AOSI OpenKnowledge-3: Training Publikasi Majalah Digital

Melanjutkan kegiatan berkala dalam menyediakan materi pelatihan memanfaatkan teknologi informatika, Asosiasi Open Source Indonesia (AOSI) kembali menyelengarakan training Open Knowledge yang membahas cara “Publikasi Majalah Digital”.

Pelatihan bulan Mei ini ditargetkan bagi mereka yang ingin memasuki dunia publikasi digital untuk merealisasikan idea sebuah materi presentasi digital. Melalui training ini, peserta dapat belajar langsung dari pakar di bidang publikasi digital, sambil melakukan sendiri proses praktek pembuatan publikasi digital profesional mulai dari nol. Pada akhir pelatihan peserta akan mampu membuat sebuah Publikasi Digital menggunakan teknologi termutakhir yang ada.

Adapun jadwal “Publikasi Majalah Digital“:

  • Klik PerbesarHari Rabu 29 Mei 2013
  • Pukul 08:00 – 16:00 wib

Pembawa Materi:

  • Bapak Rachman Ibrahim dari PT JakSoft

Lokasi Training :

  • Menara MTH Lantai 6,
  • Jln. MT. Haryono Kav. 23
  • Jakarta Selatan.

Rincian Kegiatan Training :

  • 08:00 – 09:00 Pendaftaran
  • 09:00 – 10:00 Pengenalan Publikasi Digital, Pengenalan HTML 5 dan Pengenalan Platform Publikasi Digital
  • 10:00 – 10:10 Coffe Break
  • 10:10 – 12:00
    1. Persiapan:
    - Instalasi Perangkat Lunak yang Dibutuhkan
    - Pengenal Fitur
    2. Tanya Jawab
  • 12:00 – 13:00 Ishoma
  • 13:00 – 15:00 Sesi Sore :
    1. Menyusun materi publikasi (yang sudah dipersiapkan sebelumnya)
    2. Menggunakan perangkat lunak untuk membuat aplikasi majalah digital
    - Memasukkan materi publikasi
    - Melakukan publikasi
    - Mengelola publikasi
  • 15:00 – 15:30 Coffe Break
  • 15:30 – 16:00 Menggunakan Android Market dan myedisi.com
  • 16:00 – 16:10 Pengisian from feedback

Siapa yang perlu hadir :
Semua kalangan yang ingin atau telah berkecimpung di dunia publikasi digital, atau memerlukan skill membuat publikasi untuk dipresentasikan secara digital (Multimedia).

Agar mendapatkan hasil yang maksimal sebaiknya peserta training memiliki pengetahuan sebagai berikut :

  • Tahu dasar-dasar pengoprasian aplikasi komputer
  • Berpengalaman mengoperasikan web browser
  • Bisa mengoperasikan Adobe InDesign (tidak wajib)

Biaya Training Rp. 500.000, khusus anggota AOSI diberikan diskon 30%
Pembayaran paling lambat 1 hari sebelum acara atau Pembayaran On The Spot

Pendaftaran di http://aosi.or.id/pendaftaran/

Media Center GeeXboX 3.0

GeeXboX 3.0. yang diluncurkan satu tahun setelah versi GeeXboX 2.0 mengemas banyak perbaikan dan pembaruan. Distro ukuran kecil yang pas dikemas dalam sebuah MiniCD ini telah ditambahkan dengan firmware agar bisa mendukung lebih banyak hardware.

geexbox3_640

Disamping menerbitkan media CD untuk komputer arsitektur intel 32bit, juga tersedia  berupa paket yang bisa ditanamkan di sistem embedded dengan arsitektur multiprosesor  ARM, untuk Pandaboard yang mendukung OMAP4, Nvidia Tegra2 Harmony, Cubox (armada5xx) dan Snowball ux500. Sementara untuk Raspberry Pi, pada saat peluncuran rilis ini masih sedang dibuat. Menggunakan PandaBoard dan Cubox GeeXbox mampu menampilkan Video HD dengan lancar.

GeeXbox 3.0 ditenagai oleh Kernel Linux 3.4.4 dan sebagai Init-System digunakan Systemd, sementara perkakas terpenting distro ini memberdayakan BusyBox 1.2.1. GeeXboX 3.0 datang bersama X-Server yang mudah digunakan, berlandasan versi X-Servers 1.11.4 dan Mesa 8.0.3. Menggunakan ConnMan 1.6 pengguna dapat dengan mudah mengintegrasikan komputer Media-Center GeeXbox mereka pada jaringan yang ada.

Distro Media-Center ini menyokong penggunaan memori via USB untuk menyimpan secara permanen data konfigurasi pengguna maupun untuk dijalankan dari USB. Menggunakan pengelola paket OPKG 0.18, sistem yang khusus dibuat untuk dijadikan pusat hiburan media ini, dapat ditambahkan dengan paket-paket software lainnya.

Sebagai aplikasi utama dari distro GeeXboX digunakan paket Media-Center XBMC versi 11.0. Kecuali itu telah ditambahkan fungsionalitas videorekorder untuk TV digital (DVB), agar dapat merekam siaran atau konten TV yang disiarkan.

Perbaikan juga dilakukan pada dukungan untuk remote control dan instalasi di harddisk pada sistem dengan UEFI dan SSD. Pengguna GeeXbox dapat mengelola koleksi musik, melihat gambar, memutar CD, DVD atau Blu-Rays termasuk mengkases database media. Menggunakan Skins, tampilan dapat diatur sesuai selera pengguna.

Media berupa MiniCD:

  • GeeXboX 3.0 i386 PocketCD_sku-01.471.300.01
  • GeeXboX 3.0 x86_64 PocketCD_sku-01.471.300.11

UbuntuTV: TV for Human Beings

Dengan Motto “TV for Human Beings” perusahan pengembang Ubuntu rencanakan mengintegrasikan sistem operasi Linux Ubuntu di sistem perangkat TV yang memberdayakan TV dengan layanan daring (online) berikut aplikasi-aplikasi lainnya. Antarmuka yang dijagokan Ubuntu adalah Unity yang kini telah menjadi bagian dari antarmuka distro Linux Ubuntu.

Ubuntu TV mengintegrasikan layanan daring seperti Ubuntu One, sementara antarmuka Unity terutama bertugas sebagai “lensa” mesin pencari “Lenses” untuk acara-acara TV atau koleksi Video dan lainnya. Pengguna dapat membuat daftar Playlist dan memberikan penilaian dan berbagi informasi dengan lainnya. Kecuali itu Ubuntu TV jaga berfungsi sebagai pengganti sebuah perekam video (Videorecorder).

Pemirsa Ubuntu TV dapat memperoleh informasi tambahan termasuk Trend dari acara yang sedang disimak, disamping fungsi sebagai sebuah konsol games. Aplikasi-aplikasi lainnya dapat dipasang langsung dari Ubuntu Software Center.

Pertumbuhan jumlah desktop yang lamban memaksa vendor seperti Ubuntu untuk melirik penggunaan di sektor yang lebih pesat laju pertumbuhannya seperti pada SmartPhone, komputer Tablet dan Televisi. Konsep disain awal dari Ubuntu TV telah diragakan di ajang acara pameran akbar elektronika CES 2012 di Las Vegas.

XWAX: Linux untuk Vinyl-DiskJockeys

Software open source Xwax adalah sebuah aplikasi Digital Vinyl System untuk DJ (DiskJokeys) digunakan sebagai emulator Vinyl untuk Scratch dan Mix. Versi stabil Xwax 1.0 yang dirilis awal Agustus 2011 lalu mengadopsi lisensi bebas GPLv2 dan tersedia untuk dijalankan di sistem operasi Linux.

Aplikasi ini memungkinkan para DJ dan Turntablists menggunakan piringan hitam khusus berisi Timecode, dan sebuah PC Linux dengan kartu suara berkualitas memadai, untuk melakukan manipulasi terhadap file audio digital (MP3, Ogg Vorbis, FLAC, AAC dan lainnya), dengan hasil seolah file audio tersebut berasal dari sebuah piringan hitam analog.

Xwax dapat dijadikan padanan untuk software proprietari serupa seperti Final Scratch dan sistem xwax diklaim mampu bersaing atau bahkan memiliki kinerja yang lebih baik daripada sistem komersil yang ada.

Xwax didisain baik untuk beat mixing maupun scratch mixing mendukung needle drops, pitch changes, scratching, spinbacks dan rewinds, seperti rekaman yang dicetak di sebuah vinyl (piringan hitam) yang akurat, stabil dan cepat.

Software Xwax menggunakan kernel Linux dengan patch Realtime, seperti juga Soundserver Jack berikut Jack-Rack. Distro-distro Gentoo Linux dan Arch Linux telah menyediakan paket software xwax 1.0 sementara untuk Ubuntu Oneiric menyusul.

 

 

 

 

Sebuah video demo DJ MixxMaster Matt menampilkan contoh penggunaan xwax:

Google VP8: Bebek Bali Ngacir Lebih Cepat

Proyek sumber terbuka WebM yang didukung Google telah menerbitkan SDK versi baru untuk VP8 Codec yang dicanangkan sebagai standar format bebas untuk Webvideo. SDK yang diberi nama “Bali” (sebagai salah satu jenis bebek) untuk pustaka kode pemrograman libvpx 0.9.6 ditargetkan untuk meningkatkan kinerja pemrosesan sekaligus memperbaiki kwalitas gambar yang diekstrak dari Codec tanpa perlu merevisi spesifikasi VP8.

Dibandingkan dengan versi sebelumnya bernama Aylesbury, maka “Bebek Bali” ini untuk modus “Best” pada video platform x86, diklaim bisa 1,35 kali lebih cepat melakukan encoding. Sedangkan untuk video dengan kwalitas menengah bahkan bisa ngacir 1,4 kali lebih cepat.

Pada platform ARM dengan ekstensi NEON, encoder ini juga ngacir lebih cepat yaitu sekitar 7 persen pada prosesor tipe ARM Cortex A9 (Single Core) dan kelipatannya proposional dengan jumlah Core lebih cepat. Di sistem yang menggunakan Nvidias Tegra 2 diklaim pada Real-Time-Encoding, “Bebek Bali” ini ngacir 21 sampai 36 persen lebih cepat ketimbang “Aylesbury”.

Kwalitas gambar hasil encoding juga mendapat perhatian pengembangnya. Untuk video dengan kwalitas baik, ia bisa memberi hasil yang konsisten secara keselurahannya. Juga untuk video yang mengandung noise dilatar belakang bisa disaring dan kwalitasnya ditingkatkan. Sebagaimana dipaparkan di Blog pengembangnya, perubahan yang dilakukan bukan di format VP8, melainkan di SDK untuk pustaka Libvpx.

VP8 mulanya dikembangkan oleh On2 Technologies (sebelumnya: “The Duck Corporation”) kemudian diakuisisi Google pada awal tahun 2010. Sejak bulan Mei tahun yang sama, codec tersebut dibebaskan dengan lisensi sumber terbuka sebagai proyek WebM. Tujuan dari pembebasan tersebut adalah untuk menyediakan VP8 sebagai codec alternatif, termasuk fitur sebagaimana ditawarkan oleh Matroska-Containers MKV, koeksisten dengan MPEG-4 AVC (H.264) yang masih dibebani hak patent, namun dimanfaatkan secara luas sebagai standar bebas untuk Webvideo.

“Bebek Bali” bisa (ditangkap atau) diunduh dari Git-Repository proyek WebM.

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 176 pengikut lainnya.