Google Siapkan Backend Untuk Aplikasi Mobile di Awan

Banyak aplikasi mobile terbaik yang ditenagai oleh layanan dari cloud, seperti halnya disebutkan Pulse dan SongPop yang telah lama menikmati keuntungan berupa kenyamanan dan skalabilitas yang ditawarkan oleh platform awan dari Google. Sekarang Google menambahkannya dengan layanan “Mobile Backend Starter” dengan tujuan untuk lebih memudahkan lagi bila diperlukan memberdayakan layanan awan berupa “cloud services” dalam aplikasi yang akan dikembangkan.

Di ajang konferensi Googles I/O belum lama berselang, telah diungkapkan tentang rencana itu, dan kini direalisasikan berupa ketersediaan dari “Mobile Backend Starter” bebas digunakan untuk publik. Dibalik nama tersebut adalah sebuah Backend yang mendukung aplikasi mobile dan sebuah kerangka kerja atau framework untuk Android di sisi klien yang semuanya ditulis dalam bahasa Java.

google-mobile-backend-arch_640

Penawaran dari Google ini ditargetkan terutama untuk para pengembang yang tidak ingin banyak membuang waktunya untuk menulis sendiri kode pemrograman untuk fitur Backend. Backend Starter terdiri dari sebuah Server, dimana tersimpan Data dengan “App Engine”-nya, termasuk sebuah pustaka dan contoh penggunaanya di Android. Andaikan masih perlu adanya penyesuaian, maka kode sumbernya bisa digali di lumbung pemrogram GitHub.

Kecuali itu, juga dimungkinkan untuk mengintegrasikan fitur “Google Cloud Messaging” dan sebuah mekanisme otentifikasi dari Googles, yang tak hentinya jalan di server berikut pembaruan (update) yang secara otomatis diteruskan ke klien.

Manager Produk Brad Abrams memaparkan dalam blognya, bahwa Mobile Backend Starter disediakan agar produk dapat dibuat mudah hanya dengan klik saja, namun ia tetap menyarankan agar pengguna memeriksa penjelasan tersedia, tentang cara menyiapkan dan menyesuaikannya, paling tidak saat awal penggunaannya. Silakan menyimak informasi awal tersebut berupa “Getting Started” dari situs proyek.

Stallman Tolak DRM Susupi Standar HTML

Richard M Stallman

Richard M Stallman

Pendiri dan Presiden dari Free Software Foundation (FSF): Richard M Stallman sarankan kosorsium W3C yang sedang menyusun stadarisasi untuk Web, agar tidak mengimplementasikan DRM dalam standar HTML.

Sejak lama FSF telah berkampanye menentang Digital Rights Management (DRM), yang menurut FSF lebih pantas disebut sebagai sebuah Digital Restrictions Management, lantaran DRM pada prakteknya cenderung membatasi hak pengguna, atau paling tidak mempersulit pengguna  dalam menggunakan produk DRM yang dibeli pengguna dari ketersediaan akan fitur yang seutuhnya.

Yang menjadi perhatian Stallman akhir-akhir ini, adalah upaya-upaya pada kosorsium W3C (World Wide Web Consortium), yang ingin menyusupkan DRM menjadi bagian dari standar internasional untuk HTML. Seperti ditulis Stallman dalam blog-nya, disinyalir sejumlah perusahan seperti Netflix, Microsoft, Google dan BBC dituding berada dibalik upaya tersebut.

Sejatinya W3C tidak dapat melarang DRM untuk digunakan, misalnya menggunakan dan melalui plugins tidak bebas seperti Flash atau kode JavaScript proprietari, seperti yang telah terjadi pada saat ini, namun Stallman dan jutaan aktivis kebebasan lainnya, pada prinsipnya menolak apabila DRM diresmikan menjadi bagian dari sebuah standar internasional.

hollyweb_300

Menyisipkan DRM sebagai bagian dari sebuah standarisasi (W3C), menurut Stallman tidak akan membuat pengguna menjadi lebih berdaulat, namun sebaliknya akan mendorong penerapan pembatasan menjadi lebih nyaman. Banyak penyedia Web tanpa disadari berpotensi akan ikut mengebiri hak pengguna dengan menerapkan Digital Restrictions Management (DRM). Sementara itu, terhadap fitur DRM yang diterapkan di sebuah sistem operasi, pengguna dapat mengambil alih kemerdekaannya dengan beralih ke sistem operasi bebas seperti Linux.

Keberpihakan Free Software Foundation (FSF) terhadap Software berkepemilikan (proprietary) rupanya tidak dapat digoyahkan. Stallman masih tidak percaya bahwa kubu software proprietari dalam hal ini akan adil. Ia menyarankan agar W3C tidak menggubris perusahan yang mempromosikan DRM. Dalam tulisannya, Stallman merinci argumentasi pihak pengusul DRM dan menjelaskan risiko yang menjadi ancaman terhadap kemerdekaan pengguna. Karena itu, Stallman mengajak semua untuk bergabung dengan puluhan ribu pengguna dalam aksi petisi “Stop DRM in HTML5“.

Ruby 2.0: Sahabat Baik Pemrogram Selama 20 Tahun

Bahasa pemrograman skrip Ruby versi 2.0 dirilis pengembangnya tepat pada hari ulang tahun ke dua puluh proyek ini. Rilis akbar Ruby 2.0 yang mengemas banyak perbaikan, peningkatan dan penambahan fitur, memang pantas untuk dirayakan pada ulang tahun keberadaannya yang telah mencapai genap dua dasawarsa. Tanggal kelahiran bahasa skript Ruby ini ditandai dengan hari Check-in pertama dari penemunya Yukihiro “Matz” Matsumoto pada tanggal 24 Februari 1993.
ruby_20tahun_sahabat_pemrogram_640
Ruby dibesarkan sebagai sebuah ceruk atau “niche” menyendiri sebagai bahasa khusus dalam waktu yang cukup panjang. Setelah hampir sepuluh tahun berlalu, setelah Ruby ditampung di kerangka kerja Rails, kemudian bahasa pemrograman skript Ruby mulai dekenal masyarakat secara luas sebagai “Ruby on Rails” dan menjadi sahabat baik para pemrogram aplikasi web. Ruby bersama kerangka kerja Rails naik daun, tidak terlepas dari booming yang terjadi di sektor pengembangan web dan internet sepuluh tahun terakhir.

Versi Ruby 2.0.0 merupakan rilis stabil pertama generasi atau cabang pengembangan 2.0 ini yang membawa sejumlah fitur baru, disamping perbaikan-perbaikan yang mengantisipasi kebutuhan pengembang web yang kian hari kian menanjak akan bahasa Ruby.

Highlights dari rilis Ruby 2.0.0:

  • Keyword arguments  telah ditambahkan, memberikan fleksibilitas untuk desain API;
  • Versi ini menyertakan penyempurnaan, yang menambahkan konsep baru pada modularitas Ruby;
  • Beberapa aplikasi populer seperti Rails dan tDiary dilaporkan dapat bekerja pada versi rilis kandidat dari 2.0.0;
  • rdocs dalam jumlah besar telah ditambahkan untuk modul dan metode;
  • Dukungan DTrace telah ditambahkan memungkinkan untuk melakukan run-time diagnosis dalam sistem produksi;
  • Telah ditambahkan TracePoint, yang merupakan peningkatan dari pelacakan API;
  • Telah ditambahkan UTF-8 encoding standar.

Daftar perbaikan lebih rinci untuk rilis 2.0.0 ini, dapat dibaca di situs pengembang proyek Ruby.

Google Bantu Pengguna Identifikasi Pengelabuan Email

Mengantisipasi maraknya pengelabuan email (phising mails), Google Mail segera akan menampilkan informasi tentang data pengirim secara lebih rinci. Dengan demikian penerima bisa memilah dan menelusuri asal muasal sebuah email dan tidak mudah dijadikan korban penipuan. Perlu disadari bahwa data yang tertulis mudah dipalsukan terutama oleh mereka yang mengerti proses penyampaian email atau memiliki akses terhadap sebuah server email. Seperti dipaparkan di Blog resmi Google Mail, Google menjanjikan informasi yang lebih lengkap.

Teknik Phising merupakan kasus penipuan yang tergolong paling banyak ditemukan belakangan ini, sebagai sebuah kegiatan yang bertujuan untuk mencuri informasi pribadi (password, data kartu kredit, dll.) seseorang dengan menyamar menjadi sesuatu yang bisa dipercaya atau juga seolah-olah merupakan pihak yang sesungguhnya sehingga korban tidak akan menyadari kalau dirinya sedang dikelabui oleh pengirim (penipu).

Pengelabuan menggunakan teknik Phising dikategorikan sebagai upaya melalui metode sebuah “Social Engineering”, yaitu upaya untuk pencurian atau pengambilan informasi yang bersifat pribadi dari seseorang dengan pendekatan melalui tata cara interaksi sosial. Singkatnya, social engineering adalah upaya untuk memperoleh informasi pribadi dengan memanfaatkan kelengahan korbannya.

Sampai saat ini, dalam banyak kasus adanya upaya sebuah “Pengelabuan Email” yang terdeteksi oleh sistem Google, penerima umumnya diberikan petunjuk oleh Google dengan pesan berwarna merah yang memberitahukan bahwa data pengirim yang sebenarnya adalah tidak sama dengan data pengakuan pengirim tertera.

Apache Traffic Server 3.0.0 Dirilis

Apache Software Foundation (ASF) baru-baru ini merilis versi 3 dari Apache Traffic Server. Solusi Traffic Server ini, tidak lain adalah sebuah Proxy-Server, yang bertugas melakukan penyimpanan sementara atau caching terhadap konten agar penyampaiannya bisa lebih cepat, dan sekaligus memangkas beban dari server yang dilayani.

Apache Traffic Server tepatnya merupakan HTTP/1.1 Caching-Proxy-Server, memiliki keunggulan pada latency yang minimal disamping dukungan untuk SMP yang terukur. Kecuali itu, solusi ini menyediakan Plugin-API, disamping mendukung pengelola untuk sesi dan manajemen konfigurasi, otentikasi, routing dan load balancing.

Proyek Apache Traffic Server dihibahkan oleh Yahoo kepada ASF pada tahun 2009,  sebelumnya diperoleh dari akuisisi terhadap perusahan Inktomi. Yahoo juga telah menggunakannya selama lebih dari sepuluh tahun, dimana Apache Traffic Server telah bertanggung jawab atas pengiriman konten untuk para pengunjung situs Yahoo. Berdasarkan data yang diperoleh dari ASF, Traffic Server yang digunakan di Yahoo memroses saat ini lebih dari 400 TB data.

Pembaruan-pembaruan terpenting di versi 3.0 antara lain adalah dukungan untuk sistem dengan arsitektur 64-Bit dan IPv6. Disamping Linux, platform yang didukung secara resmi adalah FreeBSD, Mac OS X dan Solaris. Kecuali itu, Apache Traffic Server 3 juga mendukung Web Cache Communication Protocol (WCCP). Algotritma RAM-Caching juga telah ditingkatkan. Pengembangnya mengklaim bahwa perbaikan di rilis ini tidak hanya pada peningkatan kecepatan, namun juga dalam hal pengelolaan memori yang lebih baik. ASF juga menyebutkan peningkatan “throughput” hampir tiga kali lipat disamping menurunkan faktor latency. Menurut data yang diperoleh dari hasil sebuah Benchmarks menyebutkan, bahwa kemampuan server dalam penyampaian paket-paket kecil yang langsung dikirim dari RAM menggunakan sebuah server High-End, ternyata bisa melayani sampai 220.000 permintaan per detik.

Pembaruan lainnya dirinci di ASF-Blog, dan selama pengembangan versi 3.0, telah diluruskan sekitar 380 kekeliruan yang dirinci di daftar Change-Log. Paket software Apache Traffic Server 3.0.0 telah tersedia bebas di situs resminya untuk diunduh.

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 62 pengikut lainnya.