The Power of Open by Creative Commons

Organisasi “Creative Commons” menerbitkan sebuah buku yang menggarisbawahi keberhasilan sebuah lisensi merdeka.

Sekitar sepuluh tahun lampau, berdiri sebuah organisasi nirlaba Creative Commons (CC) dan berhasil mendefinisikan sebuah lisensi yang memiliki kesetaraan dengan lisensi sumber terbuka seperti Free Software Foundation dan lainnya. Lisensi Creative Commons tidak khusus untuk software, melainkan untuk karya-karya kreatifitas seperti gambar, foto, video, tulisan, dan musik. Tujuan utama lisensi CC adalah untuk memberikan perlindungan lebih luas kepada pengguna dibandingkan dengan ketentuan Copyright.

Lisensi-lisensi yang dicakup CC, memberikan pilihan yang dapat membatasi hanya suatu (atau tidak ada sama sekali) hak atas sebuah karya atau pemberlakuan hak secara bertingkat dan dapat disesuaikan dengan kondisi dan peraturan setempat.

Menurut pernyataan organisasi ini, lisensi CC telah menyulut ledakan dalam hal jumlah karya bebas yang tersedia di Internet. Jumlah karya yang mengadopsi CC saat ini diperkirakan sekitar 400 juta karya, diantaranya bahkan termasuk hasil riset dan kursus atau materi kuliah perguruan tinggi. Seiring dengan meningkatnya pemanfaatan Creative Commons secara luas, tidak sedikit terjadi suka duka, dan terutama kisah-kisah sukses.

Untuk itu Creative Commons telah menerbitkan sebuah buku yang memaparkan tentang kisah-kisah sukses seputar lisensi Creative Commons. Buku “The Power of Open” setebal 47 halaman, diterbitkan berupa berkas elektronik [PDF=11.45MB] bebas dunduh mengadopsi lisensi CC dengan batasan penyebutan nama author saja.

Natty Narwhal: Pembaruan Di Ubuntu 11.04

Sejak kehadiran Natty Narwhal akhir April 2011, banyak yang telah mencoba atau menggunakan seterusnya. Distribusi Linux moderen yang menggunakan Gnome sebagai desktop seperti IGN2011 misalnya, saat ini telah melakukan transisi dan beralih menawarkan Gnome 3 berikut fitur Gnome-Shell. Ubuntu mengambil jalan lain dan tetap menggunakan versi Gnome 2.32 seraya memperkenalkan fitur antarmuka “Unity” besutan tim pengembang di dapur Ubuntu. Kendati demikian, pembaruan yang dilakukan di Ubuntu 11.04 tidak sebatas Unity saja. Serangkaian perubahan lainnya termasuk peningkatan-peningkatan sejak keberadaan versi 10.10 Maverick Meerkat juga telah dilakukan.

Fitur-fitur dari versi sebelumnya yang tetap dipertahankan termasuk Softwarecenter, Terminal, paket Office, Audioplayer dan pemutar Video. Bersama Ubuntu 11.04 juga dikemas aplikasi-aplikasi standar lain yang semuanya bisa diakses via desktop Unity. Pada awalnya Unity dibuat untuk Netbook dengan tujuan untuk mengoptimalkan pemanfaatan lebih efisien dari layar Netbook yang sempit. Bersamaan dengan terbitnya Ubuntu 11.04, Unity diterapkan juga untuk komputer meja sebagai desktop default. Dengan demikian, edisi Ubuntu Netbook Remix (UNR) secara alamiah menjadi mubazir dan tidak lagi diterbitkan. Secara keseluruhan penampilan Natty tidak berbeda kecuali penambahan dock asal Unity yang otomatis tersembunyi bila tidak diperlukan, yang terutama membantu desktop dengan layar sempit seperti halnya di Netbook menggunakan layar lebih efektif.

Untuk menjalankan Unity, diperlukan kemampuan kartu grafis yang bisa memroses akselerasi 3D. Bila kemampuan hardware yang dibutuhkan tidak terdeteksi, maka secara otomatis dipasang desktop klasik Gnome 2.32. Karena belum merupakan bagian dari kemasan standar Ubuntu 11.04, bagi yang menginginkan Gnome 3 termasuk fitur Shell bawaannya, pengguna bisa memasangnya secara manual dari repositori PPA.

Sejatinya, desktop Unity tidak lain merupakan antar muka baru untuk Gnome. Unity jalan di komputer moderen dengan kartu grafis ATI atau Nvidia yang telah ada dipasaran sejak lima tahun lalu atau komputer yang menggunakan chip grafis Intel yang dibuat sejak sekitar tahun 2005 (tipe GMA 950 atau lebih baru).

Sebagai installer digunakan Ubiquity yang di versi Ubuntu sebelumnya telah mendapatkan banyak perbaikan dan peningkatan sehingga sepintas tidak terlihat perubahan tampilan. Di Ubuntu 11.04 pengembangnya telah melakukan perbaikan terutama pada perkakas partisi yang menampilkan struktur lebih jelas.

Banyak perbaikan juga dilakukan pada software aplikasi. Software-Center misalnya mengenalkan fitur baru “Reviews & Ratings”. Dengan fitur tersebut pengguna dapat memberikan penilaian terhadap applikasi-aplikasi di Package Manager, yang dilakukan via akses layanan tanpa bayar Ubuntu One, dengan membubuhkan sampai dengan 5 bintang. Kecuali itu pengguna juga dapat menambahkan komentar tentang aplikasi yang digunakan kemudian ditampilkan di Softwarecenter. Pendapat pengguna cukup penting sebagai barometer popularitas sekaligus acuan untuk perbaikan dan peningkatan untuk versi software berikutnya.

Termasuk baru di SoftwareCenter adalah fitur yang mengukur standar kualitas dari software aplikasi dan pengguna diingatkan bila software yang dipilih tidak memenuhi standar Ubuntu dan pengunaannya atas risiko dan menjadi tangguan pengguna bila terjadi gangguan terhadap stabilitas sistem.

Kemajuan juga terjadi pada plaform Cloud: Ubuntu One. Komputasi awan atau istilah kerennya Cloud Computing merupakan topik yang ngetrend akhir-akhir ini dan memiliki arti sangat luas. Salah satunya merupakan fitur yang ditawarkan Ubuntu One adalah penyimpanan data atau berkas yang diakses via web dari mana saja, selama pengguna tersambung dengan Internet. Peningkatan di versi Ubuntu 11.04 terutama dalam hal kecepatan sinkronisasi, disampin perbaikan pada ikon launcher yang juga digunakan untuk menampilkan pesan status dari Ubuntu One.

Sebagai pemutar lagu yang baru, disediakan Banshee untuk menggantikan Audioplayer Rhythmbox. Bila diinginkan program ini juga dapat mengimpor berkas dari Rhythmbox. Audioplayer ini memiliki fitur lebih luas dari pada Rhythmbox, seperti kemampuan untuk mengkonversi CD audio ke format MP3.

Sebagai aplikasi perkantoran, Ubuntu 11.04 menyertakan LibreOffice 3.3.2 sebagai pengganti OpenOffice.org. Untuk mengelola koleksi gambar digunakan versi terakhir aplikasi Shotwell 0.9.2 yang menyokong format TIFF dan mampu merender foto format RAW lebih baik, sedangkan sebagai Video-Editor tersedia Pitivi 0.13.5.

Firefox 4 yang diklaim bisa start sampai 6 kali lebih cepat dari pada versi sebelumnya, digunakan sebagai browser standar untuk Ubuntu 11.04. Browser ini telah mendukung teknologi baru HTML 5, format WebGL (antarmuka 3D untuk browser) dan WebM (sebuah Container format dari semua Codecs bebas untuk Audio dan Video). Tergantung dari chip grafis yang digunakan, WebGL sementara ini dilaporkan masih mengandung masalah, dan diharapkan dapat diperbaiki dalam waktu dekat.

Pembaruan yang cukup mencolok, terjadi di ruang mesin pacu Natty Narwhal yang terpasang kernel Linux 2.6.38, dan mengandung patch khusus “Wonder Patch” yang juga digunakan Fedora 15 dan Mandriva 2011 akan datang. Fitur ini bertugas untuk mengatur pengelompokan proses-proses agar CPU bekerja lebih efisien memanfaatkan waktu luangnya dengan merata. Kecuali adanya peningkatan kinerja yang menurut Linus Torvald dapat dirasakan, kernel ini juga mendukung keluarga baru chip AMD Fusion, yaitu APUs (Accelerated Processing Units) yang dikawinkan dengan CPUs dan GPUs dalam satu chip, menghasilkan kinerja luar biasa karena bisa memberdayakan kapasitas komputing ekstra dari sebuah chip grafis moderen. Perbaikan di Kernel lainnya termasuk pada sistem berkas Ext4, Btrfs dan XFS, seperti juga integrasi protokol Mesh bernama B.A.T.M.A.N (Better Approach To Mobile Adhoc Networking).

Untuk para pengembang, Ubuntu 11.04 menyediakan GCC 4.5 dan Python 2.7, yang dua-duanya merupakan versi yang sama seperti sebelumnya. Menyokong Start digunakan Upstart 0.9.4 yang telah diperbaiki termasuk mengeliminir permasalahan di lingkungan Chroot. X.Org 1.10.0 dan Mesa 7.10.1 juga telah diintegrasikan di versi Ubuntu ini. Sebagai paket pendukung untuk fitur peng-input-an Multitouch digunakan XInput 2.1, termasuk Qt-Toolkit yang juga secara eksperimental telah mendukung fitur Multitouch.

Sebagai pemula di Ubuntu yang menggunakan antarmuka Gnome, biasanya relatif mudah untuk beradaptasi menggunakan desktop. Lain halnya bagi pemula yang dihadapkan dengan antarmuka Unity. Start menu di Unity tidak langsung bisa ditemukan. Pengaturan sistem di Ubuntu 11.04 tersembunyi dibalik tombol Logout kanan atas. Semua itu nantinya tidak menjadi masalah, melainkan pengguna harus melakukan penyesuaian dengan kebiasaan baru.

Untuk menemukan aplikasi yang sudah terpasang dimulai dengan menekan Home Button berlogo Ubuntu dipojok kiri-atas. Tombol Home ini membuka lembaran aplikasi yang dikelompokkan dalam beberapa folder dan menyediakan mesin pencari (search) untuk menemukan aplikasi tertentu yang telah terpasang.

Paling mencolok di Unity adalah kehadiran panel baru disisi kiri layar yang berfungsi sebagai launcher atau starter untuk aplikasi dengan menampilkan ikon masing-masing aplikasi. Aplikasi-aplikasi yang telah diluncurkan dan berjalan di latar belakang, ditandai dengan segitiga kecil di sebelah kiri ikon, sedangkan yang aktif ditambahkan lagi di sebelah kanan ikon. Bagi pengguna sistem Mac OS X, skenario seperti itu barangkali bukan merupakan hal yang baru.

Dengan klik-kanan tetikus di salah satu ikon-ikon tersebut, ditampilkan informasi singkat tentang nama dari aplikasi tersebut, dan pilihan dengan klik-kiri yang memungkinkan ikon bisa pamer secara permanen di launcher. Untuk aplikasi yang sedang berjalan di latar belakang, disediakan pilihan untuk keluar atau mematikan aplikasi tersebut. Khusus untuk ikon bertanda (+) ditampilkan menu terstruktur yang lengkap dan dikelompokkan sesuai dengan jenisnya. Dengan melakukan klik di ikon (+) ditampilkan halaman seperti halnya ketika meng-klik tombol home, namun meragakan ikon sederetan aplikasi dari kelompok yang dipilih. Pengguna dapat mengatur posisi ikon-ikon tersebut dengan men-drag (klik-kiri) ke posisi yang diinginkan, atau membuangnya dengan memindahkan (drag) ke tong sampah.

Sedikit membingung bila pengguna kali pertama kecan dengan Natty Narwhal di monitor layar lebar (misalnya diatas 20 inci, dengan resolusi 1920×1024 titik). Pengguna layar lebar umumnya jarang membuka satu aplikasi yang memenuhi seluruh layar monitor seperti halnya (keharusan) di sebuah Netbook  dengan layar sempit. Aplikasi-aplikasi di layar lebar biasanya dibuka di banyak jendela dengan masing-masing aplikasi. Pengguna yang biasanya menemukan menu di baris “top bar” secara intuitif akan mencarinya di jendela masing-masing dan akan bingung menemukannya. Pasalnya, Unity telah memindahkan isi bar menu yang umumnya ada di jendela masing-masing, ke bar utama di top atas dari desktop untuk aplikasi yang sedang aktif.

Pengalaman singkat bersama Natty Narwhal sebagaimana dipaparkan diatas, merupakan sebagian kecil dari seluruh pembaruan yang ditawarkan Unity saat ini dan diyakini akan terjadi banyak perubahan lainnya seiring dengan masukan yang diterima oleh tim pengembangnya dari pengguna yang jumlahnya kian bertambah.

Majalah InfoLINUX 2011 Juni

InfoLINUX bulan Juni 2011 mengemas bonus DVD berisi distribusi Ubuntu 11.04 Natty Narwhal edisi desktop, server dan alternate, plus update. Juga distro dari keluarga Ubuntu versi yang sama seperti Kubuntu, Xubuntu dan Lubuntu tidak lupa disertakan.  Sebagai bahasan utama diangkat topik “Single Node Clustering” yang memaparkan “Konfigurasi clustering dengan Hadoop”. Topik lain yang dikedepankan (cover story) adalah Pengelolaan Data Pegawai berbasis web menggunakan DSP, Amankan SSH via Shorewall, Deteksi Modem Haier C100 dan Buat Sendiri Boneka Lucu menggunakan aplikasi Inkscape.

Topik Editorial bulan ini membahas tentang bagaimana “Cari Uang Dengan Ubuntu”. Disusul dengan serangkaian berita Aktual yang menyampaikan kabar tentang “Perusahaan Jerman Migrasi 10.000 Mesinnya ke Ubuntu”, “Google Summer of Code”, “Fitur Terbaru VirtualBox”, “OpenGamma, Software Analisis Finansial, Kini Open Source”, “IGOS Sematkan GNOME 3″, dan “Wikitext Parser Sweble”.

Dari rubrik Opini, pembaca dapat bersama Budi Rahardjo, “Mencari Model Bisnis Baru”, kemudian Michael S. Sunggiardi yang menyampaikan apa yang terjadi selama keberadaan “Dua Puluh Tahun Linux”, sedangkan I Made Wiryana menjelaskan tentang “Linux untuk Komputasi Rural”.

“Surat Anda” yang dikirimkan ke InfoLINUX dibahas dalam kolom yang disediakan. Bahasan seputar “Distro” meliput “Ubuntu 11.04 Desktop” dan “Kubuntu 11.04 Desktop”. Untuk “Game”, kali ini dibahas permainan “ToyCars 0.3.10″ dan “Pyksoko 0.3.3″.

Pembahasan tentang “Buku”, meliput buku-buku: “Asterisk: The Definitive Guide”, “Digital Forensics with Open Source Tools” dan “Official Ubuntu Book, The (6th Edition)”.

Sebagai “Software Pilihan” dibahas paket-paket aplikasi seperti: “Joomla! 1.6.3″, “Wine 1.3.18″, “VLC 1.1.9″, “Deja Dup 18.1.1″, “Ultimate Smash Friends 0.1.4″, “Rainlendar Life 2.8.1″, “MangaED 2.1″, “Dropbox 1.1.25″, “Claroline 1.10.4″, “Open Teacher 2.0″, “GNOME Shell 3.0.0.2″, “Firestarter 1.0.3″, dan “Hash Checker 3.9.9″.

Seperti telah disinggung, topik “Utama” diisi tentang “Single Node Cluster dengan Hadoop”

Berita dari “Komunitas” meliput tentang “PUTY Adakan Linux Goes to School” dan “Migrasi Linux PDAM TKR Tangerang”. Sementara “Praktik Instan” disisi dengan “Aplikasi Manajemen Personalia”.

Untuk “Net Admin” dibahas tentang “Metode Port Knocking dengan Shorewall untuk Membuka Port SSH” kemudian merinci “Dafter Warnet Berbasis Linux di Indonesia”.

“Tutorial” kali ini mengajarkan tentang “Tmux: Terminal Multiplexer Alternatif GNU Screen”, “File Sharing dengan Samba Scannedonly”, “Instalasi OpenPublish (bagian 1 dari 2 tulisan)”, dan “Multiboot OS di Media Flashhdisk”.

Dalam satu halaman “Tip&Trik” diungkap “Beragam Tip Perintah Kill”. Tema yang dibahas di rubrik “Workshop”, meliputi: “Bertwitter Ria dengan Hotot”, “Membuat Objek Boneka”, “Mengambil Gambar pada File .doc”, “Mudah Menulis Bahasa Arab”, “Deteksi Modem Haier C100″, “Live, Install dan Setup Ubuntu 11.04″, dan “Mengurutkan Baris dengan Perintah Sort”

Di halaman terakhir dibocorkan sedikit menganai “Edisi Mendatang”

IGOS Nusantara 2011 Telah Final

Versi final dari edisi ke 6 untuk distribusi Linux Nasional: IGOS Nusantara 2011, setelah dilakukan proses pengembangan lebih dari enam bulan, baru saja diluncurkan. Sesuai dengan urutannya, versi final ini memakai kode rilis R6.0. Memperbaiki cetakan CD yang telah tersedia sejak 14 Juni 2011 (berupa LiveCD), kemudian disempurnakan dan sepuluh hari kemudian pada tanggal 24 Juni diluncurkan sebagai versi final menyandang versi R6.0.1 tersedia berupa IGN2011 LiveCD dan IGN2011 DVD Installer.

IGOS Nusantara (IGN) adalah salah satu distro Indonesia yang dikembangkan secara konsisten dan berkesinambungan. IGN2011 merupakan kali ke 6 setelah serangkaian rilis tahunan menyusul IGN2010, IGN2009, IGN2008, IGN2007, dan IGN2006.
.
Terbitan terkini IGOS Nusantara 2011 memberdayakan lingkungan desktop terbaru versi GNOME 3.0. Beberapa perubahan dari GNOME 2 ke GNOME 3 dalam berbagai kasus barangkali memerlukan adaptasi dalam tata cara penggunaannya, telah diantisipasi pengembang IGOS Nusantara dengan tetap mengadoptasi beberapa bagian dari GNOME 2 dan menggabungkannya dengan GNOME 3.

Aplikasi atau paket yang ada di IGOS Nusantara 2011 telah mendapat pembaruan ke versi mutakhir, seperti pada penyertaan dari Firefox 5.0, Libreoffice 3.3.3, GNOME Media Player 1.0.2, Pidgin 2.7.11, Inkscape 0.48, GIMP 2.6.11, dan emulator aplikasi Windows memanfaatkan Wine 1.3.22. Sedangkan ribuan paket lainnya disediakan lumbung repositori IGOS. Kernel 2.6.38.8 dan beragam driver/firmware yang disertakan bersama IGN2011, agar secara langsung dapat mengenali beragam perangkat keras (motherboard, prosesesor, chipset, harddisk, kartu suara, kartu ethernet, USB2, USB3, Printer, GSM/CDMA Modem, Ethernet, Wifi, dsb).

Interaksi atau bantuan antar pengguna IGOS Nusantara dapat dilakukan melalui beragam media, guna mendukung peningkatan kualitas HelpDesk IGOS. Pada saat ini telah disediakan halaman di Facebook mendukung IGOS Nusantara disamping sebuah Grup IGOS Nusantara. Dengan bantuan jejaring sosial (social network) diharapkan interaksi langsung dengan pengembang dan komunitas menjadi lebih cepat dan mudah.

Mendukung penampilan IGN2011, tim artwork IGOS menyediakan busana (wallpapers) yang diharapkan bisa memenuhi semua selera. Untuk IGN2011 versi final, tersedia 12 jenis tema dengan aneka warna dan nuansa.

Apache Traffic Server 3.0.0 Dirilis

Apache Software Foundation (ASF) baru-baru ini merilis versi 3 dari Apache Traffic Server. Solusi Traffic Server ini, tidak lain adalah sebuah Proxy-Server, yang bertugas melakukan penyimpanan sementara atau caching terhadap konten agar penyampaiannya bisa lebih cepat, dan sekaligus memangkas beban dari server yang dilayani.

Apache Traffic Server tepatnya merupakan HTTP/1.1 Caching-Proxy-Server, memiliki keunggulan pada latency yang minimal disamping dukungan untuk SMP yang terukur. Kecuali itu, solusi ini menyediakan Plugin-API, disamping mendukung pengelola untuk sesi dan manajemen konfigurasi, otentikasi, routing dan load balancing.

Proyek Apache Traffic Server dihibahkan oleh Yahoo kepada ASF pada tahun 2009,  sebelumnya diperoleh dari akuisisi terhadap perusahan Inktomi. Yahoo juga telah menggunakannya selama lebih dari sepuluh tahun, dimana Apache Traffic Server telah bertanggung jawab atas pengiriman konten untuk para pengunjung situs Yahoo. Berdasarkan data yang diperoleh dari ASF, Traffic Server yang digunakan di Yahoo memroses saat ini lebih dari 400 TB data.

Pembaruan-pembaruan terpenting di versi 3.0 antara lain adalah dukungan untuk sistem dengan arsitektur 64-Bit dan IPv6. Disamping Linux, platform yang didukung secara resmi adalah FreeBSD, Mac OS X dan Solaris. Kecuali itu, Apache Traffic Server 3 juga mendukung Web Cache Communication Protocol (WCCP). Algotritma RAM-Caching juga telah ditingkatkan. Pengembangnya mengklaim bahwa perbaikan di rilis ini tidak hanya pada peningkatan kecepatan, namun juga dalam hal pengelolaan memori yang lebih baik. ASF juga menyebutkan peningkatan “throughput” hampir tiga kali lipat disamping menurunkan faktor latency. Menurut data yang diperoleh dari hasil sebuah Benchmarks menyebutkan, bahwa kemampuan server dalam penyampaian paket-paket kecil yang langsung dikirim dari RAM menggunakan sebuah server High-End, ternyata bisa melayani sampai 220.000 permintaan per detik.

Pembaruan lainnya dirinci di ASF-Blog, dan selama pengembangan versi 3.0, telah diluruskan sekitar 380 kekeliruan yang dirinci di daftar Change-Log. Paket software Apache Traffic Server 3.0.0 telah tersedia bebas di situs resminya untuk diunduh.

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 175 pengikut lainnya.