Linux Mint: Cinnamon Akan Dijadikan Desktop Standar

Kurang puas dengan orientasi dari Mate dan Gnome telah membuat tim Linux Mint berpaling untuk mengimplemantasikan Cinnamon, yaitu sebuah fork dari Gnome Shell. Dengan demikian diduga kuat Cinnamon bisa menjadi desktop standar untuk versi-versi Linux Mint generasi mendatang.

Seperti ditulis oleh Clement Lefebvre di blog-nya, pimpro Linux Mint ini menerangkan mengapa Linux Mint menjagokan Fork dari Gnome Shell. Menurut Lefebvre, Gnome Shell dengan MGSE akan menjadi pengganti desktop utamanya. Untuk itu sebenarnya telah tersedia kode sumber Cinnamon di lumbung Linux Mint sejak pertengahan Desember 2011 termasuk paket binarinya.

Menurut Lefebvre: “Tujuan menggunakan Mate adalah untuk menyempurnakan Gnome2 menggunakan GTK+ 3. Sayangnya hal itu tidak ditawarkan Gnome Shell, sedangkan kami membutuhkannya untuk desktop, sementara Gnome Shell dikembangkan kearah yang tidak kami inginkan. Karena itu kami mengembangkan desktop baru bernama Cinnamon dengan memanfaatkan teknologi baru dan mengimplementasikan visi kami.”

Karena Cinnamon berfungsi seperti Gnome 2.32 maka dimungkinkan para pengguna yang sebelumnya telah terbiasa dengan Linux Mint tidak lagi perlu mengubah kebiasaannya, namun berkat Cinnamon tetap bisa menikmati teknologi terkini. Bahkan mantan pengguna Windows tidak perlu lama beradaptasi menggunakan Linux Mint. Desktop dengan Cinnamon menyediakan Panel di bagian bawah layar untuk menempatkan menu boot, taskbar, sebuah papan pemberitahuan sistem dan loader untuk antarmuka virtual.

Sementara itu, panel atas Gnome-Shell dibebaskan kecuali tombol untuk aktivitas yang hanya menampilkan jendela terbuka. Aplikasi tidak bisa dijalankan dari sini. Selain itu, terdapat applet suara yang dapat dikontrol melalui Media Player. Rencananya di masa depan akan ditambahkan beberapa pengaya dan pusat pengontrol.

Sejatinya desktop Cinnamon tidak hanya tersedia untuk Linux Mint 12 saja. Pengguna distro lain juga dapat memanfaatkannya dan Cinnamon telah tersedia untuk distro-distro seperti Ubuntu 11.10, Fedora 16, Opensuse 12.1 atau Arch Linux. Penjelasan lebih rinci berkaitan dengan hal tersebut dapat ditemukan di situs Cinnamon. Segera setelah Gnome 3.2 tersedia di lumbung Debian Testing, pengembang Linux Mint berjanji akan menyediakan desktop Cinnamon untuk edisi Linux Mint Debian Edition (LMDE). Versi terkini Cinnamon adalah 1.1.3 yang kode sumbernya tersedia di Github.

Jajak Pendapat: Perusahan Menggunakan Linux Bertambah Banyak

Hasil sebuah jajak pendapat yang dilakukan Linux Foundation terhadap 1.893 pengguna TI terpilih, menunjukkan adanya peningkatan pada penggunaan sistem operasi Linux di perusahan. Sekitar 84 persen dari peserta jajak pendapat menyatakan peningkatan penggunaan Linux di perusahan masing-masing, sementara 80 persen merencanakan hal yang sama di tahun 2012.

Sebanyak 21.7 persen peserta disebutkan laporan tersebut merencanakan instalasi server Windows, sebaliknya sekitar 25,9 persen yang ingin memangkas jumlah server Windows milik mereka. Hampir tiga perempat atau sekitar 71,6 persen dari peserta menyatakan akan menspesifikasikan Linux pada pemasangan server baru di perusahan masing-masing. Diantaranya 38,5 persen merupakan migrasi dari server Windows dan 34,5 migrasi dari server Unix.

Sebanyak 69,1 persen dari pengguna menyatakan akan lebih banyak menggunakan Linux di lingkungan Mission-Critical. Keuntungan menggunakan sistem operasi bebas disebutkan untuk penghematan biaya oleh 70 persen peserta, sementara 68,6 dengan alasan jumlah fitur yang lebih banyak dan 63,6 persen peserta menyebutkan keamanan sebagai alasan.

Disamping itu Linux Foundation juga menanyakan hal yang mengganjal pengguna untuk menggunakan Linux. Sekitar 17,6 menyebutkan sulitnya mencari pengembang atau adminitrator sistem untuk Linux, sekitar 12,2 persen menyebutkan alasan teknis dan hanya 3 persen memberi alasan masalah hukum.

Laporan hasil jajak pendapat selengkapnya diterbitkan Linux Foundation sebagai dokumen PDF (12 halaman, 357KB) yang dapat diunduh setelah registrasi.

FreeBSD 9.0 Didedikasikan untuk Dennis Ritchie

Setelah lebih dari dua tahun berlalu sejak generasi FreeBSD 8.0, kini tersedia versi FreeBSD 9.0 yang penerbitannya didekasikan untuk almarhum Dennis Ritchie, penemu sistem operasi Unix yang meninggal bulan Oktober 2011 lalu. Banyak pembaruan mengiringi generasi baru ini, terutama pada dukungan terhadap hardaware baru.

Aktualiasasi dukungan aneka hardware ditingkatkan misalnya dukungan untuk USB 3.0. USB-Subsystem kini juga telah disokong sebuah Paketfilter. Kecuali itu, sistem berkas di FreeBSD 9.0 disertai dengan sejumlah fungsi baru. Sistem berkas ZFS ditingkatkan ke versi 28 dan telah mendukung fitur duplikasi yang menghemat memori. Sistem  ZFS 28 RAID kini mendukung Raidz3 berikut beberapa fitur baru yang terkait. Fast File System kini mendukung Softupdates dengan Journal dan tersedia komando TRIM yang cukup penting untuk Flash-Disks. Sebuah Framework untuk Highly Available Storage (HAST) juga telah ditambahkan di FreeBSD 9.0 ini.

Komponen Kernel pada FreeBSD 9.0 kini mengandung model otorisasi bernama Capsicum yang memungkinkan untuk menjalankan aplikasi dalam Sandboxes. Selain itu, Kernel telah ditambahkan dengan antarmuka untuk fitur hhook dan khelp, disamping antarmuka untuk melakukan pengukuran dan pembatasan pada penggunaan sumber daya. Pemilik Sony Playstation 3 dengan firmware lama dapat menjalankan FreeBSD 9.0 versi PowerPC.

Pembaruan-pembaruan lainnya adalah termasuk fitur DTrace untuk aplikasi, peningkatan pada skalabiliti untuk sistem menggunakan 32 prosesor atau lebih, dukungan untuk NUMA, perbaikan pada infrastrukur Event-Timer, NFSv4 sebagai Client dan Server, dukungan untuk drive ATA dengan sektor 4KB, sebuah driver baru untuk hardisk AHCI-SATA dan ATA CAM, jaringan nirkabel WLAN yang lebih cepat dengan IEEE 802.11n, sebuah infrastruktur Plugin untuk menghindari kemacetan pada stack TCP/IP dan banyak fitur-fitur lainnya. Program intaller juga diperbaharui. Keterangan lebih rinci untuk semua perbaikan dan peningkatan dapat ditemukan di dokumen Release Note.

Sehubungan dengan GCC versi terbaru menganut lisensi GPLv3 yang lebih membatasi dibandingkan GPLv2 atau lisensi BSD yang total bebas, maka proyek FreeBSD hanya ingin menggunakan GCC sampai dengan versi 4.2 digunakan dalam mengimpor Basissystem. Hal itu berdampak terhadap dukungan untuk LLVM yang harus dibangun menggunakan kompiler C/C++ Clang. Rencananya seluruh Basissystem nantinya dibangun menggunakan Clang dan GCC kemudian sama sekali ditinggalkan. Kendati demikian, di lumbung Ports-System tetap tersedia GCC termasuk versi paling kini. FreeBSD juga menyediakan di Ports-System-nya ribuan aplikasi lainnya termasuk lingkungan desktop Gnome 2.32.1 dan KDE 4.7.3.

XO-3: Tablet Anak Sekolahan Dirilis

Berdasarkan siaran pers yang diterbitkan Marvell, diungkapkan bahwa tablet proyek OLPC baru XO-3 banyak menggunakan teknologi yang telah dipakai untuk netbook OLPC versi XO-1.75. Diantaranya adalah prosesor tipe ARMADA PXA618 SOC dan modul Marvell Avastar Wi-Fi. Batere (aki) yang ditanamkan di tablet XO-3 (ukuran layar 8 inci, total 194 mm x 160 mm x 13,3 mm berbobot 500 g) tersebut dapat diisi (charge) dengan banyak cara, termasuk via stop kontak, panel solar, dinamo engkol dan dari sumber alternatif lainnya.

Disamping layar standar, tersedia versi dengan layar PixelQi yang dapat dijalankan baik dengan modus LCD atau E-Paper sehingga penggunaan langsung dibawah terik sinar matahari masih dapat dilakukan dengan baik. Ukuran memori yang ditanamkan di tablet XO-3 disebutkan RAM sebesar 512 MB atau 1 GB dan memori untuk penyimpanan data antara 4 GB dan 16 GB berupa memori tipe NAND-Flash.

Perlengkapan lainnya termasuk konektor untuk Audio, sebuah port USB-2.0, sebuah port MicroUSB-2.0, Webcam, sebuah sensor percepatan (akselerasi) dan sebuah sensor cahaya. Sebagai sistem operasi ditawarkan Android atau Linux. Tablet XO-3 yang saat siap untuk diproduksi dijanjikan telah tersedia pertengahan tahun 2012 dan diharapkan harganya tidak lebih mahal dari pagu 100 US Dollar.

Netbook XO-1.75 merupakan versi aktual dan mulai bulan Maret akan dibagikan untuk anak sekolahan di Uruguay dan Nicaragua. Mesin untuk netbook ini menggunakan prosesor ARMADA PXA618 SOC dengan kecepatan 800 MHz. Modul WiFi  Avastar 88W8787 terpasang mendukung WLAN 802.11n, BlueTooth 3.0 dan bisa difungsikan sebagai penerima sinyal radio. Besaran memori yang ditanamkan dapat dipilih antara 512 MB atau 1 GB. Layar berukuran 7,5 inci yang digunakan netbook XO-1.75 ini dapat meragakan video 1080p sampai dengan 30fps. Netbook XO-1,75 berukuran 245 mm x 230 mm x 30,5 mm dengan bobot sekitar 1,4 kg. Disamping untuk kartu SD dan MicroSD, XO-1,75 juga dilengkapi dengan Webcam, konektor untuk Audio, sensor percepatan (akselerasi) dan sebuah sensor cahaya, seperti juga tiga ports USB-2.0.

SMILE Plug: Awan di Ruang Kelas

Bersama dengan tablet XO-3, vendor perangkat Marvell di ajang CES 2012 (Las Vegas) juga memamerkan sebuah perangkat munggil SMILE Plug yang dapat digunakan, disamping sebagai WLAN-Access-Points (Hotspot) di kelas, juga sebagai Micro Cloud dengan aplikasi pembelajaran yang dikembangkan Universitas Stanford berupa Stanford-Mobile-Inquiry-Based-Learning-Environment-Programms (SMILE). Perangkat kecil ini dapat melayani sampai dengan 60 anak sekolahan dan guru. Kecuali itu juga tersedia kerangka kerja (framework) JavaScript Node.js dan sebagai sistem operasi untuk SMILE Plug digunakan Arch-Linux yang dapat dikendalikan via Management Software Plugmin buatan Marvell.

Berdasarkan dokumentasi (PDF 2 halaman), SMILE Plug menggunakan prosesor SoC tipe Armada 300 dengan kecepatan antara 1,6 dan 2 GHz. Perangkat ini memiliki dua konektor Gigabit-Ethernet, ports PCIe, USB-2.0 dan SATA-2.0. Sebagai WLAN-SoC digunakan Avastar 88W8764 untuk WiFi yang mampu memancarkan pita 2,4 atau 5-GHz sesuai dengan spesifikasi IEEE 802.11a/bg/n. Untuk mengantisipasi kemungkinan putusnya suplai listrik (PLN), didalam kotak SMILE Plug juga telah terpasang aki tipe Lithium-Ion.

UbuntuTV: TV for Human Beings

Dengan Motto “TV for Human Beings” perusahan pengembang Ubuntu rencanakan mengintegrasikan sistem operasi Linux Ubuntu di sistem perangkat TV yang memberdayakan TV dengan layanan daring (online) berikut aplikasi-aplikasi lainnya. Antarmuka yang dijagokan Ubuntu adalah Unity yang kini telah menjadi bagian dari antarmuka distro Linux Ubuntu.

Ubuntu TV mengintegrasikan layanan daring seperti Ubuntu One, sementara antarmuka Unity terutama bertugas sebagai “lensa” mesin pencari “Lenses” untuk acara-acara TV atau koleksi Video dan lainnya. Pengguna dapat membuat daftar Playlist dan memberikan penilaian dan berbagi informasi dengan lainnya. Kecuali itu Ubuntu TV jaga berfungsi sebagai pengganti sebuah perekam video (Videorecorder).

Pemirsa Ubuntu TV dapat memperoleh informasi tambahan termasuk Trend dari acara yang sedang disimak, disamping fungsi sebagai sebuah konsol games. Aplikasi-aplikasi lainnya dapat dipasang langsung dari Ubuntu Software Center.

Pertumbuhan jumlah desktop yang lamban memaksa vendor seperti Ubuntu untuk melirik penggunaan di sektor yang lebih pesat laju pertumbuhannya seperti pada SmartPhone, komputer Tablet dan Televisi. Konsep disain awal dari Ubuntu TV telah diragakan di ajang acara pameran akbar elektronika CES 2012 di Las Vegas.

Majalah InfoLINUX 2012 Januari

Edisi pertama majalah InfoLINUX tahun 2012 mengajak pembaca membangun Warnet WiFi menggunakan distro nasional EasyHotspot dan merupakan salah satu cara cepat membuka usaha komersil Warnet. Untuk mengendalikan desktop jarak jauh dibahas cara penggunaan aplikasi TightVNC. Menggunakan aplikasi XBMC dipaparkan cara membangun sebuah Media Center yang lengkap di desktop Ubuntu. Sebagi distro bonus sisipan DVD bulan ini disertakan distro Mandriva Free 2011 “hydrogen”.

Rubrik Opini diisi oleh Budi Rahardjo, dengan judul “Maka, Jadilah Dia, Macdebian” yang membahas tentang pengalaman pribadi penulis berhasil melakukan instalasi distribusi Linux Debian pada sebuah Mac Mini. Michael S. Sunggiardi menyampaikan opini tentang “Masa Depan Warnet” memaparkan sebuah acara yang diikutinya di negeri jiran Malaysia bersama penggagas-penggagas warnet se-Asia Pasifik pada International Telecomunication Union (ITU). Sedangkan rekannya dalam rubrik ini, I Made Wiryana mengungkapkan opini berjudul “Arsitektur Layer Kecil tapi Perkasa” yang membahas bagaimana menggunakan disto Linux kecil pada hardware usang, dan menunjukkan fleksibilitas sebuah sistem operasi Linux seperti Damn Small Linux yang memiliki arsitektur layer tertata baik.

Distro yang dibahas kali ini utamanya meliput Mandriva 2011 berikut keterangan singkat tentang perubahan-perubahan yang terjadi pada distribusi Linux Mandriva 2011. Distro lain dibahas POCI Linux 2.7 yang tim pengembang Linux nasional termasuk KPLI Tegal, sebagai penerus distro Linux POCI versi sebelumnya.

Pada rubrik Game dibahas permainan FlightGear 2.4, yaitu permainan simulasi belajar mengemudikan pesawat terbang tanpa harus menjadi pilot yang sesungguhnya. Bahasan lainnya adalah NAEV 0.5.0, yaitu sebuah permainan arcade pesawat luar angkasa yang terinspirasi dari game Escape Velocity.

Buku-buku yang diliput bulan ini adalah buku “The Art of R Programming” sebagai buku panduan bagi mereka yang ingin belajar programan khusus aplikasi statistik menggunakan bahasa pemrograman R. Buku “The Linux Command Line” menjelaskan seluk beluk perintah Linux yang dijalankan dari terminal, termasuk apa saja yang tidak bisa dijalankan dari mode grafis dan lainnya. Buku lainnya yang diliput adalah “Virtual Network Computing”, merupakan buku khusus VNC yang menjelaskan tentang macam, sejarah, dan fungsi dari aplikasi ini.

Software-software yang menjadi pilihan pembahasan bulan ini meliputi aplikasi: Mozilla Thunderbird 8.0, Calibre 0.8.26, Open Administration for Schools 6.50, PeaZip 4.1, SpeakGoodChinese 2.0, Mossic 1.5.6, ProsePoint 0.41, darktable 0.9.3, WebCollab 3.00, LTris 1.0.18, KMyMoney 4.6.1, Movgrab 1.1.2, srmqt4 0.2.

Dalam Rubrik Utama dibahas tentang cara “Membangun Usaha Warnet Berbasis Wi-Fi”. Secara singkat dipaparkan, bagaimana melakukan instalasi dan konfigurasi pada distribusi Linux EasyHotspot. Selain itu disediakan berbagai studi kasus dengan langkah-langkah membangun sebuah warnet, baik menggunakan media kabel ataupun nirkabel. Teknologi nirkabel yang saat ini telah umum digunakan pada gadget seperti smartphone dan tablet merupakan peluang pasar membangun Warnet Nirkabel. Walaupun dikupas secara singkat namun sudah cukup untuk membangun warnet dengan WiFi sebagai salah satu koneksinya.

Kegiatan Komunitas yang direkam bulan ini adalah tentang “KPLI Medan Pesta Rilis Ubuntu 11.10″ dan “Kolaborasi Komunitas dan Pemerintah”.

Rubrik Praktik Instan diisi dengan topik “Remote Desktop dengan VNC” yang menjelaskan bagaimana pembaca dapat memanfaatkan teknologi remote pada komputer dengan menjadikan Linux sebagai servernya. Penjelasan mulai dari instalasi disamping sebuah studi kasus bagaimana melakukan koneksi dari klien ke server dan sebaliknya.

Rubrik Netadmin berjudul “Tampilkan Remote Folder Data dengan layanan SSHFS” menjelaskan salah satu cara untuk menampilkan sebuah direktori yang berisi data pada sebuah servermenggunakan layanan SSH melalui SSHFS.

Rangkaian Tutorial yang dimuat bulan ini adalah “Tutorial Ubuntu 11.10″ yang memandu pembaca beralih ke sistem operasi Ubuntu 11.10 tanpa ragu. “Tutorial Android” membahas lanjutan bahasan yang telah dimuat di InfoLINUX edisi 11/2011, terutama mengenai proses sebuah aktifitas yang berisi form inputan user yang kemudian disimpan di basis data SQLite. Tutorial yii Framework membahas Interaksi Model View Controller (MVC) pada Yii Framework dan merupakan sebuah pola desain dalam pengembangan software, terutama untuk melakukan replikasi cepat.

Pada rubrik Tip dan Trik ditunjukkan cara-cara melakukan monitoring kinerja Linux dengan menggunakan iostat. Sementara Rubrik Workshop diidi dengan sejumlah bahasan tentang: Workshop Aplikasi yang membahas XBMC Multimedia Player, pemutar musik, video, termasuk aplikasi yang dapat menjalankan aplikasi di dalamnya. Workshop Inkscape menunjukkan cara membuat jaring laba-laba berwarna emas menggunakan program aplikasi inkscape. Fitur yang digunakan meliputi fasilitas Transform, Align and distribute, Flip, Duplicate, dan Filter. Workshop Office menunjukkan sebuah Trik untuk mengubah splash screen di LibreOffice, menambahkan template presentasi di LibreOffice Impress dan membuat Style dan Formatting. Workshop GIMP mengajak pembaca untuk belajar membuat sketsa wajah atau gambar dari sebuah foto pribadi cukup dengan enam langkah. Workshop Distro memberikan pendalaman mengenai distro Linux Mandriva 2011 berikut desktop KDE.

Untuk edisi InfoLINUX bulan berikutnya telah dijadwalkan topik-topik menarik lainnya dengan distribusi Linux utama openSUSE 12.1. Sebagai topik utama akan diangkat Proteksi HTTP dengan aplikasi stronghenge, sementara untuk praktik Instan diajak untuk untuk Mendalami Distro RipLinux. Untuk Workshop Inkscape akan dipaparkan cara membuat kaos berlogo Linux dan Tutorial Android membahas Widget Picker dan TimePicker. Pada Workshop Aplikasi melanjutkan (tahap 2) bahasan mengenai Multimedia dengan XBMC.

CentOS dan Klon RHEL Lainnya Samasama Terbitkan Versi 6.2

Para pengembang distribusi klon RHEL, baik Oracle Enterprise Linux, CentOS maupun PUIAS nyaris serentak dalam menerbitkan klon untuk versi RHEL 6 update 2 dan masing-masing membutuhkan sekitar dua minggu setelah RHEL 6.2 dirilis. Khusus untuk CentOS 6.2 dirilis sekitar satu minggu setelah penerbitan CentOS 6.1.

CentOS terbaru menggunakan Red Hat Enterprise Linux (RHEL) 6.2 sebagai basis pengembangannya. Seperti pada RHEL 6.2, edisi komunitas ini juga ditenagai menggunakan Kernel 2.6.32 yang telah mendapat peningkatan khusus. Disamping itu telah dilakukan penggantian untuk sistem kompresi berkas, dari initrd.img ke sistem LZMA yang sekaligus berdampak pada ukuran file yang lebih kompak.

Untuk menginstalasi melalui jaringan (Net Install) kini dimungkinkan menggunakan alamat IPv6 statis. Pengembang CentOS juga menyertakan driver ekstra seperti yang tersedia untuk RHEL. Driver SCSI qla4xxx telah dimodifikasi agar tidak lagi terkait dengan Firmware tertentu, melainkan dengan open-iscsi dalam hal pengelolaan iSCSI. Kecuali itu, beberapa driver SCSI telah dioptimalkan untuk memastikan nantinya semua berjalan tanpa masalah.

Semua sistem berkas yang disokong CentOS seperti XFS, Parallel NFS dan CIFS telah ditingkatkan ke versi terkini. Perbaikan penting lainnya adalah pada sistem virtualisasi KVM dan Xen yang mampu meningkatkan kecepatan pada jaringan dan dukungan USB 2.0 pada KVM serta dukungan untuk Memory Ballooning untuk Xen.

Oracle Linux 6.2

Hampir bersamaan, yaitu dua minggu setelah rilis Red Hat Enterprise Linux 6.2, Oracle juga merilis klon yang sama dengan mengaktualkan “Oracle Linux” (sebelumnya Oracle Enterprise Linux) ke versi 6.2. Seperti CentOS, PUIAS, dan Scientific Linux, produk Oracle ini dibangun menggunakan kode sumber yang disediakan Red Hat dan menambahkan beberapa fitur yang dikembangkan oleh Oracle guna memenuhi kebutuhan pelanggannya atau penyesuaian dengan produk Oracle lainnya.

Perubahan atau penambahan terpenting adalah modifikasi di Kernel. Disamping kernel aslinya, Oracle juga menyediakan “Unbreakable Enterprise Kernel” yang dipasang secara default pada saat instalasi. Kernel yang diandalkan untuk Oracle Linux 6.2 ini menggunakan versi Linux 2.6.32-46 sebagai basis yang telah divermak dan dikoreksi untuk dijadikan sebuah “Unbreakable Enterprise Kernel”. Korektur terutama pada peningkatan kecepatan antarmuka jaringan (Network I/O) dan Virtual Memory. Memenuhi persyaratan lisensi GPL, Oracle menyediakan akses untuk publik terhadap kode sumbernya.

PUIAS Linux 6.2

PUIAS Linux adalah versi komunitas atau sebuah klon dari RHEL yang diterbitkan dan dikembangkan oleh staf dari Universitas Princeton (The Princeton University Institute of Advanced Studies). Sejatinya, keberadaan PUIAS lebih dini dari CentOS atau Scientific Linux, namun kurang membumi karena awalnya hanya menyediakan fasilitas instalasi via jaringan (net install) saja dan baru belakangan menerbitkan media instalasi. Sejak versi PUIAS 6.2 diterbitkan set DVD dengan paket penuh seperti lazimnya dilakukan CentOS dan Scientific Linux.

Tidak berbeda dengan gaya Red Hat, instalasi PUIAS menggunakan Anaconda yang tidak asing lagi. Seperti RHEL, instalasi PUIAS juga menawarkan sejumlah tipe sistem instalasi mulai dari sistem server basic, desktop sampai dengan sistem Computational node.

Seperti pada Scientific Linux, namun berbeda dengan CentOS yang lebih universal, PUIAS ditargetkan untuk komunitas khusus terutama untuk para peneliti di perguruan tinggi, walaupun tidak menutup kemungkinan untuk digunakan oleh mereka yang berkiprah dibidang lainnya.

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 181 pengikut lainnya.