The Power of Open by Creative Commons

Organisasi “Creative Commons” menerbitkan sebuah buku yang menggarisbawahi keberhasilan sebuah lisensi merdeka.

Sekitar sepuluh tahun lampau, berdiri sebuah organisasi nirlaba Creative Commons (CC) dan berhasil mendefinisikan sebuah lisensi yang memiliki kesetaraan dengan lisensi sumber terbuka seperti Free Software Foundation dan lainnya. Lisensi Creative Commons tidak khusus untuk software, melainkan untuk karya-karya kreatifitas seperti gambar, foto, video, tulisan, dan musik. Tujuan utama lisensi CC adalah untuk memberikan perlindungan lebih luas kepada pengguna dibandingkan dengan ketentuan Copyright.

Lisensi-lisensi yang dicakup CC, memberikan pilihan yang dapat membatasi hanya suatu (atau tidak ada sama sekali) hak atas sebuah karya atau pemberlakuan hak secara bertingkat dan dapat disesuaikan dengan kondisi dan peraturan setempat.

Menurut pernyataan organisasi ini, lisensi CC telah menyulut ledakan dalam hal jumlah karya bebas yang tersedia di Internet. Jumlah karya yang mengadopsi CC saat ini diperkirakan sekitar 400 juta karya, diantaranya bahkan termasuk hasil riset dan kursus atau materi kuliah perguruan tinggi. Seiring dengan meningkatnya pemanfaatan Creative Commons secara luas, tidak sedikit terjadi suka duka, dan terutama kisah-kisah sukses.

Untuk itu Creative Commons telah menerbitkan sebuah buku yang memaparkan tentang kisah-kisah sukses seputar lisensi Creative Commons. Buku “The Power of Open” setebal 47 halaman, diterbitkan berupa berkas elektronik [PDF=11.45MB] bebas dunduh mengadopsi lisensi CC dengan batasan penyebutan nama author saja.

Natty Narwhal: Pembaruan Di Ubuntu 11.04

Sejak kehadiran Natty Narwhal akhir April 2011, banyak yang telah mencoba atau menggunakan seterusnya. Distribusi Linux moderen yang menggunakan Gnome sebagai desktop seperti IGN2011 misalnya, saat ini telah melakukan transisi dan beralih menawarkan Gnome 3 berikut fitur Gnome-Shell. Ubuntu mengambil jalan lain dan tetap menggunakan versi Gnome 2.32 seraya memperkenalkan fitur antarmuka “Unity” besutan tim pengembang di dapur Ubuntu. Kendati demikian, pembaruan yang dilakukan di Ubuntu 11.04 tidak sebatas Unity saja. Serangkaian perubahan lainnya termasuk peningkatan-peningkatan sejak keberadaan versi 10.10 Maverick Meerkat juga telah dilakukan.

Fitur-fitur dari versi sebelumnya yang tetap dipertahankan termasuk Softwarecenter, Terminal, paket Office, Audioplayer dan pemutar Video. Bersama Ubuntu 11.04 juga dikemas aplikasi-aplikasi standar lain yang semuanya bisa diakses via desktop Unity. Pada awalnya Unity dibuat untuk Netbook dengan tujuan untuk mengoptimalkan pemanfaatan lebih efisien dari layar Netbook yang sempit. Bersamaan dengan terbitnya Ubuntu 11.04, Unity diterapkan juga untuk komputer meja sebagai desktop default. Dengan demikian, edisi Ubuntu Netbook Remix (UNR) secara alamiah menjadi mubazir dan tidak lagi diterbitkan. Secara keseluruhan penampilan Natty tidak berbeda kecuali penambahan dock asal Unity yang otomatis tersembunyi bila tidak diperlukan, yang terutama membantu desktop dengan layar sempit seperti halnya di Netbook menggunakan layar lebih efektif.

Untuk menjalankan Unity, diperlukan kemampuan kartu grafis yang bisa memroses akselerasi 3D. Bila kemampuan hardware yang dibutuhkan tidak terdeteksi, maka secara otomatis dipasang desktop klasik Gnome 2.32. Karena belum merupakan bagian dari kemasan standar Ubuntu 11.04, bagi yang menginginkan Gnome 3 termasuk fitur Shell bawaannya, pengguna bisa memasangnya secara manual dari repositori PPA.

Sejatinya, desktop Unity tidak lain merupakan antar muka baru untuk Gnome. Unity jalan di komputer moderen dengan kartu grafis ATI atau Nvidia yang telah ada dipasaran sejak lima tahun lalu atau komputer yang menggunakan chip grafis Intel yang dibuat sejak sekitar tahun 2005 (tipe GMA 950 atau lebih baru).

Sebagai installer digunakan Ubiquity yang di versi Ubuntu sebelumnya telah mendapatkan banyak perbaikan dan peningkatan sehingga sepintas tidak terlihat perubahan tampilan. Di Ubuntu 11.04 pengembangnya telah melakukan perbaikan terutama pada perkakas partisi yang menampilkan struktur lebih jelas.

Banyak perbaikan juga dilakukan pada software aplikasi. Software-Center misalnya mengenalkan fitur baru “Reviews & Ratings”. Dengan fitur tersebut pengguna dapat memberikan penilaian terhadap applikasi-aplikasi di Package Manager, yang dilakukan via akses layanan tanpa bayar Ubuntu One, dengan membubuhkan sampai dengan 5 bintang. Kecuali itu pengguna juga dapat menambahkan komentar tentang aplikasi yang digunakan kemudian ditampilkan di Softwarecenter. Pendapat pengguna cukup penting sebagai barometer popularitas sekaligus acuan untuk perbaikan dan peningkatan untuk versi software berikutnya.

Termasuk baru di SoftwareCenter adalah fitur yang mengukur standar kualitas dari software aplikasi dan pengguna diingatkan bila software yang dipilih tidak memenuhi standar Ubuntu dan pengunaannya atas risiko dan menjadi tangguan pengguna bila terjadi gangguan terhadap stabilitas sistem.

Kemajuan juga terjadi pada plaform Cloud: Ubuntu One. Komputasi awan atau istilah kerennya Cloud Computing merupakan topik yang ngetrend akhir-akhir ini dan memiliki arti sangat luas. Salah satunya merupakan fitur yang ditawarkan Ubuntu One adalah penyimpanan data atau berkas yang diakses via web dari mana saja, selama pengguna tersambung dengan Internet. Peningkatan di versi Ubuntu 11.04 terutama dalam hal kecepatan sinkronisasi, disampin perbaikan pada ikon launcher yang juga digunakan untuk menampilkan pesan status dari Ubuntu One.

Sebagai pemutar lagu yang baru, disediakan Banshee untuk menggantikan Audioplayer Rhythmbox. Bila diinginkan program ini juga dapat mengimpor berkas dari Rhythmbox. Audioplayer ini memiliki fitur lebih luas dari pada Rhythmbox, seperti kemampuan untuk mengkonversi CD audio ke format MP3.

Sebagai aplikasi perkantoran, Ubuntu 11.04 menyertakan LibreOffice 3.3.2 sebagai pengganti OpenOffice.org. Untuk mengelola koleksi gambar digunakan versi terakhir aplikasi Shotwell 0.9.2 yang menyokong format TIFF dan mampu merender foto format RAW lebih baik, sedangkan sebagai Video-Editor tersedia Pitivi 0.13.5.

Firefox 4 yang diklaim bisa start sampai 6 kali lebih cepat dari pada versi sebelumnya, digunakan sebagai browser standar untuk Ubuntu 11.04. Browser ini telah mendukung teknologi baru HTML 5, format WebGL (antarmuka 3D untuk browser) dan WebM (sebuah Container format dari semua Codecs bebas untuk Audio dan Video). Tergantung dari chip grafis yang digunakan, WebGL sementara ini dilaporkan masih mengandung masalah, dan diharapkan dapat diperbaiki dalam waktu dekat.

Pembaruan yang cukup mencolok, terjadi di ruang mesin pacu Natty Narwhal yang terpasang kernel Linux 2.6.38, dan mengandung patch khusus “Wonder Patch” yang juga digunakan Fedora 15 dan Mandriva 2011 akan datang. Fitur ini bertugas untuk mengatur pengelompokan proses-proses agar CPU bekerja lebih efisien memanfaatkan waktu luangnya dengan merata. Kecuali adanya peningkatan kinerja yang menurut Linus Torvald dapat dirasakan, kernel ini juga mendukung keluarga baru chip AMD Fusion, yaitu APUs (Accelerated Processing Units) yang dikawinkan dengan CPUs dan GPUs dalam satu chip, menghasilkan kinerja luar biasa karena bisa memberdayakan kapasitas komputing ekstra dari sebuah chip grafis moderen. Perbaikan di Kernel lainnya termasuk pada sistem berkas Ext4, Btrfs dan XFS, seperti juga integrasi protokol Mesh bernama B.A.T.M.A.N (Better Approach To Mobile Adhoc Networking).

Untuk para pengembang, Ubuntu 11.04 menyediakan GCC 4.5 dan Python 2.7, yang dua-duanya merupakan versi yang sama seperti sebelumnya. Menyokong Start digunakan Upstart 0.9.4 yang telah diperbaiki termasuk mengeliminir permasalahan di lingkungan Chroot. X.Org 1.10.0 dan Mesa 7.10.1 juga telah diintegrasikan di versi Ubuntu ini. Sebagai paket pendukung untuk fitur peng-input-an Multitouch digunakan XInput 2.1, termasuk Qt-Toolkit yang juga secara eksperimental telah mendukung fitur Multitouch.

Sebagai pemula di Ubuntu yang menggunakan antarmuka Gnome, biasanya relatif mudah untuk beradaptasi menggunakan desktop. Lain halnya bagi pemula yang dihadapkan dengan antarmuka Unity. Start menu di Unity tidak langsung bisa ditemukan. Pengaturan sistem di Ubuntu 11.04 tersembunyi dibalik tombol Logout kanan atas. Semua itu nantinya tidak menjadi masalah, melainkan pengguna harus melakukan penyesuaian dengan kebiasaan baru.

Untuk menemukan aplikasi yang sudah terpasang dimulai dengan menekan Home Button berlogo Ubuntu dipojok kiri-atas. Tombol Home ini membuka lembaran aplikasi yang dikelompokkan dalam beberapa folder dan menyediakan mesin pencari (search) untuk menemukan aplikasi tertentu yang telah terpasang.

Paling mencolok di Unity adalah kehadiran panel baru disisi kiri layar yang berfungsi sebagai launcher atau starter untuk aplikasi dengan menampilkan ikon masing-masing aplikasi. Aplikasi-aplikasi yang telah diluncurkan dan berjalan di latar belakang, ditandai dengan segitiga kecil di sebelah kiri ikon, sedangkan yang aktif ditambahkan lagi di sebelah kanan ikon. Bagi pengguna sistem Mac OS X, skenario seperti itu barangkali bukan merupakan hal yang baru.

Dengan klik-kanan tetikus di salah satu ikon-ikon tersebut, ditampilkan informasi singkat tentang nama dari aplikasi tersebut, dan pilihan dengan klik-kiri yang memungkinkan ikon bisa pamer secara permanen di launcher. Untuk aplikasi yang sedang berjalan di latar belakang, disediakan pilihan untuk keluar atau mematikan aplikasi tersebut. Khusus untuk ikon bertanda (+) ditampilkan menu terstruktur yang lengkap dan dikelompokkan sesuai dengan jenisnya. Dengan melakukan klik di ikon (+) ditampilkan halaman seperti halnya ketika meng-klik tombol home, namun meragakan ikon sederetan aplikasi dari kelompok yang dipilih. Pengguna dapat mengatur posisi ikon-ikon tersebut dengan men-drag (klik-kiri) ke posisi yang diinginkan, atau membuangnya dengan memindahkan (drag) ke tong sampah.

Sedikit membingung bila pengguna kali pertama kecan dengan Natty Narwhal di monitor layar lebar (misalnya diatas 20 inci, dengan resolusi 1920×1024 titik). Pengguna layar lebar umumnya jarang membuka satu aplikasi yang memenuhi seluruh layar monitor seperti halnya (keharusan) di sebuah Netbook  dengan layar sempit. Aplikasi-aplikasi di layar lebar biasanya dibuka di banyak jendela dengan masing-masing aplikasi. Pengguna yang biasanya menemukan menu di baris “top bar” secara intuitif akan mencarinya di jendela masing-masing dan akan bingung menemukannya. Pasalnya, Unity telah memindahkan isi bar menu yang umumnya ada di jendela masing-masing, ke bar utama di top atas dari desktop untuk aplikasi yang sedang aktif.

Pengalaman singkat bersama Natty Narwhal sebagaimana dipaparkan diatas, merupakan sebagian kecil dari seluruh pembaruan yang ditawarkan Unity saat ini dan diyakini akan terjadi banyak perubahan lainnya seiring dengan masukan yang diterima oleh tim pengembangnya dari pengguna yang jumlahnya kian bertambah.

Majalah InfoLINUX 2011 Juni

InfoLINUX bulan Juni 2011 mengemas bonus DVD berisi distribusi Ubuntu 11.04 Natty Narwhal edisi desktop, server dan alternate, plus update. Juga distro dari keluarga Ubuntu versi yang sama seperti Kubuntu, Xubuntu dan Lubuntu tidak lupa disertakan.  Sebagai bahasan utama diangkat topik “Single Node Clustering” yang memaparkan “Konfigurasi clustering dengan Hadoop”. Topik lain yang dikedepankan (cover story) adalah Pengelolaan Data Pegawai berbasis web menggunakan DSP, Amankan SSH via Shorewall, Deteksi Modem Haier C100 dan Buat Sendiri Boneka Lucu menggunakan aplikasi Inkscape.

Topik Editorial bulan ini membahas tentang bagaimana “Cari Uang Dengan Ubuntu”. Disusul dengan serangkaian berita Aktual yang menyampaikan kabar tentang “Perusahaan Jerman Migrasi 10.000 Mesinnya ke Ubuntu”, “Google Summer of Code”, “Fitur Terbaru VirtualBox”, “OpenGamma, Software Analisis Finansial, Kini Open Source”, “IGOS Sematkan GNOME 3″, dan “Wikitext Parser Sweble”.

Dari rubrik Opini, pembaca dapat bersama Budi Rahardjo, “Mencari Model Bisnis Baru”, kemudian Michael S. Sunggiardi yang menyampaikan apa yang terjadi selama keberadaan “Dua Puluh Tahun Linux”, sedangkan I Made Wiryana menjelaskan tentang “Linux untuk Komputasi Rural”.

“Surat Anda” yang dikirimkan ke InfoLINUX dibahas dalam kolom yang disediakan. Bahasan seputar “Distro” meliput “Ubuntu 11.04 Desktop” dan “Kubuntu 11.04 Desktop”. Untuk “Game”, kali ini dibahas permainan “ToyCars 0.3.10″ dan “Pyksoko 0.3.3″.

Pembahasan tentang “Buku”, meliput buku-buku: “Asterisk: The Definitive Guide”, “Digital Forensics with Open Source Tools” dan “Official Ubuntu Book, The (6th Edition)”.

Sebagai “Software Pilihan” dibahas paket-paket aplikasi seperti: “Joomla! 1.6.3″, “Wine 1.3.18″, “VLC 1.1.9″, “Deja Dup 18.1.1″, “Ultimate Smash Friends 0.1.4″, “Rainlendar Life 2.8.1″, “MangaED 2.1″, “Dropbox 1.1.25″, “Claroline 1.10.4″, “Open Teacher 2.0″, “GNOME Shell 3.0.0.2″, “Firestarter 1.0.3″, dan “Hash Checker 3.9.9″.

Seperti telah disinggung, topik “Utama” diisi tentang “Single Node Cluster dengan Hadoop”

Berita dari “Komunitas” meliput tentang “PUTY Adakan Linux Goes to School” dan “Migrasi Linux PDAM TKR Tangerang”. Sementara “Praktik Instan” disisi dengan “Aplikasi Manajemen Personalia”.

Untuk “Net Admin” dibahas tentang “Metode Port Knocking dengan Shorewall untuk Membuka Port SSH” kemudian merinci “Dafter Warnet Berbasis Linux di Indonesia”.

“Tutorial” kali ini mengajarkan tentang “Tmux: Terminal Multiplexer Alternatif GNU Screen”, “File Sharing dengan Samba Scannedonly”, “Instalasi OpenPublish (bagian 1 dari 2 tulisan)”, dan “Multiboot OS di Media Flashhdisk”.

Dalam satu halaman “Tip&Trik” diungkap “Beragam Tip Perintah Kill”. Tema yang dibahas di rubrik “Workshop”, meliputi: “Bertwitter Ria dengan Hotot”, “Membuat Objek Boneka”, “Mengambil Gambar pada File .doc”, “Mudah Menulis Bahasa Arab”, “Deteksi Modem Haier C100″, “Live, Install dan Setup Ubuntu 11.04″, dan “Mengurutkan Baris dengan Perintah Sort”

Di halaman terakhir dibocorkan sedikit menganai “Edisi Mendatang”

IGOS Nusantara 2011 Telah Final

Versi final dari edisi ke 6 untuk distribusi Linux Nasional: IGOS Nusantara 2011, setelah dilakukan proses pengembangan lebih dari enam bulan, baru saja diluncurkan. Sesuai dengan urutannya, versi final ini memakai kode rilis R6.0. Memperbaiki cetakan CD yang telah tersedia sejak 14 Juni 2011 (berupa LiveCD), kemudian disempurnakan dan sepuluh hari kemudian pada tanggal 24 Juni diluncurkan sebagai versi final menyandang versi R6.0.1 tersedia berupa IGN2011 LiveCD dan IGN2011 DVD Installer.

IGOS Nusantara (IGN) adalah salah satu distro Indonesia yang dikembangkan secara konsisten dan berkesinambungan. IGN2011 merupakan kali ke 6 setelah serangkaian rilis tahunan menyusul IGN2010, IGN2009, IGN2008, IGN2007, dan IGN2006.
.
Terbitan terkini IGOS Nusantara 2011 memberdayakan lingkungan desktop terbaru versi GNOME 3.0. Beberapa perubahan dari GNOME 2 ke GNOME 3 dalam berbagai kasus barangkali memerlukan adaptasi dalam tata cara penggunaannya, telah diantisipasi pengembang IGOS Nusantara dengan tetap mengadoptasi beberapa bagian dari GNOME 2 dan menggabungkannya dengan GNOME 3.

Aplikasi atau paket yang ada di IGOS Nusantara 2011 telah mendapat pembaruan ke versi mutakhir, seperti pada penyertaan dari Firefox 5.0, Libreoffice 3.3.3, GNOME Media Player 1.0.2, Pidgin 2.7.11, Inkscape 0.48, GIMP 2.6.11, dan emulator aplikasi Windows memanfaatkan Wine 1.3.22. Sedangkan ribuan paket lainnya disediakan lumbung repositori IGOS. Kernel 2.6.38.8 dan beragam driver/firmware yang disertakan bersama IGN2011, agar secara langsung dapat mengenali beragam perangkat keras (motherboard, prosesesor, chipset, harddisk, kartu suara, kartu ethernet, USB2, USB3, Printer, GSM/CDMA Modem, Ethernet, Wifi, dsb).

Interaksi atau bantuan antar pengguna IGOS Nusantara dapat dilakukan melalui beragam media, guna mendukung peningkatan kualitas HelpDesk IGOS. Pada saat ini telah disediakan halaman di Facebook mendukung IGOS Nusantara disamping sebuah Grup IGOS Nusantara. Dengan bantuan jejaring sosial (social network) diharapkan interaksi langsung dengan pengembang dan komunitas menjadi lebih cepat dan mudah.

Mendukung penampilan IGN2011, tim artwork IGOS menyediakan busana (wallpapers) yang diharapkan bisa memenuhi semua selera. Untuk IGN2011 versi final, tersedia 12 jenis tema dengan aneka warna dan nuansa.

Apache Traffic Server 3.0.0 Dirilis

Apache Software Foundation (ASF) baru-baru ini merilis versi 3 dari Apache Traffic Server. Solusi Traffic Server ini, tidak lain adalah sebuah Proxy-Server, yang bertugas melakukan penyimpanan sementara atau caching terhadap konten agar penyampaiannya bisa lebih cepat, dan sekaligus memangkas beban dari server yang dilayani.

Apache Traffic Server tepatnya merupakan HTTP/1.1 Caching-Proxy-Server, memiliki keunggulan pada latency yang minimal disamping dukungan untuk SMP yang terukur. Kecuali itu, solusi ini menyediakan Plugin-API, disamping mendukung pengelola untuk sesi dan manajemen konfigurasi, otentikasi, routing dan load balancing.

Proyek Apache Traffic Server dihibahkan oleh Yahoo kepada ASF pada tahun 2009,  sebelumnya diperoleh dari akuisisi terhadap perusahan Inktomi. Yahoo juga telah menggunakannya selama lebih dari sepuluh tahun, dimana Apache Traffic Server telah bertanggung jawab atas pengiriman konten untuk para pengunjung situs Yahoo. Berdasarkan data yang diperoleh dari ASF, Traffic Server yang digunakan di Yahoo memroses saat ini lebih dari 400 TB data.

Pembaruan-pembaruan terpenting di versi 3.0 antara lain adalah dukungan untuk sistem dengan arsitektur 64-Bit dan IPv6. Disamping Linux, platform yang didukung secara resmi adalah FreeBSD, Mac OS X dan Solaris. Kecuali itu, Apache Traffic Server 3 juga mendukung Web Cache Communication Protocol (WCCP). Algotritma RAM-Caching juga telah ditingkatkan. Pengembangnya mengklaim bahwa perbaikan di rilis ini tidak hanya pada peningkatan kecepatan, namun juga dalam hal pengelolaan memori yang lebih baik. ASF juga menyebutkan peningkatan “throughput” hampir tiga kali lipat disamping menurunkan faktor latency. Menurut data yang diperoleh dari hasil sebuah Benchmarks menyebutkan, bahwa kemampuan server dalam penyampaian paket-paket kecil yang langsung dikirim dari RAM menggunakan sebuah server High-End, ternyata bisa melayani sampai 220.000 permintaan per detik.

Pembaruan lainnya dirinci di ASF-Blog, dan selama pengembangan versi 3.0, telah diluruskan sekitar 380 kekeliruan yang dirinci di daftar Change-Log. Paket software Apache Traffic Server 3.0.0 telah tersedia bebas di situs resminya untuk diunduh.

Shuttleworth: Distribusi Kekuasaan Di Ekosistem FLOSS

Pendiri distribusi Linux Ubuntu, Mark Shuttleworth menulis pandangannya tentang distribusi kekuasaan di lingkungan FLOSS. Tulisan Blog yang cukup rinci dan mengundang diskusi kontroversial diantara pakar terutama dalam upaya menemukan model bisnis yang ideal untuk FLOSS. Menurut Mark, diperlukan kekuatan tertentu untuk menghasilkan produk Open Source yang sukses, dan untuk itu timbul pertanyaan, apa saja yang sebaiknya dilakukan agar Open Source bisa memiliki sebuah organisasi yang kuat.

Berdasarkan pantauannya di dunia nyata, telah terjadi persaingan banyak organisasi yang memperjuangkan kekuasaan. Menurut Shuttleworth, bila tidak melakukan sesuatu, maka akan terjadi konsentrasi kekuasaan sampai menjurus kepada sebuah monopoli. Karena itu, berbagai organisasi sebaiknya mengupayakan agar senantiasa saling mengimbanginya.

Semua harus didorong agar terjadi inovasi. Kekuasaan yang absolut, menurut Shuttleworth tidak baik, karena tidak lagi ada upaya untuk sebuah inovasi. Sebaliknya, terlalu banyak persaingan dan fragmentasi juga tidak mendukung inovasi. Sebagai contoh, Shuttleworth mengacu pada pasar PC Windows. Semua pembuat hardware PC pada prinsipnya dengan marjin laba yang tipis, mau tidak mau harus tunduk terhadap kompatibilitas Windows dan keadaan seperti itu dengan sendirinya membatasi ruang untuk inovasi.

Di ekosistem Open Source (dan FLOSS), kekuasaan terurai di proyek-proyek distribusi dan pengembangan paket software aplikasi (Upstreams). Dilihat dari omzet yang dihasilkan dua kelompok itu, maka tidak diragukan bahwa proyek Distro telah memperoleh posisi yang lebih menguntungkan ketimbang proyek-proyek program aplikasi. Khususnya dalam kasus distro Red Hat, diperkirakan Red Hat telah menguasai sekitar 80% omzet dari gabungan semua distribusi Linux yang ada termasuk Novell (SUSE Linux Enterprise) dan lainnya. Melihat hal itu, menurut Shuttleworth penting untuk melakukan sesuatu agar Red Hat nantinya tidak menjadi terlalu berkuasa.

Sangat menarik bagi Shuttleworth adalah tentang rasio terhadap proyek-proyek Upstream. Bila dibandingkan distribusi lainnya , Ubuntu ditargetkan tidak semata untuk pekerja TI saja, melainkan adalah terutama untuk pengguna akhir non-TI. Hal itu menurut Shuttleworth dapat diartikan, bahwa Ubuntu lebih mementingkan agar software-software aplikasi memiliki kualitas lebih sempurna. Banyak sekali software aplikasi yang dilihat dari kacamata pengguna sepertinya belum jadi. Saat ini, pengembang masing-masing distro yang melakukan penyempurnaan terhadap software upstream. Jadi, diperlukan sokongan lebih banyak untuk proyek-proyek Upstream agar bisa melakukan peningkatan dan menyempurnakannya. Dengan kata lain, dibutuhkan lebih banyak proyek-proyek yang menerima dana cukup agar mampu membayar pengembang secara fulltime, seperti pada proyek-proyek Mozilla, MySQL, Qt atau OpenStacks. Dan yang lebih penting lagi dari pada urusan pendanaan, menurut Shuttleworth adalah dalam hal organisasi yang setelah terbentuk lebih banyak mengurusi soal birokrasi saja.

Sejauh ini Shuttleworth memaparkan situasi, harapan dan melemparkan sejumlah pertanyaan. Untuk pertanyaan, apa saja yang dapat dilakukan oleh Canonical untuk memperkuat proyek-proyek tersebut, secara spontan telah menerima banyak opini dari sejumlah pakar di lingkungan FLOSS, beberapa diantaranya telah mempertanyakan pandangan Shuttleworth tersebut. Bradley Kuhn dari FSF, misalnya mengkritik anggapan bahwa kegagalan sebuah organisasi di lingkungan FLOSS terletak pada urusan birokrasi.

Contoh yang diambil dalam diskusi adalah proyek seperti GIMP atau Ardour, yang jelas-jelas difokuskan untuk pengguna akhir dan masih “berdarah-darah” dalam menerapkan model bisnis FLOSS. Proyek dengan model bisnis yang umum digunakan di lingkungan FLOSS terjebak pada kendala ketidakmampuan menjual, baik sebagai distribusi maupun layanan atau support dengan imbalan yang memadai, sementara penerapan lisensi dual juga sulit atau tidak mungkin, sedangkan penerimaan dari sumbangan (donation) pada umumnya sangat minimal. Cukup membuka wawasan adalah pendapat dari Dave Neary yang menyebutkan bahwa banyak pengguna software bebas yang telah memanfaatkannya untuk pekerjaan profesional bersedia mendukung software seperti itu.

(Catatan Red.: Proyek LibreOffice dapat dijadikan contoh betapa cepatnya menggalang dukungan /dana yang melampaui target setelah pengguna yang bergantung dengan OpenOffice.org merasa terancam oleh prilaku Oracle. Karena tidak berhasil dikomersialisasikan, proyek OpenOffice.org yang saat ini masih jalan ditempat, kemudian OpenOffice.org dihibahkan kepada yayasan ASF, dan LibreOffice yang tumbuh lebih cepat telah meninggalkan OpenOffice.org)

Mark Shuttleworth berjanji akan merangkum hasil diskusi di posting mendatang.

Rangkuman Rilis Distro Juni 2011 Bagian-1

Rilis distro di bulan Juni 2011 diawali dengan peluncuran Oracle Linux 6.1 (2011-06-01), Netrunner 3.1 (2011-06-01), Mageia 1 (2011-06-01), Legacy OS 2 (2011-06-02), NuTyX Pakxe (2011-06-02), Linux Caixa Mágica 16 (2011-06-03), gNatty Gnome i686 v2 Live (2011-06-03), RIPLinuX 13.1 (2011-06-05), SystemRescueCd 2.2.0 (2011-06-05), BootMed Live CD (2011-06-05), Zorin OS 5 (2011-06-06), OpenIndiana 151 Desktop LiveDVD (2011-06-08), Peppermint OS Two (2011-06-10), Toorox 06.2011 (2011-06-10), Macpup 525 (2011-06-11), Imagineos 20110605 (2011-06-12), Chakra GNU/Linux 2011.04-r1 (2011-06-13), IPFire 2.9 Core 49 (2011-06-13), Ubuntu 11.04 Repo (2011-06-14), AV Linux 5.0 (2011-06-15), Parted Magic 6.2 (2011-06-15), Salix OS 13.37 “Fluxbox” (2011-06-15),

Oracle Linux 6.1 (2011-06-01):
Oracle Corporation umumkan rilis dari distribusi kelas enterprise turunan Red Hat, Oracle Linux 6.1, yang dibangun menggunakan kode sumber asal Red Hat Enterprise Linux 6.1, tersedia baik untuk arsitektur x86 (32-bit) dan x86_64 (64-bit). Oracle Linux 6.1 menyertakan sebanyak dua set kernel, terdiri dari Unbreakable Enterprise kernel yang dibooting secara default, dan kernel kompatibel dengan RHEL yang keduanya dipasang secara default. Kernel Unbreakable Enterprise yang dipasang telah ditingkatkan untuk drivers seperti tg3 ke versi 3.113; bnx2 driver dan firmware ke versi 2.1.6. Disamping itu ditambahkan dukungan untuk bnx2fc (versi 1.0.2). Baca selebihnya disini tentang rilis Oracle Linux 6.1.

Netrunner 3.1 (2011-06-01):
Pengembang Clemens Toennies mengumumkan rilis dari distro Netrunner 3.1, sebuah desktop Linux berbasis  Kubuntu berupa live DVD dengan lingkungan desktop KDE yang dikustomisasi khusus berikut aplikasi berbasis GTK+ yang digabungkan. Rilis versi 3.1 merupakan update untuk Netrunner ‘Chromatic’ (v3.0) dengan sejumlah perubahan termasuk: update untuk KDE dari 4.6 ke 4.6.1; update untuk Firefox dari 3.5 ke Firefox 4. Netrunner menyertakan media player VLC berikut dukungan codec untuk memutar format-format seperti MP3, QuickTime, WMV, DivX, dan Xvid. Versi 3.1 dibangun diatas kernel Linux 2.6.35, berikut Firefox 4.0 dengan Java 1.6 dan Flash 10.1 plugins, WINE 1.3.12, Audacious, OpenOffice.org 3.2.2 dan lainnya.

Mageia 1 (2011-06-01):
Rilis akbar versi 1 dari Mageia, sebuah distribusi Linux yang dibangun dan dipelihara oleh sekelompok mantan pengembang dan kontributor Mandriva Linux yang untuk kali pertama diluncurkan awal bulan Juni 2011. Pengembangan Mageia dimulai sejak bulan September 2010 sebagai fork dari Mandriva Linux. Proyek ini disokong oleh sebuah organisasi nirlaba, dikelola oleh badan yang diakui dan oleh kontributor terpilih, terdiri dari 100+ pendukung tersebar di seluruh dunia. Mageia 1 dibangun diatas dan kompatibel dengan Mandriva 2010.2 menyediakan media instalasi DVD baik untuk arsitektur 32 maupun 64bit dan LiveCD dengan desktop KDE maupun GNOME.

Legacy OS 2 (2011-06-02):
Pengembang Legacy OS, John Van Gaans mengumumkan rilis dari versi Legacy OS 2, merupakan sebuah distribusi Linux berbasis Puppy Linux yang ditargetkan untuk komputer usang dari jaman baheula. Rilis yang dikembangkan selama 9 bulan ini membawa perbaikan untuk semua aspek terutama untuk meningkatkan penampilannya. Legacy OS 2 menyediakan masing-masing satu theme untuk window manager (IceWM), satu untuk IceWM, GTK+ dan KDE theme, dengan tujuan penyederhanaan (as simple as possible) dan agar tidak membingungkan pengguna.

SystemRescueCd 2.2.0 (2011-06-05):
Sebuah rilis baru dari SystemRescueCd berbasis Gentoo live CD dan menyertakan koleksi perkakas untuk penyelamatan data dan pengelolaan hardisk, telah diumumkan langsung oleh pengembang utamanya François Dupoux. Komponen-komponen yang diupdate dalam rilis ini termasuk: standard kernel ke versi Linux 2.6.38.8 (rescuecd + rescue64); juga di-update adalah kernel alternatif ke Linux 2.6.39.1 (altker32 + altker64); di-update ‘Offline NT Password & Registry Editor’ (‘ntpasswd’ boot entry); di-update NTFS-3G ke versi 2011.4.12 (driver yang memungkinkan akses read-write untuk NTFS); di-update Python from 2.6 ke 2.7; di-update Gentoo Portage ke versi 2.1.9; di-update GParted ke versi 0.8.1; di-update Samba ke versi 3.4.12; di-update Perl ke versi 5.12.3; dan penambahan xfce4-session package.

Zorin OS 5 (2011-06-06):
Artyom Zorin mengumumkan rilis versi baru dari OS yang dibuatnya versi Zorin OS 5 yang memanfaatkan desktop Ubuntu sebagai landasan pengembangannya. Zorin OS ditargetkan terutama untuk mantan pengguna yang telah terbiasa menggunakan Windows. Rilis ini menggunakan lingkungan desktop GNOME 2.X classic, tanpa shell Unity dari Ubuntu. Fitur-fitur baru yang ditambahkan termasuk sebuah “welcome video” untuk installer, theme baru dan artwork yang diperbaiki, penyederhanaan nama aplikasi, di-update software dan banyak perubahan dilakukan guna meningkatkan dan menyederhanakan “user experience”.

Peppermint OS Two (2011-06-10):
Kendall Weaver mengumumkan rilis dari Peppermint OS Two, sebuah distro ringan berbasis Lubuntu dengan Openbox window manager. Edisi ini menggunakan versi Lubuntu 11.04 sebagai landasan dan menyertakan sejumlah fitur-fitur baru. Untuk kali pertama pengembangnya menyediakan versi mendukung arsitektur 64 bit. Browser utama yang digunakan adalah Chromium sebagai default web browser, fitur lain adalah penambahan fungsinalitas pada aplikasi Ice SSB dan beberapa fitur lainnya, seperti integrasi Dropbox dan penambahan Guayadeque music player.

Toorox 06.2011 (2011-06-10):
Jörn Lindau mengumumkan rilis baru dari versi Toorox 06.2011 “GNOME” edition yang menggunakan Gentoo Linux sebagai basis dan GNOME 3 yang baru sebagai desktop. Versi ini mengemas desktop terkini GNOME 3.0.2. Kernel yang dipasang adalah Linux 2.6.39-gentoo yang mengandung built-in dukungan untuk USB 3.0. Driver grafik nouveau kini merupakan bagian dari Toorox yang memungkinkan akselerasi grafik untuk desktop GNOME. Paket-paket software yang telah ditingkatkan termasuk: X.Org Server 1.10.2, IceCat 4.0.1, Thunderbird 3.1.10, LibreOffice 3.4.0, Audacious 2.5.1, Wine 1.3.21, Pidgin 2.7.11, Brasero 3.0.0, dan Totem 3.0.1. Media LiveDVD yang disediakan mencakup untuk arsitektur 32 bit (Toorox_06.2011-32bit_GNOME.iso), dan 64 bit (Toorox_06.2011-64bit_GNOME.iso).

Macpup 525 (2011-06-11):
Pengembang untuk Macpup, Johnny Lee mengumumkan rilis Macpup 525, sebuah distro gaya Mac yang ringan berbasis Puppy Linux dengan kustomisasi khusus desktop Enlightenment 17. Macpup 525 dibangun diatas Puppy Linux 5.2.5, ‘Lucid Puppy’, sebuah build resmi Woof dari Puppy Linux dan binarinya kompatibel dengan Ubuntu 10.04. Macpup mengandung semua aplikasi sebagaimana disertakan di Lucid Puppy, namun telah ditambahkan browser versi Firefox 4. Aplikasi ekstra seperti Opera atau GIMP tersedia untuk dipindahkan dari repositorinya mudah diakses menggunakan Quickpet tersedia di iBar atau menggunakan Puppy package manager. Macpup 525 menyertakan Enlightenment E17 window manager dan EFL libraries versi 1.0.999 dan E17 versi 59456 telah dikompilasi dan dipasang dari kode sumbernya. Agar CPU komputer pengguna dingin disamping kipasnya tidak brisik, Macpup menyediakan tool untuk mengatur kecepatan (frekuensi) CPU. Macpup dijalankan sepenuhnya dari RAM, sehingga semua aplikasi berjalan lebih cepat. Media Macpup 5.2.5 berupa liveCD ukuran saku yang praktis untuk “digendong kemana-mana”.

Imagineos 20110605 (2011-06-12):
Imagineos adalah distribusi berbasis Slackware penjelmaan dari distro GoblinX. Pengembangnya Flavio Pereira de Oliveira mengumumkan ketersediaan rilis versi Imagineos 20110605. Live CD ini dibuat menggunakan linux-live scripts berikut beberapa modifikasi pada desktop versi KDE 4.5.5 dan dibangun diatas versi Slackware 13.37 menambahkan lebih banyak aplikasi dan fitur. Komponen-komponen sistem yang ditingkatkan termasuk Zen kernel 2.6.38.4, Squashfs 4.2, Aufs 20110502, GCC 4.5.3, Binutils 2.21.51.0.6, dan glibc 2.13. Perubah dilakukan seperti: system di-upgrad; bootsplash digunakan sebagai splash manager; Plymouth dicopot; disertakan AbiWord sebagai aplikasi perkantoran dan beberapa fitur lainnya.

Chakra GNU/Linux 2011.04-r1 (2011-06-13):
Phil Miller mengumumkan rilis distribusi versi Chakra GNU/Linux 2011.04-r1 yang merupakan respin baru “Aida” dari desktop berbasis Arch Linux. Sejak rilis Chakra 2011.04,  banyak perbaikan paket-paket aplikasi yang diterbitkan termasuk KDE ke versi 4.6.4, peningkatan pada kemampuan mendeteksi hardware dan penambahan drivers terkini. Rilis ini merupakan kali pertama menggunakan chakra-live untuk membuat image media. Media yang diterbitkan tersedia untuk 32bit (chakra-2011.04-r1-i686.iso), dan 64bit (chakra-2011.04-r1-x86_64.iso).

IPFire 2.9 Core 49 (2011-06-13):
Sebuah Firewall berbasis Linux IPFire 2.9 Core 49 telah rilis dan diumumkan atas nama tim pengembangnya oleh Arne Fitzenreiter. IPFire 2.9 Core 49 merupakan rilis penyempurnaan yang meluruskan sejumlah kekeliruan dan beberapa peningkatan fitur. Perubahan di rilis ini termasuk: QoS – sip ditukar dengan rtp untuk VoIP; Apache – tuning untuk servers cadangan sampai dengan 10; ditambahkan ‘charon’ ke IPSec log section; diperbaiki informasi ID pada konfigurasi IPSec; backup.cgi – ditambahkan panjang untuk konten untuk menampilkan file status bar; ditambahkan CGI untuk menampilkan md-state dan lainnya yang selengkapnya di catatan rilis. Media yang diterbitkan ipfire-2.9.i586-full-core49.iso dalam ukuran saku (pocket CD).

Ubuntu 11.04 Repository (2011-06-14):
Setelah “dimatangkan” selama hampir satu bulan di server Kambing, saatnya tiba untuk pelepasan Repositori Ubuntu 11.04 kualitas premium agar dapat dikonsumsi masyarakat luas. Seperti pada terbitan sebelumnya, kali ini juga tersedia media Repositori baik untuk arsitektur 32 bit (8 keping DVD) maupun 64 bit (9 keping DVD) dengan total volume unduh melampaui 65 GigaBytes.

AV Linux 5.0 (updated 2011-06-15):
AV Linux adalah sebuah distribusi berbasis Debian GNU/Linux dengan koleksi software khusus untuk memproduksi audio dan video.  AV Linux versi 5.0 telah rilis dan diumumkan langsung oleh pengembangnya Glen MacArthur. Rilis ini menggunakan LXDE sebagai desktop telah dikembangkan selama 5 bulan menyusul versi 4.2 sebelumnya. AV Linux 5.0 diracik dengan paket dipilih secara seksama dan merupakan terbitan yang rock-solid dibangun diatas versi stabil distro Debian yang handal untuk dijadikan sebagai alat yang state-of-the-art untuk pembuatan konten-konten multimedia. Perbaikan fitur termasuk kernel Linux 2.6.39.1 dengan IRQ threading dan rtirq-init yang diaktifkan; paket desktop dengan fitur penuh menyertakan antara lain LibreOffice 3.4; RTC (Real-Time Clock) permissions di set by default pada live DVD; drivr untuk FFADO SVN Firewire dengan daisy-chaining pada Juju stack yang baru. Media yang dirilis berupa live DVD dan telah diupdate ulang (avlinux5-20110615-lxde-i386-en.iso).

Parted Magic 6.2 (2011-06-15):
Distro Linux live-pocketCD popular Parted Magic 6.2 yang didisain khusus untuk keperluan disk management dan data rescue telah rilis dan diumumkan oleh pengembangnya Patrick Verner. Perubahan terpenting termasuk paket aplikasi Parted yang di-upgrade ke versi 3.0, sementara GParted kali ini masih tetap dikaitkan dengan LibParted 2.4. Semua fonts dipercantik terutama di Firefox bila menggunakan bahasa bukan US English. Sejumlah program bermanfaat lainnya ditambahkan seperti ZFS Fuse, Lilo Setup, Rox Filer, dan FixParts. Paket-paket yang ditingkatkan termasuk testdisk-6.12, parted-3.0, linux-2.6.38.8, chntpw-110511, gparted-0.8.1, unetbootin-linux-549, module-init-tools-3.16, lilo-22.8, boot_info_script-0.60, file-5.07, flashrom_0.9.3+r1323, lsscsi-0.25, lzip-1.12, rsync-3.0.8, sdparm-1.06, xfsdump-3.0.5, xfsprogs-3.1.5, xz-5.0.2, grub-1.99, gsmartcontrol-0.8.6, dan smartmontools-5.41.

Salix OS 13.37 “Fluxbox” (2011-06-15):
Salix OS adalah sebuah distribusi ringan berbasis Slackware. Pengembangnya George Vlahavas merilis Salix OS 13.37 edisi “Fluxbox” yang tersedia baik untuk arsitektur 32 bit (salix-fluxbox-13.37.iso) maupun 64 bit (salix64-fluxbox-13.37.iso). Bagi yang telah menggunakan 13.1 edisi Fluxbox, seharusnya tidak asing lagi dengan edisi yang sama. Rilis baru datang membawa versi kernel Linux 2.6.37.6, Fluxbox 1.3.1, Firefox 4.0.1 dan Claws-mail 3.7.8. LibreOffice 3.3.2 juga disertakan by default dalam konfigurasi penuh menggantikan OpenOffice.org. Paket lokalisasi mencakup ratusan bahasa dunia tersedia dan dapat diunduh menggunakan sarana “package management tools.” Kecuali itu, aplikasi Exaile 0.3.2 merupakan music player utama dan Whaaw Media Player 0.2.14 dijadikan sebagai default movie player.

Rilis lainnya dua minggu pertama bulan Juni 2011:

  • Ylmf 4.0  (2011-06-01)
  • RIPLinuX 12.9  (2011-06-01)
  • NuTyX Pakxe (2011-06-02)
  • Linux Caixa Mágica 16 (2011-06-03)
  • gNatty Gnome i686 v2 Live (2011-06-03)
  • RIPLinuX 13.1 (2011-06-05)
  • BootMed Live CD (2011-06-05)
  • Alpine 2.2.2 (2011-06-07)
  • OpenIndiana 151 Desktop LiveDVD (2011-06-08)
  • RIPLinuX 13.2 (2011-06-10)
  • RIPLinuX 13.3 (2011-06-12)

Rilis-rilis distro selama bulan Mei 2011 tercatat: Tiny Core Linux 3.6, OpenBSD 4.9, FreeNAS 8.0, antiX M11, Alpine Linux 2.2.0, VortexBox 1.9, PelicanHPC-v2.4, Clonezilla-live-1.2.8-37+41, RIPLinuX-12.2, iQunix-11.04, Sabily 11.04, SimplyMEPIS 11.0, openXange 2011.06, Mabuntux 11.05, Scientific Linux LiveCD KDE 20110429, Parted Magic 6.1, SystemRescueCD 2.1.1, JULinux 9 64bit, Zenwalk Linux 7.0 “Live”, RIPLinuX-12.3, linuX-gamers Live 0.9.7, BerryLinux 1.09, BackTrack 5, SalineOS 1.4, SalineOS 1.0 “Personal Server”, KANOTIX 2011-05, Salix OS 13.37 ” Xfce”, Pinguy OS 11.04, Clonezilla Live 1.2.8-42, Red Hat Enterprise Linux 6.1, MeeGo 1.2, RIPLinuX 12.5 + 12.7, Clonezilla 1.2.8-46, Berry 1.10, BlankOn 7.0 Beta-1 “Pattimura”, Fedora 15, Trisquel GNU/Linux 4.5.1, Puppy Linux 5.1.2 “Wary”, GParted Live 0.8.1-3, Zenwalk Linux 7.0 “GNOME”, Linux Mint 11, IGOS Nusantara 2011 Beta-2, Bodhi Linux 1.1.0, GarudaOS 1.1.5, Pardus 2011.1, Grml 2011.05, Super OS 11.04, dan Kororaa Linux 14.

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 180 pengikut lainnya.