Red Hat Akuisisi Inktank

Penyedia solusi berbasis Linux, Red Hat dalam sebuah siaran pers mengungkap akuisis perusahan pengembang sumber terbuka InkTank, pengembang teknologi penyimpanan dan sistem file Ceph. Produk unggulan Inktank adalah Inktank Ceph Enterprise, menyediakan perangkat lunak penyimpanan blok dan objek untuk perusahaan kelas dunia yang menerapkan awan publik maupun privat, termasuk banyak pengadopsi awal dari awan berbasis OpenStack.

redhat-akuisisi-inktank_bnr_640

Sistem penyimpanan yang didefinisikan Software, belakangan ini merupakan kata kunci baru untuk sistem penyimpanan yang scalable dan dikombinasikan dengan sistem file modern dan penyimpanan objek. Red Hat menangkap trend infrastruktur teknologi informasi kedepan dan berupaya memperkokoh pondasi kompetensinya dengan meningkatkan ekosistem produk unggulannya Red Hat Enterprise Linux agar dapat menawarkan solusi yang tepat. Red Hat mengambil alih perusahaan baru berusia dua tahun InkTank dengan transaksi senilai 175 juta dolar AS.

Pada tahun 2011 (7-10-2011), Red Hat juga telah mengambil alh Gluster, Inc pencipta sistem berkas GlusterFS kemudian membebaskannya dibawah lisensi open source. Dalam kasus Ceph kali ini, pembebasan kode tidak lagi diperlukan karena memang sudah bernaung dibawah lisensi sumber terbuka.

Pada awalnya Ceph dikembangkan sebagai bagian dari tesis doktor dari Sage Weil di University of California di Santa Cruz. Weil kemudian menjadi co-founder dan menjabat sebagai direktur teknis dari InkTank.

Ceph adalah platform penyimpanan perangkat lunak bebas yang dirancang untuk menyajikan objek, blok, dan penyimpanan file dari cluster komputer tunggal terdistribusi. Tujuan utama Ceph adalah untuk menyediakan pendistribusian yang sama sekali tidak memiliki peluang untuk kegagalan atau tanpa “Single Point of Failure“, dan dapat ditingkatkan sampai ke tingkat exabyte, dan tersedia secara bebas. Data direplikasi sedemikan rupa, sehingga menjadi “fault tolerant.” Perangkat lunak Ceph berjalan pada perangkat keras komoditas dan dirancang untuk mampu melakukan perbaikan “self-healing” dan pengelolaan “self-managing” secara mandiri, yang memberi dampak pengurangan biaya, baik pada administrator dan overhead.

konsep-CEPH_640

Hal tersebut telah membuat Ceph menjadi menarik untuk sebagai memori untuk image mesin virtual yang dijalankan di Cloud. Ceph dibangun diatas sistem file POSIX-compliant terdistribusi yang sejak versi kernel Linux 2.6.34 telah disertakan. Namun, berdasarkan sejumlah sumber di Internet, keberadaan Ceph di dalam kernel belum digunakan secara produktif. Sebaliknya, OpenStack ternyata dapat menggunakan Ceph sebagai pilihan penyimpanan yang handal. Sejak tahun 2012, pendiri Ubuntu Mark Shuttleworth telah lebih dini menjajaki dan bersama DreamHost membiayai InkTank, kemudian menjadikan OpenStack sebagai platform utama Ubuntu dan banyak diimplementasi untuk membangun Cloud.

Sejak beberapa waktu terakhir Red Hat sangat kuat mendorong OpenStack dengan penawarkan distribusi khusus yang mendukung OpenStack. Karena itu, mudah ditebak bahwa akuisisi 50 karyawan perusahaan InkTank telah dipertimbangkan secara matang.

Disisi lain, Red Hat menyebutkan bahwa akuisisi ini tidak memiliki dampak terhadap kinerja keuangan mereka. Dilihat dari kocek Red Hat yang masih memiliki cadangan kas sekitar 1,2 miliar dolar AS, tidak tertutup kemungkinan akan adanya sejumlah akuisisi lagi, terutama untuk teknologi open source yang dapat memberikan sinerji terhadap produk unggulan Red Hat.

Red Hat juga melebarkan sayapnya di Indonesia dengan membuka kantor cabang di Jalan Prof Dr Satrio Kuningan Jakarta, yang rencananya diresmikan pada pertengahan bulan Mei 2014.

OSI Selenggarakan Kompetisi Video Multimedia F/OSS

OSI (Open Source Initiative), sebuah organisasi yang khusus dibentuk guna mempromosikan software open source, mengumumkan peluncuran ajang Kompetisi Internasional untuk Software Multimedia Bebas dan Open Source (International Competition in Free and Open Source Software Multimedia disingkat ICOM) yang diorganisai oleh Sekolah Dasar Sena (SK Sena) Malaysia dan Universitas Perlis Malaysia (UniMAP) bersama dengan pemerintah negara bagian Perlis, dan Kementerian Pendidikan Malaysia. Kompetisi ICOM dalam pembuatan video ini, terbuka untuk siswa dari seluruh dunia, mulai dari anak-anak sekolah dasar sampai dengan siswa lembaga-lembaga pendidikan tinggi digelar dengan tujuan utama:

  • Untuk mendorong berpikir kreatif dan kerja sama tim di antara peserta,
  • Untuk mempromosikan penggunaan Free and Open Source Software (F/OSS) secara aktif di bidang pendidikan,
  • Untuk menciptakan sebuah platform sehat dalam kompetisi di antara siswa dan mahasiswa pada tingkat internasional.

Peserta memiliki waktu selama sekitar 3 bulan mulai sekarang sampai akhir Juli (31-07-2014, jam 11.00 wib) untuk merencanakan, shooting, mengedit dan meng-upload dan mengirimkan karya-karya mereka. Mereka dapat memilih untuk mengembangkan drama, liputan berita, video dokumenter atau sebuah pesan layanan masyarakat dengan topik yang terkait dengan pendidikan, komunikasi atau masalah lingkungan.

Semua masukan akan dinilai oleh personil bidang pendidikan dan media dari Malaysia, dan pemenang akan menerima sertifikat dan penghargaan, termasuk beberapa t-shirt OSI yang OSI. Mereka juga akan mem-posting video pemenang di situs OSI.

.
Fitur yang paling menarik dari kompetisi ini adalah bahwa setiap video yang dihasilkan hanya menggunakan perangkat lunak berlisensi open source F/OSS, mulai dari persiapan pra-produksi sampai pasca produksi. Hal ini merupakan salah satu cara yang fantastis untuk mempromosikan kesadaran dalam menggunakan perangkat open source, meningkatkan akses ke teknologi dalam bidang pendidikan, sementara menciptakan program-program inovatif dalam hal mengajar dan belajar. Semua ini sangat diperlukan dalam pemerintahan, pendidikan dan masyarakat. Penyelenggara ICOM juga telah menyusun sebuah katalog aplikasi open source untuk bidang grafis dan produksi video yang dapat diakses di http://icom.sksena.edu.my/downloads-bot.

OSI mensponsori kompetisi ini dan berharap para pendidik dari seluruh dunia akan mengambil keuntungan, tidak hanya kesempatan untuk melibatkan para siswa mereka dalam ajang lintas-budaya, multi- disiplin, bertukar pengalaman dalam pendidikan tingkat internasional, disamping memperkenalkan dan mempromosikan nilai, manfaat dan kualitas perangkat berbasis open source.

Lebih rinci tentang kompetisi pada simak situs khusu “ICOM: Free Software, Free Minds“, atau hubungi penyelenggara langsung di info@icom.sksena.edu.my .

Apache: Belum 2 Tahun OpenOffice Lampaui 100 Juta

Apache Software Foundation ungkapkan bahwa OpenOffice telah diunduh lebih dari 100 juta kali dalam kurun waktu kurang dari dua tahun sejak ia diinangkan dan menjadi salah satu proyek utama yayasan Apache.

100 Juta Apache OpenOffice

Suite produktivitas yang terdiri dari enam aplikasi tersebut, tersedia dalam lebih dari 120 bahasa dunia dan dapat dijalankan lintas platform pada sistem operasi Windows, Mac dan Linux. Kecuali itu, Apache OpenOffice juga didukung oleh pasar aplikasi yang menyediakan lebih dari 750 ekstensi berikut lebih dari 2800 template. Apache OpenOffice mencakup pengolah kata, spreadsheet, program presentasi, editor diagram, database manager dan equation editor.

Sejarah OpenOffice diawali dari pengembangan StarOffice sejak tahun 1985 oleh perusahan Jerman StarDivision. Setelah diakuisisi oleh Sun Microsystems pada tahun 1999, StarOffice menjadi open source dan didistribusikan di bawah nama OpenOffice.org (2002).

Sun Microsystems kemudian diakuisisi oleh Oracle pada tahun 2010, dan suit perkantoran ini terus dikembangkan dengan mengubah namanya menjadi Open Office. Hal terakhir memicu silang pendapat diatara kepemimpinan para pengembangnya yang diiringi dengan gelombang aksi meninggalkan Oracle untuk mendirikan The Document Foundation untuk menyajikan versi alternativ suit dengan nama LibreOffice (2011).

Hanya beberapa bulan setelah hal itu terjadi, Oracle memutuskan untuk menyumbangkan kode OpenOffice.org kepada Apache Foundation, yang sejak tahun 2012 diinangkan di yayasan tersebut dan berganti nama menjadi Apache OpenOffice.

Versi terbaru dari suite OpenOffice adalah 4.0.1 dan berdasarkan statistik yang dicatat oleh yayasan Apache, OpenOffice telah diunduh 122 juta kali pada saat ini, dengan puncak unduhan harian mencapai 250.000 kali. Salah satu peningkatan paling penting sejak versi 4.0 adalah pengenalan penanganan Microsoft Active Accessibility dan IAccessible2, sehingga menjadikan office suite ini kompatibel dengan pembaca layar populer untuk para tunanetra.

Sementara LibreOffice sangat popular diantara pengguna Linux, OpenOffice piawai dikalangan pengguna Windows dan Mac OS X. Sepuluh top negara pengunduh OpenOffice adalah Amerika Serikat, disusul Perancis, Jerman, Italia, Jepang, Inggris, Spanyol, Rusia, Kanada dan Polandia.

AOSI Selenggarakan Pelatihan OpenERP

AOSI kembali menggelar pelatihan produk sumber terbuka “Implementasi Enterprise Resource Planning menggunakan OpenERP“, sebuah kegiatan berkala guna mendongkrak kebutuhan perusahaan UMKM dalam memperkuat sistem IT mereka, bebas dari ketergantunagn vendor tunggal dan dengan biaya yang lebih rendah.

2014-04-21_aosi_brosur_openerp_640

OpenERP bertujuan agar perusahaan kecil menengah dapat mengoperasikan seluruh kegiatan bisnisnya yang meliputi penjualan, pembelian, pergudangan, produksi, distribusi, akuntansi dst, secara cepat, akurat, efisien dan terintegritasi, dengan biaya yang relatif tidak mahal.

Training keempat AOSI yang dijadwalkan pada Hari Senin, 21 April 2014, pukul 08:00 – 17:00 WIB, dibawakan oleh Bapak Muhammad Fahreza (Project Manager) sebagai Trainer Utama dari PT. Visi, yang dibantu oleh Asisten Trainer adalah: Fadhlullah (Lead Programmer) Joen Nudhir Rayhan (Business Analyst) semuanya dari tim PT. Visi

Kegiatan Training yang digelar di Rukan Permata Senayan E2-E5, Jl. Tentara Pelajar 5, Jakarta 122102, mengandung meteri yang disampaikan secara marathon selama 9 jam, mulai dari Pendaftaran, Pengenalan OpenERP, Instalasi OpenERP, Modul Sales, Hands On, Modul Sales – Accounting, Hands On, How to Create User, and Access Rights, Istirahat, Hands On, Modul Sale and Purchase – Invoicing Control, Hands On, Review All, Coffee Break, Modul Manufacturing, Hands On, Modul Warehouse – Manufacturing, Hands On, Modul Human Resources, dan mengisi Feedback Form.

Menurut penyelenggara, yang perlu hadir pada kesempatan ini adalah semua kalangan dari perusahaan menengah yang ingin tahu cara mengoperasikan seluruh kegiatan bisnisnya secara cepat, akurat, efisien dan terintegritasi, dengan biaya yang relatif tidak mahal.

Agar mendapatkan hasil yang maksimal, sebelum menghadiri Training yang dibandrol dengan harga Rp. 500.000 ini, diharapkan peserta training telah memiliki pengetahuan tentang cara menggunakan komputer dengan pemahaman aplikasi perkantoran. Pendaftaran dapat dilakukan via http://aosi.or.id/pendaftaran/ atau langsung on-the-spot ditempat.

Proyek Pembebasan Dokumen Dimulai

Diwawali oleh ajakan beberapa pengembang yang memiliki tujuan bersama untuk membuat filter yang memungkinkan meng-impor format dokumen masa lalu, termasuk format proprietary, sebuah proyek Pembebasan Dokumen tersebut kini resmi diluncurkan. Perkakas Impor yang ingin mereka hasilkan, tidak terbatas pada file teks, tetapi juga dapat mengolah format grafis dan data DTP.

Format Didukung LibreOffice

Sejumlah pemrogram dari proyek LibreOffice dan kelompok Re-lab, telah meluncurkan proyek Document Liberation Project untuk mengembangkan filter-filter untuk mengimpor format dokumen lama dan yang berkepemilikan. Hal ini menjadi penting ketika pengguna ingin memenfaatkan karya-karya mereka yang terlanjur dibuat dengan format bukan setandar terbuka dan tidak lagi didukung oleh software yang ada pada saat ini.

Sejatinya, tim yang sama juga telah bertanggung jawab atas dukungan terhadap pengembangan filter yang telah mereka implementasikan untuk mengimpor Corel DRAW, Microsoft Visio dan Publisher, disamping untuk Apple Keynote dan Pages. Karena sifatnya open source, semua filter yang dihasilkan tidak terbatas dan secara eksklusif diterapkan untuk LibreOffice, namun juga akan ditemukan pada aplikasi F/OSS lainnya seperti pada Inkscape, Scribus dan Calligra.

Dengan tersedianya perkakas impor, bukan berarti bahwa hasil proyek ini bertujuan untuk melestarikan secara permanen penggunaan format lama. Ide ini menarik bagi perusahaan yang ingin mengamankan koleksi data lama mereka agar tetap dapat digunakan, atau paling tidak dibaca di masa depan. Para pengembang menekankan, bahwa file yang ingin disimpan untuk jangka panjang, sebaiknya tidak menggunakan format tunggal, apalagi bergantung pada vendor yang ulahnya tidak dapat dipastikan. Pada saat ini, proyek ini dipusatkan pada pengembangan format grafis vektor, bitmap dan file teks dan mengerjakan filter untuk PageMaker.

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 179 pengikut lainnya.