Ubuntu LTS 14.04 “Trusty Tahr” diluncurkan

Canonical baru saja merilis versi stabil Ubuntu “Trusty Tahr” 14.04 LTS yang menjanjikan dukungan lima tahun. Sebagai bagian dari publikasi ini, Canonical juga telah memperbarui Ubuntu sepuluh turunan lainnya yang masing-masing memiliki ciri khas dengan desktop berbeda atau aplikasi atau budaya tertentu.

ubuntu-14.04_trusty-tahr_desktop-0_640

Bersama Ubuntu, hari ini juga diluncurkan Kubuntu, Xubuntu, Lubuntu, Edubuntu, Ubuntu-Gnome, Ubuntu Kylin, Mythbuntu, Ubuntu Cloud, Ubuntu Studio dan Ubuntu Server. Separuhnya, yaitu Ubuntu Desktop, Ubuntu Server, Ubuntu Core, Kubuntu, Edubuntu dan Ubuntu Kylin dipastikan mendapatkan dukungan selama lima tahun, sementara sisanya menerima tiga tahun dukungan.

Silakan menyimak artikel selebihnya disini dan tangkapan layar untuk Ubuntu 14.04, Kubuntu 14.04 dan Ubuntu-Gnome 14.04.

Proyek Pembebasan Dokumen Dimulai

Diwawali oleh ajakan beberapa pengembang yang memiliki tujuan bersama untuk membuat filter yang memungkinkan meng-impor format dokumen masa lalu, termasuk format proprietary, sebuah proyek Pembebasan Dokumen tersebut kini resmi diluncurkan. Perkakas Impor yang ingin mereka hasilkan, tidak terbatas pada file teks, tetapi juga dapat mengolah format grafis dan data DTP.

Format Didukung LibreOffice

Sejumlah pemrogram dari proyek LibreOffice dan kelompok Re-lab, telah meluncurkan proyek Document Liberation Project untuk mengembangkan filter-filter untuk mengimpor format dokumen lama dan yang berkepemilikan. Hal ini menjadi penting ketika pengguna ingin memenfaatkan karya-karya mereka yang terlanjur dibuat dengan format bukan setandar terbuka dan tidak lagi didukung oleh software yang ada pada saat ini.

Sejatinya, tim yang sama juga telah bertanggung jawab atas dukungan terhadap pengembangan filter yang telah mereka implementasikan untuk mengimpor Corel DRAW, Microsoft Visio dan Publisher, disamping untuk Apple Keynote dan Pages. Karena sifatnya open source, semua filter yang dihasilkan tidak terbatas dan secara eksklusif diterapkan untuk LibreOffice, namun juga akan ditemukan pada aplikasi F/OSS lainnya seperti pada Inkscape, Scribus dan Calligra.

Dengan tersedianya perkakas impor, bukan berarti bahwa hasil proyek ini bertujuan untuk melestarikan secara permanen penggunaan format lama. Ide ini menarik bagi perusahaan yang ingin mengamankan koleksi data lama mereka agar tetap dapat digunakan, atau paling tidak dibaca di masa depan. Para pengembang menekankan, bahwa file yang ingin disimpan untuk jangka panjang, sebaiknya tidak menggunakan format tunggal, apalagi bergantung pada vendor yang ulahnya tidak dapat dipastikan. Pada saat ini, proyek ini dipusatkan pada pengembangan format grafis vektor, bitmap dan file teks dan mengerjakan filter untuk PageMaker.

Microsoft Buka Roslyn Bebaskan Kompiler .Net

Bersamaan dengan ajang pertemuan BUILD di San Francisco, Microsoft membebaskan kode sumber proyek ROSLYN. Kode kompailer untuk platform .NET tersebut kini dapat diakses di lumbung penginangan OSS CodePlex milik Microsoft dibawah roslyn.codeplex.com.

roslyn.codeplex.com

Setelah meng-open-source-kan bahasa pemrograman F #, IronRuby, IronPython dan TypeScript, Microsoft sekarang menyusulkan C# dan Visual Basic dengan membuka Platform kompailer Roslyn.

Penemu C# Anders Hejlsberg mengungkapkannya di ajang BUILD Microsoft bahwa kompailer bahasa pemrograman .NET C# dan Visual Basic sekarang tersedia sebagai kode open source di bawah Lisensi Apache 2.0. Kedua compiler bahasa pemrograman berupa “End User Preview” itu, merupakan bagian dari platform compiler .NET yang dikembangkan oleh Microsoft sejak tahun 2009 dengan nama kode Roslyn. Sejak 2009, telah dilakukan sejumlah “Community Technology Preview“, namun banyak perubahan yang dilakukan secara berulang. Pada bulan Desember 2013 diketahui bahwa Microsoft memanfaatkannya untuk pemrograman internal sehingga dapat dianggap bahwa kompailer ini mendekati status stabil.

Kompailer Roslyn terdiri dari serangkaian layanan otonom yang secara individual dapat diakses melalui API dan dapat diperluas dengan mudah. Untuk itu, dalam kesempatan pada keynote sesi pengembang .NET, Anders Hejlsberg menantang para pengembang secara khusus agar menciptakan fitur-fitur baru sendiri untuk C# dan Visual Basic dan menyarankannya kepada Microsoft.

Konsep Roslyn

Konsep Kerja Roslyn

Perusahaan dapat menambahkan fitur untuk keperluan internal masing-masing. Platform kompailer yang terbuka (open-platform) memberikan peluang dan menyederhanakan dalam penerapan fitur baru pada tingkatan seperti generasi kode, kode analisis dan refactoring. Pada kesempatan yang sama CEO Miguel de Icaza mengungkapkan rencana Xamarin untuk mengintegrasikan Roslyn di produk lingkungan pengembangan lintas-platform Xamarin Studio mereka.

Untuk mendukung perluasan pada kompailer, Microsoft juga menyediakan SDK yang dilengkapi dengan template-template proyek, contoh-contoh dan alat visualisasi berupa Roslyn SDK yang telah siap untuk diunduh.

ICrOSS 2014 Membumi di Surabaya

Ajang pamer Sumber Terbuka ICrOSS 2014 kembali digelar tahun ini di Hotel Bumi Surabaya, pada tanggal 23-24 April 2014. Perhelatan yang diselengarakan AOSI (Asosiasi Open Source Indonesia) ini didukung oleh KOMINFO dan KLAS (Komunitas Linux Arek Suroboyo) dengan harapan agar komunitas open source dapat bertemu dengan para pengembang, inovator, pengusaha dan investor membahas tentang bagaimana membangun kerjasama yang sangat erat antara pelaku bisnis dan pemerintah bersama komunitas open source, disamping bertujuan agar dapat memanfaatkan aplikasi dan penerapan open source secara optimal di Indonesia.

ICrOSS 2014 Membumi di Surabaya

Seperti dijabarkan di situs khusus pendukung acara ini, manfaat yang dijanjikan perhelatan ini antara lain adalah:

  • Belajar teknik-teknik yang dapat digunakan langsung untuk menulis aplikasi yang baik.
  • Mendengar pengalaman dari pembicara-pembicara berpengalaman dari dalam dan luar negeri dengan berbagi latar belakang, dimana para pembicara ini akan berbagi tentang perkembangan terbaru di dunia OSS, praktik terbaik, serta tips dan trik untuk mengatasi tantangan yang dihadapi.
  • Memelihara ketrampilan terkait OSS yang terkini melalui tutorial / workshop praktis meliputi berbagai macam bahasa pemograman dan platform open source.
  • Berbagi dan berkolaborasi dengan lebih dari seribu pengembang open source, hacker, ahli, vendor, dan pengguna dari semua tingkat.
  • Mengukur tingkat ketrampilan dan keahlian melalui lomba-lomba dari kompetisi untuk berbagai bidang.

Rincian Agenda, Daftar Pembicara, Workshop dan Registrasi disini.

Pengembangan CentOS Setelah Bergabung Dengan Red Hat

Setelah kerjasama antara CentOS dan Red Hat diumumkan pada awal tahun 2014 banyak yang berharap, terbentuk ekosistem distro berbasis RPMs yang menawarkan lebih banyak produk dengan dukungan update yang lebih cepat dan baik.

Red Hat and the CentOS Project Join Forces

Organisasi Proyek CentOS dan Red Hat resmi merapat. CentOS merupakan klon tersedia secara bebas sebagai substitusi untuk sistem operasi Red Hat Enterprise Linux (RHEL) yang menyediakan layanan dukungan komersial berupa subscriptions. Penggabungan kedua proyek diharapka memperkuat CentOS dengan kepastian bagi para developernya, sehingga dapat mendorong pengembangan teknologi open source baru lebih baik.

Untuk pengembangan sistem operasi CentOS yang berlangsung sampai sekarang, tidak terjadi perubahan, namun dengan adanya akses langsung ke lumbung RHEL, penerbitan klon menyusul lebih cepat. Yang berubah adalah tim pengelola dimana CentOS di masa depan dipimpin oleh “Dewan Pimpinan CentOS” atau CentOS Governing Board, yang terdiri dari lima anggota termasuk empat “tim inti CentOS” yang selama ini menangani CentOS dan satu staf dari Red Hat.

Mengutip penjelasan Karsten Wade, CentOS Engineering Manager dari Red Hat kepada ZDNet disebutkan antara lain rencana CentOS kedepan, setelah melakukan merger. Di masa depan CentOS akan menyediakan beberapa varian. Klon RHEL tetap tersedia seperti sediakala berupa CentOS Core, namun jarak rilis CentOS setelah rilis RHEL menjadi lebih singkat.

Untuk masa mendatang sedang diracik rilis baru dari CentOS yang disebutkan sebagai rilis-rilis Special Interest Group (SIG). SIG menjembatani sistem dasar (core) yang stabil dengan aneka jenis edisi yang mencakup bidang-bidang seperti Storage, Cloud, Virtualisasi dan Dekstop.

Perluasan yang saat ini direncanakan bersama seperangkat rilis Special Interest Group (SIG) antara lain adalah: CentOS Cloud yang mengemas rilis OpenStack terbaru, CentOS Virtualization yang memambahkan beberapa hypervisor disamping KVM yang telah menjadi setandar di RHEL. CentOS Storage menyertakan software khusus untuk membangun sistem penyimpanan. Edisi SIG lainnya kini sedang digodok dan dipersiapkan. Dalam agenda mereka mencakup misalnya, versi CentOS Desktop, versi CentOS untuk hosters web dan server untuk VoIP.

Pengguna CentOS pada umumnya mendambakan sebuah sistem yang stabil, namun menurut Wade sekaligus bekerja sesuai dengan bidangnya masing-masing menggunakan versi perangkat lunak versi terkini. Varian distro CentOS dimasa depan nantinya persis akan memenuhi kebutuhan ini dan menempatkan CentOS ditengah antara stabilitas yang dirancang untuk Red Hat Enterprise Linux dan distribusi komunitas Fedora Linux.

Ihwal Pengembangan Arduino

Keberadaan papan rangkaian elektronik Arduino diawali pada tahun 2005, di ruang kelas dari Interactive Design Institute di Ivrea (IDII), Italia. Arduino adalah sebuah platform prototyping elektronik berlandasan open source berupa perangkat keras OSHW (Open Source HardWare) dan perangkat lunak F/OSS yang fleksibel, dan cukup mudah digunakan. Arduino sangat popular di lingkungan penggemar / hobi elektronika sebagai perangkat pengendali berbagai proyek termasuk robotik. Pada awalnya, mikrokontroler Arduino diciptakan sebagai platform pendidikan untuk proyek di kelas IDDI. Proyek ini merupakan tindak lanjut dari pekerjaan tesis merangkai mikrokontroler yang pada tahun 2004 sebelumnya dirancang oleh Hernando Barragán, seorang mahasiswa asal Kolombia. Judul tesisnya adalah “Arduino-La rivoluzione dell’open hardware” (“Arduino – Revolusi Open Hardware”), sebuah judul yang tidak lazim, namun kini telah menjadi salah satu platform OSHW yang paling popular didunia.

arduino-day-2014_640

Sebuah tim beranggotakan lima pengembang kemudian membedah tesis Barragán, dan mengembangkannya menjadi sebuah platform perangkat keras baru yang lebih simpel, dan lebih murah, dan mengungkapkan kepada komunitas open source. Tanggal 29 Maret 2014 yang baru berlalu merupakan Arduino Day 2014 yang disepakati oleh komunitas Arduino, dirayakan diseluruh belahan bumi dan sekaligus dicanangkan untuk mengenang sepuluh tahun kehadiran Arduino, terhitung sejak cikal bakalnya dirancang.

.
Sebagaimana telah disebutkan diatas, ihwal Arduino semuanya dimulai di Ivrea, Italia. Walaupun nama Arduino tidak lazim untuk sebuah perangkat elektronika, namun memiliki arti sejarah yang erat terkait dengan kota Ivrea yang indah berada di bagian utara Italia, dan cukup terkenal dalam sejarah kerajaannya. Pada tahun 1002 M, Raja Arduin memerintah di negara bagian tersebut. Untuk mengenang Raja Arduin, di Ivrea dibuka sebuah rumah minum ‘Bar Di Re Arduino‘, yaitu tempat di mana rangkaian elektronik ini berakar. Bar ini sering dikunjungi oleh Massimo Banzi, salah satu pendiri tim proyek Arduino, dan juga yang kemudian menobatkan nama Arduino untuk papan mikrokontroler untuk menghormati tempat yang selalu ia kunjungi.

bar di re Arduino ad Ivrea

Sejatinya, ide menciptakan Arduino dikembangkan sejak awal dengan melibatkan pemikiran desain yang berorientasi pada seni dan artistik. Barragán adalah seorang seniman dan desainer yang saat itu menciptakan rangkaian mikrokontroler untuk digunakan sebagai alat data parsing untuk alat elektronik yang ia butuhkan. Demikian juga semua karyanya ditargetkan untuk digunakan di kalangan masyarakat “non-teknis” seperti seniman, desainer, dan arsitek. Singkatnya, dibuat bagi mereka yang sebelumnya tidak memiliki latar belakang atau pengetahuan tentang teknik elektronika maupun komputer.

Platform yang dirancang Barragán lebih menitik beratkan untuk digunakan sebagai alat membangun prototipe. Rangkaian prototipe rancangannya harus bersahabat untuk digunakan oleh seniman dan desainer, tanpa perlu berbekal pengetahuan tentang teknik maupun pengalaman dalam pemrograman. Barragán didampingi oleh Casey Reas dan Massimo Banzi sebagai penasehat dalam pembuatan tesisnya. Reas kemudian menciptakan bahasa pemrograman visual Processing bersama Ben Fry untuk platform Arduino. Reas mempelajari interaksi dalam seni sebagai basis, dan melanjutkannya bekerja sama dengan John Maeda dari MIT, untuk mengembangkan “Processing” menjadi bahasa yang mudah dimengerti para seniman dan desainer. Disisi lain, Banzi lebih tertarik untuk melanjutkan pengembangan rangkaian mikrokontroler, sambil menyempurnakan Arduino menjadi alat bantu yang baik untuk proyek-proyek seni dan desain. Pada awalnya Arduino dikembangkan untuk membantu mata pelajaran desain interaksi, dimana Banzi berperan sebagai seorang dosen. Para pengembang utama Arduino yang bergabung merupakan sebuah tim internasional terdiri dari Massimo Banzi, David Cuartielles, Dave Mellis, Gianluca Martino dan Nicholas Zambetti.

Target tim Arduino berikutnya adalah untuk penyederhanaan platform rangkaian lebih jauh, untuk membidani Mikrokontroler Arduino, yang lebih bermanfaat untuk pengguna non-teknis dengan fokus pada kesederhanaan sebagai target utama dalam perancangannya. Empat butir kriteria yang digaungkan oleh Banzi dalam mendefinisikan keinginan tersebut, dan sekaligus membedakannya dengan platform mikrokontroler lainnya, adalah: (1) Harus murah, (2) Dikemas bersama Integrated Development Environment (IDE), (3) Bisa diprogram melalui USB dan (4) Memiliki komunitas pendukung.

Banzi dan rekan-rekannya adalah kelompok yang sangat yakin terhadap perangkat lunak open-source dan gerakan untuk F/OSS. Berdasarkan hal tersebut, mereka menempatkan tujuan pengembangan platform yang cepat dan mudah diakses dengan untuk membuka proyek mereka agar sebanyak mungkin pihak bisa turut berkolaborasi.

Kaidah open source pada masa itu, umumnya diberlakukan untuk proyek pembuatan perangkat lunak komputer. Setelah Banzi dan tim melakukan sedikit investigasi dan menilik dari semua sisi, mereka berhasil menciptakan Arduino dan membuatnya tersedia untuk publik sebagai perangkat OSHW (Open Source Hardware). Model open source yang sebelumnya hanya digunakan untuk memberi bahan bakar inovasi pada perangkat lunak, kini diterapkannya untuk mengatur lisensi perangkat keras. Banzi dan tim memutuskan untuk menggunakan lisensi berasal dari Creative Commons, yaitu lisensi open source yang biasanya digunakan untuk karya-karya budaya seperti tulisan dan musik. Menurut Banzi, hardware adalah bagian dari budaya yang hak ciptanya harus dinikmati bersama-sama dengan yang lainnya!

Dikutip dari WIREDItalia menyebutkan: “Sebagian besar proyek open-source dimulai dari sebuah frustrasi. Arduino lahir ketika mahasiswa desain Banzi pada mengeluhkan tidak bisa menemukan mikrokontroler untuk proyek-proyek robot mereka.”

You don’t need anyone’s permission to make something great!” ucap Massimo Banzi.

 

Evolusi Piranti Arduino

Google Pantau Perubahan Hutan Secara Real Time

Google melalui situs organisasi pemantau hutan GlobalForestWatch.org menawarkan peta dunia terkait dengan perubahan yang terjadi pada pohon-pohon yang ada di dunia secara real-time. Lapisan informasi yang ditawarkan, disamping proses penebangan (loss) maupun rehabilitasi (gain) real-time, juga jenis pemanfaatan pembukaan lahan hutan seperti Logging, Mining, Oil palm, Plantasi wood fiber (bahan kertas).

Perubahan Hutan Secara Real Time

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 174 pengikut lainnya.