistem berkas Zettabyte Filesystem (ZFS).

Seiring dengan jadwal pengembangan yang panjang (2 tahun) dan jumlah komunitas pengembang yang besar, Squeeze membawa banyak pembaruan dan penyempurnaan teknis. Debian 6.0 menyertakan paket software versi X.Org 7.5, lingkungan Desktop KDE 4.4.5 dan Gnome versi 2.30. Kecuali itu disertakan desktop-desktop ringan seperti Xfce 4.6 dan LXDE 0.5 disamping banyak jenis Windowmanager alternatif lainnya. Pengembang Debian tidak melupakan pengguna Netbook dan menyertakan edisi KDE Plasma Netbook di lumbung repositorinya. Paket aplikasi utama lainnya yang disertakan adalah OpenOffice 3.2.1 untuk perkantoran dan Gimp 2.6.11 sebagai pengelola grafik.

Berkat stabilitas yang ditawarkan Debian, ia umumnya digunakan untuk server dan sebagai landasan untuk membangun distro-distro lainnya termasuk Ubuntu Linux. Debian Squeeze menyertakan paket-paket yang diperlukan termasuk basis data MySQL 5.1.49 dan PostGreSQL 8.4.6, kemudian server Apache 2.2.16, dan untuk pengembang disediakan versi Python 2.6.6, 2.5.5 dan 3.1.3, Perl 5.10.1, PHP 5.3.3, paket pengembangan Java OpenJDK 6b18 seperti juga Applikationsserver Tomcat 6.0.18. Mendukung Debian Squeeze tersedia tidak kurang dari 29.000 paket-paket software yang binari-nya dikemas masing-masing dalam 8 media DVD untuk setiap platform.

Proyek Debian juga memperluas distribusi “Custom Debian Distributions” yang diracik khusus untuk kelompok pengguna tertentu yang dan kini diganti namanya dengan “Debian Pure Blends”. Distro-distro Pure Blends mengandung paket-paket software yang disesuaikan untuk masing-masing kelompok pengguna seperti Debian Edu untuk pendidikan, DebiChem untuk bidang kimia, Debian GIS untuk pemetaan, Debian Med untuk kesehatan atau Debian Science untuk bidang sain.

Selebihnya silakan baca berita rilis Debian 6.0 Squeeze.

Debian 6.0: Squeeze Rencana Hadir Awal Februari

Setelah aral terakhir yang melintang di wilayah installer disingkirkan, pengembang Debian bertekad menetapkan jadwal peluncuran Debian 6.0 “Squeeze” sekitar tanggal 5 dan 6 Februari setelah tahun baru Imlek. Untuk mengejar itu, akhir minggu ini telah dijadwalkan kandidat rilis kedua untuk Installer. Kesepakatan tim pengembang dalam penentuan jadwal peluncuran telah diumumkan pengembang Neil McGovern di sebuah surat elektronika via Mailinglist terkait.

Sebagai sebuah tradisi yang berlaku di lingkungan Debian GNU/Linux, versi 6.0 ini juga akan mengemas hanya peket-paket software bukan yang terkini, melainkan yang telah tangguh dan stabil. Misalnya, Kernel yang disertakan adalah versi Linux 2.6.32 yang sudah ada sejak akhir 2009 dan telah mendapatkan status “Longterm” dari pengembang kernel yang masih senantiasa memeliharanya.

Sejak bulan Augustus 2010 lalu telah ditetapkan daftar paket-paket software yang disertakan bersama Squeeze. Diantaranya adalah Desktop KDE 4.4.5, Gnome 2.30.0, XFCE 4.6.2 dan server grafis versi X.org 7.5. Sebagai aplikasi untuk urusan perkantoran disediakan Openoffice.org 3.2.1, sementara perkakasan bagi para pengembang tersedia antara lain Python 2.6 dan 3.1, Perl 5.10, GHC 6.12 seperti juga GCC 4.4.

Peluncuran Squeeze awalnya dijadwalkan pada bulan Maret 2010, namun karena proyek Debian lebih memprioritaskan kualitas ketimbang ketepatan jadwal, hari terbitnya berkali-kali telah dijadwal ulang sampai penetapannya kali ini, yaitu dua tahun setelah peluncuran Debian 5.0 “Lenny” (Februari 2009).

Kursus Pengembangan Linux Bersama Debian Women

Penggiat perempuan Debian yang tergabung di proyek Debian Women selenggarkan serangkaian pelatihan pengembangan Linux via IRC dan ditargetkan tidak hanya untuk kaum hawa.

Pelatihan diawali malam ini jam 03:00 WIB Jumat (atau Kamis 20:00 UTC ) yang membahas topik “Introduction to Debian Packaging” dibawakan oleh Lars Wirzenius selama 2 jam. Pelatihan berikutnya adalah “Using Git” dibawakan oleh David Paleino pada hari Jumat tanggal 26 November jam 4:00 WIB (Kamis 25 November 21:00 UTC) dan yang terakhir di sesi ini membahas “Python libraries/application packaging” yang dibawakan oleh Piotr Ożarowski dengan jadwal Jumat 3 Desember jam 3:00 WIB (Kamis 2 December 20:00 UTC)

Sesi pelatihan berlangsung di saluran IRC #debian-women dan diumumkan di halaman Wiki Debian berikut detil pelatihan yang diperlukan.

Debian Women telah berdiri sejak 2004 yang melibatkan pengembang wanita di proyek Debian GNU/Linux. Tujuan yang digariskan [PDF 23 halaman] termasuk untuk mendorong perempuan menjadi pengembang, diversifikasi Debian (sepanjang satu sumbu!), meningkatkan visiblitas wanita di Debian dan mendiskusikan isu-isu yang relevan.

ZevenOS-Neptune 1.9 Rasa BeOS Gunakan KDE 4.4.5

ZevenOS-Neptune adalah salah satu edisi ZevenOS yang dibangun diatas Debian Squeeze dan dapat dijalankan dengan baik di Netbooks seperti juga di sistem yang lebih canggih. Sebagai batas minimal kebutuhan hardware disebutkan CPU berkecepatan 600 MHz dan memori RAM sebesar 256 MB. Software yang disertakan bersumber di lumbung repositori Debian yang dapat diaktualisasi untuk menjamin sistem ini senantiasa uptudate dan stabil dalam jangka panjang.

Leszek Lesner, pengembang utama dibalik ZevenOS memiliki tiga agenda ketika ia mengimplementasikan ideanya yaitu BeOS-Touch, Speed dan kemampuan Multimedia seperti yang dimiliki panutannya BeOS “Zeta” yang telah menjadi legenda diantara sistem operasi yang pernah ada.

Versi Neptune 1.9 yang baru dirilis (2010-10-09) berupa sistem live (DVD dan USB) yang dapat ditanamkan di hardisk (intsalasi) dan telah menyediakan USB-Installer agar pengguna bisa langsung bisa membuat live-USB yang persisten dengan kemungkinan untuk menyimpan data konfigurasi pribadi.

ZevenOS 1.9 menggunakan Kernel Linux 2.6.35.5 dan Xorg 7.5 sebagai basis, sementara  sebagai desktop dimanfaatkan versi KDE 4.4.5. Agar bisa digunakan di komputer usang dengan spesifikasi rendah tersedia Low-Memory-Modus dan digerakkan menggunakan desktop kelas bulu Fluxbox yang juga disediakan dalam media DVD (1.4 GB) yang dirilis. Dalam modus ini dibutuhkan RAM hanya sekitar 90 MB saja.

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 181 pengikut lainnya.