Perbaikan BlankOn 6.1 Ombilin Sambut Tahun Baru 2011

Tim pengembang distribusi Linux nasional paling aktif BlankOn dengan bangga mengumumkan tersedianya BlankOn 6.1 sebagai perbaikan terhadap Blankon 6.0 ombilin untuk cetakan CD i386. Sebagaimana disebutkan dalam siaran pers yang diumumkan menjelang tahun baru 2011, cetakan CD rilis perbaikan Blankon 6.1 tersebut dapat segera diunduh di alamat lumbung server penyimpanan utama atau di server cerminnya.

Diantara perubahan rilis Blankon 6.1 yang dicatat termasuk juga perbaikan seperti:

  1. Pada pemasangan boot ganda dengan sistem operasi lain BlankOn dapat otomatis membuatkan menu pada menu boot.
  2. Saat melakukan upgrade tidak lagi muncul kesalahan pada aplikasi plymouth.
  3. Sudah menyertakan pembaruan mutakhir pada aplikasi yang ada didalamnya.

Apabila pengguna menemukan masalah di rilis perbaikan Blankon 6.1 ombilin, dimohon untuk melaporkannya ke: http://dev.blankonlinux.or.id/newticket.

Media Center XBMC 10.0 “DHARMA” Dukung Add-on

Diperlukan hampir satu tahun untuk mengembangkan versi XBMC 10.0 “Dharma” yang dirilis beberapa hari lalu. XBMC adalah software Media Center bebas untuk memutar aneka format video dan audio termasuk untuk menampilkan koleksi foto. XBMC yang bisa dikendalikan via iPhone dan smartphone Android tersedia sebagai aplikasi untuk dijalankan di platform Linux, Windows dan Mac OS, termasuk Apple-TV dan sebuah LiveCD berdasarkan Ubuntu.

Sejak rilis beta di bulan Agustus lalu, Open-Source-Mediacenter XBMC 10 ini telah dilengkapi dengan sistem Add-on yang memberi peluang kepada pengguna untuk nantinya menambahkan fitur-fitur seperti Add-on-Browser dengan antarmuka grafis dan fitur pencari untuk memudahkan pengelolaan. Add-ons lainnya yang direncanakan seperti add-on untuk mendengarkan pemancar radio Online dan Podcasts, add-on untuk memutar video YouTube atau untuk menampilkan video dari Webcam. Fitur Skins menyediakan selusin skins untuk diunduh agar tampilan bisa diganti sesuai dengan selera pengguna.

Dharma menambahkan jumlah format yang didukungnya seperti misalnya untuk cakram Blu-Ray yang tidak disandi dan tanpa menu. Daftar semua pembaruan dirinci di Changelog dan menggunakan basis data MySQL pengguna dapat membuat dan mengatur koleksi Audio dan Video. Media-center XBMC juga menampilkan animasi grafis disaat pemutaran Audio.

Mandriva 2010.2 Lebih Stabil dan Aman

Mandriva Linux 2010.2 yang dirilis menjelang hari raya (Natal), menurut pengembangnya merupakan tindak lanjut dari update berkala setelah Mandriva Linux 2010.1 Spring diluncurkan di bulan Juli 2010. Tanpa penambahan fitur yang berarti, rilis ini ditargetkan untuk mengaktualisasi status update dan perbaikan guna memperkokoh Mandriva 2010 Spring agar lebih stabil dan lebih aman.

Paket-paket software “official” Mandriva 2010.2 telah menerima paling tidak sebanyak 2522 perbaikan untuk menutup celah keamanan maupun meluruskan kekeliruan dan andaikan dihitung berikut perbaikan yang dilakukan terhadap paket-paket yang berasal dari Backports dan media testing, maka jumlah perubahan yang dilakukan pengembangnya menjadi tidak kurang dari 6312 perbaikan.

Mandriva Linux 2010.2 mengemas versi Kernel (bukan yang terkini) Linux 2.6.33 berikut lingkungan desktop versi GNOME 2.30.0, KDE 4.4.3 dan Xfce 4.6.1. Sebagai aplikasi perkantoran dan aplikasi dasar lainnya, Mandriva membawa OpenOffice.org 3.2, Thunderbird 3.0, Firefox 3.6.13 dan GIMP 2.6.8. Untuk memenuhi kebutuhan para pengembang Mandriva 2010.2 menyediakan gcc 4.4.3, Mono 2.6.4, Perl 5.10.1, PHP 5.3.4 dan Python 2.6.5 seperti juga sistem-sistem basis data MySQL 5.1.46 dan PostgreSQL 8.4.5.

RHEL 6: Standar Baru Sistem Operasi Masa Depan

Bersama peluncuran generasi baru RHEL 6, Red Hat telah memamerkan hasil pengembangan selama tujuh tahun terakhir untuk produk utama berskala perusahan yang dirilis sekitar satu setengah bulan lampau. Dibandingkan dengan generasi sebelumnya RHEL 6 membawa banyak pembaruan yang telah dimatangkan selama beberapa tahun terakhir.

Kriteria yang dijadikan acuan sebuah produk enterprise pada hakekatnya berbeda dibandingkan distribusi (komunitas) Linux pada umumnya. RHEL yang disesuaikan dengan kebutuhan komersial, memiliki ciri khas sebuah distro skala perusahan seperti jadwal rilis yang panjang, dukungan yang jauh lebih lama, disertai penerapan teknologi yang telah teruji dan stabil. Sementara jadwal rilis distro seperti Fedora, Ubuntu dan lainnya rata-rata dua kali setahun agar bisa menyajikan fitur berbasis teknologi terkini kepada pecinta dan pengembira Linux, Red Hat membutuhkan hampir 7 tahun untuk mengembangkan produk Red Hat Enterprise Linux 6 dan menyediakan lompatan dalam hal jumlah pembaruan.

Sebagai solusi virtualisasi, Red Hat sejak beberapa tahun terakhir mulai mengandalkan teknologi KVM (Kernel-based Virtual Machine) sebagai Hypervisor. Dengan strategi itu Red Hat bertahap meninggalkan teknologi yang berasal dari XEN yang tadinya ketika RHEL 5 diperkenalkan di bulan Maret 2007 masih merupakan teknologi pilihan untuk solusi virtualisasi. KVM mulai diperhitungkan sebagai Hypervisor sejak tahun 2009 tatkala Red Hat meluncurkan versi RHEL 5.4 dan sejatinya setelah perusahan Qumranet yang mengembangkan KVM diakuisisi oleh Red Hat. Berkaitan dengan tanggung jawab pemeliharaan dan dukungan terhadap RHEL seri 5, XEN tetap mendapatkan dukungan dari Red Hat, paling tidak sampai dengan tahun 2014.

Berbeda dengan XEN, KVM tidak mendukung paravirtualisasi dan dengan demikian fungsi KVM sangat bergantung pada arsitektur apakah CPU yang digunakan itu telah mendukung virtualisasi. Hal itu ternyata tidak menjadi kendala, karena CPU yang mendukung KVM pada saat ini tidak sulit ditemukan dan telah umum terpasang di aneka desktop dan notebook biasa.

Ditilik dari sisi kekayaan atas fitur, disebutkan bahwa belakangan ini KVM telah menyusul kemampuan XEN dan bahkan memiliki sejumlah fitur yang belum ditemukan di XEN. Kinerja dari sistem-sistem tamu di RHEL 6 yang divirtualisasikan menggunakan KVM, diklaim nyaris sama dengan andaikan sistem itu dijalankan langsung (native) diatas hardware yang sama tanpa virtualisasi. RHEL 6 juga menyediakan perkakas untuk mengkonversi sistem tamu XEN yang telah terpasang di RHEL 5 untuk dijadikan sistem tamu KVM untuk dijalankan di RHEL 6.

Fitur baru RHEL 6 lainnya adalah Kernel Samepage Merging (KSM). Dengan adanya KSM dimungkinkan penggunaan memori lebih efisien yaitu dengan menggabungkan halaman-halaman memori yang isinya identis menjadi satu. Hal seperti itu bisa terjadi misalnya dalam kasus beberapa sistem tamu KVM yang menggunakan sistem operasi sama atau ketika masing-masing menjalankan aplikasi yang sama. Guna mendongkrak “throughput” atau meningkatan kemampuan pertukaran data via jaringan, digunakan teknik-teknik seperti macvtap yang meningkatkan pertukaran data antar sistem tamu, kemudian vhost-net yang membantu efisiensi sistem tamu saat mengakses perangkat jaringan, dan SR-IOV (Single Root I/O Virtualization and Sharing Specification) yang dikaitkan dengan hardware yang mendukung bisa membuat virtualisasi memiliki kinerja nyaris sama dengan “native”.

RHEL 6 juga menyediakan driver untuk meningkatkan akselerasi operasional dari sistem-sistem tamu dibawah KVM, VMware dan XEN. Kernel Linux yang dikemas RHEL-6 menggunakan Linux versi 2.6.32 sebagai basis. Seperti biasanya Red Hat menambahkannya dengan sejumlah fungsi dan driver baru di Kernel-nya. Red Hat menyebutkan hal itu sebagai Kernel Hybrid yang mengabungkan Linux 2.6.32 dan fitur pilihan versi sesudahnya.

Dibandingkan dengan Kernel Linux 2.6.18 bawaan RHEL 5, maka jelas RHEL 6 bisa memamerkan segudang pembaruan. Diantara fitur baru yang ditonjolkan Red Hat adalah fitur-fitur seperti Completely Fair Scheduler (CFS) yang sejak versi Linux 2.6.23 merupakan bagian dari kernel Linux. Kemudian “tickless” Kernel dimana fungsi Timer-Interrupt tidak lagi perlu dipancarkan secara berkala ratusan atau ribuan kali per detik bila sistem dalam status menunggu. Trik terakhir diklaim tidaklah sekedar memangkas penggunaan enerji, namun juga membebaskan beban dasar sehingga kinerja dari sistem yang divirtualisasikan di RHEL 6 bisa ngacir tanpa beban.

Secara keseluruhan Kernel bawaan RHEL 6  menjanjikan skalabilitas lebih baik yang menghasilkan peningkatan kinerja lebih baik terutama untuk sistem yang menggunakan banyak prosesor dengan jenis Multi-Core-CPU dan pada sistem-sistem skala besar. Secara teoretis sebuah sistem x86_64-Bit yang menggunakan RHEL 6 mampu mendukung sampai dengan 4096 Core dan 64 TByte memori (RAM), namun kenyataannya yang pernah dicoba sampai saat ini adalah sistem maksimal dengan CPU sampai dengan 128 core dan memori sebesar 2 TByte. Sebagai pembanding, batasan di RHEL 5 adalah 64 core dan 1 TByte RAM. Batasan yang juga telah ditingkatkan adalah virtualisasi KVM, dimana setiap sistem tamu kini mampu menangani sampai dengan 64 core dan bebas menentukan ukuran RAM.

Memenuhi komitmen slogan R.A.S yang dikumandangkan, Red Hat berupaya untuk meningkatkan keandalan (Reliability), ketersediaan (Availability) dan kemudahan servis (Serviceability). Misalnya RHEL 6 telah mendukung untuk kemungkinan memasang CPU atau menambahkan memori (RAM) saat sistem sedang produktif di hardware yang mendukung fitur tersebut. Kesalahan atau kerusakan di bagian memori tertentu dapat ditandai menggunakan Hwpoison agar tidak lagi digunakan. Sistem RHEL 6 dapat menganalisa CPU lebih rinci menggunakan Machine Check Exceptions (MCE) sehingga bila di salah satu CPU terjadi kesalahan atau kerusakan maka sistem tidak perlu berhenti atau seluruhnya mogok dengan Kernel Panic. Dukungan juga tersedia untuk fitur PCI Express Advanced Error Reporting (AER) dan ACPI Platform Error Interface (APEI).

Sebagai konsekuensi pilihan utama yang mendukung virtualisasi menggunakan KVM, RHEL 6 menyediakan perkakas untuk mengelola dan mengkonfigurasi menggunakan Virt-Manager. Sebagai sistem berkas standar digunakan file system Ext4 yang menggantikan Ext3 dari RHEL 5. Data  berkaitan dengan ukuran maksimal untuk media di Ext4 yang diberikan Red Hat adalah sebesar 16 TByte, yaitu sama seperti untuk file system Ext3. Untuk sistem yang memiliki komponen media dengan kapasitas lebih, Red Hat bisa memberikan solusi yang mendukung kapasitas sampai dengan 100 TByte menggunakan “Scalable File System Add-On” dengan XFS, namun untuk mendapatkan itu Red Hat akan meminta biaya pemeliharaan ekstra.

Administrator sistem dapat mengatur dan menentukan batasan (limitasi) untuk waktu prosesor, jumlah memori, throughput jaringan dan penentuan grup pemrosesan, seperti juga pengaturan distribusi sumber daya menggunakan fitur Control Groups (Cgroups). Dengan demikian dapat dipastikan apakah sebuah aplikasi atau sebuah mesin virtual telah mendapatkan paling tidak 90 persen dari bandwidth yang dibutuhkan agar Tesy-VM yang berjalan serentak (parallel) tidak mengganggu operasional produksi.

Pendayagunaan sumber daya yang lebih baik di sistem Multiprosesor dan dalam situasi throughput jaringan yang tinggi dapat ditangani dengan baik memanfaatkan teknik-teknik dari Kernel seperti Multiqueue Networking, LRO (Large Receive Offload) dan GRO (Generic Receive Offload). Yang baru disini adalah dukungan untuk protokol FCoE (Fiber Channel over Ethernet) di perangkat lunak dan kemungkinan menggabungkan partisi iSCSI sebagai perangkat Root- atau Boot-Device. Teknik Storage ini, maupun teknik-teknik lainnya bisa diragakan secara grafis, dan via VNC juga program yang terinstalasi secara remote lebih mudah dikonfigurasi. Sebagai tambahan tersedia Text-Installer yang hanya menyediakan fungsi dasar.

Antarmuka web untuk Conga, sebuah Cluster-Management-Tools kini telah mendapat perbaikan mendasar dan ditambahkan dengan fungsi-fungsi baru dan komunikasi di Cluster kini diatur menggunakan Corosync Cluster Engine. Paket aplikasi Samba ditingkatkan ke versi 3.5, dan IPv6 mendapat dukungan baik. RHEL 6 dapat menjadi anggota di domain Windows-7 dan mengambil posisi yang dipercaya dalam kaitan dengan Windows 2008 R2. Pertukaran data dengan salah satu klien Samba bisa disandi dan menggunakan Clustered Samba (CTDB) skalabilitas dan kehandalan dapat ditingkatan. Aplikasi lainnya seperti Mysql tersedia dalam versi 5.1.47, Postgres versi 8.4.4 dan Tomcat berada di versi 6.0.24.

RHEL Sebagai Desktop dan Workstation:
Sebagai upaya untuk menghemat enerji, RHEL 6 mendukung semua fungsi yang disediakan prosesor moderen untuk itu seperti misalnya ASPM (Active State Power Management) dan ALPM (Aggressive Link Power Management) yang mampu memangkas tagihan listrik baik di ruang server, maupun di desktop perkantoran dan memperpanjang ketahanan batere di Laptops, Notebooks dan Netbooks untuk pengguna jalanan. Pembaruan untuk desktop lainnya adalah dukungan lebih baik untuk penggunaan layar monitor ganda, Beamern dan Docking-Station. Untuk kartu grafis Nvidia digunakan driver Open-Source Nouveau.

Instalasi server RHEL 6 juga bisa ditambahkan atau disulap menjadi desktop dengan misalnya menginstalasi paket GNOME. Untuk desktop, RHEL 6 menyediakan aplikasi dasar Firefox 3.6 dan OpenOffice 3.2. Sebagai lingkungan desktop standar tersedia kecuali Gnome 2.28 juga KDE 4.3. Menyokong para pengembang Red Hat menyediakan OpenJDK 6, Eclipse 3.5 dan GCC 4.4. Dengan implementasi MAPI untuk proyek OpenChange dimungkinkan Evolution untuk mengakses Exchange-Server. Peningkatan juga untuk driver printer yang diklaim mampu meningkatkan kualitas cetak disamping kemampuan mengkonfigurasi beberapa jenis printer secara otomatis. Seperti telah disinggung sebelumnya, untuk virtualisasi di desktop Red Hat mengintegrasikan protokol SPICE yang juga seperti di RDP memungkinkan penampilan virtualisi desktop melalui jaringan.

Pengamanan Sistem RHEL 6:
Seperti beberapa generasi sebelumnya, kali ini RHEL masih tetap bertahan dan menyempurnakan ekstensi keamanan menggunakan Security-Enhanced Linux (SELinux) yang bisa membatasi hak aplikasi-aplikasi sesuai dengan aksi yang dibutuhkannya. Kecuali itu RHEL 6 telah menambahkan kemampuannya untuk mengkontrol sejumlah layanan sistem. sVirt yang membawa sejumlah aturan SELinux dapat mengisolasi mesin virtual dari kemungkinan pembobol, – yang masuk melalui celah keamanan di Hypervisor via sistem tamu, – menutup kemungkinan mengakses sistem Host atau mesin-mesin virtual lainnya. Seperti pada sistem tembok api (Firewall) yang ketat dan restriktif, administrator sistem diharapkan memahami cara kerja dan solusi keamanan yang ditawarkan SELinux. Untungnya untuk hal itu telah diantisipasi Red Hat dengan menyediakan dokumentasi yang sangat rinci.

Ihwal RHEL 6:
RHEL 6 dibangun sebagian besar berdasarkan distro komunitas Fedora 12 yang pengembangannya banyak disokong oleh Red Hat. Lebih dari itu, Red Hat telah menambahkan banyak perbaikan yang berasal dari versi Fedora berikutnya. Para pengguna Fedora Linux pada prinsipnya akan merasa tidak lagi asing dan cepat bisa memahami seluk beluk Red Hat Enterprise Linux.

RHEL 6 yang ditargetkan untuk pengguna perusahan menyimpan di lumbung repositorinya sekitar 4.000 paket aplikasi siap pakai, sementara di lumbungnya versi komunitas Fedora saat ini menyimpan sekitar 18.000 Paket RPM. Hal itu terjadi karena RHEL tidak memelihara paket-paket sejenis Game, varian desktop seperti Xfce dan lainnya yang tidak relevan untuk digunakan di perusahan. Namun banyak paket lain yang dapat dimanfaatkan RHEL dan dipelihara oleh komunitas Fedora tersedia di lumbung EPEL (Extra Packages for Enterprise Linux) yang dapat dipasang via PackageKit atau menggunakan Paketmanager Yum yang di RHEL 6 telah diperbaiki dan diklaim bekerja lebih cepat lebih baik.

Seperti Fedora atau OpenSuse, RHEL dari awal juga tidak menyertakan driver proprietari kartu-kartu grafis untuk AMD dan Nvidia, seperti juga Gstreamer-Plug-ins atau software Multimedia seperti Mplayer, VLC dan Xine yang diperlukan untuk memutar audio dan video dengan format yang dilindungi paten seperti MP3. Di Ubuntu penambahan driver dan plug-ins tersebut berjalan secara otomatis bila tersambung ke Internet atau langsung bunyi bila menggunakan media adonan komunitas seperti SuperOS dan lainnya. Untuk Fedora atau OpenSuse juga tidak terlalu sulit mendapatkan tambahan tersebut. Di lumbung EPEL sayangnya belum tersedia jenis paket proprietari seperti itu, namun solusinya dapat dicari di lumbung-lumbung seperti Atrpms, Dag, Elrepo atau RPM Fusion. Berbeda dengan distro-distro lainnya, Red Hat tidak menyediakan media LiveDistro, karena itu bila calon pengguna ingin mencoba RHEL 6 maka ia harus menanamkannya di hardisk.

Red Hat menjanjikan dukungan paling tidak selama tujuh tahun dengan melakukan perbaikan setiap kekliruan, menutup setiap celah keamanan dan melibas setiap kutu yang ditemukan. Untuk penggunaan di server dengan konfigurasi software tertentu, Red Hat bahkan bersedia dengan imbalan tambahan untuk melakukan pemeliharaan RHEL 6 sampai dengan maksimal tahun 2020. Dengan kebijakan seperti itu, RHEL paling sedikit duakali lebih lama dalam penyediaan dukungan ketimbang versi LTS asal Ubuntu atau yang ditawarkan distribusi Debian.

Jadwal rilis untuk versi peningkatan RHEL yang didefinisikan sebagai “Minor Releases” berkisar antara 7 sampai 12 bulan. Sebagai contoh adalah Minor Release RHEL 6.1 yang menyusul versi 6.0, diperkirakan akan terbit setelah bulan Juni 2011. Rilis-rilis minor yang jatuh tempo di empat tahun pertama setelah peluncuran perdana, biasanya mengemas kecuali perbaikan juga peningkatan dan penambahan fitur baru termasuk perubahan signifikan yang memperbaiki dukungan terhadap hardware baru. Kecuali itu Kernel, Glibc dan komponen penting lainnya termasuk aplikasi server mengalami perbaikan cukup banyak. Hal yang sama juga berlaku untuk aplikasi-aplikasi desktop seperti Firefox dan OpenOffice.

Media Red Hat Enterprise Linux 6 merupakan bagian dari langganan layanan berupa “subscription” dan dapat diunduh langsung dari situs RedHat.com. Setelah registrasi pengguna dapat menikmati selama 30 hari tersambung ke sistem RHN (Red Hat Network) untuk mendapat dukungan otomatis cuma-cuma. Sesudahnya pengguna dapat melanjutkannya dengan membayar biaya langganan dukungan yang diperhitung per tahun per server sesuai dengan service level yang diinginkan atau membiarkan instalasi tanpa mendapatkan dukungan update otomatis. Baca selebihnya

K16: Kopdar Bersama Pengembang KDE

Komunitas KDE sedang mencari 15 insan kreatif sebagai Visioner untuk bergabung dalam satu tim kecil sebagai peserta konferensi K16 guna memikirkan bersama, mencari jawaban terhadap masadepan KDE untuk lima tahun mendatang. Para visioner dari komunitas KDE termasuk yang berbakat sebagai perancang strategi, perencana, pemikir praktis, realis, juga pemimpi, pelaku, pencipta, pemimpin, pemrogram atau siapa saja yang memiliki kualifikasi untuk memberikan gambaran masadepan KDE pada tahun 2016. Agar bisa termasuk dalam daftar kualifikasi, yang berminat dipersilakan mengirimkan aplikasi yang kreatif.

Konferensi akan berlangsung di lingkungan yang mendukung kreatifitas dan produktifitas, sebagian juga dijauhkan dari komputer. Dimana tepatnya berkumpul di permukaan bumi ini yang dijadwalkan sekitar awal tahun 2011, saat ini belum diungkapkan. Semua biaya untuk menghadirkan peserta “kopdar” (kopi darat) ini ditanggung proyek KDE sepenuhnya.

Syarat pendaftaran adalah mengirimkan aplikasi yang ditata secara kreatif dan disampaikan via E-Mail. Didalam aplikasi, calon peserta diharapkan bisa mengekspresikan ideanya tentang pengembangan proyek KDE selanjutnya. Bisa saja menggambarkan kontribusi Wikipedia menggambarkan KDE di tahun 2016, atau secarik Comic-Strip atau sebuah konsep strategi. Sementara untuk kreatifitas tidak ada batasannya, namun satu-satunya batasan adalah idea kreatifitas yang disampaikan harus masuk dalam sehelai kertas yang nantinya bisa dicetak dan digantung di sebuah papan dinding.

Dengan acara Kopdar Brainstorming bersama dengan para pengembira kreatif, pengembang KDE yang saat ini dipimpin Frank Karlitschek, ditemani oleh Sebastian Kügler dan Stefan Werden berharap bisa menemukan benang merah bersama dalam membina proyek ini lima tahun kedepan.

Bagi yang tertarik dapat mengirimkan aplikasinya paling lambat pada tanggal 31 Desember 2010 ke alamat E-Mail k16@kde.org. Selamat menyambut Tahun Baru 2010.

Pengembang LibreOffice dan KDE Gabung Open Invention Network

Document Foundation, yaitu yayasan dibelakang proyek pengembangan suit office Libreoffice telah bergabung dengan Open Invention Network (OIN) menyusul Mozilla dan yayasan Gentoo. Disamping Document Foundation, juga disebutkan bahwa KDE telah berbondong masuk menjadi anggota OIN.

OIN adalah jejaring paten (Patent Pool) beranggotakan perusahan seperti Novell, Philips, Sony, IBM, Red Hat dan Mozilla dan kini juga termasuk Document Foundation yang mengelola proyek LibreOffice sebagai penerus atau cabang Openoffice.org yang menjamin kebebasan sepenuhnya.

Open Invention Network (OIN) didirikan di tahun 2005 sebagai sebuah perusahan yang mengelola dan menyediakan Paten-paten bebas kepada perusahan atau organisasi yang memerlukannya dengan perjanjian tidak akan menggunakan paten milik mereka tersebut untuk melawan atau menyulitkan Linux.

Bersama dengan keanggotaan itu, yayasan Document Foundation berhak untuk memanfaatkan paten-paten yang dikelola OIN. Perusahan yang menyumbangkan hak patennya termasuk Novell yang juga telah dimanfaatkan Openoffice.org. Institusi lain termasuk yayasan Gnome, Canonical dan Fluendo telah menjadi anggota OIN, disamping perorangan yang dibolehkan menjadi anggota. Perjanjian pemanfaatan paten yang dikelola OIN tidak terbatas, tidak peduli apabila perusahan anggota OIN telah dijual kepada pihak ketiga.

Attachmate Klarifikasi Masadepan openSUSE

Manajer Komunitas openSUSE Jos Poortvliet dari Novell sempat berbicara dengan Attachmate-CEO Jeff Hawn setelah Novell diakuisisi Attachmate berikut openSUSE satu bulan lalu membahas masadepan openSUSE.

Attachmate yang mengambil alih kendali di Novell dan sekaligus menjadi Juragan baru untuk proyek openSUSE telah menyisakan banyak pertanyaan di kalangan komunitas openSUSE dan pada kesempatan yang diberikan telah disampaikan Poortvliet kepada penguasa Novell yang baru.

Pertemuan Jos Poortvliet dan Jeff Hawn paling tidak telah menjawab beberapa pertanyaan, mengklarifikasi sejauh mana Attachmate dapat memberikan kontribusinya kepada pengembangan Kernel Linux dan bagaimana kelanjutan dari sponsor dukungan finansial untuk proyek openSUSE. Untuk dua pertanyaan tersebut Poortvliet menerima jawaban positif “Ya”.

Pertanyaan untuk topik lainnya pada umumnya masih terbuka dan tidak mendapatkan jawaban yang pasti. Ketidakpastian menurut Hawn berkaitan dengan proses pengalihan yang masih sedang berlangsung.

Hawn akan mendiskusikan lebih lanjut bersama komunitas berkaitan dengan upaya pendirian yayasan openSUSE dan menegaskan belum memberikan keputusan, baik pro maupun kontra terhadap pendirian sebuah yayasan. Hal serupa juga berlaku terhadap masalah kontribusi untuk proyek Open Source lainnya. Hawn ingin memutuskan hal itu kasus per kasus dan saat ini belum ingin menyampaikan pernyataan secara umum berkaitan dengan hal itu. Kemungkinan untuk mendapatkan sponsor membiayai rencana sebuah Konferensi openSUSE juga diminta agar bersabar.

Laporan selengkapnya dapat dibaca di situs openSUSE

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 179 pengikut lainnya.